Tanggal keramat itu 9 Juli 2014

Konser Salam 2 Jari_01_JokoAnwar.R1

Tanggal keramat itu akan mengubah wajah Indonesia

Kembali ke masa lalu bersama Presiden yang ingin memberikan gelar Pahlawan Nasional pada Soeharto, atau menyongsong masa depan bersama Presiden yang tidak mau berkoalisi dengan partai yang meminta jabatan.

Menjadi negara yang mengutamakan keseragaman dengan sikap keras cenderung otoriter atau menjadi negara yang mengedepankan keberagaman dan menumbuhkan kreatifitas musisi dan seniman.

Negara yang rakyatnya berjarak dengan pemimpinnya seperti pemimpin-pemimpin sebelumnya, atau negara yang pemimpinnya berbaur bersama rakyat mendengar dan mengatasi masalah-masalah rakyat.

Negara dengan pemimpin yang mengagungkan materi dan objek kesayangan yang mahal, atau pemimpin yang sederhana dan tak canggung mengotori tangannya dengan tanah dan lumpur.

Negara dengan pemimpin yang pintar berretorika dengan visi misi luar biasa hingga mengawang di langit atau negara dengan pemimpin yang gagap berpidato tapi lancar menjelaskan detail pekerjaannya karena dia adalah pemimpin rakyat yang hobby bekerja, bekerja dan bekerja.

Negara dengan pemimpin yang memiliki beban masa lalu atau negara dengan pemimpin tanpa beban sehingga langkanya ringan dan dia bisa berlari membawa bangsa ini meraih masa depan yang lebih cerah.

Konser Salam 2 Jari_05.R1

Tanggal keramat ini sudah di ujung jari.

Pemilihan Presiden kali ini sungguh luar biasa.  Pujian, fitnahan, cemoohan, hinaan terhadap kedua calon pasangan Presiden betebaran di angkasa bagai debu di jalanan tanah merah yang dilewati mobil ngebut.

Ratusan hingga ribuan seniman kelas kakap hingga kelas teri telah menorehkan kreatifitas untuk mendukung Jokowi, bahkan seniman manca negara memberikan dukungannya. Konser Salam 2 Jari pada 5 Juli 2015 kemaren di Graha Bung Karno telah menorehkan sejarah pergerakan rakyat, People Power.  Aku merinding.

Pemilih di luar negeri juga meningkat hingga 300% demi mengubah masa depan bangsa ini.  Ribuan saudara-saudariku para buruh migran di Hong Kong bersemangat mengantri dari jam 7 pagi hingga sore, terguyur hujan dan terpapar teriknya matahari, dan mereka setia menunggu giliran masuk ke bilik suara.  Sayang sekali hingga jam 5 sore masih ada sekitar 400-500 orang yang tidak punya kesempatan memilih karena waktunya habis.  Aku merinding.

Di negara-negara lain juga demikian.  Mereka antri mengular di kedutaan-kedutaan besar Indonesia di setiap negara.  Eforia ini menggetarkan.  Aku merinding.

Iya.  Besok, tidak sampai 24 jam lagi, aku akan ke TPS dan memilih JOKOWI – JUSUF KALLA sebagai Pesiden dan Wakil Presidenku.  Di tangan mereka kutitipkan masa depanku, keluargaku dan bangsaku.

Semoga Tuhan merestui Indonesia memiliki Presiden yang melayani, seperti yang Tuhan ajarkan di kitab suci.

Seperti Engkau memilih Musa yang gagap berbicara jadi pemimpin umat pilihan-Mu, berkati Jokowi dan Jusuf Kalla menjadi Pemimpin nasional kami ya, Tuhan.

Aku memohon pada-Mu dengan air mataku.

Konser Salam 2 Jari_07.R1

Jakarta, 8 Juli 2-14, 20.30 WIB

Mery DT

Note: Foto2 ini bukan milik saya, saya ambil dari Time line Twitter.  Bagi pemilik photo ini saya mohon maaf telah memakainya di artikel ini.  Foto2 ini sangat luar biasa.

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Negeriku & Politik and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s