Jakarta Tenggelam, LAGI!!

istana-presiden-kebanjiran-jadi-sorotan-media-asingHari ini adalah hari ke 3 setelah banjir besar pada Kamis pagi kemaren.  Sejak awal January 2013, hujan senantiasa mengguyur bumi, khususnya DKI Jakarta dan sekitarnya.  Sejak awal Januari kondisi pintu air Katulampa sudah menjadi perhatian beberapa pihak.  Volume air di Katulampa selalu menjadi indicator aman tidaknya Jakarta dari ancaman banjir.  Kalau tidak salah, batas aman adalah 950cm.  Lebih dari itu maka air dari sungai Ciliwung dan sungai-sungai lain di Jakarta akan meluap, terlebih dahulu menggenangi bantaran kali.

Hari Kamis kemaren, tinggi air di Katulampa hingga mencapai 1250cm.  Dan benar saja, tidak hanya bantaran kali yang tergenang, tapi terus mengalir ke tempat lain hingga Istana Negara Republik Indonesia.  Bundaran Hotel Indonesia pun tergenang air.  Bisa dibayangkan seputaran Istana bagai lautan, terus hingga jalan Thamrin dan sekitarnya.  Warga yang berangkat kantor sebelum jam 8 pagi dengan menggunakan berbagai moda transportasi akhirnya terjebak banjir di jalan.  Banyak yang harus turun dari kreta api, bus Trans Jakarta dan terjebak di genangan air.  Banyak motor dan mobil mogok.  Jakarta chaos.  Gubernur Jokowi pun mengumumkan hari itu semua kantor diliburkan dan menyatakan Jakarta dalam status Darurat Banjir hingga tanggl 27 Januari 2013.

Jakarta yang dulu bernama Batavia memang sejak lahir sudah bersahabat dengan banjir.  Ketika jaman Belanda, mereka membuat bangunan Kanal Banjir Barat untuk mengatasi banjir tersebut.  Masa jabatan Gubernur Sutiyoso, dimulai pemabangunan Kanal Banjir Timur yang diselesaikan pada masa Gubernur Fauzi Bowo.  Tapi ternyata kali ini Kanal Banjir Barat yang jebol sehingga air meluap ke tengah kota hingga istana Negara.

Sesungguhnya banjir tahun 2007 lebih buruk dari banjir tahun ini.  Saat tahun 2007, genangan air menutupi lebih dari 230 KM2, sementara kali ini hanya 41 KM2.  Tahun 2007 itu menjadi dahsyat karena dibarengi dengan ROB.  Hingga siang ini, Metrotv menyebutkan ada 14 orang yang meninggal dengan berbagai sebab.  Ada yang karena terjatuh, terseret banjir, kedinginan karena terperangkap berhari-hari dan banyak yang tersengat arus listrik.

Penyebab banjir Jakarta ini memang sangat kompleks.  Banjir kiriman dari Bogor itu sudah pasti salah satu penyebab, dan ini seharusnya bisa di prediksi dan dicari jalan keluarnya karena sudah terjadi tahun demi tahun.  Dan penyebab lain adalah ketidak becusan pemerintah DKI dan kesembronoan warga DKI.  Warga cuek dan bebal dengan selalu membuang sampah ke sungai.  Warga juga tidak mau pindah dari tempat tinggalnya yang saban tahun kebanjiran.  Penduduk Jakarta juga senantiasa bertambah tiap tahun, hingga bantaran kali yang seharusnya bebas manusia menjadi tempat tinggal massal.  Bayangkan saja sampah yang dihasilkan oleh jumlah penduduk yang sedemikian banyak setiap hari!

Pemda DKI yang memiliki kuasa tidak becus mengatur pendatang liar di bantaran kali.  Ada peraturan yang melarang membuat tempat tinggal 30m dari pinggir sungai, tapi peraturan tinggal peraturan karena tidak pernah diterapkan.  Pemerintah terlalu takut pada massa, walau pun itu berefek merusak.  Entahlah, mungkin karena itu bukan kebijakan populis.  Demi jabatan di priode berikutnya mereka tidak pernah mau bertindak tegas terhadap warga yang melakukan kesalahan.  Pengerukan sungai jarang sekali dilakukan hingga sungai menjadi sangat dangkal dan penuh sampah.  Gorong-gorong air juga tidak terpelihara, sampah memenuhi setiap gorong-gorong.  Pemda DKI harus belajar pada pemerintah Belanda yang ahli mengatasi air dengan kanal-kanal airnya yang tertata.

Disamping kesalahan Pemda DKI, tentu provinsi-provinsi lain juga urun kesalahan.  Hulu sungai yang berada di provinsi tetangga juga sangat buruk penanganannya.  Air dari curah hujan tidak mampu lagi meresap di tanah di Bogor dan sekitarnya karena sudah tidak punya hutan.  Air itu langsung mengalir ke sungai bersama lumpur dan terbawa ke Jakarta.  Plis deh, Gubernur Jawa Barat jangan tenang-tenang saja lah, lakukan sesuatu di Bogor dan Puncak.

Satu lagi, memang tidak ada sih yang bisa melarang orang datang ke Jakarta, tapi kalau setiap pemerintah daerah mampu memberi pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi warganya, tentu mereka tidak akan ke Jakarta dan mejadi pemulung, pengemis dan lain sebagainya dan tinggal di tempat yang tidak seharusnya.

Aku rasa ini jadi tamparan yang sangat keras bagi Jokowi – Ahok karena tidak memperhitungkan kondisi Banjir Kanal Barat yang sudah bobrok.  Mereka kecolongan.  Semoga ini menjadi temparan positif bagi mereka untuk berbuat lebih keras terhadap Jakarta.  Aku tidak menyalahkan mereka, karena penyebabnya sudah menumpuk-numpuk dari dulu.  Butuh waktu untuk mengurainya.

Demikian kompleksnya penyebab banjir di Jakarta.  Sudah sering kudengar dan baca analisa para ahli yang mengatakan tak lama lagi Jakarta akan ambruk dan tenggelam.  Jakarta tentu tidak akan ambruk dengan sendirinya.  Banyak penyebabnya.  Gedung-gedung tinggi yang mengambil air tanah dengan sesuka hati adalah salah satu penyebab.  Bagian bawah Jakarta sudah gerowong, kata orang.

Alam itu tidak pernah marah, dia hanya merespon apa yang manusia perbuat.  Bila kita ramah pada alam, maka alam pun akan ramah pada kita.  Alam ini bergerak.  Gerakannya halus atau kasar, hanya untuk mencari keseimbangan.  Alam adalah benda yang tidak berpikir, tapi kita, manusia, yang seharusnya berpikir.  Ketidak pedulian, keserakahan, kemalasan hanya akan membangkitkan gerakan kasar dari alam yang akan membuat kita menangis.  Selalu bisa mengambil hikmah dari semua kejadian.  Semoga kejadian ini menyadarkan kita semua menjadi manusia yang lebih ramah terhadap alam dan menjaga alam.

Yang terakhir adalah rasa hormat dan salutku untuk para relawan yang memberikan waktu, tenaga dan hartanya untuk membantu korban banjir.  Dan turut berduka bagi relawan SAR yang meninggal dalam tugas kemanusiaannya.  Bahagialah bersama Sang Khalik, kawan!

Jakarta, 19 January 2013

Mery DT

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Negeriku & Politik and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s