Syahrini Vs. SBY di Pengungsi Sinabung

syahrini_sinabung2

Tadi sempat nonton infotainmen tentang penyanyi Syahrini dan Indigo care yang mengunjungi pengungsi Sinabung di Sumatera Utara.  Memang tidak disebutkan dengan jelas posko mana yg didatangi, tapi sangat terlihat jelas kebahagiaan wajah-wajah pengungsi saat dihibur oleh penyanyi “Sesuatu” itu.  Awalnya aku tidak tertarik menontonnya, karena kupikir artis memang selalu bikin sesuatu supaya dirinya tetap eksis.

Tapi setelah kulihat keceriaan wajah para pengungsi dan sikap Syahrini yang tanpa batas dengan pengungsi.  Aku tersentuh.  Syahrini tidak hanya menyanyi kemudian pergi, tapi dia bercengkrama dengan pengungsi, menggendong salah satu balita pengungsi yang menarik perhatiannya (ibu bayi itu pasti akan membanggakan pada teman dan kerabat untuk jangka waktu yang lama bahwa anaknya di gendong oleh Syahrini), belajar menganyam pada seorang nenek yg sudah sepuh dan memberikan kain pasmina cantik pada si nenek (nenek itu tampak sangat bahagia sekali, bisa jadi akan memperpanjang usianya 🙂 ), dia juga tak sungkan mencicipi nastar buatan ibu-ibu mengungsi.

Dan malam sebelum mereka mengunjungi pengungsi, panitia melakukan jamuan makan malam dengan mengundang warga VIP kota Medan, dan pada kesempatan itu Syahrini menyanyi dan melelang barang-barang pribadi miliknya sehingga terkumpul donasi lebih dari Rp. 100 jt.  Kemudian donasi itu dibagikan kepada kepala-kepala desa yg desanya terkena erupsi untuk dibagikan ke warganya.

Kemudian tanpa sadar aku membandingkan kunjungan Syahrini ini dengan kunjungan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono sebulan lalu.  Jelas aku kasi 4 jempol untuk Syahrini dan tanpa jempol untuk SBY.  Ingin kukasi jari tengah, tapi itu tidak sopan, makanya kuurungkan.  Kenapa seperti itu penilaianku?

  1. SBY adalah Presiden seluruh rakyat Indonesia di mana pun berada.  Dia wajib dan sudah selayaknya dari dulu mengunjungi pengungsi tapi dia baru melakukannya setelah 4 ato 5 bulan, sedangkan Syahrini tdk punya kewajiban mengunjungi pengungsi tapi dia datang dengan hatinya merangkul para pengungsi.
  2. SBY datang dengan segala pengawalan yang bikin tidak nyaman para pengungsi karena posko pengungsi yang akan dikunjungi sudah disterilkan dari subuh. Pengungsi seperti terpenjara berjam-jam hingga Presiden dengan rombongan besarnya itu mendatangi mereka.  Pengawalan yang super ketat itu pun sangat mengganggu warga Kaban Jahe, karena kata teman saya yang tinggal di sana, suasananya sudah seperti mau perang saja.  Sedangkan Syahrini datang tanpa pengawalan ketat, dan dia bernyanyi melebur bersama pengungsi. Bercengkrama dengan mereka, memeluk mereka.
  3. SBY datang dengan rombongan besarnya dengan memakai fasilitas Negara, dan bantuannya juga dari kas Negara, sedangkan Syahrini datang dengan modal sendiri dan melelang barang-barangnya untuk disumbangkan.

Menurutku, pengungsi pasti lebih menyukai kunjungan Syahrini (atau artis siapa pun yang datang) dari pada kunjuungan Presiden yang membuat mereka stress karena pengawalan yang berlebihan.  Apakah masalah para pengungsi dapat langsung teratasi saat kehadiran SBY?  Saya rasa tidak, masih berupa janji.  Semoga janji itu akan terealisir.  Kemudian lagi, setelah Gunung Kelud meletus, pengungsi Sinabung merasa seperti anak tiri bangsa, karena SBY langsung ke pengungsi Kelud padahal gunungnya baru beberapa hari meletus!  Sedangkan pengungsi Sinabung harus menunggu berbulan-bulan baru mendapat perhatian dari Presiden.  Betapa berbeda perlakuan Presiden SBY terhadap pengungsi di Sinabung dan Kelud.  Padahal kalau ke Medan hanya 2 jam naik pesawat + 2 jam dari medan ke Kaban Jahe.  Tapi SBY kekeh ke Kediri dengan menaiki kreta api yang perjalanannya pasti lebih dari 4 jam.  Tak salah juga kalau sering kita dengar celetukan bahwa Indonesia ini hanya Pulau Jawa.  Miris karena Presiden membuat celetukan itu menjadi benar.

Kunjungan Syahrini dan artis-artis lain pada pengungsi atau koban bencana apa saja pasti sangat tak ternilai.  Mereka tidak punya kewajiban melakukannya tapi dengan jiwa kemanusiaanya meluangkan waktu menghibur para korban.  Salut buat semua para entertainer yang punya hati menyumbang dan mengunjungi korban bencana.  Pengaruh mereka sebagai pesohor telah mereka manfaatkan secara positif untuk menolong saudara-saudara kita yang sedang kemalangan.  Kehadiran Syahrini dan kawan-kawan saja sudah memberi penghiburan bagi mereka yang sedang bersedih.  Pasti banyak yang nyinyir pada kehadiran orang seperti Syahrini di tengah para korban bencana.  Tapi penyinyir akan tetap penyinyir, dan mereka tidak akan berbuat apa-apa.  Bagi semua orang yang telah meluangkan waktu, harta, dan tenaga membantu korban bencana apa saja, aku salut.  Tuhan memberkati kalian semua, para relawan dan penyumbang donasi.

Jakarta, 20 February 2014

Mery DT

Catatan: Foto di atas adalah milik cumicumi.com

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Celoteh, Negeriku & Politik and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Syahrini Vs. SBY di Pengungsi Sinabung

  1. iin says:

    artikel bagus. dan jempol buat syahrini cs ke sinabung. semoga Allah memberkahi semua. aamiin

    Like

  2. Terimakasih infonya gan …

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s