Ibadah Bersama GKI Yasmin & HKBP Filadelfia di Depan Istana

 Kemaren 24 Juni 2012, akhirnya aku ke Monas mengikuti ibadah bersama GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia di depan Istana Negara Republik Indonesia.  Sudah lama sebenarnya aku ingin hadir dalam ibadah mereka sebagai supportku terhadap mereka yang mengalami intimidasi pendirian rumah ibadah.

GKI Yasmin di Bogor dan HKBP Filadelfia di Bekasi, berita tentang intimidasi yang mereka terima dari kelompok-kelompok garis keras keagamaan sudah sering diberitakan di TV nasional.  Dunia Internasional juga pasti sudah mendengar sehingga menjadi salah satu fakta intolerasi yang membuat Indonesia semakin memenuhi indikator sebagai negara nyaris gagal tahun 2012 yang dirilis lembaga riset nirlaba The Fund for Peace.  Saat ini Indonesia menududuki peringkat 63 dalam survey FSI (Failed State Index) tersebut, turun satu peringkat dari tahun lalu yang berada dalam posisi 64.

Sesampai di lokasi Ibadah, sudah banyak orang yang berkumpul, termasuk wartawan yang sibuk mengambil gambar.  Aku pun sempat ditanya dari media apa, mungkin karena melihat aku baru pertama kali datang dan bawa kamera.  Aku tidak tahan dengan paparan matahari langsung, kepalaku biasanya langsung sakit.  Tapi kemaren aku tidak merasakan apa-apa karena aku langsung terhanyut dengan suasana.

Jemaat dari kedua gereja ini yang kemarin hadir beragam, ada dari yang berumur sekolah minggu hingga lansia.  Kasian anak-anak yang tidak bisa bersekolah minggu.  Aku terharu melihat semangat mereka, sebagian duduk di kursi plastik yang mereka bawa dan sebagian lagi berdiri.  Sebagian memakai payung untuk menahan panasnya terik matahari jam 1 siang.

Sangat tidak nyaman mengikuti ibadah dalam kondisi seperti itu, jendral!  Panasnya luar biasa, belum lagi suara klakson motor dan mobil, debu dan polusi dari kenalpot, dan juga ada pasukan polisi yang berjaga-jaga di sekitar.  Suasana kebaktian ini luar biasa bagiku yang terbiasa beribadah dalam gedung yang nyaman.  Hatiku teriris merasakan ini.  Bagaimana mungkin hal seperti ini terjadi di negeri ini?

Tujuan melaksanakan ibadah di depan istana adalah untuk meminta perhatian Pemerintah yang berkuasa atas ketidak-adilan yang mereka alami. Istana Negara adalah simbol pemerintah yang resmi.  Adakah pemerintah mendengar seruan mereka?  Aku meragukannya.  Karena kelompok Kamis yang melakukan demo damai di setiap hari Kamis selama bertahun tahun tetap tidak mendapat tanggapan dari pemerintah.  Aku rasa telinga pemerintah sudah tuli, matanya pun sudah tidak dapat melihat, apa lagi nuraninya, mungkin sudah mati rasa.

Saat Ferry Maitimu menyanyikan lagu Franky Sihombing yang berjudul “Pulihkan Negara kami” tak terasa air mataku jatuh saat ikut menyanyikan lagu itu.

Kami umat-Mu rendahkan diri sujud dan berdoa
Mencari wajah-Mu berbalik dari jalan kami yang jahat

Oleh Anug’rah-Mu ampunilah

Oleh Anug’rah-Mu pulihkanlah

Reff:
Tuhan pulihkan, Bapa pulihkan
Kembalikan bangsa kami kepada-Mu
Bapa pulihkan ampunilah bangsa kami
Dan pulihkan kembali neg’ri kami

Sebagai manusia biasa, ingin rasanya marah dan memaki-maki pemerintah atas semua yang terjadi ini.  Tapi Kristen tidak diajarkan untuk selalu melihat dengan mata manusia, tapi juga dengan mata iman.  Tidak ada kekerasan yang diperkenankan dalam iman Kristen, walaupun demi membela diri.  Tapi Kristen yakin dan percaya bahwa saat kita angkat tangan (menyerahkan semua masalah yang tak mampu diselesaikan) maka Tuhan yang akan turun tangan dengan cara-Nya sendiri.  Kita melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan, sisanya biar Tuhan yang menyelesaikannya.

Sering aku merenung mengapa Tuhan tidak segera turun tangan membereskan setiap masalah yang dihadapi anak-anak-Nya?  Mengapa Dia tega melihat anak-anak-Nya di hina dan menderita karena nama-Nya?  Kemudian aku disadarkan akan sejarah kekeristenan awal.  Kristen berkembang pesat karena dianiaya.  Kristen mula-mula berpencar karena dikejar-kejar tentara Romawi.  Mereka melarikan diri hingga ke Afrika, Timur tengah dan Asia.  Mereka berkembang di setiap tempat mereka menetap.

Benih itu memang harus hancur terlebih dahulu sehingga dari padanya tumbuh tanaman baru.  Tanaman itu akan berkembang dan akan tiba masanya musim menuai.  Saat ini adalah masa menanam benih iman bagi Indonesia, banyak yang akan menderita karena nama-Nya.  Tapi musim ini akan segera berganti dengan tumbuhnya tanaman baru yang hijau dan segar.  Bersabarlah teman, karena sudah ada tertulis “Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat” (Matius 5:11).  Upahmu besar di Sorga.  Ingatlah Khotbah Tuhan Yesus di atas Bukit.

Ibadah bersama GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia kemaren juga dihadiri oleh Sekjen Gereja-gereja Sedunia, Rev. Dr. Olav Fykse Tveit dan juga wakil dari PGI.  Dr. Olav menyampaikan agar kita melakukan demo perlawanan dengan damai.  Khotbah siang ini pun diambil dari Ayub, tokoh dalam Perjanjian Lama yang menderita karena semua yang dia miliki lenyap, tapi itu semua tidak membuat dia mengingkari Tuhannya.  Teladan itu yang harus ditiru dari semua jemaat yang sedang teraniaya.  Bertahan dalam penderitaan, sabar dalam kesesakan dan tetap berbuat baik dan setia pada Tuhan.

Setelah ibadah selesai dimeriahkan oleh persembahan khusus berupa tarian profetik dari Joseph Ministry dan Tor-tor yang diiringi oleh gondang, kebudayaan Batak yang beberapa hari terakhir ini mencuat karena isi klaim dari Malaysia.  Juga orasi-orasi dari beberapa orang dari organisasi-organisasi yang perduli kebaragaman dan kebebasan.  Banyak pula pengendara motor yang berhenti melihat ibadah ini.

Saya tidak tahu sampai kapan mereka harus melakukan demo damai ini.  Hanya  Tuhan yang tahu pasti.  Kewajiban kita hanya patuh dan setia, dan semuanya pasti indah pada waktunya.  Karena demikianlah janji Tuhan, dan Tuhan setia pada janji-Nya.

Doaku dan hatiku bersama perjuangan GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia dan semua umat yang sedang teraniaya karena iman yang mereka miliki.  Tuhan berserta kita!

Jakarta, June 25, 2012

Mery DT

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Agama and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s