Orientasi Seksual dan Ekspresi Gender.

heterosexual-gay-and-lesbian-couples-illustration Pada suatu ‘ngopi cantik’ di sebuah kedai, melintas seorang pria yang berpenampilan metroseksual cenderung feminine. Kemudian salah satu teman nyeletuk pelan, “Makin banyak ya gay berkeliaran?!” Pernyataan antara bertanya dan menegaskan pendapat.

Trus kutanya, “Dari mana lu tahu dia gay?”

Tentu kami sudah sepakat bahwa yang sedang kami bicarakan adalah pria metroseksual yang baru melintas.

“Ya lihat aja penampulannya.” katanya yakin.

Kemudian balasku, “Kenapa dengan penampilannya?”

“Melambai gitu ya gaylah!” katanya lagi.

Tanyaku lagi, “Apakah semua yg melambai itu gay atau semua gay itu melambai?”

“Ya seperti itulah.” jawab temanku singkat.

“Pernah tahu gay yang tidak melambai?” tanyaku lagi.

“Nggggg….” Jawabnya mulai mikir.

Dari jawaban itu aku tahu bahwa si teman ini tidak memahami beda orientasi seksual dengan ekspresi gender (gender expression).

“Jadi begini…” kataku, “Gay atau straight itu adalah orientasi seksual. Adanya di dalam diri. Tidak terlihat oleh mata. Sementara penampilan seseorang yang terlihat itu adalah ekspresi gender. Ekspresi gender itu sifatnya pada tuntutan sosial. Misalnya, lelaki bercelana panjang, memakai jas, rambut pendek, berkumis, bercambang, dll. Disebut maskulin. Sementara perempuan ekspresi gendernya memakai gaun atau rok, rambut panjang, memakai tata rias, dan lain-lain. Disebut fenimin. Jadi belum tentu yang tampilannya metroseksual adalah gay, atau pria yang super maskulin dengan perut sixpacks adalah straight. Bisa saja yang tampak melambai itu straight dan yg kekar itu gay. Karena orientasi seksual itu tidak terlihat.”

Lanjutku, “Belakangan ini memang ada tipikal cara berpakaian gay atau lesbian supaya mereka tahu siapa aja orang-orang seperti mereka. Misalnya gay berpenampilan feminine, lesbian berpenampilan tomboy. Tapi sekali lagi, tidak semua perempuan tomboy itu lesbian dan pria berpenampilan feminine itu gay. Seseorang itu gay atau lesbian tidak bisa dilihat dari caranya berpakaian atau berpenampilan. Banyak yang kecewa karena melihat perempuan sangat cantik dan feminine tapi lesbian, atau pria yang macho dan ganteng tapi gay.” jelasku agak panjang.

Demikian percakapan singkat kami tentang orientasi seksual dan ekspresi gender. Semoga yang bisa membantu bila ada yang masih kurang paham.

Jakarta, July 14, 15

Mery DT

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Sexual Orientation and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Orientasi Seksual dan Ekspresi Gender.

  1. Johanannvit says:

    Kak Meri, aku baru tahu perbedaan orientasi seksual sm gender expression dari tulisan kakak ini, biasanya aku selalu mengaitkan penampilan dengan orientasi seksual seseorang…. ternyata tidak selamanya penampilan itu berbanding lurus dengan orientasi seksualnya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s