Sifat Asli Manusia berdasarkan Amsal 30 : 7 – 9

Hydrangeas_1 Sering kali aku mendengar kalimat yang (terdengar) bijak yang mengatakan bahwa sifat asli manusia akan muncul saat dia tidak punya apa-apa (kelaparan), atau saat memiliki semuanya (kekenyangan).

Bila sedang lapar atau kondisi berkekurangan apalagi ditambah utang, itu adalah kondisi buruk.  Banyak kasus bunuh diri terjadi karena tidak mampu menghadapi tekanan ekonomi yang semakin sulit.  Banyak orang yang berada dalam kondisi demikian menjadi gelap mata dan berbuat nekat.  Melukai orang lain atau melukai diri sendiri.  Orang  yang berada dalam ekonomi sulit, sangat gampang emosi dan bertindak cepat tanpa pikir panjang.  Sering kali kita dengar hanya gara-gara uang yang tak seberapa, terjadi perkelahian yang berujung penusukan dan nyawa melayang.  Ini adalah sifat asli manusia (katanya); brutal.

Kemudian di ujung extrim satunya adalah bila manusia berada dalam kondisi berkelebihan.  Tak perduli caranya menjadi berkelebihan (warisan, berusaha keras atau korupsi); sering kali orang yang berkelebihan menjadi angkuh, merasa paling benar dan tidak menghargai orang lain.  Bila sudah kaya, ingin berkuasa maka masuklah dia ke pemerintahan dan akhirnya menjadi tiran.  Karena kaya bisa membeli apa saja termasuk hukum dan nyawa orang lain.  Semana-mena terhadap orang yang tak punya atau juga terhadap orang-orang terdekatnya, seperti menyelingkuhi pasangan sehingga menyakiti pasangan dan anak-anak.  Ini juga adalah sifat asli manusia (katanya).

Kalau demikian, berarti sifat asli manusia itu akan muncul pada saat berada dalam kedua ujung ektrim itu dong?  Bagaimana dengan orang-orang yang berada di antar kedua titik ekstrim itu?  Apakah itu bukan sifat asli juga?

Pada dasarnya semua manusia itu memiliki sifat baik dan buruk.  Sifat baik atau buruk dapat muncul dalam kondisi apa saja.  Pada saat berkekurangan, ada orang yang tetap baik dan ada juga yang menjadi jahat.  Pada saat berkelebihan ada orang yang tetap baik dan ada juga yang menjadi jahat.

Menurutku, sifat asli manusia itu sejatinya ada diantara kedua titik ekstrim tersebut, yaitu kondisi CUKUP, tidak kelaparan dan tidak kekenyangan, kebutuhan dasarnya terpenuhi.  Kalaupun kita mengacu pada penciptaan manusia, Tuhan menciptakan manusia sempurna.  Artinya adalah manusia itu baik adanya.

Dalam kondisi cukup, manusia bisa bekerja efektif dan maksimal.  Pemerintah yang sukses adalah pemerintah yang mampu memberi kondisi cukup pada rakyatnya.  Dalam kondisi cukup,  angka kejahatan pun akan berkurang dengan sendirinya.  Kita lihat saja Singapura.  Pemerintahnya mampu memberi kondisi CUKUP pada rakyatnya.

Aku jadi teringat Amsal yang ditulis Raja Salomo di kitab Amsal 30 : 7 – 9 ;

Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kau tolak sebelum aku mati, yakni: Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.  Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.

Aku mengangguk dalam-dalam dan mengaminkan Amsal ini, dan itu juga yang menjadi permintaanku, Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan, beri aku kondisi cukup. Karena cukup adalah kondisi yang paling sempurna.

Jakarta, January 6, 2013

Mery DT

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Agama and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s