Piknik ke RPTRA Kalijodoh dan Kota Tua

KJ03

Sungguh sudah lama aku ingin ke Kalijodoh. Ponakanku pun berulangkali mengingatkan janjiku untuk membawa mereka ke sana. Hari Selasa kemaren, pas liburan Nyepi, akhirnya aku mengajak kedua ponakanku menunaikan janji.

Kami berangkat dari rumah sekitar jam 11, memulai perjalanan dari halte TransJkt Ragunan. Ambil jurusan ke Monas. Di Monas pindah ke jalur Pulo Gadung dan turun di Halte Balaikota untuk nyambung naik TransJkt jurusan KaliJodoh.

Sesampai di Halte Balai Kota sekitar jam 12. Ya ampun, ternyata antrian menunggu bus TransJkt Balaikota-Kalijodoh sangat rame dan panjang. Kami ikut antri di bagian belakang. Sekitar 15 menit kemudian ada bus datang. Seketika bus diserbu, berebut naik. Aku dan sekitar dupuluhan orang tidak terangkut.

Jpeg

Kami antri lagi menunggu bus selanjutnya. Antrian ke Kali Jodoh berdampingan dengan antrian city tour yang jalurnya keliling kota. Aduh, sudah setengah jam menunggu tapi bus ke KaliJodoh tak kunjung datang. Sedangkan bus yang keliling kota lewat setiap 5-10 menit. Rasanya kesel juga kena PHP bus. Dari jauh tampak seperti bus ke Kalojodoh, calon penumpang bersorak berharap segera terangkut. Ternyata lagi-lagi bus citytour.

Calon penumpang hari itu rata-rata keluarga, ada bapak-ibu dan anak-anaknya. Ada yang membawa orang tuanya yg sudah lansia. Banyak bayi yang menangis kepanasan kelamaan menunggu. Semua ingin ke Kalijodoh. Ternyata promosi tentang KaliJodoh sangat sangat sukses.

Setelah setengah jam lebih menunggu, aku putuskan order taxi online saja. Aku sudah tidak tahan. Panas banget. Banyak yang seperti aku, keluar dari baris antrian. Banyak yang akhirnya menaiki bis citytour yang lalu lalang. Sekiranya saja jumlah bus ke Kalijodoh ditambah. Konon katanya masih 4 bis yang bolak-balik melayani jurusan Kalijodoh.

Tak lama kemudian taxi yang kupesan datang, aku dan ponakanku meluncur ke KaliJodoh. Aku tidak pernah ke sana, sopirnya pun tidak. Dia menyalakan google map based on alamat yang kucantumkan. Dan ternyata kami dibawa lewat bagian belakang, yakni lewat sebelah kali.

Saat itu sudah nyaris jam 2, panasnya luar biasa. Rasanya kepala mau pecah diterpa teriknya matahari. Tapi Kalijodoh luar biasa peminatnya. Membludak. Penuh. Padahal sangat panas. Sementara ponakanku main rollerblade aku menyingkir ke bawah bangunan di dekat Skate Park. Aku biarkan mereka bermain motor-motoran. Aku lebih memilih duduk.

Karena rada pusing, aku tidak bersemangat mengambil foto. Hanya sekedarnya saja dan tak peduli bagus atau tidak. Sementara semakin sore, pengunjung semakin banyak yang datang.

Jpeg

JpegAku bingung, kok hanya ada skate park ya? Mana arena bermain lainnya? Ternyata kata tukang kebersihan di sana, arena bermain lainnya ada di balik tangga dan tembok yang sudah dimural itu.

Aku salut sama ibu ini. Dia tetap menyapu mengambil sampah-sampah yang dibuang pengunjung yang kesadarannya masih sangat rendah. Ibu ini mungkin sekitar 60 thn. Dia tidak peduli teriknya matahari dan banyaknya orang, dia tetap mengayunkan sapunya dan menangkap sampah-sampah di sekitarnya. Tetap sehat ya, ibu!

Jpeg

Masih panas, dan orang semakin membludak. Sepertinya semua orang memanfaatkan libur 1 hari itu untuk menjajal KaliJodoh bersama keluarga. Sekiranya bus ke kalijodoh diperbanyak, maka aku yakin tempat ini seperti pasar senggol.

Setelah menaiki tangga dan melihat ke seberang, aku tertawa karena kami datang dari belangkang. Pintu masuk sebenarnya adalah Jln Tubagus Angke, sedangkan kami datang lewat jalan Kepanduan. Pantas google map-nya membawa lewat jalan kecil sempit.

Jpeg

Nah, di sebelah depan ini ada banyak wadah bermain dan berolah raga. Apa perosotan anak, ayunan, jungkat-jungkit (sayang ada yang terkulai rusak) lapangan futsal, perpustakaan, dll. Toiletnya lumayan bersih walaupun pengunjung demikian membeludak.

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Aku sempat ke kantin untuk beli roti. Kang kantinnya diprotes pengunjung karena minuman di kulkas tidak dingin. “Gimana mau dingin, baru juga dimasukkan sudah diambil.” katanya. “Wah, bisnis bagus dong kalo gitu.” Kataku. Mereka tertawa sambil melayani pengunjung yang keluar masuk kantinnya yang sempit.

Sebenarnya disebelah skate park ada 2 atau 3 mesin minuman yang minumannya cukup lengkap dan dingin. Cuman orang pada mager kali karena panas banget. Ponakanku sempat bermain di RPTRA ini beberapa saat, kemudian jam 3 lewat kami cabut. Jadi tidak ada 2 jam kami di sana. Pengunjung semakin banyak. Sepertinya beberapa bulan lagi bila pepohonan sudah tumbuh dan menjadi teduh, KaliJodoh lebih asyik didatangi.

Malas pesan taxi online, aku memilih naik bajaj karena ponakanku juga belum pernah naik kenderaan unik ini. Dengan ongkos Rp. 20.000,- kami menuju Kota Tua. Antrian bis di KaliJodoh juga sangat panjang. Melihat antriannya saja aku sudah pusing.

Di Kota Tua suasananya lebih adem. Suasana khas Kota Tua dengan aneka figur untuk berfoto berjejer di koridor yang teduh. Pengunjung Kota Tua memang tidak pernah sepi. Sayang sekali hari libur, jadi semua musium tutup.

Jpeg

Jpeg

Setelah puas berjalan-jalan, kami menikmati bakso di pinggir jalan. Juga es durian yang kurang enak. 4.30 kami pulang dengan menggunakan Transjakarta. Dari Kota ganti bus di Monas, ambil bus jurusan Ragunan.

Saat menunggu bus di Monas, turun hujan deras. Derasnya luar biasa, seperti ditumpahkan dengan emosi dari langit. Hujan deras dan angin. Ternyata dibeberapa tempat malah ada yang hujan es. Perjalanan lancar hingga halte Pertanian. Tapi dari Pertanian ke Ragunan nyaris 1 jam. Duhh macet banget.

Demikianlah pertualangan kami di hari libur Nyepi yang sangat tidak sepi. Panas terik diganti hujan lebat membuat aku harus minum paramex. Pergantian cuaca yang ekstrim. Untung ke dua ponakanku baik-baik saja. Saranku, bagi yang ingin mengunjungi RPTRA Kalijodoh, mungkin sebaiknya hari biasa dan di pagi hari atau sore hari. Jangan hari libur dan siang bolong seperti kami hehehe…

 

Jakarta, 28 Maret 2017

Mery DT

 

 

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Celoteh and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s