Showbiz Dalam Ranah Spritual

 Dalam dunia pertunjukan, jumlah penonton adalah salah satu indikasi kesuksesan pemain. Pertunjukan yang spektakuler akan mengundang penonton untuk datang dan menikmati penampilannya. Dunia pertunjukan itu beraneka ragam seperti music, teater, sulap, tarian bahkan olah raga. Pertunjukan seni atau olah raga apapun yang sudah berorientasi bisnis biasa disebut showbiz.

Pemain atau penampil dalam showbiz harus selalu meningkatkan kualitas penampilannya supaya tidak membosankan. Harus selalu ada yang baru dalam setiap penampilan, karena monoton adalah kematian dalam seni pertunjukan. Pesaing senantiasa mengintai dan berusahan mencapai posisi terbaik. Pertunjukan dengan penonton yang membludak akan memenuhi pundi-pundi pemain.

Ternyata penampil yang memberikan pertunjukan spektakuler pun merambah pada dunia spiritual. Pemuka agama pun paham konsep pertunjukan. Semakin banyak jemaah yang mengunjungi setiap kebaktian atau pengajian atau khotbah-khotbahnya maka semakin besarlah nama agamawan tersebut. Semakin besar nama, maka semakin besar juga rupiah yang bisa dikumpulkan.

Aku amati, terutama di agama Kristen dan Islam, para pemuka agamanya berlomba mencari nama besar. Pendeta melaksanakan KKR dan Ulama melaksanakan pengajian secara besar-besaran. Para agamawan ini saling berlomba memberikan penampilan yang spektakuler untuk memikat jemaah datang pada acara keagamaan yang dilaksankan. Ada yang dengan uraian air mata, bahasa yang lemah lembut, guyonan yang mengocok perut, suara dan gerakan tubuh yang dramatis bak pemain opera. Alat musik pun sering dipakai untuk menambah gegap gempita suasana sehingga terkesan luar biasa.

Pemuka-pemuka agama seperti ini gampang kita temukan nama dan gambarnya di billboard besar di pingir jalan. Hadirilah KKR yang dipimpin oleh hamba-Nya yang dipakai dengan luar biasa blab la bla… atau hadirilah Tahbiq akbar oleh Ustad bla-bla-bla… Banyak Pemuka agama ini membangun mulai dari kecil hingga akhirnya punya nama besar. Disamping diberkati Tuhan, aku percaya mereka ini paham konsep marketing. Rata-rata mereka punya tarif bila diundang untuk memberikan pelayanan.

Yang lebih seru lagi adalah dalam acara pengusiran roh atau hantu. Dengan suara yang menggelegar dibarengi gerakan tangan dan tubuh layaknya pemain opera mereka melakukan aksinya. Spektakuler!!! Pasti banyak yang takjub dan mengaggumi pertunjukan mereka. Tapi bagiku tetap saja itu semua adalah seni pertunjukan. Kosong nilai keilahiannya. Tampaknya ranah spiritual telah dimasuki showbiz.

Jakarta, 10 November 2012
Mery DT

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Agama, Negeriku & Politik and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s