Berlin Pride 2017 dari Lensa Seorang Teman

Berlin pride 01

Tanggal 22 Juli 2017 lalu, German melaksanakan festival keragaman orientasi seksual yang disebut Berlin Pride 2017. Festival tahun ini menjadi sangat menarik karena seminggu sebelumnya German mensyahkan Undang-undang yang memberi hak bagi pasangan sejenis untuk melaksanakan pernikahan sejenis. Ribuan orang turun ke jalan merayakan persamaan gender dan orientasi seksual dengan atribut warna warni.

Undang-undang tersebut lolos walaupun Conselor Angela Merkel memilih “NO” saat pemungutan suara. 393 suara mengatakan “YES” dan 226 suara mengatakan “NO”. Sesungguhnya sejak 1 Agustus 2001, German telah memiliki aturan yang dapat meregistrasi pasangan sejenis, tapi belum sampai kepada hak-hak dalam pernikahan.

Berlin Pride pertama kalinya diselenggarakan pada tanggal 30 Juli 1979. Setelah itu tiap tahun dilaksanakan pada peruh ke dua tipa bulan Juli. Berlin Pride juga dikenal dengan nama CSD yang merupakan singkatan dari Christopher Street Day. Berlin Pride merupakan salah satu even LGBT yang terbesar di Eropah. Tahun ini dihadiri oleh lebih dari 500.000 orang. Persamaan LGBT Pride dimana pun pelaksanaannya adalah warna warni yang meriah dan bersemangat.

Bagi yang belum tahu, parade LGBT biasanya tidak hanya dihadiri oleh LGBT saja, tapi semua orang bisa bersama memeriahkan keberagaman orientasi seksual tersebut. Bendera pelangi itu artinya adalah keberagaman orientasi seksual dimana heteroseksual juga masuk di dalamnya.

Perusahaan-perusahaan saat ini pun semakin banyak yang mendukung LGBT dan pernikahan sejenis. Itulah sebabnya setiap parade LGBT selalu disponsori oleh banyak perusahaan-perusahaan besar dan institusi-institusi pemerintah. Berlin Pride pun tidak terkecuali.

Berikut para sponsor festival ini: Allrounder Showtruck / American Spirit / Ampelmann / B: EAST / Beck’s, Corona, Franciscan (AB InBev) / Berlin2018 Athletics EM / Bols, Jim Beam, Sourz, Souza (Beam Suntory) / Embassy of the State Israel / Busy Bee Catering / Cachaça Cana Rio and Nega Fulo (Borco) / Café Fatal / Coca Cola / CSD Nord Cooperation / EIS.de / Emporium Travel / ENOUGH is ENOUGH – OPEN YOUR MOUTH / f³ Event GmbH / Fun Factory / Gerolsteiner / GMF / Goldberg (MBG) / Gordon’s, Pampero, Smirnoff, Smirnoff Peppermint Twist (Diageo) / Jägermeister / JP Chenet / Kerle.reisen / L-tunes / Multi Media Marketing & Event GmbH / Niehoff Vaihinger / Nordmann drinks & Weinkontor Nordmann / OUTtv / Pink Pillow / pure fm / Radio One / Red Bull / Revolver / SKITTLES / Somersby (Carlsberg) / Power Grid Berlin / TENGA / ABOUT / UPgrundTIEF / Vodafone / prelude SSL Berlin e. V. / WALL / Women Summerland

Teman saya Haris yang tinggal di German, mengirimkan cerita dan foto-fotonya ke saya saat dia mengikuti festipal tersebut. Anda dapat melihat tulisannya di blognya di sini. Bagi yang belum mengenal Haris dapat membacanya di sini.

Berikut sedikit cerita Haris;

Aku sangat menyukai Berlin. Kami sering mengunjungi Berlin untuk berakhir pekan. Berlin adalah kota metropolis yang modern, toleran, liberal dan ramah. Hari Sabtu kemarin kami ke Berlin untuk menyaksikan meriahnya Gay Pride yang diadakan tiap tahun pada musim panas.

Berlin Pride adalah kombinasi perayaan politik dan dukungan atas keberagaman dan visibilitas. Ada dua macam peserta dalam perhelatan ini, yaitu kelompok berjalan kaki dengan kendaraan kecil yang mengiringi, dan kelompok mobil besar sejenis truk yang mengangkut alat-alat music dan orang-orang berkostum aneka macam. Suara musik menggelegar sepanjang jalan. Peserta parade yang merayakan keberagaman ini dapat bergabung di barisan mana pun mereka inginkan.

Berlin Pride adalah parade kebebasan. Dengan kata lain, cinta adalah hak setiap orang dan seharusnya semua orang hidup tanpa diskriminasi. LGBT Pride di Jerman bukanlah melulu menuntut persamaan hak komunitas LGBT karena di sini semua orang sudah mendapatkan hak yang sama. Tapi lebih ke arah menuntut penghapusan diskriminasi dalam segala aspek kehidupan manusia.

Berlin Pride tahun ini diguyur hujan pada pertengahan acara sehingga banyak peserta yang make up-nya luntur. Tapi masih menarik untuk dilihat. Silakan dinikmati.

Haris 01

Haris 03

Haris 02

Haris 06

Haris 05

Haris 04

Haris 07

Haris 10

Haris 08

 

Haris 11

Haris 16

Haris 12

Haris 13

Haris 14

Haris 15

Courtesy Photo: Haris Schildhauer

 

Jakarta, 09 September 2019

Mery DT

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in LGBT and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Berlin Pride 2017 dari Lensa Seorang Teman

  1. Bybyq says:

    Biasanya setiap taun aku dan suami ikutan parade di Norwich Pride (minggu terakhir bulan Juli setiap tahunnya). Sayangnya tahun ini kami tidak biss ikutan, karena kami berdua sakit bergilir 😦 Tentunya nggak sebesar Berlin Pride, tapi setiap tahun makin banyak saja peserta Norwich Pride. Not bad buat kota kecil macam Norwich 😀

    Liked by 1 person

    • Mery DT says:

      Hi Bybyq, semoga kamu dan suami sudah sembuh ya. London Pride juga gede banget ya? Kamu sudah pernah ikut London Pride? Aku cek Norwich, kok banyakan infonya tentang bola ya? Norwich City FC. hahahaha…
      Tapi rasanya di mana-mana (khususnya negara-negara maju) peserta pride semakin banyak setiap tahun. Indikasi penerimaan masyarakat umum semakin luas. Kadang itu bukan menyatakan anggota LGBTIQ yang semakin banyak, tapi penerimaan rakyat umum yang semakin bagus terhadap persamaan.
      Mudahan hal seperti ini menular ke negara-negara seperti Indonesia. Semoga, some day. 🙂

      Liked by 1 person

      • Bybyq says:

        Belum pernah ke London Pride, tapi emang kalo di ibukota kaya Berlin, London gt pasti lebih besar perayaannya 😀 Iya… Norwich itu kecil, Mer. Kalo pas lagi parade, banyak peserta yang sengaja dateng dr desa2 sekitar buat mendukung. Aksi protes tentu masih ada… tapi protesnya pun protes damai. Yang ikutan parade nggak cuma anak muda dr komunitas LGBT doang kok… nenek2, kakek2 juga kamu bisa temui di sana.
        Jadi betul katamu, bukan orang yang termasuk golongan LGBTQ yang makin banyak, tapi orang yang mendukung dan menerima perbedaanlah yang jumlahnya terus bertambah.

        Indonesia… uhm… kok aku skeptis. Makin ke sini bukannya makin bebas malah makin fanatik dan mabok agama. Tapi moga2 kaum mudanya banyakan yang seperti kamu… Biar ada perubahan di bumi merah putih 😀

        Liked by 1 person

        • Mery DT says:

          Jadi ingat setiap even festival film LGBT yg diadakan teman-teman di sini. Selalu ada yg datang ngericuhin, gangguin supaya bubar. Padahal itu di dalam ruangan. Gimana kalo bikin parada gitu di jalan Sudirman – Thamrin ato Monas. Gak kebayang aku.
          Iya, semakin ke sini kaum konservatif yang fanatik semakin banyak. Semua-semua harus sesuai kitab. Rada ngeri emang. Tuntutan berbusana seragam semakin besar. Akan terjadi polarisasi yang kasat mata di public area. Dari pakaiannya saja akan ketahuan golongannya. Jadi kalo ada apa-apa spt kerusuhan 98, ini akan mengkhawatirkan.
          Semoga gak akan terjadi peristiwa itu lagi. Terlalu mengerikan.

          Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s