Dirgahayu Indonesia! – Tidak Menyesal Memilih Jokowi

70thn Hari ini adalah peringatan ulang tahun ke 70 untuk negara Indonesia. Rakyat Indonesia merayakannya dengan aneka kegiatan. Desa dan kota bergembira menghiasi wilayahnya dengan umbul-umbul dan bersemangat menyelenggarakan pertandingan ringan ala 17an, seperti lomba panjat pinang, lomba makan kerupuk, lomba balap karung, dll. Demikian normalnya ulang tahun Kemerdekaan Indonesia dirayakan.

Indonesia sangat besar. Besar dalam hal luas wilayah maupun jumlah penduduknya. Disamping itu penduduknya yang beragam suku, bahasa dan agama, membuat Indonesia unik.

Dalam ulang tahun yang ke 70 ini, upacara bendera Indonesia dipimpin oleh seorang Presiden dari rakyat sipil biasa yang tidak punya nama besar keluarga dan bukan pula pemimpin partai politik. Dia benar-benar lahir dari bawah. Penampilannya juga sangat biasa, kurus dan tidak tampan. Tapi tentu saja dia punya banyak kelebihan yang tidak biasa, sehingga dapat mengalahkan lawan-lawannya mulai dari Solo, Jakarta hingga kursi kepresidenan.

Pertarungan Jokowi dengan Prabowo saat pemilihan presiden tahun lalu sangat luar biasa. Seperti pertarungan David dan Goliat. Pertarungan itu akhirnya dimenangkan Jokowi dengan menang tipis, hanya sekitar 53,15% suara. Pertarungan itu terjadi setahun yang lalu, tapi sampai hari ini nuansa pertarungan pilpres itu masih terasa. Pendukung lawan Jokowi masih banyak yang belum bisa terima kekalahan. Belum bisa move on istilah sekarang. Masih banyak yang memancing dengan pertanyaan, “Meneyesalkan memilih, Jokowi?!” dibarengi berbagai ejekan dan hinaan terhadap Jokowi.

Saya pemilih Jokowi dengan tegas mengatakan TIDAK MENYESAL MEMILIH JOKOWI. Dan saya berdoa semoga dia tetap sehat untuk menjalankan semua program-programnya 4 tahun ke depan untuk kemajuan bangsa ini.

Saat ini memang belum terlihat perbaikan nyata pada masyarakat Indonesia, tapi saya yakin 4 tahun ke depan Indonesia akan lebih baik. Perbaikan itu butuh proses. Mbenerin gigi pake behel aja butuh tahunan kok.

Saya tidak menyesal memilih Jokowi, karena bila lawannya yang menang, saya yakin Indonesia akan lebih buruk. Koalisi lawan Jokowi ketika itu tampak sangat rakus kekuasaan. Belum apa-apa sudah bagi-bagi kursi. Ketika kursi sudah habis dibagikan, malah dengan gampang menambah kursi Menteri Utama untuk koalisi yang baru bergabung. Kita tahu bagaimana kondisi keuangan koalisinya saat itu dan kini. Makin lama makin hancur. Harga saham perusahaannya jatuh. Darimanakah dia akan menutupi kesulitan keuangannya bila menang? Jawab saja sendiri.

Lawan Jokowi itupun punya track record yang tidak terlalu baik, baik dalam memimpin perusahaan maupun managemen emosinya. Banyak orang saat itu, terurama aktifis yang memilih Jokowi karena tidak ingin Prabowo yang menang. Karena mereka tahu, seandainya Prabowo yang memang maka selesailah “kemerdekaan mereka”.   Ada pula pendukung Jokowi garis keras saat pemilu kemudian menjadi pembenci Jokowi karena harapannya mendapat jabatan atau proyek tidak tercapai. Kemudian mereka mengatakan Jokowi pembohong dan lain sebagainya.

Mereka inilah yang sering berkoar-koar mengatakan menyesal memilih Jokowi. Iya karena mereka memilih Jokowi supaya lawannya tidak menang, bukan karena setuju dengan program-programnya. Sedikit saja Jokowi melakukan kebijakan yang tidak sesuai dengan keinginannya maka secepat itu mereka berbalik. Ada yang hanya karena Jokowi belum menyeret pelaku kejahatan HAM ke pengadilan, sekarang dia menjadi pengkritik Jokowi. Prioritas Jokowi sebagai Presiden dan prioritas rakyat sangat berbeda. Tentu Presiden mengutamakan stabilitas politik & keamanan di atas segalanya sehingga dia bisa menjalankan program pembangunannya. Bila baru saja memimpin negara kemudian langsung menyeret pelaku pelanggaran HAM jaman dulu ke pengadilan, bisa dibayangkan bagaimana hebohnya negara ini. Apa kamu pikir jendral-jendral “pelanggar HAM” itu akan diam saja? Malah bisa saja mereka menggalang kekuatan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Trus negara menjadi kacau. Masih bisa membangun? Bukankah rakyat makin menderita?

Saya perhatikan, banyak hal yang bisa membuat orang menarik dukungannya dari Jokowi. Karena prioritas masing-masing orang berbeda.

Pemilih Jokowi yang cuma 53,15% itu, bila dikurangi dengan pemilih yang takut Prabowo menang dan pemilih yang mengharap budi, maka tentu saja banyak yang mengatakan kecewa terhadap Jokowi. Jadi wajar bila saat ini kepuasan terhadap Jokowi menurun. Menurut survey, 75% pendukung Jokowi masih setia. Ada 25% yang mengatakan kecewa memilih Jokowi. Jadi bila 53,15% dikurang 25% dari 53,15% tersebut, maka yang masih optimis terhadap Jokowi tidak sampai 40%. Wajarlah kalau dukungan terhadap Jokowi saat ini menurun.

Banyak yang tidak sabar terhadap kemajuan ekonomi saat ini. Wajar. Semua orang ingin cepat makmur. Jokowi dan jajarannya juga tidak tinggal diam kok. Mereka bekerja walaupun hasilnya belum seperti yang diinginkan semua orang. Tidak ada yang bisa menyenangkan semua orang. Tuhan saja sering diprotes kok. Apalagi cuman Jokowi.

Yang masih benci Jokowi, sabar nunggu 4 tahun lagi ya!   Sejak sekarang silakan kumpulkan kekuatan untuk menjatuhkan dia di tahun 2019. Semoga kalian berhasil!

Buat Indonesia, dirgahayu negaraku! Semoga semakin baik dan berkeadilan, dan rakyatnya menjadi makmur.

Jakarta, 17 Agustus 2015

Mery DT

Jakarta, 17 Agustus 2015

Mery DT

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Negeriku & Politik and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s