Malam Solidaritas untuk Ahok

Screen Shot 2017-05-11 at 7.17.00 PM

Semalam, 10 Mei 2017 pukul 19.25, saya tiba di Monumen Proklamasi, jalan Proklamasi Jakarta Pusat, untuk menghadiri acara Malam Solidaritas atas Matinya Keadilan. Tentu acara ini terselenggara merespon vonis 2 tahun penjara yang di jatuhkan pada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama aka Ahok.

Bila acara itu dimulai tepat waktu, maka aku telat sekitar satu jam. Aku yakin masih banyak yang datang setelah aku. Venue sudah penuh oleh para pendukung Ahok. Banyak yang tampak berpakaian formal, mungkin mereka datang langsung dari kantor.

Aku bergabung dengan orang-orang di sana. Sebenarnya aku ada janjian sama teman untuk bertemu, Sialnya, sinyal HP hilang saat di venue. Aku yakin mereka ada di sekitaran Patung Soekarno Hatta, karena ada yang menjadi panitia, tapi terlalu sulit bagiku mencapai ke sana. Peserta demikian membludak. Jadi kuputuskan menikmatinya sendiri.

Acaranya sih tidak terlalu formil. Ada beberapa orang yang diminta untuk memberi pidato singkat seperti Taufik Basari, Chicko Hakim, Mongol, dll. Tiap acara pidato diselingi dengan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan yang mengguga rasa nasionalisme.

Acara diakhiri dengan pembacaan doa dari wakil masing-masing agama yang ada di Indonesia, termasuk penghayat. Satu tokoh yang mencuri panggung adalah Gus Nuril.

Sebelum mengucapkan doa, Gus Nuri memberikan pidato kebangsaan yang membuat jiwa nasionalis peserta terbangun dan berteriak nyaring. Banyak poin yang disampaikan Gus Nuril, tapi 1 yang pertama dia katakana adalah, “Ahok itu adik angkat saya.” Dan ditutup dengan mengatakan “Saya berada di garda terdepan barisan ini.”

Sekitar pukul 21.00 acara selesai. Nah, pada saat pulang ini aku terseret dalam arus keluar, gak mungkin melawan arus untuk mencari teman-temanku. Yang menarik saat pulang ini adalah, massa bergerak keluar lewat gerbang yang pasti sempit melihat massa sebanyak ini. Tapi peserta saling mengingatkan supaya tidak saling dorong.

Jalan penghubung dari lapangan dalam ke gerbang mungkin ada sekitar 50m, dan kadang jalan itu ada tangganya, jadi harus hati-hati dan saling mengingatkan. Bajuku sudah basah padahal masih jauh dari gerbang. Semua merasakan hal yang sama. Gerah. Beberapa orang berteriak “Ayo maju dong!”

Beberapa orang mulai menyanyikan lagi Garuda Pancasila. Kemudian diikuti oleh semua, spontan terjadi paduan suara. Tapi pada bagian lirik “Ayo maju-maju, ayo maju-maju, ayo maju-majuuu…” kenyaringan suara dinaikkan 3 kali lipat. Akhirnya suasana menjadi menyenangkan walaupun berdesak-desakan. Semua tertawa menertawakan kekonyolan semua.

Lagu Garuda Pancasila dinyanyikan berulang-ulang dan tetap bagian Ayo maju-mau menjadi bagian paling favorit untuk dinyanyikan dengan suatar lebih nyaring.

Aku bangga menjadi bagian dari barisan ini. Selalu mencari cara kreatif dalam menghadapi apapun. Kekalahan Ahok adalah kekalahan kami, tapi kami tidak perlu marah atau trantum karena kecewa. Semuanya kami lampiaskan dengan cara damai. Kiriman karangan bunga menjadi bukti cinta damai pendukung Ahok.

Ada juga yang mengirimkan anakan pohon dan balon merah putih sehingg mempercantik Balaikota. Vonis 2 tahun yang diterima Ahok memang sangat menyakitkan bagi Ahokers. Yang paling kecewa pasti pengunjung pagi di Balaikota. Mereka tidak punya tempat lagi untuk mengadu. Semoga Pak Djarot dapat melanjutkan cara Ahok melayani mereka.

Yang mengharukan bagiku adalah, acara solidaritas 1000 lilin atau 1000 bunga untuk Ahok itu semacam yang sudah dilakukan semalam ternyata dilakukan juga dibeberapa kota di Indonesia, bahkan sudah beredar flayer acara sejenis di beberapa kota di manca negara seperti Hongkong, Pert, Toronto, Canberra, Born dll.

Ahok itu kini bukan hanya milik warga Jakarta saja, dia sudah menginternasional dan menjadi simbol perjuangan kebhinnekaan, keadilan dan kesetaraan kemanusian. Tetap semangat, Pak Ahok. Badanmu memang di balik jeruji besi, tapi spiritmu melayang bebas dalam jiwa-jiwa pendukungmu di seluruh dunia.

 

Jakarta, 11 Mei 2017

 

 

 

 

 

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Negeriku & Politik and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s