Tukang Nyinyir di Media Sosial

Elanto Suasana di sosial media seperti twitter dan facebook memang selalu gaduh. Informasi yang beredar ditanggapi beragam sesuai dengan kapasitas pemahaman setiap orang. Arus informasi yang mengalir sangat deras dapat berakibat fatal bila saringan pada seseorang tidak baik.

Saya mengamati tiga topik yang selalu memanas di sosial media, yaitu; agama, sosial & politik. Media online seperti blog atau website dengan mudah diciptakan dan mempublikasikan aneka berita dan artikel yang tanpa dasar dan tanpa cross check ke nara sumber. Lebih banyak yang provokasi untuk menimbulkan kegaduhan.

Kita masih ingat kejadian Tolikara yang baru terjadi bulan lalu. Bagaimana kejadian itu dipelintir kemudian hendak dibawa menjadi perang agama di luar Papua. Sampai-sampai Ustadz Tolikara meminta supaya orang-orang di luar Papua tidak usah berkomentar. Kira-kira, level kegentingan kejadian cuman 2, tapi diluar Papua levelnya menjadi 9. Demikian provokasi bekerja.

Dan yang baru saja terjadi adalah penghadangan konvoi moge (motor gede) di Jogjakarta oleh seorang pengendara sepeda.

Bila kejadian Tolikara menjadi konflik antara minoritas – mayoritas, maka kejadian di Jogjakarta menjadi konflik sosial antara si kaya dan si miskin. Kegaduhan pada suatu kejadian menjadi meledak berkat peran tukang “nyinyir” media social.

Aksi berani Elanto Wijoyono pun tak luput dari nyinyiran netizen, antara lain seperti ini; “Moge aja dihadang. Kalo berani hadang tuh pawai orang-orang berjubah (keagamaan)”. Atau “Coba kalo berani protes pengajian yang nutup jalan!”

Heiiii… lingkar otak kecil! Kalau kamu punya panggilan menghadang pawai pengajian ya silakan, tak usah suruh si Elanto. Panggilan dia adalah menghadang konvoi moge! Kamu yang tidak berani menghadapi penutupan jalan, malah nyuruh orang lain melakukannya. Seperti pengecut?

Saat kejadian Tolikara, ada sekelompok orang menggumpulkan dana untuk pembangunan kembali masjid di Tolikara. Lalu ada saja yang nyinyir mengatakan, “Mesjid Tolikara saja langsung ngumpulin sumbangan. Noh, masjid Ahmadiah dan syiah yg di bakar tidak ada yang ngumpulin sumbangan.”

Hei… lingkar otak kecil, kalo kamu peduli atas tragedy Sampang dan Ahmadyiah, kamu saja yang menggalang bantuan supaya masjid mereka bisa dibangun kembali. Tak perlu nyinyir sama kerja sosial yang dilakukan orang lain. Membangun kembali masjid Tolikara itu panggilan dia. Kalau kamu peduli terhadap kesulitan kelompok lain, mulailah dari dirimu sendiri. Itu panggilan kamu!

Satu lagi yang paling saya kesel adalah nyinyir yang ditujukan pada kelompok penyayang / pemerhati satwa/hewan. Biasanya bunyi nyinyirannya seperti ini “Manusia masih banyak yang butuh bantuan, banyak manusia yang kelaparan dan kesakitan, malah binatang yang dia perhatikan.”

Hei orang yang tidak punya perasaan! Binatang itu mahluk hidup, dan mereka biasanya menderita akibat ulah manusia. Habitat mereka dihancurkan oleh manusia-manusia serakah. Lagi pula, kalau kau peduli pada manusia yang kelaparan dan kesusahan, lakukanlah sesuatu untuk membatu mereka. Itu panggilanmu. Jangan nyinyirin orang yang punya panggilan untuk menyelamatkan satwa. Masing-masing orang punya panggilannya.

Biasanya sih, orang yang selalu nyinyir terhadap kerja sosial orang lain di media sosial, adalah orang yang tidak pernah melakukan apa-apa di kehidupan nyata. Mereka hanya cemburu tapi tidak mampu melakukan apa-apa.

  • Tulisan ini disponsori oleh rasa kesal membaca tweet2 nyinyir di Twitter.

Jakarta, 16 Agustus 2015

Mery DT

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Celoteh, Negeriku & Politik and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s