Gay/Lesbian Maniak Seks?

flag LGBT Beberapa kali mendengar komentar yang isinya kurang lebih seperti ini ‘gay/lesbian itu sex maniac.’ Sepertinya demikianlah kesimpulan masyarakat umum yang kutangkap atas nafsu seksual kaum gay. Kemudian aku mencoba mencari tahu mengapa kebanyakan orang umum berpendapat seperti itu.

Apa sih yang membedakan gay/lesbian dengan masyarakat umum (heteroseksual)? Pekerjaan? Penampilan? Cara jalan? Cara bicara? Bukan, bukan itu. Yang membedakan hanya satu: ORIENTASI SEKSUAL. Seseorang tidak langsung tahu bahwa dia gay atau straight pada saat lahir. Tapi mereka sadar bahwa dirinya gay atau straight setelah hormon seksualnya bekerja yang menimbulkan rasa suka secara seksual terhadap orang lain. Malah banyak yang sadar dirinya gay/biseksual setelah dewasa. Jadi yang menjadi pembeda disini adalah faktor seksual. Seseorang menyadari dirinya gay/lesbian, dan merasa berbeda dengan orang setelah organ & hormon seksual tumbuh saat remaja.

Kemudian, kembali pada stetmen di atas bahwa gay/lesbian itu sex maniac, menjadi semacam pendiskreditan saja.

Manusia itu adalah mahhluk seksual. Bila organ seksual sudah tumbuh sempurna maka hasrat seksual terhadap orang lain akan tumbuh dengan sendirinya, apapun orientasi seksualnya. Orang pada usia remaja (13-17 thn) biasanya masih mencari tahu secara malu-malu. Usia dewasa (18 ke atas) biasanya sudah ingin mencoba, ada yang hanya sebatas ingin saja, tapi banyak juga yang benar-benar mencobanya.

Saya sebagai pengamat amatir masalah orientasi seksual, tidak melihat kaum gay/lesbian lebih maniak seks dibanding kaum straight. SEMUA SAMA saja.

Yang membuat stetmen di atas menjadi semacam kebenaran mungkin karena melihat parade-parade gay/lesbian di negara-negara maju di mana pesertanya rata-rata tampil dengan busana minim. Banyak pula yang tanpa sungkan melakukan adegan ciuman, dan hal-hal vulgar bersama teman-temannya sambil berjalan selama parade. Adegan itu dipotret dan melekat dalam memori orang awam yang melihat dan menjadi alasan masyarakat umum mengatakan gay itu maniak seks. Saya pernah menulis ketidak setujuan mengenai pamer adegan seksual saat parade LGBT, di sini.

Disamping itu, biasanya film tentang homoseksual pun ada adegan seksnya. Walaupun film heteroseksual juga demikian. Tapi karena adegan seksual kaum gay/lesbian itu di luar kebiasan orang awam, maka menjadi hal baru, tabu dan menjadi gampang diingat.

Dalam pembicaraan sehari-hari ataupun di social media banyak akun yang tidak sungkan merayu dan berbicara tentang aktifitas seksual, baik itu akun heteroseksual maupun homoseksual. Tapi karena homoseksual selama ini tersembunyi, maka gemanya menjadi lebih nyaring. Akun homoseksual menjadi lebih menonjol terlihat saat mereka membicarakan seks. Padahal sama saja akun heteroseksual gak kalah vulgarnya. Lihat saja akun-akun yang posting foto-foto seksual kebanyakan akun heteroseksual. Tapi tangapan umum, hal itu wajar. Tapi bila ada yang posting foto ciuman homoseksual, maka akan mendapat perhatian lebih. Ada yang berani mengomentari, ada pula yang hanya menikmatinya secara diam-diam.

Apalagi sekarang adalah zaman internet, di mana melalui mesin pencari dengan sangat mudah kita mendapatkan gambar atau video tentang aktifitas seksual baik heteroseksual maupun homoseksual dan film porno yang diperankan oleh actor amatir ataupun professional. Film porno telah menjadi industri di mana produknya banyak dicari konsumer. Karena sudah menjadi industry, bisnis ini menghasilkan banyak uang. Itulah sebabnya banyak actor film porno yang mendapat kelimpahan materi dengan pekerjaan mereka. Film porno ada dalam aneka versi; heteroseksual, homoseksual, campuran, menggunakan kekerasan, dengan binatang, dan lain sebagainya. Semua ada karena ada peminatnya. Nafsu seksual manusia itu memang beragam.

Saya banyak menonton testimonial homoseksual terutama kaum lesbian tentang film porno yang banyak beredar. Para lesbian itu hampir seragam mengatakan bahwa bila kita menonton film porno lesbian maka yang kita lihat adalah dua orang gadis straight yang mencoba melakukan hubungan seksual. Artinya bahwa hubungan seksual lesbian di film porno tidak sama seperti yang sebenarnya. Dan kaum lesbian biasanya tidak suka menonton film porno lesbian.

Jadi untuk siapakah film porno lesbian itu? Ternyata film itu banyak diminati oleh kaum heteroseksual sendiri, baik lelaki maupun perempuan. Karena banyak kaum heteroseksual yang sangat penasaran dan biasanya “turn on” saat melihat adegan seks homoseksual. Beberapa kali membaca obrolan perempuan-perempuan yg cukup terbuka di twitter yang mengakui lebih cepat “turn on” bila melihat adegan perempuan dengan perempuan, padahal dia straight.

Kemudian lagi, akhir-akhir ini sering sekali penyanyi/bintang film terkenal mencium teman sejenisnya di atas panggung. Entahlah apa motivasi mereka. Dukungan terhadap LGBT atau demi popularitas. Melakukan hal yang kontroversi akan menuai popularitas, paling tidak namanya diperbincangkan secara luas. Aku pernah membaca stetmen seorang lesbian yang tidak suka melihat artis-artis heteroseksual yang melakukan ciuman ala lesbian di atas panggung. Katanya mereka hanya mencari sensasi saja dan yang mendapat hujatan adalah kaum lesbian. Tapi banyak juga dari kalangan lesbian sendiri yang menyukainya karena mereka merasa terwakili.

Jadi kesimpulanku adalah bahwa orientasi seksual tidak mengindentifikasi golongan tersebut maniak atau tidak. Itu hanya masalah masing-masing orang saja.  Banyak homoseksual yang sangat sungkan walau hanya berpegangan tangan dengan pasangannya dan menjalani hidup tak lebih dan tak kurang seperti kebanyakan orang.

Kita tidak perlu mengeneralisir segala hal.  Demikian. Semoga berguna.

Jakarta, 26 November 2014

Mery DT

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in LGBT and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s