Pertobatan Hanya Sejauh Kesembuhan

ultah Pia.r1 Semalam, saat makan malam di La Piazza Kelapa Gading bersama teman-teman (Kak Lina, Pia & N’cie) secara spontan aku berseloroh “pertobatan itu hanya sejauh kesembuhan”. Teman-teman ngakak, mendengar celotehku itu. Sebelum seloroh spontan itu, aku bercerita bahwa pernah suatu malam (sekitar Agustus 2012) sehabis party di Melly’s Kebun Sirih, aku berdoa dan bernazar meminta kesembuhan atas kesakitan yang saat itu kurasakan, yakni tenggorokan dan dadaku terasa terbakar, serta kaki dan tangan terasa kesemutan. Penyebabnya pasti karena aneka macam minuman (alkohol) yang masuk lewat tenggorokanku dalam kurun waktu 4-5 jam pada malam itu. Saat kesakitan itu aku mohon kesembuhan dan berjanji tidak akan minum (alkohol) lagi. Bisa kukatakan bahwa malam itu adalah malam tersakit akibat alkohol yang pernah kurasakan. Ketika itu aku sama sekali tidak bisa tidur hingga pagi. Setelah agak siang kesakitannya berkurang, tentu ada efek dari obat sakit kepala yang kuminum. Malam hari, sakitnya berangsur berkurang. Hingga 2 hari kemudian baru terasa sehat seperti semula.

Sebetulnya kejadian malam itu bukan pertama kalinya aku merasa kesakitan akibat alkohol, aku pernah menulisnya di sini. Kemudian pernah juga setelah acara minum bareng teman-teman, paginya aku merasakan sakit pinggang yang luar biasa. Sakit pinggang tersakit yang pernah kurasakan. Ternyata sakit itu akibat selama tidur aku tidak bergerak sama sekali untuk merubah posisi tidurku. Seperti tidur mati. Sehingga, kata temenku yang perawat di USA, syaraf dan otot pinggangku jadi keram. Ntahlah bagaimana bahasanya ketika dia menjelaskan. Intinya adalah sakit akibat kebanyakan minum alkohol sehingga aku tidak mampu bergerak merubah posisi tidur selama berjam-jam. Ternyata tidur tidak bergerak bisa membuat cedera dan fatal.

Dan malam minggu kemaren, aku kembali membuat kegaduhan saat party ultah Pia di Master Piece Karaoke milik Ahmad Dhani. Crowd-nya tentu teman-teman Pia yg kebanyakan flight attendants dari sebuah penerbangan terbaik di negeri ini. Aku memang sudah kenal beberapa orang dari mereka, tapi banyak juga yang tidak. Sebelum ke sana, aku sudah berkomitmen untuk puasa nikotin dan alkohol. Ternyata aku cuman lulus di puasa nikotin dan GAGAL TOTAL di alkohol. Kesimpulannya aku mabuk berat, jackport berkali-kali. Toilet is my best friend. Nah, karena cerita inilah maka teman-temanku tertawa terbahak-bahak ketika kukatakan “pertobatan itu hanya sejauh kesembuhan.” Ya, memang kusitir dari “Tuhan hanya sejauh doa.”

IYA. Untuk nikotin dan alkohol aku memang paling jago melanggar nazar / janjiku sendiri.

Jangan salah paham, aku bukan ketergantungan alkohol atau ketergantungan rokok. Tidak sama sekali.  Aku sering menyebut diriku social smoker dan social drinker, karena bila di rumah aku sama sekali tidak merokok dan tidak minum alkohol. Tapi bila sudah berkumpul dengan teman-teman (rata-rata perokok) aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak merokok dan minum. Ntah kenapa selalu lebih banyak rokok yang kuisap dan minuman yang kutenggak dari pada si perokok aktif saat berkumpul seperti itu. Ternyata aku social smoker dan social drinker yang buruk stadium empat.

Sehabis party itu aku menginap di rumah Pia. Dia memang sudah menjadi sahabat sekali gus saudara bagiku. Saat bangun tidur aku mendapati diriku merasa malu atas apa yang terjadi saat party semalam. Aku cenderung menghindar supaya tidak membicarakannya. Tapi bagi teman-teman itu hal yang lucu. Iya, seperti biasa, bila dalam kondisi mabuk, aku jogget tanpa henti, menarik orang-orang (walau tidak ku kenal) untuk berjoget bersama hingga membuat suasana gaduh dan heboh. Tentu teman-teman senang dengan kehobahan seperti itu. selalu saja ada leader keributan dalam sebuah pesta bukan?

Ternyata setelah aku jackport dan duduk terkulai di sofa, acara menjadi kentang. Kata teman-teman, suasana langsung drop, enggak seseru sebelumnya. Aku cuman merasa bersalah pada Pia, karena kemeriahan pestanya menjadi drop. Seharusnya ada yang mengkontrol minuman yang kutenggak. Saat pesta ultah Lucy sebelumnya (di tempat yang sama) aku bisa survive sampe pulang karena Pia dan kak lina menangkap gelas ku bila aku mau minum lagi. Mereka sudah tahu betul level kemampuanku tubuhku terhadap alkohol. Akh, ternyata aku masih bayi yang harus dijaga bila sudah berhadapan dengan wine. 😦

Anyway, happy birthday my fellow Aries, my beloved sister also best friend: Pia Wilson! Semoga tahun depan gw masih bisa hadir di pesta ultah lu, dan bisa bersikap lebih baik. Dan semoga semua yang lu rencanakan bisa terwujud. Amin!

 

Jakarta, 22 April 2014

Mery DT

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Celoteh, Friendship and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s