Palestina Riwayatmu Dulu (dan Kini)

palestine Sebulan terakhir ini perhatian kita kembali disita oleh konflik Palestina – Israel.  Banyak korban yang jatuh dan banyak berita bermunculan di berbagai media yang mendukung dan mencela kedua pihak yang berkonflik.  Ibarat menonton pertandingan, (kebanyakan) manusia di seluruh dunia pun menentukan pihak mana yang dia dukung dan pihak mana yang dia salahkan.  Dan kebanyakan kita lebih menyukai berita atau fakta yang mendukung pendapat kita, dan kita terlatih untuk menyaring berita/fakta yang (hanya) mau kita dengar.

Banyak alasan bagi orang-orang yang tertarik pada permasalahan Israel – Palestina.  Mungkin karena solidaritas persamaan agama; Islam, Jahudi & Kristen.  Bisa jadi karena ketidak sukaan terhadap Jahudi, Israel, Palestina atau Arab. Bisa jadi karena menganggap pihak yang satu melakukan kekerasan terhadap pihak yang lain.  Dan masih banyak alasan dan motif untuk bersimpati atau menghujat salah satu pihak yang bertikai.

Dua hari lalu di twitter aku dituduh mengarang cerita karena mengatakan Palestina itu adalah nama daerah yang sudah ada jauh sebelum Yesus lahir di Betlehem.  Ada pula yg menyuruh supaya aku diam saja kalo tidak tahu apa-apa.  Dan kedua orang tersebut beragama Kristen loh.  Aku jadi berpikir, demikian senstifnya nama ini.  Pihak pendukung Israel menganggap nama Palestina itu pemberian Inggris saat jadi administrator di kawasan tersebut.  Dan pihak pendukung Palestina pun menganggap nama Palestina HANYA ADA sejak Yasser Arafat.  WOW.

Karena demikian sensitifnya nama ini, sehingga apa pun yang kutuliskan di sini pasti ada yang setuju dan ada yang tidak.  Tapi tidak masalah.  Dan ini juga alasanku menuliskan hal ini.  Btw, aku pernah menulis tentang Israel – Palestina pada tahun 2011, di sini.

Demikian menurut pendapatku tentang asal dan arti kata Palestina.

Berdasarkan tulisan David Jacobson “Palestina dan Israel” (Februari 1999) dan “Ketika Palestina dimaksud Israel” (May -Juni 2001), kata Palestina pertama kali ditemukan dalam teks Yunani, yang ditulis pada pertengahan abad ke-5 sebelum Masehi oleh ahli sejarah Herodotus.  Kawasan Palestina tersebut merujuk pada Levant antara Phoenicia dan Mesir.  Herodotus pernah melakukan perjalanan melalui daerah tersebut sehingga dia memiliki pengalaman tentang daerah tersebut dan masyarakat yang berdiam di sana.  Tapi Herodotus menggunakan kata Palestina untuk merujuk pada Tanah Israel.

Dari sumber lain mengatakan Palestina adalah nama daerah yang meliputi pantai Mediterania timur ke Lembah Yordan ke daerah yang meliputi Danau Galilea di utara dan Gurun Negev di selatan.  Asal kata ini adalah “Plesheth”.  Kata ini sering muncul dalam Alkitab yang dikenal sebagai “Filistin” (English; Philistine).  Akar kata Plesheth adalah “Palah” merupakan istilah umum digunakan yang artinya migrasi.  Kata ini mengacu pada makna penaklukan.

Sejarahnya orang Filistin masuk ke wilayah Levant sekitar tahun 1194 SM setelah dipukul mundur dalam invasi ke Mesir oleh Rameses III.  Pada tahun 1185 SM mereka yang dikenal sebagai bangsa Filistin menetap dan bermukiman di sepanjang pantai.  Banyak ahli yg mencoba menghubungkan kata Palestina dengan dewa, tapi tidak pernah ditemukan teksnya, sehingga kemungkinan terbesar itu berdasarkan teks Herdorotus dan dalam bahasa Yunani berarti Tanah Filistin.

Bila mengacu pada Alkitab, Bangsa Israel meninggalkan Mesir dan masuk ke tanah Palestina melalui perebutan kota yang bernama Yeriko.  Saat itu bani Israel dipimpin oleh Yosua, setelah Musa meninggal di padang gurun.  Yeriko merupakan kota dari Kanaan yang terkenal sangat subur berlimpah madu dan anggur.  Dengan perjuangan yang panjang karena penghuni kota Yeriko sangat terorganisir dan sangat kuat dengan benteng yang sangat tinggi,  akhirnya Yosua dan pasukannya mampu merebut kota itu.  Disusul kemudian menaklukkan banyak kerajaan di kawasan tersebut, hingga akhirnya bangsa Israel memiliki daerah pendudukan yang luas dan akhirnya mengangkat Raja pertama yaitu Saul.  Yerusalem menjadi Ibu kota Kerajaan Israel.  Pada jaman Raja Saul terjadi sebuah pertempuran yang paling sangat fenomenal saat melawan bangsa Filistin yaitu pertarungan Daud dan Goliat; perajurit Filistin yang tinggi besar gagah perkasa.  Pertarungan ini beberapa kali di filmkan dan saat ini pertarungan itu sering dipakai untuk menggambarkan pertarungan yang tidak seimbang.  Setelah Daud mengalahkan Goliat, bangsa Filistin masih ada dan selalu menjadi musuk bebunyutan Israel.

Kemudian Raja Saul diganti oleh Raja Daud dan dilanjutkan oleh anaknya, Raja Salomo yang terkenal bijaksana.  Setelah Raja Salomo meninggal, kerajaan Israel pecah menjadi 2 yakni kerajaan Israel dan Kerajaan Yehuda.  Pada masa penaklukan bangsa Israel atas tanah Kanaan hingga jaman Yesus pun mereka menyebutkan atau menuliskan tanah tersebut dalam dokumentasi sebagai Tanah (milik) Israel.

Pada tahun 604 SM daerah Levant diserbu dan ditundukkan oleh bangsa Asyur sehingga banyak raja-raja kehilangan otoritasnya.  Itulah akhir dari sebuah wilayah yang dikenal sebagai Palestina, kota-kota dirampas dan dihancurkan kemudian orang-orang Filistin dijual menjadi budak.  Sejak itu bangsa Filistin dianggap musnah.  Tanah itu kemudian diklaim sebagai bagian dari Kerajaan Neo-Asyur.  Kemudian tanah itu pun ditaklukkan oleh Kerajaan Persia.

Di dalam Alkitab tertulis bahwa bangsa Israel pernah ditaklukkan oleh Nebukadnezar, Raja Babel sekitar tahun 500an SM.  Kemudian pada tahun pertama pemerintahan Koresh, Raja Persia, dia mengizinkan beberapa orang Yahudi pulang ke negerinya untuk membangun kembali kota Yerusalem yang hancur lebur saat ditaklukkan Babel. Setelah 70 tahun masa pembuangan di Babel, akhirnya seluruh bangsa Israel dikembalikan ke negerinya, Tanah Israel.

Kemudian Raja Alexander Agung menaklukkan bangsa Israel sekitar tahun 332 SM, sehingga bani Israel berada dibawah pemerintahan Kerajaan Yunani tahun 320 – 168 SM.  Sekitar tahun 63 SM Kaisar Romawi/Roma merebut Israel dan dijadikan salah satu provinsi Romawi yang diberi nama Provinsi Judea.  Sejak itu bangsa Israel berada di bawah perintahan Kerajaan Romawi.  Pun saat Yesus lahir hingga wafat.

Tahun 66-73 Masehi adalah perang Pertama Yahudi-Romawi yang mengakibatkan Raja Titus menghancurkan Yerusalem, termasuk kuil suci yg kedua, dan hanya menyisakan Tembok bagian Barat, yang kini dikenal dengan nama Tembok Ratapan.   Dibawah pemerintahan Romawi, bangsa Yahudi sebenarnya relatif bebas, maksudnya bebas dalam menjalankan ritual agama dan budaya.

Tapi sejak pemberontakan Bar-Kokhba tahun 132-136 Masehi, Kaisar Hadrian begitu marah atas pembangkangan bangsa Yahudi sehingga dia membunuh kurang lebih setengah juta orang Yahudi, menghancurkan 985 desa dan 50 benteng pertahanan.  Kemudian Kaisar Hadrian mengganti nama provinsi Judea menjadi provinsi Suriah Palaestina, kemudian menyingkatnya menjadi Palestina.  Hal itu dilakukan untuk meminimalis atau menghilangkan identitas orang Yahudi di wilayah tersebut, kemudian bangsa yahudi pun dilarang tinggal di sana sehingga Bangsa Yahudi berdiaspora hingga ke tanah Arab. Kemudian Kaisar Hadrian mengganti nama Yerusalem menjadi Aelia Capitolinia.

Kekaisaran Romawi Timur semakin besar di bawah Konstantinus Agung, kemudian Kaisar menjadikan Kristen agama Kerajaan, sehingga Palestina menjadi provinsi Kristen dari tahun 330-630 M.

Tahun 638 Khalifah Umar menaklukkan Yerusalem, dan orang Yahudi diperbolehkan kembali ke Yerusalem dibawah pemerintahan Islam.  Sejak saat itu banyak orang Arab yang ikut Khilafah Umar atau dari kerajaan-kerajaan sekitar bermigrasi ke Tanah Palestina, sehingga saat ini sebagian besar penduduk Palestina adalah orang Arab yang beragama Islam (mayoritas) dan Kristen (minoritas).  Tentu orang Arab berbaur dengan orang Yahudi.  Palestina masih terus menjadi wilayah yang diperebutkan sehingga senantiasa dilanda perang, salah satunya adalah Perang Salib.  Kemudian kekaisaran Turky Ottoman menguasai Palestina selama 400 tahun dan menyerahkan Palestina ke tangan Inggris setelah kalah di Perang Dunia I.

Masa pemerintahan Inggris atas kawasan tersebut, dikenal dengan Brithis Mandate yang akhirnya membagi wilayah tersebut, yakni tanah di sebelah kanan Sungai Jordan menjadi negara TransJordan atau sekarang menjadi Kerajaan Jordania.  Itulah sebabnya sebagian besar nenek moyang orang Jordan adalah orang Palestina.  Sedangkan lahan yang di sebelah kiri Sungai Jordan awalnya hendak dibagi dua menjadi negara Yahudi yang diberi nama Israel dan negara Arab yang diberi nama Palestina. (lihat peta / gambar di atas)

Tetapi seperti kita ketahui, pembagian lahan inil menuai banyak masalah dan membuat perang yang tidak berkesudahan antar Palestina dan Israel hingga hari ini.  Demikian kira-kira secara singkat perjalanan panjang sepotong tanah yang bernama Palestina, yang di atasnya pernah bermukim berbagai bangsa-bangsa kuno yang saat ini sudah tidak ada dan bangsa-bangsa yang masih bertahan hingga saat ini.  Sepotong tanah itu juga pernah dikuasi oleh berbagai kerajaan atau kekaisaran yang berjaya menaklukkan kerajaan lainnya.  Demikianlah cara hidup bangsa-bangsa jaman dahulu.  Jaman modern sudah tidak dikenal penaklukan teritori suatu negara atas negara lain, tapi saat ini yang terjadi adalah penaklukan lewat ekonomi dan politik.

Demikian kurang lebihnya, semoga apa yang kutuliskan ini berguna.  Bila ada yang merasa tidak puas, ya, memang tidak bisa memuaskan semua orang.  Enjoyyy…! 🙂

Jakarta, August 3, 2013

Mery DT

 

Source:

  1. Early History of Palestine http://www.palestinefacts.org/pf_early.php
  2. Weinstein, James M “Palestine and Israel” and “Palestina dan Israel”, Bulletin of the American Schools of Oriental Research  (313): 65–74. ISSN0003-097X.JSTOR 1357617.
  3. Definition of Palestine http://www.ancient.eu.com/palestine/
  4. History Through World War I to the British Mandate http://www.palestinefacts.org/pf_ww1.php
  5. Origin of the Name Palestine http://www.palestinefacts.org/pf_early_palestine_name_origin.php
  6. Timeline for the History of Judaism https://www.jewishvirtuallibrary.org/jsource/History/timeline.html
  7. What is Palestine and Palestinians? http://www.science.co.il/History-Palestine.php
Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Celoteh and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s