Gadis Malam

Lonely girl_10 Aku tidak tahan untuk tidak menuliskan ini.  Seharusnya kusimpan saja seperti biasanya.  Tapi aku tak kuasa menahan tanganku untuk bercerita.

Suatu malam aku berkumpul  bersama teman-teman lama yg semuanya lelaki kecuali aku.  Kalau tidak salah, saat itu kami ada 8 orang.  Dan kami menghabiskan malam di sebuah tempat hiburan berjenis karaoke.  Tidak berselang lama, 5 wanita muda, cantik dan sexy memasuki ruangan karaoke yang besar itu.  Catatan, ini bukan yang pertama bagiku berkaraoke dengan teman-teman pria yang ditemani para cewek sexy.  Dan aku tidak pernah mempermasalah itu.

Seperti biasa, aku melihat ada keterkejutan di wajah wanita-wanita muda ini saat melihat ada wanita diantara kumpulan pria.  Mereka menjadi canggung dan tampak sedikit tegang walaupun berusaha menyantaikan diri.  Pasti merasa tidak nyaman, ntah apa pun alasannya.  Dan trikku selalu berhasil membuat suasana yang kaku menjadi cair.  Kadang aku menawarkan rokok atau minuman pada mereka sebagai simbol bahwa aku ingin berteman dengan mereka.  Biasanya setelah itu mereka akan lebih santai dan dan tersenyum lebih hangat padaku.

Kali ini para perempuan itu berkumpul ditengah dan aku duduk di ujung, dan suasana sangat kikuk.  Ah, aku tidak suka dengan suasana seperti ini.  Aku yang harus bertindak lebih dulu kalau mau suasana menjadi cair.  Saat seorang teman sedang menyanyikan sebuah lagu, aku berdiri dan berjoget di depan mereka.  Kemudian dengan jari telunjukku aku memangil salah satu dari mereka untuk berjoged bersamaku.  Perempuan itu langsung tersenyum dan segera mendapatkanku dan kami berjoged berdua.  Seketika suasana langsung cair.  Kemudian ada teman pria ikut berjoged dan diikuti perempuan lainnya.

Perlahan tapi pasti suasana menjadi heboh.  Aku tidak pernah pilih-pilih, siapa aja kuajak jogged, laki apa perempuan.  J  Semua tertawa dan bergembira.   Kadang semua berbaur berjoged bersama bila lagunya seru.  Biasanya lagu-lagu dangdut yang nyeleneh dan energik membuat suasana sangat heboh.  Ada yang jogged di meja dan lain sebagainnya.  Chaos!!! Entah berapa gelas bir yang mengalir di tenggorokanku hingga sedikit demi sedikit aku menjadi tipsi.  Dari 5 orang wanita itu ada 3 orang yang selalu bergantian menemaniku berjoged.  Atau ada yang menyanyi sambil berjoged dan aku menemaninya.

Kadang aku berdansa dengan seorang teman pria.  Aku sadar dia selalu memelukku erat saat dansa atau saat duduk, beberapa kali dia mencium rambut dan pipiku.  Ah, biar sajalah.  Ini adalah saat bersenang-senang.  Tak perlu munafik, aku juga menyukai diperlakukan seperti itu.  Tapi yang membuatku masih berpikir hingga kini adalah saat aku sudah mulai mabuk dan hingga mabuk berat – tapi aku masih sadar apa yang terjadi pada diriku – ada 2 gadis yang bergantian berjoged denganku dan selalu memelukku.  Mungkin mereka takut aku terjatuh.  Kemudian akhirnya aku menyerah dan duduk di sofa.  Saat di sofa ini aku merasa aneh tapi aku biarkan saja.

Seorang gadis itu memelukku lama dan menyandarkan kepalaku di dadanya sambil mengusap-usap rambut dan wajahku (aku hanya memejamkan mata karena tipsi berat).  Tangan kanannya mengusap-usap punggungku dan tangan kirinya mengusap rambut dan wajahku.  Dia membisikkan namanya ditelingaku, tapi aku benar-benar lupa apa namanya.  Trus aku ingat dia bilang bahwa dia tidak akan lama lagi disana.  Sepertinya aku sampat bertanya “mau kemana” tapi aku lupa dia menjawab kemana.  Dia sepertinya bercerita sesuatu di telingaku, tapi aku lupa apa itu.  Bagiku saat itu dia seperti sedang menina-bobokan aku.  Beberapa kali dia mencium pipiku, dan sekali mencium bibirku secara cepat.  Aku kaget tapi diam saja.  Anda bisa bayangkan kan kondisi orang mabuk?  Tergeletak seperti tak punya tenaga lagi.  Kemudian aku merasa dia melepaskan pelukan sesaat sebelum acara bubar.

Aku bisa rasakan, dia cukup lama memelukku seperti itu saat duduk di sofa.  Dia berlaku seperti seorang ibu yang sedang menidurkan anaknya.  Dan aku suka-suka aja diperlakukan seperti itu.  Saat dia memelukku, kadang aku pun memeluknya balik dengan erat, kemudian tanganku jatuh terkulai lagi.  Jujur kukatakan, saat dia memeluk, mengelus-elus rambutku dan mencium pipiku yang kurasakan adalah perlakuan seorang kakak yang ingin memberi rasa aman saat adiknya lemah.

Tapi kini aku malah menganalisa: apa yang dia rasakan saat itu?  Secara umur, aku yakin dia lebih muda dariku.  Secara fisik pun dia lebih kecil dari aku.  Dia cuman seukuran Yuni Shara.  Kurus dan tidak terlalu tinggi.  Kenapa dia mencium bibirku secara cepat? Ah, maksudku bukan kurang lama, tapi kenapa dia mencium bibirku? Aku pun penasaran sekarang, apakah ada yang melihat kejadian ini?  Apakah ada yg memperhatikan? Karena kami duduk di sofa ditengan kerumunan.  Pasti ada diantara temanku yang memperhatikan kami.  Aku juga berpikir, seharusnya dia menemani teman-temanku yang pria, kenapa dia selalu berjoged bersamaku dan memelukku erat seperti tidak ingin berpisah?  Apa yang ada dipikiran teman-teman pria itu melihat kami?  Semoga mereka tidak merasa aku ini saingan, hahaha…  Aku yakin sih tidak karena semua hanya untuk bersenang-senang.  Dan seperti ada aturan tidak tertulis, apa yang terjadi di ruangan itu tinggal dalam ruangan itu.  Tidak akan ada cerita sesudahnya.

Kembali ke pertanyaan: apakah yang dia rasakan saat itu?  Itu membuat aku berpikir, wanita memang selalu punya naluri melindungi wanita lain bila melihatnya dalam kondisi lemah.  Jelas aku lemah saat itu dan dia mungkin tidak ingin ada lelaki lain, terutama teman yang selalu memelukku itu, mengambil kesempatan padaku.  Atau mungkin dia merasa lebih paham tentang lelaki dari pada aku, sehingga dia merasa wajib melindungi aku.  Begitulah naluri wanita terhadap wanita lainnya.  Aku pun pernah menarik teman perempuanku di bar saat ada yang ingin memanfaatkan kondisi.

Tapi semakin kuanalisa, aku rasa itu lebih dalam lagi.  Cewek ini pasti tahu kalau kami semua adalah teman lama.  Jadi tak mungkin temanku mengambil kesempatan dalam kesempitan terhadapku.  Yang kurasa adalah, dia seperti melampiaskan rasa sayangnya yang murni bahkan mungkin ada sedikit erotisme.  Mungkin karena selama ini dia selalu menemani pria karena keadaan, demi sesuap nasi, sehingga dia merasa semua lelaki hanyalah pemenuh kebutuhan materialnya saja.  Mungkin saja dia sudah bosan menemani pria, dan dia merasakan hal yang berbeda saat memelukku.  Aku tak menyalahkannya dan tidak marah sekiranya dia mungkin merasakan sensasi yang berbeda saat memeluk dan menciumku.  Prasaan seperti itu bisa terjadi saat seseorang telah jenuh dengan apa yang dia lakukan dan tiba-tiba ada sesuatu yang berbeda.

Aku langsung teringat teori Prof. Stevi Jackson yang berkata: Sexualitas itu cair.  Orang bisa berubah menjadi heterosexual ataupun homosexual.  Tergantung keadaan yang mendukung.  Berdasarkan literature dan jurnal yang kubaca, sangat bisa sekali gadis ini tidak sadar kalau dia sebenarnya sudah jenuh dengan pria.  Atau memang selama ini ada hasrat pada wanita yang tersimpan dalam dirinya yang dia sendiri tidak sadari.  Hal ini sangat biasa terjadi.  Banyak wanita yang menyatakan dirinya lesbian setelah dewasa, bahkan setelah menikah dengan pria.

Ingin sekali aku mencari tahu kabar dan mengajaknya ngopi sore untuk mengorek sedikit tentang dirinya.  Pasti ada cerita menarik dibalik pekerjaannya sekarang.  Rasa ingin tahu selalu menyiksaku untuk mencari tahu.  Satu sisi aku ingin melakukannya, satu sisi lagi aku merasa ini mungkin berlebihan.  Jadi lupakan saja.

Oh iya, saat pulang aku melihatnya di depan pintu menatapku digandeng teman pria, kemudian aku mendapatkannya kemudian memeluknya erat dan membisikkan “Jaga dirimu, ya!” Aku mencium pipinya kemudian berbalik pergi, dan teman pria kembali menggandengku berjalan menyusuri lorong, menjagaku supaya tidak terjatuh.

Ya, semoga tidak ada terjadi hal-hal yang buruk baginya, dan juga bagi teman-temannya yang berprofesi sama.  Hanya segala yang terbaik terjadi buat mereka.  Hatiku untuk kalian, gadis-gadis di  tempat hiburan malam!

 

Bukit Bengkirai Kaltim, Dec 17, 2012

Mery DT

 

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Celoteh and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Gadis Malam

  1. woredirs says:

    Wah ini nulisnya di bukit bengkirai?
    Bukan kejadiannya kan ya?
    Mba nya orang balikpapan atau gimana?
    Hehehe maap mba kebanyakan nanya ☺

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s