Salah Kaprah Seputar Istilah LGBT

flag LGBT

Beberapa minggu terakhir ini isu LGBT begitu riuh berdengung di ruang informasi Indonesia. Layar kaca, media tulis dan media suara (radio) saling berlomba menyumbang kebisingan. Isu LGBT menjadi bising karena ada perlawanan yang sama kuat antara yang pro dan kontra.

Aku senang dengan kebisingan ini. Karena dengan demikian makin banyak yang mencari tahu tentang LGBT. Walaupun terasa bahwa homophobic makin banyak jumlahnya, tapi aku percaya bahwa yang pro LGBT pun akan makin banyak. Dunia ini selalu mencari keseimbangan. Dan aku yakin ke depannya akan ada titik terang bahwa LGBT akan diterima ditengah masyarakat.

Tapi yang membuatku kadang tersenyum masem adalah adanya kesamaan antara yang pro dan anti LGBT, yakni tipisnya pemahaman tentang orientasi seksual dan pengertian tentang LGBT. Sehingga selalu muncul istilah-istilah yang membuatku terperangah.

Misalnya; dosa LGBT, prilaku LGBT, perkawinan LGBT, orientasi seksual LGBT, penampilan LGBT, dll. Semuanya SAH asal dikaitkan dengan LGBT. 🙂

Tampaknya masih banyak yang tidak paham apa itu LGBT. Yang aku tangkap, bagi kebanyakan orang, LGBT itu adalah momok yang menakutkan. Sehingga ada anggota DPR yang mengatakan LGBT adalah ancaman serius bagi bangsa, alim ulama mengatakan LGBT dapat menghancurkan akhlak manusia. Menteri-menteri Kabinet Kerja, baik yang pria maupun yang perempuan berlomba membuat pernyataan bahwa LGBT adalah penyakit yang harus disembuhkan atau mungkin juga dibinasakan. Pernyataan para pejabat teras tersebut menjadi semacam dukungan bagi kelompok-kelompok agama yang menentang LGBT, sehingga mereka dengan pongah mengatakan ingin memusnahkan para LGBT. Mengerikan bukan?

Seperti aku bilang sebelumnya, banyak kerancuan istilah yang dipadukan dengan LGBT. Apa itu LGBT?  Iya, itu adalah singkatan dari Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender. LGBT ini adalah komunitas dari kelompok minoritas. Sebenarnya sekarang ada yang menyebut LGBTIQ, atau LGBTI. Tapi dalam tulisan ini kita memakai LGBT saja.

LGBT itu adalah komunitas dari kaum minoritas. Jadi LGBT adalah KOMUNITAS. Titik.

Yang lucu adalah bila yg pro LGBT berbicara tentang LGBT, mereka kebanyakkan menyoroti Transgender, sedangkan bila yang anti LGBT akan membicarakan gay yang berpenampilan feminine.

Misalnya kelompok yang pro akan mengangkat waria yang ikut pesantren atau waria yang mencari penghasilan lewat kerja di salon atau pun yang menjadi penjaja seks. Trus kenapa mereka jarang sekali membicarakan gay, lesbian atau biseksual?

Kemudian kelompok yang anti biasanya menyoroti gay yang feminine, atau pria yang berpenampilan gemulai sehingga sekarang dirancang undang-undang penyiaran dimana stasiun tivi akan dicabut hak siarnya bila ada acaranya yang menampilkan lelaki yg tampak feminine, atau suaranya seperti perempuan, atau dia memakai pakaian perempuan. Aku belum tahu apakah aturan ini juga melarang waria berpakaian perempuan. Trus mengapa mereka tidak menyoroti gay yang macho, atau lesbian dan biseksual. Gw yakin mereka tidak tahu apa bedanya waria dengan gay.

Trus yang pro dan kontra ini saling teriak tanpa titik temu sambil memakai istilah yang mereka pun tidak pahami. Dan aku kadang ketawa.

Misalnya;

  1. Dosa LGBT. Apa sih maksudnya dosa LGBT? Dosa itu tentu hubungannya dengan pelanggaran hukum atau larangan Tuhan. Beda agama tentu beda larangannya, sehingga beda dosa yang diakibatkan. Makan babi tidak dosa bagi orang Kristen, sedangkan bagi Islam dan Yahudi adalah dosa. Dosa LGBT itu sering dikaitkan dosa seks. Tapi, bila seseorang yang gay/lesbian/biseksual tapi hidup berselibat (tidak melakukan hubungan seksual), apakah dia dosa?  Bukankah dosa seks itu bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa memandang orientasi seksualnya? Kaum heteroseksual juga sangat banyak melakukan dosa seksual. Kenapa ada dosa LGBT, tapi tidak secara spesifik menyebut dosa heteroseksual? Anyway, menilai tindakan seseorang itu berdosa atau tidak, itu domain Tuhankan?  Ngapain kita mengambil kerjaan Tuhan untuk menghakimi orang lain?
  2. Perkawinan LGBT. Ini membuat aku tertawa paling kencang. Bagaimana itu perkawinan LGBT? Tolong jelaskan padaku! 🙂  Perkawinan itu hanya ada dua macam; beda jenis kelamin atau sama jenis kelamin. Itu saja. Jadi tidak ada perkawinan LGBT. Aku tau maksud mereka adalah perkawinan sejenis, tapi ya gitulah.  Semua pada kepintaran sih.
  3. Orientasi LGBT. LGBT bukan orientasi seksual karena ada T di sana. Lesbian, gay dan biseksual memang orientasi seksual, tapi Transgender bukan. Transgender sendiri memiliki orientasi seksual. Mereka bisa homoseksual, biseksual atau heteroseksual. Jadi tidak ada orientasi seksual LGBT.
  4. Penampilan LGBT. Apa ya maksudnya ini? Tapi setelah adanya larangan-larangan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), maka aku paham maksud mereka adalah penampilan gay yang feminine. Waduhhhh…. *Tepok jidat* Mereka-mereka ini pasti tidak tahu kalau banyak gay yang macho atau lesbian yang sangat feminine. Dan biseksual yang penampilannya tak ada beda dengan heteroseksual.
  5. Prilaku LGBT. Nah ini. Prilaku itu adalah perbuatan atau kelakuan. Bagaimana sih prilaku LGBT itu secara spesifik? Prilaku itu bukankah ukurannya, baik, buruk, kasar, lembut, menyenangkan, menyebalkan, dll?  Bukannya prilaku yg baik atau buruk itu bisa terjadi pada semua orientasi seksual? Heteroseksual juga banyak yang baik, dan banyak yang jahat atau buruk. Jadi lucu aja kalo disebut prilaku LGBT.

Demikian beberapa istilah yang salah kapar tapi dianggap benar karena digabungkan telah dengan LGBT. Semoga ada manfaatnya.

 

Jakarta, 25 February 2016

Mery DT

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in LGBT, Sexual Orientation and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Salah Kaprah Seputar Istilah LGBT

  1. woredirs says:

    Wkwkwkwk bener mba
    yang untung disini adalah bisexual, gay, dan lesbian yg tampil biasa layaknya heteroseksual, kayak saya ini
    Emang mereka tau saya itu termasuk LGBT kalo penampilan saya aja cewek gini
    Jadi mereka liatnya cuma dari fisik sama perbuatan yg sudah dilakukan gitu ya? Kayak kasus jesica, indra bekti sm saipul jamil gitu
    Ckck, sedih sekali mereka
    Pdhl diluar sana banyak cowok ganteng yg gay atau cewek cantik yg lesbi yg bahkan pacarnya cantik jg

    Terima kasih ya mba artikelnya hehehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s