Obama mendukung Gay dalam pidato Inaugurasinya.

Richard Blanco Tiga hari lalu Presiden Obama membuat sejarah dalam pidato inaugurasinya yang kedua ketika menyebutkan kesetaraan semua orang di depan hukum termasuk gay dan lesbian.  Belum pernah ada sebelumnya presiden USA yang menyebutkan hal itu dalam pidato inaugurasinya.  Obama telah mengukir sejarah dalam advokasi kaum LGBT..

Obama mengatakan:

“It is now our generation’s task to carry on what those pioneers began. For our journey is not complete until our wives, our mothers, and daughters can earn a living equal to their efforts. Our journey is not complete until our gay brothers and sisters are treated like anyone else under the law — for if we are truly created equal, then surely the love we commit to one another must be equal as well.”

Dalam terjemahan versiku adalah:

“Sekarang adalah tugas generasi kita untuk melanjutkan apa yang telah dimulai para pendahulu. Perjalanan kita tidak akan lengkap hingga istri kita, ibu kita, dan anak perempuan bisa mendapatkan kehidupan yang sesuai dengan usaha mereka. Perjalanan kita belum selesai sampai saudara dan saudari kita yang gay, diperlakukan seperti sama di depan hukum – karena jika kita benar-benar diciptakan sama, maka tentulah komitmen cinta kita satu sama lain juga sama.

Momen ini benar-benar dipergunakan Obama untuk mempertegas dukungannya memberi hak yang sama kepada setiap warga negara, termasuk pernikahan legal bagi kaum homosexual.  Sehubungan dengan itu, dia memberi kesempatan kepada Richard Blanco sebagai pembaca puisi pada acara besar yang menarik perhatian seluruh warga negara USA bahkan warga dunia.  Menurutku, ini adalah endorsemen terbesar yang pernah ada bagi kaum homosexual.  Salut buat Obama!

Siapakah Richard Blanco itu?  Blanco adalah seorang penyair dan pengajar.  Dia menjadi istimewa karena Blanco tercatat sebagai orang termuda, imigran pertama, orang Latin pertama dan gay pertama sebagai pembaca puisi dalam inaugurasi Presiden USA.

Reaksi terhadap isi pidato ini segera bermunculan dalam masyarakat Amerika, baik yang pro maupun kontra.  Yang pro tentu adalah kelompok homosexual dan pendukungnya. Sebaliknya yang menentang tak kalah banyak dengan suara lantang memprotes pernyataan Obama tersebut.

Dalam setiap tindakan, bahkan saat tak bertindak pun, pasti ada yang pro dan kontra.  Salut kepada Obama karena tidak takut mengangkat isu sensitive ini, karena dalam masyarakat Amerika yang cukup modern pun isu tentang homosexual masih sensitive.  Sebelum kampanye pemilihan presiden tahun 2012, Obama telah menyatakan setuju terhadap pernikahan sejenis.  Sebelumnya memang sudah ada beberapa negara bagian yang melegalkan perkawinan sejenis.  Dan ternyata, meskipun Obama menyetujui isu sensitive ini, dia tetap mengungguli rivalnya saat pemilu 2012 yang lalu.

Ini menunjukkan bahwa sebagian besar rakyat Amerika menganggap isu itu tidak terlalu crusial, masih ada hal-hal lain yang lebih penting seperti lapangan pekerjaan, perbaikan ekonomi, rasa aman dan lain-lain.

Aku salut cara diplomasi Obama dalam advokasinya terhadap kaum homosexual. Dia tidak frontal tapi menyentuh dengan mengatakan “saudara dan saudari kita yang gay’.  Bermakna gay itu tidak jauh dari kita, gay itu bukan mahluk asing, gay itu adalah orang-orang dekat kita yang kita kasihi dan mengasihi kita.

Aku merenung, kapankah seorang presiden Indonesia akan berkata hal yang sama seperti yang Obama katakan?  Bila gaya hidup, kemewahan warganya yang tergambar dari banyaknya mall-mall mewah di Indonesia, khususnya Jakarta, bisa dikatakan cara hidup kita sebelas dua belas dengan orang Amerika.  Tapi tidak terhadap kebijakan yang berpihak terhadap kaum minoritas, termasuk kelompok homosexual.  Dalam hal ini, kita mungkin ketinggalan 2 atau 3 dekade dari USA.  Jika memang demikian, maka deklarasi persamaan hak terhadap kaum gay, trutama hak dalam melakukan pernikahan sejenis, kemungkinan bisa dilakukan sekitar 20 atau 30 tahun lagi.

Bersabar ya teman-teman!  Jangan patah arang.  Berjuang lah terus untuk mendapatkan persamaan hak tersebut.  Semangat!!

Jakarta, 24 January 2013

Mery DT

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in LGBT and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s