Matthew Joseph Thaddeus Stepanek

2003-Mattie-head-shot-LO Atau lebih terkenal dengan nama Mattie Stepanek adalah anak terkecil dari 4 bersaudara yang kesemuanya mengidap penyakit yang sangat langka yaitu Dysautonomic Mitochondrial Myopathy.  Ibunya, Jani, di diagnosa  sebagai pembawa gen setelah keempat anaknya lahir.  Kakak-kakak Mattie – Katie, Stevie & Jamie – telah meninggal dunia sebelum umur 4 tahun.  Mattie hidup lebih lama dan dia mempelajari banyak hal tentang kondisinya yang langka.  Seperti semua kakak-kakaknya, Mattie juga membutuhkan korsi roda, ventilator, tabung oksigen, monitor dan lain-lain.  Saat Mattie berumur 4 tahun, ibunya juga menggunakan kursi roda, dan beberapa tahun kemudian juga mulai menggunakan ventilator untuk membantunya bernafas.

Pada tahun 2001, Mattie divonis bahwa waktunya sudah sangat dekat, dan dokter menanyakan permintaan terakhirnya.  Dia memiliki 3 permintaan; menerbitkan buku puisinya, tampil dalam acara Oprah sebagai pembicara perdamaian dan bertemu dengan pahlawannya, mantan Presiden USA, Jimmy Carter.  Mattie mendapatkan ketiga permintaannya dan tambahan 3 tahun usianya berbicara di depan publik yang menyentuh hati banyak orang.

Mattie sudah puluhan bahkan ratusan kali melewati masa-masa kritis. “Beberapa orang bertanya padaku apakah aku takut mati,” kata Mattie pada Katie Couric pada acara “Today” di May 2003, “Saya tidak takut mati, karena saya tahu ada tempat yang lebih baik yang telah menunggu saya, meskipun saya ingin hidup dan berbuat sebanyak mungkin selagi saya di dunia.”

Mattie mengunakan kata “heartsong” pada usia 4 tahun, dan dia menjelaskannya pada pewawancara sebagai “Kecantikan bagian dalam, nyanyian di dalam hati yang ingin membantumu menjadi manusia yang lebih baik, dan membantu orang lain melakukan hal yang sama.  Setiap orang memiliki seseorang yang harus dibantu.”

“Kita semua memiliki badai hidup” katanya suatu hari pada 2001 pada acara Prime Time Tuesday, “dan ketika kita dapat melalui badai tersebut atau pulih darinya, kita harus merayakannya.  Itulah Philosophy hidupku; “Remember to play after every storm” (ingat untuk bermain setelah melewati setiap badai).  Mattie mengatakan bahwa dia hidup karena 3 philosphy, yaitu; philosopynya:  bermain setelah melewati setiap badai, philosophy ibunya: merayakan hidup setiap hari dengan berbagai cara, dan philosopy Jimmy Carter: Jika engkau menginginkan sesuatu sedemikian kuat, jangan pernah menyerah dan engkau akan sukses.

Untuk menggambarkan kondisinya, dia pernah berkata pada Indianapolis Star pada tahun 2002, “Satu dari dokter spesialis utama saya berkata bahwa saya sedang bergelantungan di ujung tebing yang curam dengan satu kaki menggantung di udara dan kaki yang satunya berdiri di atas kulit pisang.  Saat ini aku merasa seperti sedang berdiri di atas kulit pisang tapi aku berdiri mantap.  Terkadang saat aku sangat kesakitan, dokterku itu mengatakan ‘lakukan luncuran elektrik di kulit pisangnya.’”

Kehidupan Spiritual

Di babtis di gereja Katholik saat masih bayi.  Mattie belajar untuk meneriman sakramen komuni di usia 8 tahun.  Pada usia 9 tahun dia mulai melayani sebagai pembaca Alkitab saat ibadah umum.  Setahun kemudian, Mattie mengajar sekolah minggu untuk anak-anak kelas 2.  Saat umur 11 tahun dia mengajar anak-anak kelas 6.  Ini mah lebih tua dari dia.

Kebanyakan dari puisi dan essai Mattie adalah refleksi dari hubungannya dengan Tuhan.  Mattie memeluk Katholik dan berkata bahwa hidup dan spiritnya dikuatkan oleh ekaristi suci.  Dia juga mempelajari dan menghormati aneka keyakinan diseluruh dunia, dan menyakini bahwa Tuhan menciptakan dan mencintai seluruh manusia, dan itu adalah pengharapan yang ditawarkan untuk setiap orang.

Pesan-pesannya

Mattie percaya bahwa setiap kita lahir dengan detak jantung “Heartsong” – yaitu alasan untuk ada dan tujuan dalam hidup.  Dia juga berbagi dan merayakan bahwa “Harapan adalah nyata, perdamaian adalah mungkin, dan hidup adalah berharga” – jika tiap kita, untuk diri sendiri ataupun untuk dunia, melakukan kebenaran dalam tindakan dan perbuatan.

Philosophy Mattie adalah “Ingat bermain setelah melewati setiap badai” dan motto hidupnya adalah “Berpikir, berbicara dan hidup dengan lemah lembut.”  Dia membagiakan ini pada tahun 2002 dalam cetak biru bagaiman melanjutkan hidup yang disebut “Tiga pilihan untuk perdamaian.”

Mattie ingin diingat sebagai penyair, pendamai dan filsuf.

Tulisan-tulisannya

Mattie mulai menulis puisi, cerita pendek dan essai pada usia 3 tahun.  Berawal dari ekspresi kesedihannya atas kepergian Jamie, abangnya, kembali pada Sang Khalik.  Karena saat itu dia belum bisa menulis, ibunya membantu menulis puisi-pusinya hingga dia bisa menuliskannya sendiri.  seiring pertambahan usianya, tulisannya merefleksikan pengertian dan pandangannya terhadap kebutuhan dunia ini pada harapan dan perdamaian.  Buku pertamanya (kumpulan puisi “Heartsong”) diselesaikan selagi masih di taman kanak-kanak dan mendapat penghargaan utama di festival buku dunia.  Buku-buku selanjutnya, tiap tahun, selalu memenangkan penghargaan tertinggi pada kontes tersebut.  Pada tahun 1999, dia mendapat penghargaan Melinda A. Lawrence Inspirational Book Award yang diberikan oleh Children’s Hospice Internasional untuk tulisannya berkisar 2000 yang belum di publikasikan.  Koleksi khusus dari hasil karyanya telah diterima di perpustakaan Kongres Amerika.

Mattie dikenal sebagai aktivis perdamaian dan pembuat puisi yang dihormati.  Walau usianya sangat singkat, nyaris 14 tahun ( 17 July 1990 – 22 Juny 2004), tapi dia telah meninggalkan banyak warisan yang tak ternilai harganya.  Selagi masih hidup, Mattie telah menerbitkan 6 buku koleksi puisi-puisi dan easi Heartsongs nya.  7 bukunya masuk bestseller New York Times dan telah menyentuh jutaan hati di seluruh dunia dan telah terjual lebih dari 1,5 juta eksemplar.  Dia menulis lebih dari 2000 puisi, dan mengatakan tidak ada puisi yg favorit, tapi mengatakan ada 10 yang terbaik termasuk “On Being Champion”.

Advokasi

Sejak usia 6 tahun, Mattie telah memberikan ceramah yang mengispirasi diberbagai acara dan audensi, mulai dari anak sekolah hingga pimpinan bisnis, dan dari profesi kesehatan hingga pendidik dan group orang tua.  Dia berbicara tentang spiritual, kelumpuhan, pendidikan, kesehatan, rumah tumpangan, dan lain-lain. Semua presentasinya berjangkar pada “heratsong” dan pesan-pesan dari harapan dan damai.

Mattie sudah sering menjadi tamu di acara-acara televise seperti Oprah, Larry King Live, Good Morning America, dll.  Perannya dalam advokasi untuk harapan dan perdamaian dan untuk para penyandang cacat telah dikenal secara luas melalui banyak hadiah, penghargaan, dan program-program karena namanya, termasuk the National Kindness Child of the Year Award, the Call for Peace Native American Society Peacemaker Award, the WAFF Peacemaker Award, the Verizon Courage Award, the Adlerian Society Social Interest Award, the Pediatric Nursing Humanitarian Award, the Children’s Hope Medal of Honor, the DHHS Advocacy Award, Neuharth Free Spirit of the Year Award, a MediMedia Freddie Public Service Award, People Magazine’s “Heroes Among Us” dikenal sebagai the Kids Hall of Fame.

Kematiannya

Mattie Stepanek meninggal pada hari Selasa, 22 Juni 2004 di Children’s National Medical Center in Washington, DC, karena komplikasi Dysautonomic Mitochondrial Myopathy. Dia meninggal tiga minggu sebelum ulang tahunnya yang ke 14. Lebih dari 1.500 orang datang pada saat pemakamannya di Pemakaman Umum Katholik St. Catherine laboure, termasuk pemadam kebakaran, para pengendara Harley Davidson, anak-anak sekolah, pesohor, politisi, para penggemar, teman-teman dan banyak pengunjung dari berbagai kewarganegaraan, keyakinan, dan berbagai kecakapan.  Penyanyi Country, Bill Gilman menyanyikan sebuah lagu hasil kolaborasinya dengan Mattie: “Heartsong”.

Oprah Winfrey dan Jimmy Carter adalah dua pesohor yang datang dan memberikan ucapan terakhir pada saat pemakamannya.

Oprah Winfrey berkata: “I loved his desire to be known for his work,and not just to be famous…. With Mattie, the light of his life shined so brightly thatevery one of who knew him, who were honored and had the grace to meet him,will feel the glow for the rest of our lives….”

Mantan Presiden USA, Jimmy Carter bermadah dengan berkata: “We have known kings and queens, and we’ve known presidents and prime ministers, but the most extraordinary person whom I have ever known in my life is Mattie Stepanek.”

Mattie dikebumikan di Gate of Heaven Cemetery di Silver Spring, MD, bersama kakak dan abang-abangnya: Katie, Stevie and Jamie yang meninggal karena penyakit yang sama.

Sejak kematiannya, banyak sekali kebun raya, perpustakaan, program-program perdamaian dan penghargaan dinamai untuk menghormati Mattie, dan banyak sekolah menggunakan tulisan dan pesan-pesan Mattie tentang pengharapan dan perdamaian sebagai alat pembelajaran dan motivasi untuk mengajar murid-murid.

Warisan Mattie

Tahun 2009, Jeni, Ibunda Mattie menuliskan “Messenger: The Legacy of Mattie J.T. Stepanek and Heartsong” dengan kata pendahuluan yang ditulis oleh sahabat dan penyair Maya Angelou.  Memoir ini menawarkan detail keintiman dari seorang anak biasa yang menjalani hidup secara luar biasa, yang terpilih untuk merayakan hidupnya secara penuh walaupun selama masa-masa yang sangat suram, dan menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Baru-baru ini, sebuah komite dibentuk untuk menginisiasi “mengkanonkan” Mattie sebagai orang suci di gereja Katholik.

Kisah hidup yang sangat luar biasa.  Benar kata orang bijak yang berkata: tidak perduli seberapa lama kita hidup, yang terpenting adalah seberapa besar dampak baik yang bisa kita berikan pada manusia lain dan dunia ini.

Jakarta, January 13, 2013

Mery DT

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Celoteh and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s