Kandang Domba Di Hati

christmas06 Imanku berkata malam ini adalah malam peringatan kelahiran Yesus Kristus di kota kecil Bethlehem di Tanah Yudea, Palestina, sekitar 2012 tahun yang lalu.  Aku jadi ingat sebuah puisi yang kutulis saat tinggal di pedalaman Kalimantan Utara, berbatasan dengan Sabah, Malaysia.  Saat itu aku membacakan puisi ini pada ibadah Natal yang sederhana ditempat yang sangat-sangat sederhana ditengah hutan lebat dan ditingkahi hujan lebat.  Semua jemaat bersuka cita walau dengan kaki-kaki yang penuh lumpur dan baju yang sedikit basah.  Kini aku mensyukuri pernah menikmati ibadah malam Natal dalam kondisi sesederhana itu.  Saat itulah aku membacakan puisi ini sambil diiringi petikan gitar seorang teman yang aku lupa namanya walau masih terbayang wajahnya.

Saat itu batinku dipenuhi suka cita, seakan aku kembali pada suasana saat kelahiran Putra Kudus itu, walaupun pasti keadaan Yesus lahir jauh lebih sederhana lagi, yakni di kandang domba.  Berikut puisi yang kutulis dan kubacakan saat malam natal itu.  Enjoy it!

 

Kandang Domba Di Hati

Di malam yang syahdu ini, saya mau beri tahu

Suatu kisah yang sesungguhnya bukan baru

Tak bosan di ulang sebelum tahun baru

Banyak yang sudah tahu, banyak pula yang tak mau tahu

Kisah ini berlangsung pada abad pertama

Mengambil tempat nun jauh di Tanah Judea

Kala itu kehidupan masih sangat sederhana

Belum ada telpon, belum ada mobil, apa lagi pesawat udara

Suatu hari Kaisar Agustus bertitah:

“Masing-masing orang harus di sensus di kotanya sendiri!”

Hanya sebaris perintah Sang kaisar

Tapi menjadi perjalanan jauh yang sangat melelahkan bagi sepasang anak manusia

 

Sahabat,  Seberapa jauhkan engkau sanggup menapak kaki sehari semalam?

Berapa harikah yang engkau butuhkan untuk menempuh jarak sekitar 80 km?

Apalagi ditemani seorang perempuan yang cuma bisa duduk terhuyung-huyung di atas punggung seekor keledai karena sedang mengandung!

Tinggal tunggu hari untuk bersalin.

 

Malam itu cuaca sangat dingin, saat kaki mereka menapaki kota Betlehem

Sang suami sudah berusaha kesana kemari mencari kamar penginapan

Sungguh bingung dan panik pasangan itu ketika tak ada satu pintu pun sudi terbuka

Karena tampilan mereka yang lusuh menyiratkan kemiskinan

Sementara Sang Bayi sulung sudah tak betah tinggal lebih lama dirahim sang Bunda

 

Ooo… alangkah kumuhnya kandang itu!

Alangkah gatalnya jerami itu!

Bagaimana mungkin seorang Raja lahir di tempat sehina itu?

Sahabat, siapakah yang tahu pikiran TUHAN?

 

Celakalah engkau manusia, yang seumur hidup mendewakan harta!

Binasalah engkau golongan terhormat yang mengunci pintu bagi kedatangan Juru Slamat!

Karna suka cita sorgawi tidak dikabarkan bagimu!

Berbahagialah engkau hai para gembala,

Bersukacitalah engkau, hai keledai, kambing, domba, sapi dan sebagainya

Sebab Raja Damai itu lahir dengan cara yang paling hina agar semua orang layak datang pada-Nya!

Saudaraku, … adakah yang bisa membaca pikiran TUHAN?

 

Berbanggakah engkau jadi penduduk kota Betlehem yang makmur?

Aku berkata kepadamu : “Bertobatlah, dan buka pintu hatimu!”

Bukankah lebih baik jadi seekor keledai dungu, tapi setia mengantar Bunda ketempat persalinan?

Bukankah lebih terhormat, jadi domba, kambing atau sapi, yang menyaksikan proses kelahiran Bayi Kudus?

Bukankah lebih berbahagia jadi gembala, yang diundang resmi lewat malaikat Tuhan menjadi saksi kedatangan Juru Slamat?

Sahabat, sekarang saatnya, bukalah hatimu!

Buatlah kandang domba di dalamnya

Agar bayi kudus itu sudi lahir di sana!

Selamat hari natal

Semoga palungan di hatimu

Bersuka cita menyambut Bayi Kudus

Yang terbungkus lampin suci

Maranata… Amin!

Sebakis, Nov 1997

By Mery DT

Selamat Natal 2012, Tuhan Yesus memberkati!

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Poem and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s