Beberapa Pertanyaan Tentang Biseksual

bisexual-logo-md Aku sering sekali mendapat email yang mempertanyakan tentang biseksual. Jumlahnya lebih banyak dari pada yang mempertanyakan tentang homoseksual (lesbian/gay). Cukup menarik karena beberapa hal.

  1. Secara jumlah biseksual memang lebih banyak populasinya dari pada homoseksual. Menurut Alfred Kinsey melakukan survey tahun 1950an, mengatakan bahwa jumlah homoseksual adalah 6% dari populasi, heteroseksual 71% dan biseksual 23%. Dapat dibaca disini. Dari data itu dapat dilihat bahwa jumlah biseksual nyaris 4x lipat jumlah homoseksual dan nyaris sepertiga dari jumlah heteroseksual.
  2. Secara ketertarikan, biseksual lebih rumit dari pada homoseksual maupun heteroseksual. Mereka bisa tertarik pada lawan jenis maupun sesama jenis. Hal itu yang menyebabkan banyak orang yang berorientasi seksual bi mengalami kebingungan dalam mendefinisikan dirinya.

Dari 23% itu kadar kesukaan mereka terhadap lawan jenis atau sejenis pun beragama. Ada yang cenderung lebih menyukai lawan jenis, ada yang cenderung menyukai yang sejenis dan ada pula yang menyukai kedua-duanya sama besar, sampai-sampai dia tidak bisa memutuskan mau memilih yang mana.

Keputusan akhir, kebanyakan biseksual akhirnya memilih lawan jenis pun sangat masuk akal terutama di negara-negara yang tidak ramah terhadap LGBT. Dalam hal ini, biseksual masih lebih beruntung dibanding homoseksual yang sangat menghindari pernikahan heteroseksual. Paling tidak, biseksual masih dapat menikmati hubungan seksual dengan lawan jenis, sementara homoseksual yang terpaksa menikah (karena tuntutan keluarga atau status di masyarakat misalmnya) dengan lawan jenis akan tersiksa sepanjang pernikahannya.

Kemudian ada sebuah kenyataan yang umum terjadi dalam kalangan homoseksual dan biseksual yang (terpaksa) menikah, yakni kehidupan ganda. Suami yang mempunyai selingkuhan lelaki atau istri yang mempunyai selingkuhan wanita.

Pernah ada yang bertanya pada saya, bunyinya kira-kira begini:

“Aku perempuan, punya pacar perempuan yang statusnya istri orang. Dia bilang kalau dia lesbian, tapi aku ragu karena dia juga sayang pada suaminya. Dia lesbian atau biseksual ya, mbak?”

Jawabku:

Aku tidak bisa memastikan dia lesbian atau biseksual. Kamu mungkin yang bisa merasakannya. Kamu amati saja bahasa tubuh dan kecendrungannya. Sulitnya di Indonesia, walaupun dia lesbian, banyak yang lebih memilih mempertahankan pernikahan heteroseksualnya dari pada hidup bersama pasangan sejenis yang dia cintai. Banyak hal penyebabnya: penilaian masyarakat dan ekonomi terutama bagi yang sudah punya anak dan finansial tergantung pada suami.

Apa yang kamu harapkan dari dia? Puas hanya sebagai kekasih gelap? Atau ingin hidup bersama dengan dia? Kalau sebagai kekasih gelap tak perlu dihiraukan dia lesbian atau biseksual sepanjang saling mencintai. Tapi kalau kamu menuntut tinggal bersama, ini perlu pembicaraan yang intens. Dan prosentasenya berhasil sangat kecil. Kecuali kamu bisa menanggung hidupnya secara finansial. Itupun masih mempertimbangkan ketakutan akan penilaian masyarakat dan keluarganya. Semoga jawaban saya membantu.

 

Ada pula yang bertanya:

“Aku perempuan, pacarku lelaki yang sangat baik padaku. Tapi ada satu hal yang mengusik hatiku. Aku merasa dia memiliki kecenderungan tertarik pada lelaki. Dia punya banyak teman lelaki yang rada-rada metroseksual dan agak melambai. Aku pernah curi-curi buka HP-nya dan isi album fotonya banyak foto lelaki ganteng dengan nyaris bugil. Dan banyak foto-foto alat kelami pria. Aku jijik melihatnya. Dia gay atau bukan ya, mbak? Kalau dia gay, ada kemungkinan tidak dia berubah menjadi normal lagi?”

Jawabku:

Aku tidak pernah bisa memastikan orang itu gay atau bukan kecuali dia sendiri yang mengatakannya. Bisa jadi juga dia biseksual, aku tidak bisa memastikan. Memang ada kecenderungan gay akan mengkoleksi foto-foto pria yang dia suka. Tapi tetap aku tidak bisa memastikannya. Kalau kamu mau, kamu bisa menanyakan sendiri padanya, walaupun kemungkinan dia mengaku sangat kecil. Aku cuma mau bilang, bila kamu mulai curiga dan tidak percaya pada apa yang dia katakan, lebih baik berpisah. Untuk apa mempertahankan hubungan yang didalamnya penuh dengan kecurigaan.

Oh iya, gay akan tetap gay, biseksual akan tetap biseksual, heteroseksual akan tetap heteroseksual apa pun pernikahan yang dia jalani. Gay yang menikah secara heteroseksual tidak akan pernah merubahnya jadi heteroseksual. Kalaupun dia setia menjalani kehidupan pernikahan heteroseksual, itu karena keinginan dan keteguhan hatinya saja. Tapi jauh di dalam dirinya dia tetap gay. Semoga bisa membantu.

 

Ada pula yang bertanya;

“Mbak, aku seorang istri dengan dua anak. Aku menikah dengan suamiku karena cinta sampai sekarang sudah hampir 5 tahun. Kami pacaran selama 2 tahun, kemudian menikah. Beberapa bulan ini aku akrab dengan seorang teman perempuan di kantor. Dia juga punya pacar pria. Tapi kami sering makan berdua, nonton berdua, atau bila sedang week end, dia datang ke rumah. Dia juga sudah kenal dengan suamiku. Akhir-akhir ini aku suka cemburu kalau dia lagi bersama pacarnya. Petama kupikir karena kami terlalu akrab saja. Tapi berubah ketika aku memimpikannya. Suatu hari aku ceritakan padanya kalau aku memimpikan dia. “Mimpiinnya gimana?” tanyanya. “Ciuman.” jawabku. Dia malah senang, kemudian tiba-tiba mencium bibirku secara cepat, “Seperti ini?” tanyanya sambil tertawa. Aku mengiyakan dan kami tertawa. Sejak itu kami sering melakukannya, juga tidur bersama bila suamiku sedang keluar kota.

Sekarang aku bingung, mbak. Aku ini lesbian atau bukan sih? Tapi aku masih cinta sama suamiku. Apa yang harus kulakukan ya?”

Jawabku:

“Pernah dengar istilah “Late blooming Lesbian“? Artinya adalah perempuan yang telat menyadari bahwa dirinya lesbian, biasanya setelah diatas usia 30an. Ada pernah kutulis disini. Seperti dalam tulisan itu, menurut aku kamu bukan lesbian tapi biseksual. Kenapa? Karena kamu dulunya menikah dengan pria yang kamu cintai dan sampai saat ini pun kamu masih mencintainyakan?

Apa yang harus kamu lakukan? Aku tidak tahu. Jawabannya ada padamu. Bersama suamimu atau meninggalkannya pasti punya konsekuensi masing-masing. Aku mau bilang, ambil jarak dengan teman perempuanmu, tapi itu pasti sangat berat. Karena aku bisa membayangkan bahwa saat ini kamu sedang mabuk kepayang dengan temanmu ini. Tentu saat ini dia yang menjadi prioritas utamamu. Tapi kamu bingung; bila memilih si perempuan, kamu harus berpisah dengan suami padahal ada anak-anak. Itu pasti berat.

Segala tindakan pasti ada konsekwensinya. Kamu bicarakan dengan teman perempuanmu, apakah kalian punya visi yang sama dan punya kekuatan yang sama bila suatu hari hidup bersama dan banyak sekali tantangan dari luar yang tidak setuju dengan hubungan itu. Kalau memang sama-sama punya keinginan yang kuat untuk menghadapi tantangan apapun di depan, ya silakan jalani berdua. Tapi bila dia sepertinya tidak yakin, lebih baik jalani kehidupan kamu sekarang. Apakah tetap menjalin hubungan tersembunyi itupun terserah kalian. Hidup ini memang tidak sempurna, dan kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan. Semoga jawabanku membantu.

 

Demikianlah kira-kira beberapa pertanyaan tentang orientasi seksual dan permasalahannya yang real dihadapi. Sebenarnya ada beberapa pertanyaan lain, tapi nadanya kira-kira sejenis itulah. Oh iya, aku tidak membicarakan moral disini. Aku tidak ingin jadi polisi moral. Semua orang punya value masing-masing. Bila ada kesempatan, aku akan menuliskan kasus-kasus lain di artikel berikutnya. Salam.

 

Jakarta, 16 Desember 2015/ 12.30 AM

Mery DT

 

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Sexual Orientation and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Beberapa Pertanyaan Tentang Biseksual

  1. woredirs says:

    Nice artikelnya. Kalo ada lagi kasus-kasus lain ditunggu ya mba ☺:D

    Like

  2. AFM says:

    Aku baru aja baca. Banyak Hal yang sepertinya mbak tau banyak tentang ini. Dimana saya bisa menanyakan Hal ini lebih personal? Karna sulit untuk mengajukan pertanyaan apapun di publik. dan maaf aku menyamarkan namaku. Terima kasih.

    Like

  3. Teja says:

    Kalau menurut posisi saya sebagai pria biseks, biseks itu banyak banget cuma orang tidak tahu, menurut pendapat saya pribadi, pria straight itu hanya mungkin 10% (mereka yang paras rupawan, tajir, super playboy, digilai wanita). Semua pria cenderung punya sifat penasaran dengan sesama jenis, contoh, saat nonton video dewasa mereka cenderung pertama kali mengomentari penis bukan wanitanya. Saat di pemandian umum yang telanjang, saya berani jamin 100% semua pria bakal sering melihat penis pria lain.

    Saya bisa bilang begini karena saya bisa dengan mudah mencari pria di jalanan dan mengajak nge-date, mereka cenderung memiliki rasa penasaran yang tinggi untuk berhubungan sex dengan sesama jenis.

    Saya ada beberapa teman dekat yang berprofesi sebagai model, belum tingkat nasional tapi tetap digilai wanita, setiap hari wanita yang mengejar ngejar, nah mereka ini 100% di jalan lurus dan tidak dapat diganggu gugat.

    Sisi positif biseks adalah tidak ketahuan kalau suka sesama jenis, di real life saya cenderung dengan mudah mendapatkan wanita, orang2 tidak ada yang sadar kalau saya biseks.

    Yang jadi perbedaan adalah menjalin hubungan dengan wanita saya tidak pernah main2, selalu serius dan dengan perasaan, namun untuk dengan laki2, saya tidak tertarik untuk menjalin hubungan cinta, hanya untuk sex doang, karena saat saya kecil sering mendapatkan pelecehan seksual dari pria tua maupun kakek2.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s