Spot Jantung Pagi Ini Gara-Gara Cibi.

Screen Shot 2017-03-18 at 10.39.23 PM

Tadi pagi nyaris jam 5, aku terbangun karena ingin pipis. Setelah itu aku rencananya lanjut lagi tidur. Ada Cibi tidur di ujung tempat tidur bagian kaki. Setelah menciumi dia sebentar, aku narik selimut.

Saat mataku nyaris terlelap, aku mendengar suara khas Cibi kalo lagi muntah. Di keremangan aku melihat dia duduk sambil menunduk dan suara tercekat berulang-ulang. Aku langsung bangun dan menyalakan lampu. Ternyata sudah ada tiga tumpukan cairan muntah di ujung kasur.

Aku pijit-pijit lehernya untuk menenangkannya. Setelah acara muntahnya selesai dan dia sudah tenang, aku bersihkan muntahannya. Kemudian aku cek kasur cibi yg tergeletak di lantai. Benar saja, di pojokan tempat tidurnya ada tumpukan muntahannya. Bentuknya masih sama seperti saat dia makan.

Aku masih tenang. Kubersihkan semua muntahannya dan mencuci tempat tidurnya. Sekitar jam 6 aku bikinkan susu hangat untuk dia. Oh iya, untuk anjing, sebaiknya dikasi susu formula untuk bayi 0-12 yang free lactose. Tak sampai 1 jam kemudian dia muntah lagi. Duh gusti Allah! Tapi fisiknya tidak lemas. Segar aja, cuman muntah terus. Kemudian kuberikan makanannya lebih sedikit dari biasanya.

Aku berpikir, dia muntah karena kemaren sore dia makan banyak sekali. Kebiasaan jelekku adalah, dia selalu minta apa saja yang sedang aku makan, dan aku kukasi, bila kuanggap makanan itu tidak membahayakannya. Gak tega menolak permintaan dia. Ngelihat matanya menghiba, aku langsung luluh dan memberikan ayam gorong yang ada di piringku umpamanya.

Kemaren, setelah Cibi makan banyak, dia tongkrongin aku yang sedang makan soto pedas. Tanpa pikir panjang aku memberikan potongan ayam dari soto yang bumbunya sangat tajam itu, walaupun terlebih dahulu kuisap kuahnya. Juga kuberikan sate hati dan usus yang digoreng kering.

Setelah makan semua itu, yang aku yakin dia kekenyangan sekali. Dia langsung tidur di pojokan di bawah korden, tempat favoritnya. Di bawah korden atau di bawah sofa adalah tempat aman Cibi.

Setengah jam kemudian, dia memuntahkan lagi makanan yang baru dia makan itu. Aku ngecek obat-obatannya, hanya nemu vitamin dan antibiotic untuk pencernaan bila diare. Tapi Cibi tidak diare. Pupnya normal seperti biasanya. Kemudian aku kasi dia vitamin saja. Setengah jam kemudian, pukul 8, dia muntah lagi. Aku sudah mulai panic. Hanya satu yang ada di kepalaku: ke Dokter Koes.

Sambil nunggu hujan reda, aku siap-siap. Jam 9.30 kami ke klinik dokter Koes, dokter langganan Cibi. Untung pasiennya tidak banyak. Hanya ada 1 yg lagi operasi. Tumben. Biasanya ngantrinya luamaaa. Mungkin karena hujan dari subuh.

Saat diperiksa oleh dokter senior itu, aku ceritakan kondisi Cibi. Termasuk makannya yang over dosis kemaren sore menjelang malam. Dokter Koes setuju kalau penyebabnya adalah karena kebanyakan makan. Tapi dia juga mengatakan, “Kalo mau lebih pasti, kita foto saja.” Maksudnya x-ray. Aku langsung tertegun. SYOKKK. Ingat kejadian Desember lalu. Kata-kata dokter itu juga sama, “Kita foto biar tau kondisinya.” Iya, dulu itu, setelah kata-kata itu penderitaanku dan Cibi berkepanjangan karena dia akhirnya operasi karena limpanya bergeser dari tempat seharusnya.

Tapi setelah berpikir beberapa menit, aku setuju Cibi di X-Ray. Aku tidak ingin diliputi aneka pertanyaan tak terjawab kalo tidak kulakukan.

Beberapa lama setelah foto perutnya diambil, aku kembali ke dalam ruangan dan foto perut Cibi sudah terpampang di dinding yang berlampu. Aku melihat foto perutnya bersih-bersih saja, tidak ada bercak apa-apa. Kemudian dokter Koes bilang bahwa tidak ada benda apa pun di dalam perutnya yang bisa menyebabkan dia muntah-muntah. Aku lega sekali.

Pada anjing, sering kali ada aneka benda di dalam perutnya, karena apa saja kadang dia makan. Kadang potongan tulang yang tajam bisa melukai lambung atau ususnya. hal-ahal seperti itu yang sering dikhawatirkan.

Ya sudahlah ya, kalo gada apa-apa ya aku minta obat saja. Tapi dokter tidak kasi. Katanya, Cibi gak kenapa-napa, jadi tidak perlu obat. Cukup kasi makanan normalnya dalam porsi sedikiiiiit sekali, tapi sering. Seperti orang yang sakit maag. sedikit tapi sering. Aku sampe memastikan lagi tentang obatnya, dan dokternya tetap bilang tidak perlu makan obat.

Kemudian kami pulanglah. Di rumah sudah nunggu ponakanku yang minta diantar ke service center karena laptopnya yang baru dibeli 6 bulan lalu sudah rusak. Ya, itu satu masalah lagi. Sampai di rumah, aku ngasi makan Cibi dengan porsi satu sendok makan. Dia makan dengan lahap. Porsi itu sedikit sekali dibanding porsi biasanya.

Setelah itu aku langsung pergi ke Mangga Dua dengan ponakanku. Balik ke rumah lagi jam 4 sore. Langsung aku dihujani info bahwa cibi muntah 6x. duhhh… aku pusing mendengarnya. Segera kupanasi makanan Cibi sesendok. Dia tidak butuh waktu lama untuk menghabiskan makanannya. Cibi minta lagi tapi tidak ku kasi.

90 menit kemudian aku kasi lagi sebanyak porsi sebelumnya. Trus dia minta cemilannya, tetap tidak kukasi. Biasanya aku tidak tega, tapi kali ini aku HARUS tega. Kemudian jam 7.30 tadi ku kasi lagi seperti porsi yang sebelumnya. Dan rencananya akan kasi lagi jam 10 malam. Sekarang dia lagi tidur pulas. Dan tidak muntah sama sekali. Aku tak tega mbangunkan dia untuk makan lagi. Tunggu aja nanti. Semoga dia tidak muntah lagi. #crossedfingers

Yang membuat aku lega dengan foto rongent tadi adalah, limpanya tampak normal. Sebelumnya Dokter Koes menyarankan untuk cek lagi limpanya setelah 3 bulan. Dan pas hari ini sudah tiga bulan sejak dia operasi. Limpanya aman-aman saja.

Oh iya, bagi yang punya anjing, aku mau kasih info beberapa hal, bahwa anjing itu biasa muntah. Itu dilakukan bila dia menelan benda atau zat yang membahayakannya. Otaknya langsung menyuruhnya memuntahkannya. Kadang anjing juga makan rumput tertentu untuk membantunya memuntahkan benda yang ada di perutnya, rambut misalnya. Anjing punya caranya sendiri untuk mengobati diri.

Jadi bila anjing kalian muntah sekali saja, tak perlu dikhawatirkan, itu normal. Yang perlu dikhawatirkan itu bila muntahnya berulang apalagi hingga hari berikutnya. Bila bentuk muntahannya lendir, apalagi kalau warnanya hitam atau mengandung darah, segeralah bawa ke vet. Kalau muntah berkali-kali seperti Cibi, tapi bentuk material muntahannya sama seperti makanan yang dia makan, cara menormalkannya adalah memberi dia makan dalam porsi kecil tapi sering. Seperti orang yang sakit maag.

Semoga pengalamanku ini berguna. Good luck, dog lovers!

Jakarta, 18 Maret 2017

Mery DT

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Celoteh and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s