Surga Yang TerKavling

Surga 3 Suatu hari, aku bersama seorang teman, sebut saja namanya Mawar. Dia adalah teman dari masa kecil yang kini sudah jadi istri pejabat. Sore itu kami berdua di dalam mobilnya. Dia menyetir, aku duduk di sampingnya. Sepanjang jalan kami bercerita ngalor-ngidul hingga akhirnya sampai pada topik agama. Kemudian Mawar menceritakan pengalaman bersitegang dengan istri pejabat lain, dan itu membuatnya gundah.

Ceritanya Mawar dan teman-temannya sesama istri pejabat sedang melakukan umroh. Suatu hari di kamar hotel, mereka terlibat pembicaraan yang intinya adalah bahwa hanya orang Islam yang akan masuk surga. Mawar yang mualaf saat akan menikah bertanya, “Bagaimana dengan yang beragama lain?” Temannya mengatakan bahwa tidak ada yg bisa masuk sorga kecuali telah menjadi Islam. Kemudian Mawar melanjutkan, “Bagaimana dengan ibuku? Dia orang yang taat beribadah dan rajin ke gereja.” Dijawab oleh temannya bahwa ibunya pun tidak akan masuk surga, walaupun soleh di agamanya.

Mawar tersentak. Siapa yang ingin ibu yang kita sayangi masuk neraka bukan? Dia mempertahankan bahwa ibunya akan masuk surga. Sementara temannya mengatakan tidak mungkin. Dan akhirnya mereka beradu pendapat yang sengit.

“Kesel aku dia bilang ibuku tidak akan masuk surga. Kamu kan tahu sendiri bagaimana rajinnya ibuku ikut ibadah di gereja ataupun di rumah tangga.” kata Mawar masih dengan nada kesal.

Trus kujawab, “Kenapa kamu harus kesal? Benar yang dia bilang, tante tidak mungkin masuk surga Islam, tapi dia masuk surga Kristen.”

Mawar menatapku beberapa saat, kemudian dia tertawa terbahak-bahak.

“Iya juga ya? Ibuku pasti masukknya surga Kristen hahahahaha…”

“Karena sebenarnya surga itu sudah dikavling manusia dari bami. Seperti pemakaman yang dipisah menurut agamanya, maka surga juga akan dipisah menurut nabinya. Jadi sekarang terserah kita mau tinggal di surga kavling belah mana. Seperti real estate, fasilitas yang ditawarkan pun akan berbeda-beda. Ada yang menawarkan susu dan madu, ada yang menawarkan bidadari, ada yang menawarakan tempat yang sunyi, dan lain-lain. Terserah pengembangnya untuk beriklanlah dan terserah orangnya mau memilih pengembang yang mana.” kataku menambahkan.

“Benar juga itu. Mulai sekarang aku gak akan kesal lagi kalau ada ustadz atau siapa pun yang bilang ibu dan saudara-saudaraku tidak akan masuk surga. Kalau aku di surge Islam dan ibuku di surga Kristen, nanti kan tinggal saling kunjung mengunjungi. Masak di surga gak bisa saling kunjung. Di bumi aja bisa.”

Aku tahu, perkataan ku itu tanpa dalil apapun. Dan sangat gampang diserang. Tapi itu adalah penjelasan iman yang paling masuk akal melihat promosi surga yang dijanjikan semua agama. Siapa saja bisa bilang aku salah, tapi aku juga bisa bilang apakah kamu sudah pergi ke surga untuk memastikan yang kubilang itu salah? Kalau kita masih sama-sama berkata “kata Kitab”, biarkan aku berkata dari akal pikiranku. Tak perlu kita mempertahankan siapa paling benar, karena kita sama-sama tidak tau yang mana yang paling benar. Jadi, selama masih hidup di dunia, lakukan yang baik saja. Kalau nanti anda meninggal duluan, tolong (kalau bisa) beritahu aku kondisi di akhirat. Kalau aku meninggal duluan, semoga aku bisa mengabarkan kondisi yang kuyakini pada kalian.

Karena kita masih hidup, sebaiknya kita bertindak sebagai manusia yang rendah hati saja, bahwa sorga atau neraka, dosa atau pahala, itu domain Tuhan Allah. Tidak perlu bersibuk-sibuk mengambil kerjaan Tuhan untuk menghakimi orang lain.

Anyway, selamat merayakan Idul Fitri buat pembaca yang beriman Islam. Semoga hati telah disucikan, dan akan tetap suci hingga waktu Tuhan datang.

Jakarta, July 16, 15

Mery DT

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Agama, Celoteh and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Surga Yang TerKavling

  1. woredirs says:

    Entah kenapa saya suka banget baca artikel2 di blognya mba ini
    Sukses selalu mba, smoga memberikan tulisan2 yg bermanfaat terus bagi pembacanya 😃

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s