Review Film Aynehaye Rooberoo‎ (Facing Mirrors)

facingmirrors-stillFilm ini kutonton hari minggu lalu (30 Juni 2013) di Erasmus Huis Jakarta yang diselenggarakan oleh Q-Munity Kesetaraan Indonesia.

Aynehaye Rooberoo‎ adalah judul asli film ini dalam bahasa Farsi.  Setelah diterjemahkan ke bahasa Inggris menjadi Facing Mirrors, atau Face aux miroirs dalam bahasa Prancis.

Film Persia / Iran yang dibuat tahun 2011 ini adalah film debutan sutradara sekaligus penulis skrip, Negar Azarbayjani.  Sebagai film debutan yang memakai aktor yang rata-rata belum terkenal, film ini sangat bagus.  Kecuali Homayaoun Ershadi (sebagai Ayahnya Adineh) yang sudah memiliki banyak membintangi film, aktor lain sangat sulit mencari rekam jejaknya karena mereka adalah pemain pemula.  Review penonton di IMDB mendapat rangking 6,7

Berikut awardnya yang diperoleh Facing Mirrors:

–         Jury Award for Best Film—2011 Montreal World Film Festival;

–         Jury Award for Best Feature—San Francisco International LGBT Film Festival;

–         Grand Prix—Paris Gay & Lesbian Film Festival

–         Best Narrative Feature—Austin Gay and Lesbian Film Festiva)

Aku mencoba mencari informasi lebih banyak tentang film ini, misalnya lokasi shooting.  Soalnya pembuatan film yang bertema LGBT sangat sulit di Iran.  Saya langsung teringat dengan film LGBT Iran yang berjudul Circumstance.  Karena kesulitan izin dan lain sebagainya maka mereka memindahkan lokasi shooting ke Lebanon.  Aku tidak mendapatkan informasi tentang lokasi film Facing Mirrors ini.  Kalau benar di Iran, maka aku sangat takjub dengan pemandangan pada adegan pegunungannya.  Indah sekali.

Dibanding film Circumstance, aku lebih menyukai Facing Mirrors karena nilai kemanusiaan yang ditampilkan sangat sederhana dan menyentuh.  Tanpa ada adegan sex, film ini telah memberikan satu hi-lite bahwa film LGBT juga bisa zero sex scene.  Ini value yang bagus untuk LGBT.

Kritikku untuk film ini adalah openingnya tidak menarik sama sekali.  Dibuka dengan ucapan  wanita yang diulang persis oleh pria dengan gambar si wanita sedang berdandan di cermin kecil seperti spion mobil.  Trus tiba-tiba lompat ke scene di penjara.  Sepuluh menit pertama  bener-benar membingungkan bagiku.  Tapi setelah itu baru mulai tertangkap maksudnya dalam sepuluh menit ke dua.  Yang kusuka dari film ini adalah dialognya cerdas dan tidak over explanation – tidak terlalu menjelasan seperti sinetron/film Indonesia.  Mudah-mudahan hal ini bukan karena subtitle berbahasa Inggris, tapi dalam bahasa aslinyapun semoga benar dialognya efektif.  Cinematografinya juga bagus, jadi kita dapat menangkap detail kecil dari mimik aktornya.

Film ini memiliki 2 protogonis. Adineh atau Edi (Shayesteh Irani) dan Rena (Qazal Shakeri).  Adineh adalah gadis tomboy yang berniat melakukan operasi pergantian kelamin di Jerman.  Dia berasal dari keluarga terpandang dan kaya raya.  Ibunya sudah lama meninggal, dia dan abangnya dibesarkan oleh ayah mereka dengan cara yang sangat keras.  Karena mengetahui Adineh ingin ke Jerman untuk operasi kelamin, ayahnya marah dan langsung mengatur perkawinan Adineh dengan sepupunya yang juga adalah teman main masa kecilnya.

Ada satu line dari ayahnya Adineh yg membekas di hatiku ketika dia mengeluarkan Adineh dari Polisi, “Orang lain punya anak, saya punya masalah.”  Mau mengatakan bahwa dia sama sekali tidak bangga dengan ke dua anaknya.  Karena didikan keras sang ayah, Adineh tumbuh jadi gadis yang keras dan pemberontak, dan sering membuat masalah.

Rena adalah perempuan konservatif yang terpaksa menjadi sopir taxi demi memenuhi kebutuhan hidup bersama anaknya dan juga menyisihkan penghasilannya untuk membayarkan utang suaminya yang sedang di penjara.  Mertuanya tidak mengijinkan Rena, tapi dia harus mencari uang lebih untuk membayar hutang suaminya yg bila dihitung 20 tahun pun tidak akan lunas dengan penghasilan seorang sopir taxi.  Seorang perempuan yang menjadi supir taxi  sangat berbahaya di Iran. Demi keselamatannya, Rena hanya mengambil penumpang perempuan.

Suatu hari Adineh hendak melarikan diri dari rumah karena ayahnya sudah mengatur pernikahannya dengan Babaq, sepupunya.  Passpor yang dia pesan lewat temannya masih seminggu lagi baru selesai sehingga dia harus menyingkir sejauh mungkin dari ayahnya.  Saat ingin mencari taxi di pinggir jalan, dia diganggu dua orang lelaki dan tanpa pikir panjang Adineh menghantam seorang pria yang  menggangunya.  Adineh lari karena pria-pria itu mengejarnya.  Saat dia lari itu, ada taxi Rena di depannya, Adineh langsung melompat ke dalam taxi tersebut dan bernegosiasi mengantarnya ke sebuah kota, saya lupa namanya, mungkin Ka joor.  🙂

Dari sana awal cerita berjalan.  Mereka sempat berantem karena salah pengertian, dan cerita-cerita lainnya mengalir menjadi lebih kompleks.  Rena yang sangat konservatif dan miskin dengan segala permasalahan hidupnya dan Adineh yang modern dengan segala problematikanya dan menginginkan operasi transsexual.

Film ini sungguh bercerita tentang keperihan hati orang-orang yang berada dalam zona LGBT.  Karena ternyata putra Rena yang berumur 5 tahun cenderung lemah gemulai dan suka memakai perlengkapan pakaian perempuan.  Pergulatan batin Adineh menjadi pergulatan batin Rena juga, kerena dia membayangkan perasaan anaknya kelak.  Beberapa kali aku harus merogoh tas untuk mengambil tisu.  Dialognya yang ringan dalam memecahkan masalah terasa menyentuh dan tidak menggurui sama sekali.

Dalam skala 1- 10, aku kasi 7,5 untuk film ini.  Silakan ditonton, sangat layak untuk dinikmati karena ini bukan hanya tentang LGBT tapi tentang kemanusiaan.

Jakarta, July 3, 2013

Mery DT

Twitter : @zevanya

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Movie Review and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s