Jangan Ucapkan Selamat Natal

 

pohon natalSenja menjelang malam ini, saya iseng ngecek timeline facebook. Aktifitas yang sangat jarang saya lakukan. Saya cuman mampir ke FB kalo ada yg tagging akun FB atau kasi komen di foto postingan Instagram yang saya parallel dengan akun di FB dan Twitter.

Tadi saya terdampar pada status FB “friends” yg kebanyakan adalah link berita tentang kontroversi ucapan selamat natal kepada penganut Kristen. Isi berita dan komentar dalam link berita dan status FB itu bikin aku geleng-geleng. Betapa berbedanya kehidupan beragama saat ini dengan 15 – 20 tahun lalu.

Saya teringat sekitar 12 tahun lalu seorang teman baik di kantor menghampiri dan mengatakan; “Maaf ya, Mer, gw gak bisa mengucapkan selamat natal karena menurut uztad gw kami tidak boleh mengucapkannya.” Ketika itu saya cukup kaget, tapi senyum sambil manggut-manggut saja. Kemudian ketika memasuki bulan puasa dia minta maaf pada saya bila ada kesalahan yang dia perbuat.  Trus saya sindir halus, “hehehe.. giliran untuk untuk kesucian ibadah lu, supaya lu fitri, lu berharap maaf juga ke gw ya?” 🙂

Kembali ke status FB tadi, contoh link beritanya seperti ini Nasehat Menag Soal Komentar Ulil. Cuplikan beritanya: Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin mengatakan: “Jadi di internal Islam sendiri terdapat pemahaman beragam. Jadi jangan saling memaksakan apalagi saling menyalahkan.  Bagi yang ingin mengucapkan, ucapan selamat ya kita hormati karena keyakinannya membolehkan. Tapi bagi yang tidak, umat Kristiani diharapkan memahami tidak perlu berkecil hati.

Pak Menteri, saya, sebagai orang Kristen, sama sekali tidak berkecil hati, dan malahan tidak menghendaki ucapan selamat dari orang yang tidak iklas mengucapkannya. Makna natal tidak berkurang dengan ada atau tidaknya ucapan selamat natal.

Teman-teman,

Anda mengucapan selamat natal atau tidak pada saya tidak akan membuat saya menjadi lebih beriman atau lebih tidak beriman.

Anda mengucapan selamat natal atau tidak pada saya tidak akan membuat saya menjadi lebih suci atau lebih tidak berakhlak.

Anda mengucapan selamat natal atau tidak pada saya tidak berdampak apakah saya akan masuk surga atau neraka.

Anda mengucapan selamat natal atau tidak pada saya tidak akan merubah sukacita saya untuk merayakan natal.

Saya memahami alasan anda tidak mengucapkan selamat natal pada orang Kristen, karena akan merusak akidah anda.

Karena dengan mengucapkan selamat natal berarti anda mengakui Yesus adalah Tuhan.

Karena dengan mengucapkan selamat natal berarti anda mengakui kebodohan orang Keristen yang merayakan kelahiran Yesus padahal tanggal 25 Desember itu adalah tanggal lahir dewa matahari, dewa pagan.

Karena dengan mengucapkan selamat natal anda ikut mengakui isi Injil yang sudah dipalsukan *Ntah siapa yang memalsukan dan di mana kitab aslinya. Mbulet.*

Karena dengan mengucapkan selamat natal berarti anda mengakui iman Kristen dan itu akan membuat anda masuk neraka.

Iya, jangan sampai kalian masuk neraka hanya karena mengucapkan selamat natal pada kami.  Beban moral karena membuat orang lain masuk neraka terlalu berat bagi kami yang sudah kafir, bahan bakar neraka pula.  Jangan sampai kalian ikut masuk neraka bersama kami.  Jangan!

 

Peace out. 🙂

 

Jakarta, December 14, 2014

Mery DT

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Agama and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Jangan Ucapkan Selamat Natal

  1. Pingback: Fenomena Valentine Merusak Moral Bangsa? | Apaja

  2. woredirs says:

    Saya baca ini mau nangis mba
    Walaupun saya islam tp saya ngerti apa yg mba rasain
    Saya jg punya temen yg beda agama
    Berkat artikel2 dari mba jg saya lebih berpikiran terbuka soal ras, agama, dan orientasi seksual
    Terima kasih ya mba
    Blognya mba ini amat sangat bermanfaat bagi saya dan semua orang
    🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s