Orang Kekinian, Beli Anjing Bisa Tapi Tidak Merawatnya

cibi_and_me_at_taman_wisata_air_panas_tirta_sanita_ciseeng

Sebelum aku mengeluarkan kekesalan dan keresahanku dengan panjang lebar, aku akan memperkenalkan diriku terlebih dahulu. Aku perempuan Batak yang menyebut dirinya Mamak Anjing (A dog’s Mom). Anakku bernama Cibi, usia 4 tahun, cewek, berambut panjang dan berkaki 4. Cibi kurawat saat dia berusia 2 – 3 bulan. Dia kuadopsi dari seorang teman.

Cibi sudah menjadi bagian keluarga kami. Kemana pun kami pergi, dia akan dibawa serta. Siapa pun (anggota keluarga saja) saat pulang ke rumah pasti mendapat ciuman selamat datang dari Cibi. Dia tidak akan berhenti sebelum puas menciumi kita. Badan yang lelah sepulang kerja pasti langsung segar kembali. Obat ampun penyegar badan.

Sangkin sayangnya pada Cibi, sampai pernah ada keluarga (jauh) yang kebetulan mampir ke rumah, merasa terganggu karena melihat cibi menciumi aku. Ketahuilah, orang Batak terutama yang dari daerah, masih menganggap anjing itu HANYA binatang piaraan dan bisa dipotong bila dibutuhkan.

“Sudahlah itu, Mer! Jijik aku liat.” Katanya. Dia adalah kakak sepupuku.

Aku diam sebentar, kumudian kujawab, “Kalau jijik jangan dilihat. Kalian sayang sama anak kalian? Seperti itulah aku sayang sama dia.” Kemudian semua diam. Suasana jadi canggung.

80% following Instagram-ku adalah akun anjing. Kebanyakan akun dari luar negeri memang. Mereka adalah para pencinta anjing, adopter, rescuer, foster dan shelter. Salah dua pejuang binatang lokal yang kuikuti adalah @doniherdanu dengan Animal Defender –nya dan Garda Satwa Indonesia. Aku harus kasi 10 jempol buat mereka dan team. (tolong pinjami aku 6 jempol karena aku cuman punya 4).

Sebentar aku mau teriak; AKU BENCI BREEDER!!!

Beberapa tahun terakhir ini, ada trend memelihara hewan ras. Pasti kerenlah kalo punya anjing huski, malamute, puddle, maltese, shihtzu, Doberman, pug, Shiba, Golden, pitbull dan lain-lain. Atau kucing Persi, Himalaya, angora, Russian Blue, Maine coon, dll. Ada rasa bangga bila memiliki hewan-hewan cakep ini.

Bila rasa bangga itu dibarengi tanggungjawab, itu akan menjadi indah. Sayangnya yang sering kulihat adalah rasa bangga memamerkan binatangnya saat sehat, tapi tidak bertanggung jawab saat sakit atau sudah tua.

Cobalah tengok akun instagram Doni, kamu akan melihat betapa banyak anjing yang dibuang oleh pemiliknya. Anjing-anjing itu bukan anjing kampung, tapi anjing ras yang pasti dibeli dengan harga mahal. Ada pitbull, huski, puddle, shihtzu dll yang sampai hati membuang mereka di jalanan.

Aku sering meneteskan air mata saat melihat postingan Doni. Kondisi anjing-anjing itu sangat mengenaskan. Badan penuh kutu atau jamur, penuh luka, malnutris, dll. Aku membayangkan bahwa pemiliknya ini tidak punya hati sama sekali. Man, kamu punya duit untuk beli, tapi tidak pantas untuk memilikinya!

Pernah suatu kali aku nongkrong di bagian luar sebuah coffees shop di Central Park. Ketika itu banyak penyayang anjing berkumpul. Sambil ngobrol dengan teman, aku memperhatikan seorang anak perempuan sekitar 7 tahun sedang diomeli ibunya supaya mengurus anjing Chihuahua nya. Mereka sekitar 5 meter dari kami.

Anak itu terlihat membatah, tapi ibunya tetap memaksa. Kemudian anak itu membuka tas koper plastik segi empat ukuran kecil, lalu memasukkan anjing lucu itu ke dalam tas tersebut dan meresletingnya dengan sempurna. Kemudian menenteng tas itu lalu mereka pergi. F*CK!!!

Aku nyaris tak bernafas saat dia memaksakan anjing itu masuk ke dalam tas kecil itu. Tas itu kecil, nyaris tidak muat untuk tubuh anak anjing itu. Aku perkirakan anjing itu masih puppy yang belum 1 tahun. Anak ini mungkin merengek-rengek minta dibelikan anjing pada orang tuanya. Mungkin supaya terlihat keren seperti teman-temannya.

Aku menghayal, mungkin setahun lagi anak anjing itu sudah dibuang di jalanan karena dia sudah tidak lucu lagi atau sakit, dan anak itu (pun orang tuanya) tidak mau merawatnya.

Berapa banyak pemilik anjing yang seperti itu? Mau karena lucu tapi tidak mau melihat dia nakal atau sakit atau mengalami masalah lain. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa yang tidak bertanggungjawab pun banyak sekali. Beli anjing mahal kemudian diikat atau dikurung sepanjang hari di belakang rumah.

Atau mereka menyuruh pembantu untuk mengurus anjingnya. Padahal pembantu itu belum tentu penyayang anjing. Sangat mungkin sekali dia terpaksa untuk melakukannya. Syukur-syukur anjingnya tidak disakiti.

Banyak yang ingin punya anjing lucu tapi tidak memahami dengan jelas apa konsekuensinya. Main ke mall, lihat anak anjing di petshop, jatuh cinta, langsung beli. Ada anak anjing teman, lucu, kemudian adopsi. Kalau alasannya cuma karena lucu, tak lama lagi puppy itu TIDAK akan lucu lagi, karena dia akan pipis dan pup dimana-mana, gigit sepatu dan sofa, garuk-garuk barang, dll.

Cuy, anjing itu mahluk hidup! Kamu tidak bisa gantikan dia seenaknya kalau sudah bosan, seperti boneka. Dengan membeli atau adopsi anjing berarti kamu harus berkomitmen seumur hidup dia untuk memberinya makan yang bergizi, tempat tinggal yang layak, diobati bila sakit, dirawat bila sudah tua.

Kamu harus siap bila sepatu kesayanganmu rusak digigit, antar ke dokter hewan saat tengah malam karena tiba-tiba dia sakit, bersihin muntahannya di sofa, dan banyak hal lain yang tak terduga bisa terjadi.

Disamping itu ada kegiatan rutin seperti bawa dia jalan setiap hari, memandikan setiap minggu, vaksin setiap tahun, kasi obat cacing setiap 3 bulan, sisirin bulunya tiap hari bagi anjing yang berbulu, dll. Itu semua harus dengan komitmen tinggi. Kalau tidak siap, sebaiknya urungkan niat memelihara anjing terutama dengan cara membeli.

Sebelum memutuskan punya anjing, pleaseeeee pikirkan matang-matang. Mereka tidak selalu lucu dan cute. Banyak momen “errgg” ato “hihhh” yang akan kamu hadapi. Tapi bila memang sudah berkomitmen 100% momen “ergg” ato “hiihh” itu terasa tidak seberapa dibanding kebahagiaan yang mereka berikan. Tidak ada binatang yang lebih hangat menyambut pemiliknya selain anjing.

Akhir kata aku mau bilang, JANGAN BELI tapi ADOPSI. Main-mainlah ke shelter seperti animal defender atau Garda Satwa Indonesia. Bila belum bisa mengadopsi, bantulah supaya tidak membuang anjing ke jalanan. Atau berdonasilah.

*Tulisan ini sudah di posting di http://www.qureta.com; ini hanya sebagai arsip

*Tulisan ini saya tulis saat opname di RSPP, tgl 9 Agustus 2016

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Alam / Lingkungan Hidup, Celoteh and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s