Jumlah Lesbian semakin meningkat di usia remaja?

"Chely Wright: Wish Me Away" New York Screening - Arrivals

Ini adalah artikel yang sudah lama mulai kutulis tapi terbengkalai, dan akhirnya bisa kuselesaikan.  Silakan disimak bila berkenan.

Beberapa waktu lalu, koran lokal kita pernah menurunkan berita bahwa remaja Amerika semakin banyak menjadi lesbian sehingga angka kehamilan muda semakin menurun.  Agak aneh sih judul berita tersebut, kalau tidak sampai hati mengatakan ironis, karena menyiratkan ada kebaikan dari kondisi yang dihujat oleh kebanyakan orang.  Aku tidak terkejut oleh berita tersebut karena bila kita rajin mengamati video-video di youtube dan tumblr dari akun-akun LGBT, kita akan mengakui itu.

Seperti tertawa yang menular, demikian juga gaya hidup itu pun menular, terutama bila orang-orang yang melihat kemudian merasakan ada kesamaan kebutuhan, dan akhirnya terinspirasi oleh gaya hidup orang lain.  Gaya hidup yang menginspirasi cepat tersebar berkat jasa internet.  Di mana saja orang dapat mengakses berita, video, testimony dan lain sebagainya, melalui gedget yang semakin canggih.

Maksudku seperti ini.  Dulu, pada tahun 1950-an, Dr. Alfred Kinsey memperkirakan jumlah homosexual di dunia ini sekitar 6% dan jumlah biseksual sekitar 23 %, di mana biseksual yang berada di skala 1 (lebih cenderung heteroseksual) adalah 15%.  Jadi biseksual yang memiliki kemungkinan mempunyai pasangan sejenis hanya 8%.  Sehingga jumlah gay hanya berkisar 6-14%.  Untuk mempermudahnya orang-orang sering membulatkannya menjadi 10%.

Sebuah survey yang dilakukan oleh National Survey of Sexual Attitudes and Lifestyles (NATSAL) di Inggris memberikan trend perubahan angka yang cukup mencengangkan walaupun prosentasinya tidak sebesar hasil survey yang dilakukan Kinsey.  Pernah kutuliskan di sini.  Supaya lebih jelas aku tuliskan lagi.  Berikut 3 pertanyaan yang mengindikasikan trend kenaikan gaya hidup dengan sejenis.

Pertanyaan 1.  Pernahkah kamu punya pengalaman seksual dengan sesama jenis walau hanya sekali, dan tidak sampai melakukan kontak alat kelamin?

Jawaban Perempuan: 2,8 % di tahun 1990 dan 9,7 % di tahun 2000; ada kenaikan 246 %

Jawaban Pria 5,3 % di tahun 1990 dan 8,4 % di tahun 2000; ada kenaikan 58 %

Pertanyaan 2. Pernah punya pengalaman melakukan hubungan seks dengan sejenis?

Jawaban Perempuan: 1,9 % di tahun 1990 dan 5,7% di tahun 2000; ada kenaikan 200%

Jawaban Pria 3,7 % di tahun 1990 dan 6,3 % di tahun 2000; ada kenaikan 70%

Pertanyaan 3,  Apakah kamu punya pasangan sejenis dalam 5 tahun terakhir?

Jawaban Perempuan: 0,6 % di tahun 1990 dan 2,6 % di tahun 2000; ada kenaikan 333 %

Jawaban Pria 1,4 % di tahun 1990 dan 2,6 % di tahun 2000; ada kenaikan 86 %

Bila kita cermati angka-angka di atas, maka trend di kelompok perempuan memiliki kecendrungan punya pasangan sejenis lebih besar dari pada lelaki.  Kenaikan prosentase pada kelompok lelaki tidak lebih dari 100% sementara pada kelompok perempuan selalu di atas 200%.

Menurut artikel yang berjudul “Banyak Wanita diam-diam ingin bercinta dengan wanita lain” (1.  Penelitian yang dilakukan oleh Boise State University meneliti data dari 484 orang wanita heteroseksual, 60 % di antaranya tertarik secara seksual pada wanita lain. Sebanyak 45 % di antaranya pernah mencium seorang wanita dan 50 % di antaranya pernah membayangkan bercinta tentang wanita lain.

Sang peneliti, Elizabeth Morgan, profesor psikologi Boise State University di Idaho, mengatakan bahwa temuannya ini menunjukkan bahwa wanita sering merasakan keinginan yang lebih dari sekedar keramahan kasih sayang terhadap wanita lain.

“Sering dikatakan bahwa persahabatan wanita hampir tidak bisa dibedakan dengan hubungan romantis. Wanita didorong secara emosional untuk dekat satu sama lain. Itu memberikan kesempatan berkembangnya keintiman dan perasaan romantis,” kata Prof Morgan seperti dilansir DailyMail, Minggu (29/1/2012).

Setelah mempelajari banyak survey dan testimony di youtube dan aneka sosial media, aku berkesimpulan bahwa prosentase manusia yang hidup dengan pasangan sejenis, kecendrungannya akan lebih besar tiap tahun terutama pada kelompok perempuan.  Hal itu dapat dilihat dengan kasat mata melalui video-video coming out di youtube.   Prosentasi itu cenderung membesar tiap tahun bukan karena angka yang terlahir gay/lesbian semakin besar tapi karena pergeseran gaya hidup pada kelompok biseksual yang kini lebih banyak memilih hidup dengan pasangan sejenisnya.  Penelitian di Boise State University di atas telah memperjelasnya.  Dan juga pengakuan banyaknya perempuan di atas 40-an tahun yang akhirnya memutuskan hidup dengan sesama perempuan setelah sebelumnya menikah belasan tahun.  Perubahan orientasi seksual perempuan-perempuan ini dikenal dengan istilah Late blooming Lesbian (LBL), dapat dibaca di sini.

Perasaan remaja perempuan biasanya sangat gamang dan kikuk.  Dan anak lelaki seusia mereka masih egois, sehingga banyak gadis remaja yang merasa disakiti dan dimanfaatkan – secara seksual – sehingga remaja perempuan suka berbagi curhatan dengan sahabat perempuannya.  Jadi benar bahwa remaja di Amerika akhir-akhir ini banyak yang menjalani percintaan dengan sejenis.  Disamping tidak ada resiko kehamilan, mereka juga merasa saling memahami. Dengan banyaknya remaja yang coming out sebagai lesbian/gay di you tube, mereka pun lebih berani menjalani kehidupan cinta sejenis.  Mereka ini pun biasanya bukan lesbian tulen tapi kebanyakan biseksual yang melebel dirinya lesbian karena tidak paham tentang spektrum orientasi seksual atau juga karena takut dicap ‘rakus” karena mengaku biseksual.

Yang menarik adalah belakangan ini banyak pasangan sejenis yang diidolakan karena mereka sama-sama cantik bak model.  Aku suka melihat postingan foto (@)Natasha_Nicole8 di istagramnya, dia sangat cantik dan pacaranya pun sangat cantik.  Juga Rose & Rosie.  Mereka ini menjadi role model lesbian remaja.  Menurutku, pasangan tomboy/buch dan femme sudah tidak terlalu jadi patokan lagi, karena sudah banyak gadis cantik yang menginginkan pasangannya juga cantik seperti idola-idola mereka di channel-channel You Tube.  Silakan baca komen-komen mereka di video atau photo LGBT.

Untuk mendapatkan info yang paling akurat, aku mem-follow beberapa akun twitter gay/lesbian, banyakan yang dari luar negeri.  Kadang-kadang aku “stalking” pembicaraan mereka.  Mereka biasanya perempuan muda berusia 20-25 tahun.  Suatu kali Rosie, biseksual, berbicara dgn temannya, Si A, yang sebelumnya berpasangan dengan lelaki.  Kemudian Rosie mengkonfirmasi isu yg dia dapat bahwa Si A sekarang punya pasangan perempuan.  Kemudian Si A berkata “men are gross and jerk”.  Dan mengalirlah cerita tentang kekecewaan Si A tentang tabiat beberapa lelaki yang pernah dia pacari.  Trus kata Rosie “Itulah sebabnya gw pilih cewek. Lebih nyaman.”

Biasanya si perempuan yang sudah beberapa kali berhubungan dengan lelaki dan merasa hanya dimanfaatkan secara sexual, dan tidak mendapatkan perlakuan dan perhatian seperti yang diharapkan kebanyakan perempuan, akhirnya mencoba berhubungan dengan perempuan yang disukai secara fisik dan emosional.  Dan banyak perempuan yang merasa lebih nyaman berpasangan dengan perempuan.  Demikianlah banyak terjadi perubahan gaya hidup remaja maupun dewasa di Eropah dan Amerika.

Kenapa fenomena ini bisa terjadi?  Alasan terbesar adalah karena adanya gap yang lebar dalam memandang pemenuhan kebutuhan seks dan perhatian, juga implementasi kasih sayang antara lelaki dan perempuan.  Perempuan cenderung lebih menginginkan sentuhan nyata yang merupakan aplikasi rasa kasih & sayang dari pasangannya, misalnya pegangan tangan, ciuman, pelukan saat tidur (spooning) dan lain-lain.  Sementara bagi sebagian besar lelaki hal itu bukan prioritas, dan memandangnya kurang penting.  Lelaki lebih sering manis hanya saat sedang membutuhkan sex dan cuek setelah mendapatkannya.  Jangan ganggu aku dengan hobbyku, asal aku tidak selingkuh mau apa lagi sih?  Begitu kira-kira maksudnya.  Ada kekosongan yang makin lama makin besar di sana.  Sehingga bila dua orang perempuan saling mencintai maka emosi dan seksualitasnya terpenuhi secara timbal balik.  Demikian juga di kelompok pria pun berlaku hal yang sama.  Mereka merasa lebih nyaman bersama pria karena pasti lebih memahami kebutuhan pria.

Demikian sekilas bahasannya.  Semoga bermanfaat. 🙂

Jakarta, 26 January 2014

Mery DT

Catatan:

Foto di atas adalah penyanyi country Chely Wright dan penulis Lauren Blitzer, mereka telah menikah tahun lalu.

Source:

1. http://www.detikhealth.com/read/2012/01/29/160221/1828550/763/banyak-wanita-diam-diam-ingin-bercinta-dengan-wanita-lain

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in LGBT and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s