Tuhan yang Sama, Kita yang Berbeda.

Say no to violance and hate

Melihat kehebohan tentang LGBT beberapa hari ini, aku jadi ingin share komentar seorang pembaca yang kuanggap cocok untuk dijadikan artikel tersendiri supaya bisa dibaca semua orang. Dia mengkomentari artikel yang berjudul  “Homoseksual bukan gangguan kejiwaan, tapi homophobia.

Pembaca ini seorang Kristen yang taat, dan dia berkomentar tentang LGBT yang panjang sekali dilengkapi dengan ayat-ayat Alkitab. Aku juga menampilkan jawabanku untuk mas/mbak Dwi ini.  Tujuannya adalah, supaya pembaca tahu posisi dan apa yang kupikirkan.  Silakan disimak!

 

Dwi says:

August 18, 2015 at 11:52 am (Edit)

Maap sy kurang setuju dengan pendapat Mbak. Sebetulnya sy tergoda tuk mengabaikan tetapi krn ini mengaku Kristen dan sangat spiritual dan tulisan ini termuat di media sosial, sy merasa harus menyampaikan suara yg berbeda sperti Mbak jg yg Mbak lakukan sambil berharap orang yg membaca tidak salah duga soal Alkitab.
1. Jelas sekali waktu Tuhan mengatakan pernikahan di Alkitab itu adalah pernikahan antara laki-laki dan perempuan. Kata Mbak sudah qatam dg Alkitab, mohon info apakah ada di Alkitab Tuhan mengatakan soal pernikahan sebagai pernikahan sesama jenis ?
2. Waktu Tuhan menciptakan manusia jg Adam dan Hawa bukan lain dari itu. Apakah di Alkitab Mbak ada menyebutkan lain ?

  1. Hewan sama manusia beda jauuuuuh Mbak, tolong jangan dibandingkan.
    Coba baca Alkitab Mbak lagi, disitu disebut bahwa manusia diciptakan serupa dengan gambar Tuhan Pencipta, hewan tidak. Karena Mbak bilang percaya Tuhan dan sangat spritiul maka saya berani mengatakan bhw Tuhan Yesus disalib tuk tebus dosa manusia bukan hewan. Hewan terdiri dari 2 bagian : tubuh dan jiwa. Kalo Manusia terdiri dari 3 bagian : tubuh, jiwa dan roh
    Jadi memang BEDA manusia dan hewan itu.
  2. Mbak mengatakan bahwa hubungan sexual selain untuk melanjutkan keturunan jg untuk kesenangan, maap saya yakin itu pendapat Mbak pribadi, karena Tuhan sendiri tidak mengatakan demikian di Alkitab. Baca kejadian 1-2.
  3. Soal Homoseksual sy yakin mbak sudah baca apa Alkitab di : Kej 18-19 alasan Sodom dan Gomora dihancurkan.
    Apakah Mbak juga sudah baca tulisan berikut di Alkitab ?
    1 Korintus 6:9-10
    “Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci (=man prostitutes/Greek=Malakoi), orang pemburit (=homosexual offenders/Greek=arsenokoitai=one who lies with a male as with a female, sodomite, homosexual), pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”
    Roma 1: 27
    “Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.”
    Imamat 18:22
    “Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian.”
    Imamat 20:13
    “Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.”
    Ulangan 23:17
    “Di antara anak-anak perempuan Israel janganlah ada pelacur bakti, dan di antara anak-anak lelaki Israel janganlah ada semburit bakti.”

Jelas sekali disini Alkitab memandang heterosexual dan homosexual sebagai sesuatu yang beda. Alkitab menganggap homosexual sebagai suatu dosa yang ada hukumannya sama seperti dosa-dosa lain seperti : pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu (1Korintus 6:9-10)

So sebagai orang kristen kita tidak boleh melihat homosexual sebagai sesuatu yang wajar dan normal tetapi harus melihatnya sebagai salah satu dari dosa yang harus diselesaikan. Karena jelas di 1 Korintus 6:10 mengatakan orang-orang yang melakukan dosa-dosa tadi (termasuk homosexual) “tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah”.

Bila Mbak melihatnya sebagai sesuatu yang normal, itu sudah pasti pendapat Mbak pribadi yang walaupun Mbak seorang ” …Kristen dari lahir, anak dari seorang Penatua gereja. Saya termasuk orang yang religius dari kecil dan sudah membaca Alkitab dari Kejadian hingga Wahyu, yang artinya qatam membaca dan memaknainya. anak Penatua Gereja..” pendapat Mbak tersebut harus saya katakan TIDAK SESUAI DENGAN ALKITAB karena pendapat Alkitab mengenai homosexual sudah jelas tersebut dlm ayat2 diatas. Tetapi kalau Mbak bertahan dengan pendapat itu, sepenuhnya itu hak Mbak yang kelak harus Mbak pertanggungjawabkan pada Tuhan yang Mbak sembah.

  1. Saya setuju bahwa kita tidak boleh menghakimi para homosexual, sama seperti kita juga tidak boleh menghakimi para pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu. Tapiiiii…kita wajib memberitahu mereka bahwa perbuatannya itu salah.
    Seorang pencuri, pembunuh sudah tau kalo perbuatannya salah, bila dilakukan mereka akan berurusan dengan hukum. Mengapa Mbak membuat homosexual abu-abu ? padahal menurut iman Mbak sebagai orang Kristen, homosexual itu setara dengan perbuatan pencuri dan pembunuh : dosa juga.
    Simpati pada mereka mestinya bukan dengan menganggap homosexual sesuatu yang wajar dan tidak perlu berubah tapi bila sesuai dengan Alkitab yang Mbak baca ; simpati pada mereka harusnya dengan menolong para homosexual untuk menyadari itu sebagai dosa dan perlu bertobat supaya mereka masuk dalam kerajaan Allah (1 Kor 6: 10)

Rasul Paulus menulis kepada mereka yang dulunya pernah terlibat dalam homoseksualitas dan dosa-dosa lainnya seperti tertulis di 1 Korintus 6 : 11,20
“Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.
Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”

Saya tidak menghakimi ataupun mengkritik pandangan Mbak. Saya juga tidak peduli bila Mbak tetap bertahan pada pendapat Mbak mengenai homosexual, itu merupakan pendapat Mbak sendiri.

Tapi saya merasa perlu untuk mengatakan pendapat Mbak soal homosexual berbeda dengan pendapat di Alkitab yang Mbak baca, sekalipun Mbak mengaku latar belakang Mbak seperti di atas, apakah Mbak berani mengakuinya ?
Dan semoga pembaca tulisan Mbak tidak salah menyimpulkan pendapat Alkitab soal homosexual dengan pendapat Mbak tadi.

God Bless Us

Dwi

 

Berikut jawaban saya:

Dear Mbak Dwi,
Terima kasih sudah mau menulis komen panjang lebar ya. Saya menghargainya.  Semua yang anda tuliskan itu benar. Sangat dogmatis, sesuai dengan yg tertulis dalam Alkitab.

Dari penjelasan anda yang panjang itu, saya menyimpulkan bahwa anda cuman menganggap heteroseksual yang normal menurut Tuhan, yang berarti selain heteroseksual adalah tidak normal atau cacat. Jadi, apakah Tuhan menciptakan orang yang cacat kemudian membencinya?  Kok bisa ya Tuhan menciptakan ciptaan yg cacad? Padahal Tuhankan Maha Kuasa? Dengan sekali tiupan saja, pasti yg cacat itu bisa utuh kembali. Harusnya begitu ya? Tapi Tuhan tidak melakukannya? Malah menghukum ciptaan-Nya yg cacat itu. Tega banget Dia!

Eh, jangan bilang saya meragukan keMaha Kuasaan Tuhan ya. Saya cuman mau bilang bahwa cara pandang kita terhadap Tuhan itu sangat berbeda. Aku melihat Tuhan dari sisi bahwa Dia menyayangi semua ciptaannya dan ciptaannya tidak ada yang cacad. Ini bukan dogma, ini pemahaman spritual.

Pernahkah anda tahu bagaimana cara Tuhan menurunkan firman-Nya? Saat Dia bicara dengan Musa, dia mendengar suara Tuhan itu seperti suara angin yang gemuruh. Jelaskah dia menyebutkan kata-per-kata? Atau Musa hanya mengiterpretasikannya? Musa menterjemahkannya sesuai dengan hikmat padanya pada zaman itu.  Dengan cara itu juga Tuhan berbicara dengan nabi-nabi atau rasul setelahnya. Bagaimana bila mereka salah menterjemahkan firman yg hanya bak tiupan angin itu?

Tuhan tidak pernah salah, tapi manusia iya. Alkitab itu adalah kumpulan tulisan yang sudah berumur ratusan atau ribuan tahun yang dituliskan pada loh batu atau kulit kayu dan lain sebagainya. Apakah anda pikir tulisan pada loh batu atau kayu itu sama persis kalimatnya seperti yg tertulis pada Alkitab sekarang? Apakah tidak ada penambahan kalimat supaya memperjelas maksud tulisan tersebut? Jadi siapa yang menambahinya? Tuhankah atau manusiakah? Apakah manusia itu tidak akan salah? Walaupun mereka yang melakukan kanonisasi tersebut (kurang lebih 300 pendeta) mereka tetap manusia.

Kemudian, apakah Tuhan hanya berbicara pada nabi-nabi atau tokoh-tokoh di dalam Alkitab saja dan Dia berhenti berbicara sekarang? Apakah kita sudah mengunci Tuhan di dalam sebuah kitab (dari Kejadian sampai Wahyu) saja? Aku meyakini Tuhan masih berbicara sampai sekarang di dalam hati anak-anak-Nya yang mau belajar. Dia berbicara langsung kepada anda dan saya. Dia menamkan kebijaksanaan dalam hati anak-anaknya yang mau belajar. Belajar tidak hanya mempelajari Alkitab secara leterlex. Tapi renungkan. Apa arti dibelakang ayat2 itu. Mengapa jaman itu ada firman seperti itu. Bagaimana kondisi sosial budaya saat itu? Dan lain sebagainya.

Karena aku belajar tentang sains yang berhubungan dengan orientasi seksual, makanya aku menyoroti tentang itu. Puluhan artikel yg kutulis tentang Orientasi Seksual di blog ini, salah satunya rangkuman twit dari seorang Neurosurgeon yang juga melakukan riset mengenai genetika, Dr. Ryu Hasan, bisa baca di sini 

Dari kelompok Kristen, saya bukan seorang diri yang menganggap homoseksual bukan mahluk yang dibenci Tuhan. Anda bisa baca tulisan-tulisan Pendeta John Pavlovitz di sini

Inti yang mau saya katakan adalah, Tuhan itu masih berfirman dalam hati setiap anak-anak-Nya. Apa yang Tuhan bicarakan pada saya tentu beda dengan yg Dia bicarakan dengan Anda. Anda tidak salah meyakini seperti keyakinan anda, karena itu yg ditanamkan Tuhan dalam hati anda. Dan Tuhan itu menanamkan benih yang berbeda-beda pada hati anak-anaknya, sesuai kapasitasnya masing-masing.

Demikian. Syaloom

 

Jakarta, 28 Januari 2016

Mery DT

 

 

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Agama, LGBT, Sexual Orientation and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Tuhan yang Sama, Kita yang Berbeda.

  1. 7aries says:

    Wah kagum ama jawaban nya mba, trus terang ya saya orang kristen who happens to be gay, saya kadang sudah muak denger conservative christians yang ngeliat bahwa gay itu suatu penyakit, atau perbuatan dan pilihan, dan mereka memaksa bahwa kalo saya mau berubah pasti bisa. Saya udah doa sejak remaja sewaktu saya menyadari bahwa orientasi saya bukan straight, sudah bertaun-taun berdoa, kok Tuhan gak kabulin, padahal Tuhan maha kuasa. Kebenarannya, Tuhan gak ada masalah kok saya gay, dia menciptakan saya seperti ini adanya, orang kristen itu suka bebal, menganggap bahwa segala perkara di dunia social bisa ditemukan di alkitab, Tuhan masi berbicara lewat umat2 nya sampe sekarang.

    Like

    • Mery DT says:

      Terima kasih sudah mampir, 7aries.
      Yang terpenting kamu bisa terima dirimu apa adanya, dan yakin bahwa Tuhan mengasihimu apa adanya. Kalo ada orang lain yang tidak bisa terima, itu masalah mereka. Biarkan saja, tak perlu diambil hati. Yang penting kamu bahagia dengan dirimu.
      Have a nice day, pal! God Bless you 🙂

      Like

  2. Pingback: Don’t Be Gay in Indonesia!?! | SuperByq

  3. Lukas says:

    Jawaban mbak kena banget! rata2 orang2 gay itu sudah tahu kalo kekristenan itu anti gay, padahal di dalam alkitab itu sendiri, Yesus gak pernah mengatakan apapun menyangkut hal ini, tetapi perlakuan orang kristen terhadap gay seolah it is the ultimate sin. Growing up dan menyadari bahwa sya berbeda dengan rata2 anak2 laki2 lain, berulang kali sya denger berita penghujatan terhadap kaum gay dari gereja, selama bertaun2 sya berdoa, gak terkabul, bahkan karena sakin kerasnya sya pengen merubah orientasi seksual saya tetapi gak terkabul saya sampai berimajinasi bunuh diri, stress, karna siapa yang mau jadi gay?pikir aja sendiri. Sedangkan in christian circles setiap kali ada bencana, pasti disalahkan ke kaum gay, kok kaum gay powerful banget ya, bisa mendatangkan banjir, gempa bumi, menyamakan kaum gay dengan kisah sodom gomora, inti cerita sodom gomora itu gang rape, bukan nya homoseksualitas, rata2 teman2 saya yg gay gak beda jauh sama teman2 saya yang straight, mereka cuma pengen hidup tenang, settle down, menikmati hidup, memiliki pasangan yang mereka cintai dan citai. Saya sangat prihatin dengan gay people yang hidup di conservative religion, mereka mecoba berubah tapi gak bisa (banyak orang straight yang masi berpikir bahwa orientasi seksual itu bisa dirubah, orientasi seksual itu a part of everyone’s being, gak bisa dirubah), dan ketika mereka come out, mereka dikucilkan, di caci maki, dikutuk, ujung nya mereka commit suicide, kayak kisah nyata yang dilanturkan ke dalam film – prayers for bobby.

    Like

    • Mery DT says:

      Hi Lukas,

      Terima kasih sudah mampir dan menuliskan pikiranmu. Aku sangat menghargainya.
      Cerita seperti yang kamu tuliskan itu sangat sering aku dengar. Minta Tuhan merubah orientasi seksualnya. Tapi tidak pernah terwujud.
      Dan yang menjadi keprihatianku adalah remaja-remaja yang merasa berbeda dari temannya dan tidak mampu menerima dirinya karena diperburuk dengan penghakiman dari gereja atau orang sekitarnya. Ya, kasus bunuh diri banyak terjadi di kalangan gay yang masih remaja. Ini mengkhawatirkan.

      Tetap cintai hidup dan dirimu apa adanya, Lukas. Apa pun yang orang katakan tentang kaum gay, tidak usah diperdulikan. Jesus loves you!

      Big hug,
      Mery DT

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s