Mempunyai Pasangan Bisexual, Dilanjutkan atau Ditinggalkan?

LGBT Contest

Hari ini aku membaca komen di artikel Pergulatan Batin Seorang Bisexual, di sini.  Awalnya aku mau jawab langsung di comment box, tapi karena kepanjangan, kupikir lebih baik dijadikan satu blog post terpisah.

Demikian pertanyaan Edaelian;

thank you untuk tulisannya. membuka wawasan dan stay positif.
Saya memiliki teman yg pacarnya juga seorang bisex dan udah berjalan 4th. sampe sekarang masih mengalami pergolakan batin apakah kelak benar benar bisa berubah total ataukah hanya kedok. Mereka saling mencintai dan sudah ke arah lebih serius. Si perempuan pun mau membantu prianya untuk berubah. tapi di sisi lain, perempuan setiap hari harus meyakinkan dirinya sendiri juga akan hubungannya tersebut. mungkin mba Merry bisa memberikan masukan dan saran yang bisa membuat perempuan jauh lebih untuk yakin melanjutkan atau meninggalkan hubungannya tersebut karena melihat prianya mau jujur akan keadaan sebenarnya saja itu sudah hal yang luar biaasa bagi si perempuan 🙂

 

Hi Edaelian,

Terima kasih udah mampir di site ini dan juga reblog artikelnya.  Semoga tulisan2 di sini bisa membantu walau cuman sedikit.  Senang membaca komen kamu, semoga aku bisa membantu masalah teman kamu ya.

Berbicara mengenai bisexual, ini menarik, terutama di negara-negara yang tidak ramah terhadap homosexual seperti Indonesia.  Banyak gay (lelaki/perempuan) yang mengaku bisexual karena “ketahuan” memiliki hubungan dengan sejenis.  Mengaku bisexual itu lebih aman dibanding mengaku gay, karena dengan label bisexual seseorang masih bisa diterima pasangannya untuk menikah.  Karena menikah masih salah satu “keharusan” di budaya kita.

Kalau di negara-negara yang masyarakatnya sudah menerima pasangan sejenis, jarang sekali orang dengan orientasi seksual biseksual yang mau mengaku biseksual.  Mereka biasanya menghindari label tersebut, karena biseksual sering diidentikkan dengan orientasi seksual yang greedy atau rakus.  Bahkan di komunitas gay (pun di Indonesia), bisexual sering tidak disukai, karena “ketakutan” dia akan meninggalkan demi lain jenis.

Itu sebabnya aku bilang biseksual itu jadi menarik dan rumit tentunya.  Aku tidak mengatakan semua yg mengaku biseksual itu sebenarnya gay.  Bukan.  Karena biseksual itu memang ADA. Makanya ada B di dalam LGBT.  Jadi label bisexual itu lebih “diterima dan dimaafkan” dikalangan heteroseksual di negara-negara yang tidak ramah terhadap gay, seperti Indonesia, dengan harapan, lewat konseling dan ajaran agama dia akan “sembuh/tobat” menjadi heteroseksual.  Itu menurut pikiran orang kebanyakan.

Dari yang kupelajari, biseksual akan tetap biseksual, gay akan tetap gay, heteroseksual akan tetap heteroseksual.  Bila ada gay/biseksual berpasangan (hanya) dengan lawan jenisnya, itu masalah keputusan pribadi saja, yaitu berdasarkan nilai-nilai terpenting yang dia anut.  Misalnya, ajaran agama, tuntutan keluarga, harga diri (karena dianggap menjadi gay itu memalukan), dll.  Tapi jauh di dalam hatinya dia tetap biseksual/gay karena secara genetika dia gay.  Kamu bisa baca hal ini di sini.

Di negara yg tidak ramah terhadap gay, banyak gay/biseksual (lelaki/perempuan) yang mengaku heteroseksual dan seumur hidupnya menjalani cara hidup secara heteroseksual, karena hanya cara hidup seperti itu yang diterima keluarga, agama & masyarakat.

Membaca sepotong cerita kamu di atas, aku tidak jelas, apakah sejak awal pacarnya mengaku biseksual atau setelah si perempuan mencurigainya?  Kalau sejak awal, itu bagus, karena dia mau jujur.  Sepanjang si pria tidak pernah menyembunyikan kehidupan lain yang dia jalani, temen kamu tidak perlu galau.  Tapi kalau kegalauannya muncul karena merasa ada hal yang ditutup-tutupi, coba baca artikel ini deh, apakah ada kecocokan dengan pacarnya.  Bila memang ada, maka kemungkinan dia sebenarnya adalah gay yang ingin menikah dengan perempuan demi (mungkin) tuntutan keluarga.  Seperti kubilang sebelumnya biseksual akan tetap biseksual, gay akan tetap gay, heteroseksual akan tetap heteroseksual.  Bila ada gay yang “bertobat” jadi heteroseksual, itu hanya tampilan luar.  Di dalam hatinya dia akan selalu berperang antara hasrat dan nilai-nilai yang dia coba perjuangkan.

Dalam hal berpasangan, apa pun orientasi seksualnya, ada 1 hal yang tidak boleh dilanggar yaitu berselingkuh, dengan siapa pun yang dia selingkuhi, laki/perempuan.  Berselingkuh itu bukan bawaan orientasi seksual, tapi bawaan sifat.  Kalau memang orangnya jujur, di awal hubungan dia harus mengatakan orientasi seksualnya yang sebenarnya.  Dan bila telah resmi berpasangan, dia tidak boleh lagi berselingkuh dengan siapa pun. TITIK.

Aku suka menonton vlog dari pasangan Rose Ellen Dix (lesbian) di sini, dan Rosie (bisexual) di Youtube.  Aku suka pasangan ini karena sangat lucu dan pintar, juga cantik :). Mereka tinggal di UK.  Di videonya yang berjudul MY COMING OUT STORY, di sini, Rosie mengatakan dia pernah punya pasangan lelaki dan peremuan, tapi bila berpasangan dengan pria, maka dia tidak akan mau berselingkuh dengan perempuan.  Demikian juga bila sedang berpasangan dengan perempuan, dia tidak akan berselingkuh dengan pria.  Kata Rosie “Jika aku sedang single, dan aku merasa kesepian, aku tidak akan berpikir mengejar pria itu dan wanita itu. Aku hanya ingin seseorang yang memperlakukanku dengan baik dan aku merasa spesial. … aku biseksual, aku bisa dengan lelaki atau perempuan, tapi aku hanya ingin dengan Rose.”  FYI, mereka sudah berhubungan 3 tahun dan baru saja bertunangan.

Yang mau aku katakan adalah, jangan karena mengaku biseksual trus minta dimaklumi bila dia punya hubungan dengan sesama jenis/lawan jenisnya.  Kembali ke temannya, silakan dipelajari keperibadian pasangannya, jujurkah atau pendustakah?  Maukah seumur hidup menghadapi masalah yang sama karena dia suka berbohong atau merasa dia memiliki kehidupan ganda.   Rose yang tidak mempermasalahkan pasangannya biseksual karena Rosie terbuka.

Biasanya perempuan punya indra yang sangat tajam bila pasangannya berselingkuh.  Kalau merasa tidak nyaman dengan hubungan karena pasangan kurang/tidak terbuka, langkah selanjutnya ada di teman kamu; bertahan dan akan menghadapi masalah yang sama seumur hidup atau meninggalkannya dan cari seseorang yang dia merasa nyaman karena tidak ada yang ditutup-tutupi.  Ketidaknyamanan ini bukan masalah orientasi seksualnya, tapi ini masalah karakter dan sifatnya.

Aku pernah menulis artikel tentang Bagaimanakah Cinta itu seharusnya, di sini.  Juga aku pernah menuliskan artikel tentang bisexual lainnya yang berjudul Lesbian Mom & Bisexual Mom, di sini.  Bila berkenan silakan dibaca.  Mungkin artikel ini dapat memberi sedikit pencerahan.

Demikian jawaban dari saya, semoga membantu.

 

Salam,

Mery DT

Jakarta, July 1, 2014

 

Advertisements

About Mery DT

Since January 2018 I can't manage this blog because Ministry of Communication and Informatics of Republic Indonesia has banned this blog. I am using Three Network as internet connection provider, and it doesn't allow me to visit my sites. I knew, it must be related with my content of blog, especially advocation for sexual orientation. F*ck Indonesian free speech or free writing or free of thoughts. I only can open this blog until my stat page. I see several visitor from Indonesia in my stat. So I have to find out what provider that they use so I can continue to manage this site.
Gallery | This entry was posted in LGBT, Sexual Orientation and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

22 Responses to Mempunyai Pasangan Bisexual, Dilanjutkan atau Ditinggalkan?

  1. edaelian says:

    Reblogged this on colorfullife and commented:
    jawaban dari semua jawaban. Think !

    Like

  2. edaelian says:

    Awl tahu bisex nya krn perempuan curiga mba dan hingga saat ini si perempuan mulai mengenal “teman” prianya satu per satu.
    Btw, thank you so much mba Merry. Good article.
    Membuka wawasan lebih jauh dg dunia seperti ini dan banyak link-link yang super dimuat 😀

    Salam 🙂

    Like

  3. bybyq says:

    Hai 🙂 Aku jadi pengen ikutan komen dooong…

    Attitude-ku sama dengan Rosie. Saat single ya iya lah aku bisa milih cewe atau cowo, tapi setelah menikah ya udah, pilihanku satu. Being bi bukan berarti aku mau semuanya pada waktu yang sama.

    Like

    • Mery DT says:

      Hiii Bybyq… nice to see you around… 🙂

      Yup… Seperti itulah seharusnya attitude bisexual. Hanya karena kelakuan beberapa bisexual yang suka berhubungan dengan lelaki dan perempuan dalam waktu bersamaan, memberi cap buruk bagi bisexual.
      Padahal secara statistik jumlah bisexual itu lebih banyak dari gay/lesbian.

      Like

      • Nisa says:

        Kak mau share juga ya, kalau misal pasangan kita mengaku di awal pacaran jika pernah menjalani hubungan biseksual gimana ya tetap dilanjutkan?di sisi lain dia juga bilang ingin sembuh dan menjadi heteroseksual, apa bisa ya kak, mohon reply ya kak, Terimakasih

        Like

  4. Nisa says:

    Kak aku boleh share juga ya, kalau misal pasangan kita mengaku di awal pacaran kalau dia biseksual, apakah tetap dilanjutkan?aku benar benar bingung kak, di sisi lain dia mengaku juga ingin sembuh dan hidup normal layaknya heteroseksual, mohon penjelasan ya kak.. Terimkasih

    Like

    • Mery DT says:

      Hi Nisa, maaf sekali aku baru lihat pertanyaan kamu ini, sudah setahun. Walaupun begitu aku akan coba jawab ya.
      Kalau maksudnya sembuh adalah berubah dari biseksual menjadi heteroseksual itu gak mungkin. Tapi kalau dia setia pada pasangan heteroseksualnya itu sangat mungkin. Karena biseksual itu bisa berpasangan dengan sejenis juga lain jenis. Jadi tergantung pada keperibadiannya, dia orang yang setia atau tidak.
      Semoga masih berguna. 🙂

      Like

  5. Anonymous says:

    Ketika pasangan Anda seorang biseksual, kemudian Anda cemas karena dia kemungkinan akan menyukai atau berselingkuh dengan lawan jenis atau sesama jenis dari Anda, yang salah adalah Anda sendiri, bukan orientasi seksualnya sebagai seorang biseksual. Kalau Anda cukup yakin bahwa pasangan Anda mencintai Anda, kenapa harus cemas? It’s all your fault to feeling insecure about yourself and the whole relationship.

    Like

  6. Susana wikan says:

    Ini melenceng dari topik bahasan. Apakah orang yang pernah selingkuh itu akan mengulangi berselingkuh di h hubungan yang baru ?

    Like

    • Mery DT says:

      Hi Susana,
      Ada orang yang memang doyan selingkuh. Walaupun sudah bersumpah tidak akan berselingkuh lagi, dia akan tetap mengulanginya.
      Tapi ada juga orang yang sangat menyesal atas perselingkuhan yang telah dia lakukan. Untuk mengetahuinya dia tipe yang mana, tentu butuh waktu.
      Kalau kamu percaya dan yakin dia tidak akan berselingkuh lagi, ya lanjutkan saja. Tapi kalau kamu tidak bisa percaya lagi, apa pun yang dia lakukan selalu membuatmu curiga, itu kamunya yang kasian. Kamu tidak bisa hidup tenang dan santai. Dari pada demikian, lebih baik kamu cari pasangan lain yang bisa kamu percaya 100% sehingga kamu bisa menjalani hidup dengan santai dan happy.

      Semoga membantu. 🙂

      Like

      • Susana Wikan says:

        Hallo mba Mery terima kasih atas reply nya … apakah ada ciri khusus dari fisik atau attitude jika seorang pria adalah gay / biseksual ? Apakah tanda seperti jari manis keangkat (nge-trill) saat pegang sendok garpu bisa dikatakan “melambai” ? Hehehe terima kasih sebelumnya

        Like

        • Mery DT says:

          Hi Susana,
          Maaf saya baru perhatikan ini, ternyata belum saya balas dan sudah lama sekali.
          Jadi ada istilah Gender Expression / Ekspresi gender, yaitu cara seseorang mengekspresikan identitas gendernya misalnya melalui prilaku, cara berpakaian, potongan rambut, suara dan bahasa tubuh.
          Secara sosial (seperti kesepakatan sosial) orang mengklasifikasikan tindakan secara gender. Bila laki-laki otu maskulin, sedangkan perempuan itu feminin. Bila ada lelaki nahasa tubuhnya gemulai seperti wanita sering dituduhkan gay. Padahal tidak selalu demikian.
          Orientasi seksual (gay ato biseksual) tidak selalu ditunjukkan dari bahasa tubuhnya. Banyak pria gay yang bahasa tubuhnya macho, dan banyak pula lesbian yang penampilannya sangat feminin. Sebaliknya yg tomboy kadang stright.
          Memang ada orang yang memiliki gaydar (gay radar), yaitu orang yg dapat mengidentifikasi orang lain yang dia lihat itu gay ao bukan. Tapi biasanya gaydar itu bisa tajam karena dari pengalaman bergaul dengan kaum gay.
          Biasanya gay yang punya gaydar. Tapi kadang-kadang yg stright juga bisa mengetahuinya karena sering bergaul dengan mereka.
          Tapi jangan terlalu percaya dengan gaydar itu 100%, karena bisa saja salah penilaiannya.
          Demikian, semoga membantu.

          Salam, Mery

          Like

  7. niiapanpan says:

    Makasi mbak mery udah buat artikel ini. Sangat menarik dan aku juga pernah punya teman yang berusaha di depan banyak orang agar terliihat hetero tetapi aku sendiri udah curiga kalau dia itu bisex.

    Like

  8. feli says:

    Mohon solusinya,aq mempunyai suami yg bisexual.kami sudah menikah 9 tahun n sudah di karunial 3 org anak. Tp sampe skg suamiq masih tetap berh.dgn laki2.bisakah sembuh dr bisexual.mojn bantuannya

    Like

    • Mery DT says:

      Hi Feli,
      Terima kasih sudah mampir.
      Saya bersimpati atas keadaan rumah tanggamu.
      Orang yg biseksual akan biseksual selamanya. Yang dilakukan suamimu bukan karena orientasi seksual semata, tapi itu perselingkuhan. Dengan lelaki atau pun perempuan, itu tetap perselingkuhan. Banyak kok biseksual yang tidak berselingkuh. Yang setia pada pasangannya.
      Apakah dia bisa menghentikan perselingkuhannya dan setia pada pernikahan? Itu hanya dia yang bisa jawab. Tanyakan dia apakah dia bisa menjunjung tinggi kesucian pernikahan. Kalau dia ragu menjawab, berarti dia akan seperti itu selamanya. Keputusannya terserah kamu. Ingin mempertahankan rumah tangga demi anak-anak atau berpisah demi kesehatan psikis kamu, kamu sendiri yang putuskan. Pikirkan matang-matang.
      Aku berharap yang terbaik untuk keluargamu.

      Like

  9. Rino says:

    Saya biseks dan istri juga biseks, dengan sesama jenis hanya untuk menyalurkan nafsu tanpa perasaaan, jadi kalau lagi bosan saja.
    Terkadang saya menonton istri saya saat nge-seks dengan wanita lain, dan begitu juga sebaliknya.

    Yang saya takutkan, apakah ini akan menurun ke anak saya secara genetic?

    Like

    • Mery DT says:

      Hi Rino,
      Terima kasih sudah mampir dan mau sharing.
      Apakah biseksual menurun genetik. Tidak.
      Tapi bila si anak melihatnya, kemungkinan bisa meninggalkan kesan padanya yang akan muncul saat organ & hormon seksualnya sudah mature. Karena hubungan sejenis itu bisa juga terjadi karena pengalaman masa lalu, baik secara langsung (rape) atau melihat/menonton adegannya dan menimbulkan kesukaan padanya.
      Menurut saya seperti itu.

      salam.

      Like

  10. hellokitty says:

    halo kak!
    aku lagi bingung banget ini, aku mergokin pacarku kalo dia gay dari hasil aku sadap hp dia.
    aku bener bener gatau harus apa… aku ingin putusin dia tapi aku sayang banget kak, tapi aku sudah gabisa sama dia kalo dia gak bener2 tobat dari itu. tapi dari artikel yang kak merry tulis, ini itu bukan penyakit jadi emg gabisa disembuhin. so, aku harus apa kak? kayanya semua keputusanku hasilnya sama saja karena itu gabisa dirubah. tapi literally aku ingin dia berubah kak.

    Like

    • Mery DT says:

      Hi Kitty,

      Hebat juga kamu bisa jadi spionase kecil-kecilan, menyadap HP pacar.
      Kebenaran itu menyakitkan kan ya?
      Tapi itu yg lebih baik dari pada tertipu atau dimanfaatkan.
      Aku hanya mau bilang, kalau dia selingkuh dengan siapa pun atau apapun jenis kelaminnya, itu tetap perselingkuhan yang seharusnya tidak terjadi dalam sebuah hubungan.
      Bukan orientasi seksualnya yg kusoroti, tapi prilaku selingkuhnya.
      Tapi bila kamu konfirmasi ke dia, banyak alasan yang akan dia sampaikan kepada kamu, yang mungkin bisa jg bikin kamu luluh, apalagi kamu masih sayang padanya.
      Gay / biseksual di negara2 seperti Indonesia (masih kental dengan agama dan campur tangan masyarakat dalam kehidupan pribadi orang lain), sering kali mempunyai kehidupan ganda. Itu cara mereka mengatasi kebutuhannya. Orientasi seksual tidak akan berubah, kecuali orang tersebut mau merubah diri menjalani kehidupan heteroseksual. Itu dua hal yg berbeda.
      Sekarang terserah kamu, masih mau melanjutkan atau tidak.
      Semoga membantu.

      Salam,
      Mery DT

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s