Tweet Tentang Tuhan dan BerTuhan

Rose 01

Sambil ngopi siang, aku ngecek-ngecek file dan lihat file ini, kemudian membaca ulang.  Hmm.. mungkin ada baiknya ku share di blog karena dulu belum sempat posting.  Ini adalah serial tweet yang kubikin karena terpicu oleh seorang temen di twitter yang menganggap aku “terdeteksi ateis” akibat membaca sebuah tweetku.  Dan aku sudah lupa bagaimana bunyi tweetku itu.  Malas mengecek ulang karena kejadiannya sekitar bulan Juli kemaren.

Okeh, supaya enak membacanya, aku akan memperbaiki kata-katanya terlebih dahulu karena banyak disingkat untuk menyesuaikan kemampuan twitter yang hanya bisa140 karakter dalam satu kali tweet.  Silakan disimak.

Tabik TL (Time line), Di hari Minggu yg sendu ini, gw ingin sharing tentang sesuatu. Yg tak berkenan silakan mute ato unfoll aja. J

Gw pernah dalam phase mempertanyakan agama dan membawa gw ke dalam pergumulan iman.  Gw baca Alkitab, Alquran, sedikit tentang Buddha & Hindu.

Gw sempat rakus mempelajari agama, yaitu sejarah, dogma dan cara penyebaran agama-agama tersebut.

Orang yang sungguh-sengguh mempelajari agama maka end up nya 2, yaitu menjadi fanatik atau murtad.

Yup, gw sempat fanatic dalam beragama.  5 hari dalam seminggu gw mengikuti kegiatan di gereja.

Kemudian masuk ke phase tricky, yaitu mempertanyakan iman. Phase ini pun IMO, 2 ujungnya, yakni menjadi atheist ato menjadi lebih spiritual.

Dan gw terdampar pada nomor 2, menjadi lebih spiritual, lebih ber-Tuhan dari pada ber-agama.

Gw menjadi lebih menghargai Tuhan dr agama-agama & kepercayaan lain dan juga menghormati orang yang tidak percaya Tuhan.

Seperti kata Carrie Lloyd (blogger yg sangat spiritual dari UK): I don’t like being referred to as religious, because religion focuses on the law, but I’m motivated by love of faith.

IMO, bila firman Tuhan di dalam Alkitab diperas menjadi 1 kata hasilnya adalah KASIH.  Maka itu yg menjadi pegangan gw.

Kalau pernah baca tulisan-tulisan gw di blog, pasti tahu kalau gw support cara hidup LGBT.  Karena menurut gw semua org sama dihadapan Tuhan. #kasih

Kan di dalam Alkitab, Tuhan melarang prilaku homoseksual?  Ya. Tapi yang nulis Alkitab itu manusia yg bisa salah saat terima firman Tuhan.

*Tambahan utk pemahaman tweet di atas dan setelahnya.  Aku tidak mengatakan Alkitab atau kitab-kitab suci itu salah, hanya aku mencermati bagaimana sekiranya proses penerimaan firman Tuhan itu tidak di terima utuh, atau salah menangkap maksud Tuhan.  Aku rasa berprikir kritis adalah cara beriman yang positif.*

Mungkin Tuhan berfirman A, tapi yang ditangkap & dituliskan si penerima wahyu adalah A+ atau A- atau bahkan B, C,D dan seterusnya.  Coba deh pelajari bagaimana cara nabi menerima firman Tuhan.

Ada yg mendapat wahyu lewat angin menderu (seperti Musa), lewat mimpi, bahkan seperti kesurupan, dan banyak lagi cara-caranya  Jadi bukan seperti cara berbicara pembaca berita di TV. Yang jelas dan tegas.

Bagiku Tuhan itu beyond (melebihi) Kitab Suci.  DIA tidak bisa digembok dalam 1 perpustakaan, apalagi dlm 1 kitab!

IMO, Kitab suci itu adalah buku panduan untuk mengenal Tuhan, tapi Tuhan tidak berdiam di dalam situ.

Kita dapat bertemu Tuhan dalam perjalanan spiritual.  Bisa saja kita bertemu image Tuhan dalam sosok seorang pengemis renta, atau seorang guru.

Atau pada sosok seorang pemimpin yang bijak dan rendah hati.  Jangan pernah membatasi cara kerja dan kuasa Tuhan dalam karyanya memperkenalkan diri pada manusia.

Kalau manusia bisa makin pintar, knapa Tuhan tidak? Kita slalu berusaha bikin Tuhan tampak bodoh & ketinggalan jaman.

Gw pun jadi paham bahwa Tuhan itu bukan bank atau ATM, yg bisa ngasi duit kapan pun gw butuh.

Bagi gw pribadi, Tuhan itu adalah orang tua yg bijak, sehingga sehina dan sekotor apapun aku, aku dapat datang & minta ampun pada-Nya. Dan Dia dengan segala kebijaksanaannya akan menasehati & mengampuni.

Seuzur atau setua apa pun seseeorang, ada sifat anak-anak di dalam dirinya, yaitu sifat yg ingin dibelaian ortu dan tempat mengadu.

Aku bisa menangis & mencurahkan apa saja yg ada dalam hatiku di hadapan Tuhan, karena bagiku Dia orang tuaku yg bijak.

Dari orang tua yg bijak akan keluar nasihat yg baik & berharga yg bisa membuat hidup kita lebih baik bagi sesama dan alam semesta.

Dengan demikian kitapun menjadi manusia yang lebih baik karena malu mengadu lagi dengan masalah yang sama.

Begitu pemahamanku akan Tuhan dan ber-Tuhan. ini bukan tentang beragama, tapi tentang perbuatan baik, buah dari ber-Tuhan.

Sejarah membuktikan bahwa salah satu sumber perang yang membuat puluhan juta manusia meninggal adalah Agama.  Hal ini disebabkan karena Tuhan orang-orang yang beragama digembok di dalam kitab suci.

Oleh sebab itu, jangan gembok Tuhan! Lepaskan Tuhan!!  biarkan DIA dia berkerja dan berfirman sesuai zaman.

Minggu, 21 July 2013

Mery DT

@zevanya

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Agama and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s