Gay bisa disembuhkan?

6452310-heterosexual-gay-and-lesbian-couples-illustration Tak kenal maka tak sayang.  Demikian kata peribahasa klasik yang masih pas untuk banyak hal, misalnya masalah LGBT atau homosexual yang selalu laris manis mendapat tanggapan miring dan hujatan sebagai pendosa. 😦

Aku selalu tergelitik untuk menanggapi bila isu ini menghangat di twitter.  Ada perasaan kasihan pada orang-orang yang selalu membawa-bawa pesan kitab suci dalam topik ini.  Ya, bagi banyak orang, khususnya yang sangat fanatik beragama, Kristen dan Muslim, sangat tekstual sesuai dengan Kitab Suci.  Pokoknya tidak ada yang lebih tinggi dari pada kitab suci, walaupun rasa kemanusiaan tercabik-cabik.  😦

Di kitab suci memang ada ayat yang mendiskreditkan homosexual.  Kemudian aku bertanya-tanya, apakah Tuhan sedemikian paranoidnya?  Bukankah Tuhan yang mencipta umatnya dengan kesempurnaannya Dia?  Kalau Tuhan membenci ciptaannya yang berbeda, bukankah dia sudah gagal sebagai yang Maha Kuasa?  Karena sebagai pemegang title “Maha Kuasa” Tuhan berkuasa menciptakan segala sesuatunya sempurna seperti yang dia inginkan sehingga dia tidak perlu membenci ciptaannya.  Apalah susahnya bagi Yang Maha Kuasa menghapuskan hasrat homosexual atau biseksual.  Hanya dengan satu tiupan pasti semua bisa berubah.  Benarkan?

Mungkin Tuhan itu memang baik dan dia mencintai semua ciptaan-Nya apa adanya.  Tapi orang-orang yang berbicara atas nama Tuhan lah yang membuat Tuhan itu buruk.  Mereka membuat kotak-kotak dan membangun dinding-dinding tebal keangkuhan golongan.  Mereka memenjarakan Tuhan di dalam wadah yang namanya kitab suci.  Mereka memasung Tuhan dan Dia tidak boleh lagi berfirman.  Masa Tuhan berfiman sudah selesai, begitu kata mereka.

Tapi menurutku, hingga kinipun Tuhan berfiman di dalam hati setiap umat yang mendambakan kearifannya.  Berbuat baik pada sesama dan alam, itulah firman yang selalu didengung-dengungkan dalam hati umat yang benar-benar berTuhan.  Bagaimana kita bisa berkata kita menyampaikan firman Tuhan apa bila firman yang kita sampaikan itu menyakiti sesama manusia dan menghakimi gay menjadi penghuni neraka jahanam.  Padahal seseorang itu berdosa atau tidak, masuk sorga atau neraka, adalah domain Tuhan.

Aku selalu merenung, bagaimana sekiranya penerima wahyu itu tidak dapat menangkap sempurna maksud Tuhan?  Karena setahuku, Tuhan berwahyu bukan seperti kita berbicara dengan teman lewat bahasa yang sama-sama kita pahami.  Tuhan berbicara biasanya lewat deru angin, bahkan ada yang seperti kesurupan.  Nah, kitapun mengakui bahwa manusia adalah mahluk tempatnya khilaf dan salah.  Bagaimana bila yang di maksud Tuhan adalah A tapi yang ditangkap sipenerima wahyu adalah B, atau A+ atau A-?  Fyi, aku Kristen yang sudah mempelajari Alkitab dari kitab Kejadian hingga Wahyu.

Aku akhirnya berpikir, apa sih esensi dari Tuhan itu?  Kalau semua firman Tuhan dalam Alkitab diperas, maka yang tersisa adalah “KASIH”.  Kasih adalah inti dari ajaran Tuhan dalam Alkitab.  Jadi itulah yang ku pegang.  Utamakan kasih bila engkau mentok mendapatkan jawaban dari semua persoalan.  Pun masalah homoseksual yang selalu mentok bila dibawa ke ranah agama.  Para fanatik agama akan membawa kisah Sodom dan Gomora. Ya, ya, yaaaa…  Aku tidak akan mengutip ayat-ayat disana.  Cuman kembali ke perenunganku tadi, bagaimana bila penerima wahyu tersebut tidak bisa menangkap 100% maksud Tuhan?

Sekiranya saja homophobic – penentang / pembenci homosexual –  ini mau meluangkan waktu untuk mempelajari homosexual dari sisi sains, sosial, psikologi dan lain sebagainya disamping dogma agama, aku yakin mereka akan merubah cara pandangnya dan berbalik bersimpati.

Sains mengatakan bahwa homosexual dapat terjadi karena factor genetik.  Siapa yang menciptakan gen tersebut?  Homosexual juga bisa terjadi karena pola asuh orang tua, kondisi sosial dan lain-lain.  Trus kenapa orang tua harus marah pada anaknya yang gay karena sebenarnya gay dari gen dan pola asuh mereka?  Apapun alasannya sehingga seseorang menjadi gay, tidak ada yang layak menghakimi gay dengan mengatakan mereka tidak normal dan akan menjadi penghuni neraka.  Itu sangat menyakiti mereka.

Dan aku selalu ketawa terbahak-bahak dalam hati bila ada orang yang mengatakan homosex itu bisa disembuhkan.  Bagaimana menyembuhkannya karena gay itu bukan penyakit?  Ada yang dengan penuh keyakinan berkata, dengan mempelajari agama banyak gay yang bisa lurus kembali.  Ini joke..!!!  Gay akan tetap gay.  Dia kemungkinan besar mengambil keputusan menjalani hidup secara heterosexual karena banyak hal, misalnya takut pada ancaman agama, takut tidak diterima di keluarga dan masyarakat dan lain-lain.  Mereka hanya menekan keinginannya sendiri dan menuruti keinginan mayoritas supaya bisa diterima.  Padahal jauh di dalam lubuk hatinya itu bukan keinginannya yang sesungguhnya.

Di USA sudah lama berdiri ex-gay ministry.  Kurang lebihnya gay yang ikut program dibimbing sesuai dengan ajaran Kristen supaya meninggalkan kehidupan gay, karena gay itu dosa.  Banyak gay yang ketakutan akan dosa akhirnya mengikuti program ini. Maka berkumpullah puluhan gay di dalam 1 ruangan.  Dan anda tahu apa yang terjadi??  Ada banyak yang menemukan pasangannya disana.  Mereka bukannya menjadi heterosex, tapi dari jomblo saat masuk akhirnya dapat pasangan di program tersebut.  Dan yang lebih miris adalah ada beberapa konselor yang keluar karena tidak tahan menjadi munafik dan akhirnya menikah dengan pasangan sejenisnya.  Mereka pun minta maaf pada semua gay yang pernah ikut dalam programnya karena menyadari apa yang mereka terapkan dulu hanyalah kebohongan.  Gay akan tetap gay.  Tidak bisa dirubah.  Silakan mencari di you tube dengan kata kunci “ex gay leader former”, akan banyak video kesaksian muncul.

Aku mau bilang pada orang-orang yang berkata “gay bisa disembuhkan, buktinya si ini atau si itu”.  Ya ya yaaa…!  Menurutku, mereka cuman menekan keinginan terdalam demi sesuatu yang dia anggap lebih bernilai dimatanya dan orang-orang sekitaranya.  Supaya diterima, supaya tidak malu, dll.  Dan satu lagi, banyak loh yang teriak-teriak anti gay karena sebenarnya dia sedang bergumul dengan keadaannya bahwa dia gay.  Dia tidak bisa berdamai dengan dirinya sendiri dan ingin mengubah dirinya. 🙂

Setelah menonton banyak video-video pasangan gay di you tube, awalnya aku risih melihat gay ciuman – terutama gay lelaki – tapi lama-lama biasa saja tuh.  Aku pun merasa: itulah cinta, semua menjadi indah.  Sama persis seperti pasangan heterosex yang saling mencinta.  Mata mereka berbinar saling memuja.  Bukankah itu indah?  Dari pada melihat pasangan heterosex tapi tanpa cinta, ya mendingan melihat pasangan gay penuh cinta dan semangat hidup mereka menggebu-gebu karena mereka bersuka cita hidup dengan orang yang dia cintai.

Seperti pernah saya katakan di tulisan yang dulu, gay itu bukan orang jauh, bisa saja mereka adalah orang yang kita sayangi; anak, saudara, orang tua, paman, tante atau sahabat terbaik.  Tentu kita tidak ingin mendiskriminasikan mereka bukan?

Persamaan hak homosexual untuk diakui dan mendapat legalitas untuk menikah masih tampak buram di negeri ini.  Tapi inilah perjuangan.  Dulu, hak budak untuk merdeka pun seperti tidak mungkin mereka dapatkan, tapi akhirnya bisa.  Dulu, wanita tidak punya hak memilih, akhirnya bisa.  Dulu, ada diskriminasi ras seperti di Afrika Selatan, pun bisa dihapuskan.  Pernikahan ras hitam dan ras putih dulu sangat terlarang, sekarang hal biasa.  Dan akan tiba giliran pernikahan gay pun terjadi.  Roda berputar, dan kita tidak bisa menahannya kalau tidak ingin tergilas.

Aku hanya ingin hidup tanpa diskriminasi.  Apa pun agama, pandangan politiknya, sukunya, dan sex orientasi, semua mendapat perlakuan yang sama di depan hukum dan semua orang saling menghormati.  Mari kita jauhkan hujat dan kesombongan kelompok.

Jakarta, 25 Maret 2013

MDT

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in LGBT and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s