Menristek Indonesia Homophobia, Luar biasa!!!

Menristek

Hari minggu kemaren, tiba-tiba Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir mengatakan bahwa kelompok lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) tidak boleh masuk kampus. Ujarnya “LGBT ini tidak sesuai dengan tataran nilai dan kesusilaan bangsa Indonesia. Saya melarang. Indonesia ini tata nilainya menjaga kesusilaan,” *saya kutip dari Detik News, di sini.

Seorang teman mengirimkan link berita ini padaku sambil bertanya, “nilai kesusilaan itu apa sih emangnya?” Kemudian kujawab: menurut dia, “Kesusilaan = agama” Menristek ini terlalu malu saja mengatakan bahwa menurut agamanya LGBT itu salah. Tapi ya lucu sekali kalau dia mengatakaan itu atas dasar agama, secara dia adalah menteri RISET dan Teknologi. Aneh ya, seorang Menteri yang membawahi Riset tapi tidak percaya dengan hasil riset kedokteran? Menurutku itu aneh sekali.

Aku juga bingung, yang dia larang masuk kampus itu apanya sik? Orang yang transgender tidak bisa masuk kampus? Yang biseksual atau homoseksual tidak bisa masuk kampus? Emang kelihatan ya orientasi seksual seseorang dari luar? Bukannya yang dia lihat itu cuman ekspresi gender? Tahu beda ekspresi gender dengan orientasi seksual gak sih, Pak? Kalo tidak paham, silakan baca-baca di blog ini, banyak kok artikel yang saya tulis, Pak! 🙂

Pada tanggal 17 Mei 1990, WHO secara resmi telah menyatakan bahwa homoseksual bukan penyakit/gangguan kejiwaan. Departemen Kesehatan RI pun sudah meratifikasi ketetapan WHO ini dan mencantumkannya dalam buku Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia edisi II tahun 1983 (PPDGJ II) dan PPDGJ III (1993).  WHO pasti sudah melakukan riset sehingga mengeluarkan pernyataan seperti itu. Aku sungguh takjub bawa seorang Menteri Riset dan Teknologi mengatakan yang bertentangan dengan hal tersebut.

Kemudian Menristek mengklarifikasinya lewat kicauannya di twitter, Senin (25/1/2016), dengan mengatakan bahwa “Larangan saya terhadap LGBT masuk kampus apabila mereka mlakukan tindakan yang kurang terpuji seperti bercinta, atau pamer kemesraan di kampus,” tulis Nasir dalam akun @menristekdikti. Lho? Jadi kalo yang heteroseksual bisa bercinta di dalam kampus ya, pak? Makin ngawur saja sampean. Malu sama jabatan dong, Pak!

Komentar Menristek itu menanggapi kampanye SGRC (Support Group and Resource Center on Sexuality Studies) di lingkungan Universitas Indonesia yang menawarkan konseling bagi kelompok LGBT yang mengalami masa-masa sulit.

Menurut aku kegiatan mereka sangat positif dan cocok mereka melakukannya di kampus. Tapi sang Menteri melarang LGBT masuk kampus. HAH???

Aku menjadi tidak yakin apakah sang Menteri mengerti arti LGBT? Apakah dia mengerti tentang orientasi seksual? Apakah dia tahu beda orientasi seksual dengan tindakan pornograpi? Duh, pak! Malu banget saya melihat Menteri Riset & Teknologi Indonesia yang homophobia sekali.

Dia tidak hanya melarang UI loh, tapi juga semua kampus di Indonesia. Bayangkan! Kemudian UI pun (seperti ketakutan) langsung menyatakan bahwa SGRC itu bukan merupakan bagian dari UI. Pusat ilmu pengetahuan saja menyangkal pekerjaan anak kandungnya sendiri. Luar biasa Indonesia ini. Menteri yang picik turun ke kampus yang ikut-ikutan picik.

Beberapa hari sebelumnya sebuah media yang agamais juga mengatakan bahwa virus LGBT sudah mulai masuk kampus. Lu kata ebola apa? Trus ada pula anggota DPR dari fraksi PKS, Muhammad Nasir Djamil, mengatakan bahwa “LGBT adalah ancaman serius bagi bangsa.” *Wuiihh ngeri kali! Kek teroris.*

Aku paham bahwa Media dan anggota DPR tersebut bahwa otak mereka sudah dilumuri oli agama, jadi aku tidak peduli dengan ucapannya. Tapi beda bila seorang Menteri yang mengucapkan hal serupa. Memalukan!

 
Jakarta, 25 Januari 2016

Mery DT

 

 

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in LGBT, Negeriku & Politik, Sexual Orientation and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Menristek Indonesia Homophobia, Luar biasa!!!

  1. Bybyq says:

    Bagaimana dengan kasus lanjutannya yang ini
    http://metro.tempo.co/read/news/2016/01/26/064739357/dicap-wadah-lgbt-anggota-sgrc-depresi-dan-diusir-dari-rumah

    Walau sebenernya ga kaget kalo menterinya saja ngasih contoh begitu 😦

    Like

  2. woredirs says:

    Masih ada aja ya yang nganggep LGBT itu penyakit
    Aku pas ngeliat berita ini jadi jengkel sendiri
    Mana yg lain pada ikut-ikutan ngehujat dan parahnya main ngusir aja
    Sedih ngeliatnya
    Kalo anaknya menteri/pejabat/fpi atau orang2 yg menentang itu sendiri ternyata LGBT gimana coba? Diusir juga kah?
    Ckck, gak habis pikir aki

    Like

    • Mery DT says:

      Kalo orang model menteri itu, minimal anaknya akan dibawa ke ahli agama untuk “disembuhin”. Kalo tidak berubah sesuai keinginannya, mengusir anak pun mungkin mereka tega krn lebih mementingkan “nama baik” dari pada anak yang bikin malu.
      Tapi Prabowo tampaknya tidak masalah dengan keadaan anaknya. Dia malah bangga dengan prestasi Adit.

      Like

      • woredirs says:

        Hah? Jadi anaknya prabowo bagian LGBT mba?
        Saya baru tau
        Dan salutlah sm beliau kalo gitu

        Iya bener bgt, kayanya ngusir anak sendiri aja mereka tega kali ya, daripada ngerasa nanggung malu gara2 anak
        Hahahaha orang tua macam apa itu

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s