Lady Gaga VS Zona Nyaman Kelompok Mayoritas

 Riuh rendah tentang konser Lady Gaga yang belum juga mendapat izin dari Kepolisian RI, seminggu terakhir ini begitu menguras energi kita sebagai warga negara Indonesia.  Nama Lady Gaga setiap hari jadi berita di berbagai media (televisi, Koran, radio) & sosial media seperti twitter dan facebook).  Kelompok pro dan kontra semakin sengit berpendapat.  Klompok kontra yang terdiri dari kelompok keagamaan, Polri, Partai politik, masyarakat umum kompak mengecam Lady Gaga dengan mengatakan dia tidak layak ditonton oleh anak muda Indonesia karena akan merusak moral.  Lady Gaga itu Lucifer / setan dan pengemarnya adalah anak-anak setan demikian kata Habib Riziq dan Habib Salim Asegaf dari FPI .

Konser Lady Gaga yang terancam batal ini juga sudah luas diberitakan berbagai koran asing.  Tapi Indonesia tidak sendiri dalam penolakan ini.  Ada juga Korea Selatan dan Filipina, walaupun akhirnya konser di Korsel mendapat izin.  Ada kesamaan yang jelas dari 3 negara penentang konser Lady Gaga ini.  Kelompok yang menentang adalah orang-orang yang mengatas namakan agama.  Kelompok Kristen di Korsel, Katholik di Filipina dan Islam di Indonesia.

Aku mencoba memakai sepatu yang dikenakan para penentang.  Aku memahami bahwa mereka sedang berusaha menjalankan fungsinya sebagai penjagaan moral umat.  Mereka merasa berkewajiban melakukan itu.  Dalam dogma Agama, Tuhan telah membuat batasan yang jelas antara yang jahat dan yang baik, dan pemimpin agama merasa wajib mengingatkan bahkan membentengi umat dari pengaruh si jahat.  Mereka tidak rela umatnya akan menderita di akhirat kelak.  Mulia dong apa yang mereka lakukan?  Mereka melakukannya demi menyelamatkan jiwa orang lain loh!  Apa itu bukan tindakan yang mulia?

Sayangnya tidak semua orang, khususnya para agamawan yang bisa menerima bahwa ukuran “mulia” pada setiap orang berbeda-beda.  Walau seagama, sudut pandang dan kaca mata yang dipakai tidak sama.  Itu yang menyebabkan selalu terjadi perdebatan yang berakhir dengan urat leher yang kencang, wajah memerah, mata melotot dan tekanan darah tinggi meningkat.

Siapakah Lady Gaga yang bisa membuat goncangan sosial yang demikian hebat di berbagai negara?  Aku tidak akan menuliskan riwayat hidup lengkap Lady Gaga karena informasi tentang dia sudah banyak di tulis.  Silakan googling!  Aku cuma ingin cerita tentang perkenalanku dengan Lady kontroversial ini.  Jujur saja, dulu aku pun tidak suka dengan penampilannya.  Aneh dan cari perhatian saja, kataku.  Karena tidak suka, akupun tidak pernah tertarik mendengarkan lagunya.  Hingga suatu hari aku menonton sebuah video di you tube.  Seorang gadis cilik 11 tahun, Maria Aragon, keturunan Filipina yang tinggal di Canada, menyanyikan lagu “Born This Way” dengan bermain piano.  Aku mendengarkan liriknya dan tertegun.  Sederhana tapi kuat dan berani tapi sangat menyentuh.  Sejak itu aku mulai mencari beberapa lagu Lady Gaga dan aku menikmatinya.  Tapi memang bukan jadi fans beratnya, hanya penikmat sewaktu-waktu saja.

Kemudian aku mengetahui bahwa lagu “Born This Way” demikian fenomenal ke seluruh penjuru dunia karena liriknya yang mengandung penguatan/dukungan dan motivasi bagi orang yang sulit menerima diri apa adanya.  Perhatikanlah lirik ini:

“There’s nothing wrong with lovin’ who you are,” / she said, “’cause He made you perfect babe.
So hold your head up, girl and you’ll go far, / listen to me when I say.”
I’m beautiful in my way / cause God makes no mistakes
I’m on the right track baby / I was born this way
Don’t hide yourself in regret / Just love youself and you’re set
I’m on the right track baby / I was born this way
Ooo there ain’t no other way / Baby I was born this way / Baby I was born this way
Ooo there ain’t no other way / Baby I was born – I’m on the right track baby I was born this way

Don’t be a drag, just be a queen/ Whether you’re broke or evergreen
You’re black, white, beige, chola descent / You’re Lebanese, you’re orient
Whether life’s disabilities / Left you outcast, bullied, or teased
Rejoice and love yourself today / ’cause baby you were born this way

Tidak ada yang salah dengan lirik itu bukan?  Semua kata-katanya adalah penguatan, motivasi dan optimisme supaya setiap orang bisa menerima diri apa adanya karena Tuhan telah membuatnya sempurna.  Bersyukur atas apa adanya diri kita.  Bukankah itu juga yang diajarkan oleh para pemuka agama?  Tapi lagu ini menjadi hujatan karena ada liriknya yang seperti ini:

No matter gay, straight, or bi, / Lesbian, transgendered life,
I’m on the right track baby, / I was born to survive.
No matter black, white or beige / Chola or orient made,
I’m on the right track baby, / I was born to be brave.

Lagu ini dianggap sebagai suara bagi kaum LGBT yang selama ini merasa tidak didengarkan dan penguatan atas orientasi seksual mereka.  Kaum homosexual merasa mempunyai duta untuk bersuara pada dunia.  Ya Lady Gaga telah mengambil posisi sebagai pendukung utama bagi kaum homosexual.  Tak salah bila dia dianggap tokoh yang membawa angin baru dengan jumlah fans yang luar biasa.  Dan fans nya tidak hanya dari kaum homoseksual, tapi juga dari semua orang yang merasa termarginalkan, orang yang sering dibully, orang yang kecewa pada fisik yang tidak sempurna karena gemuk, kurus, kulit berwarna/hitam, jelek, dan lain sebagainya.

Tapi ternyata pengemar Lady Gaga tidak hanya dari golongan yang memiliki kekurangan, malah anak-anak yang sempurna secara fisik pun menjadi penggemar fanatiknya.  Mengapa?  Karena mereka menyukai daya cipta Lady Gaga yang sangat kreatif, terutama di fashion.  Lady Gaga telah menjadi icon fashion dunia.  Fashion designer akan merasa berprestasi bila rancangannya telah di pakai Lady Gaga.  Penggemarnya mengikuti gaya berpakaiannya.  Dan mereka merasa daya kreasinya pun tumbuh mengikuti idolanya.

Apa yang salah dengan menjadi lebih kreatif?  Tidak ada bukan?

Sekarang mari kita lihat, apa yang menjadi keberatan orang terhadap Lady Gaga.  Biasanya Lady Gaga dituduh pornoaksi dalam penampilannya di panggung, mendukung anak-anak menjadi gay & lesbian, dan dia pemuja setan.

Kalau tadi aku sudah memakai sepatu pemuka agama, aku mengajak pemuka agama memakai sepatu fans Lady Gaga.  Biasanya orang suka pada Lady Gaga bukan karena pakaiannya yang minim, tapi karena dia modis dan kreatif.  Fans merasa Lady Gaga tidak menjual sensualitas.  Mungkin ada yang horny melihat Lady Gaga tapi pasti jumlahnya sangat kecil.  Tapi coba bandingkan bila menonton dangdut kelas jalanan yang sering ditanggap oleh pejabat negeri ini untuk dipertontonkan secara terbuka pada anak-anak di bawah umur!  Aku pun tidak ingin melihatnya karena sebagai perempuan, maaf, aku mau muntah.

Lady Gaga dituduh juga menyebabkan jumlah gay & lesbian meningkat.  Hey, hey, hey… jumlah gay & lesbian itu tetap aja segitu-gitu aja dari dulu.  Hanya saja selama ini mereka bersembunyi karena takut homofobia dan elu, elu, elu selalu menyangkal keberadaan mereka.  Karena Lady Gaga, mereka berani tampil sehingga tampaknya jumlah mereka meningkat.  Lady Gaga tidak menyuruh orang berubah menjadi homosexual, tapi dia memberi encouragement bagi kaum homosexual untuk berani menerima diri sendiri dan berani bersuara.

Dan kalau dibilang Lady Gaga pemuja setan karena lagu Judas.  Coba kita tengok bagaimanakah lirik lagunya tersebut.  Sambil menuliskan ini supaya lebih meresep, aku juga sambil mendengarkan lagunya:

When he comes to me I am ready / I’ll wash his feet with my hair if he needs
Forgive him when his tongue lies through his brain / Even after three times he betrays me
I’ll bring him down, bring him down, down / A king with no crown, king with no crown
I’m just a Holy Fool, oh baby he’s so cruel / But I’m still in love with Judas, baby
I’m just a Holy Fool, oh baby he’s so cruel / But I’m still in love with Judas, baby
I couldn’t love a man so purely / Even prophets forgave his crooked way
I’ve learned love is like a brick you can /Build a house or sink a dead body
In the most Biblical sense, / I am beyond repentance
Fame hooker, prostitute wench, vomits her mind
But in the cultural sense / I just speak in future tense
Judas, kiss me if offences, / Or wear an ear condom next time

I wanna love you / But something’s pulling me away from you
Jesus is my virtue, Judas is the demon I cling to, I cling to

Sebelum membahas lirik di atas, aku mau menceritakan sedikit latar belakang pendidikan Lady Gaga.  Pada usia 17 tahun, Gaga memperoleh kesempatan kuliah dini (petanda dia jenius) di New York University, salah satu universitas favorite di USA.  Dia masuk di Tisch School of the Art dan bergabung di CAP21 (Collaboration Art project 21) di mana dia adalah mahasiswa yang paling kreatif di kelasnya.  Di sana dia belajar musik, tehnik penulisan lagu, penyusunan makalah analitis yang fokus pada topik-topik seperti seni, agama, isu-isu sosial dan politik.  See..??

Maksudku menceritakan paragraf di atas adalah untuk memberi gambaran bahwa Gaga mengikuti pendidikan formal dalam menulis lirik lagu, jadi dia tidak sembarangan.  Dia pasti sudah mempertimbangkan artinya.  Pendidikan SD-SMA ditempuhnya di sekolah Katholik.  Jadi dia mendapat didikan Katholik yang baik.  Pada perjalanan hidupnya dia memang melakukan permberontakan dari nilai dan normal agama Katholik.  Aku yakin dia pasti telah melewati berbagai peristiwa dan perenungan hingga tercipta lagu Judas.  Demikian penjelasan Gaga mengenai lagu Judas:

Lagu “Judas” adalah metafora dan analogi tentang penghianatan dan pengampunan, juga hal-hal yang selalu menghantui kita dalam hidup ini.  Saya percaya ada kegelapan pada diri setiap manusia.  Tapi pada akhirnya kita akan menuju terang yang diberikan dari atas (Tuhan-penulis).  Seseorang pernah berkata padaku, “Jika Anda tidak memiliki bayangan maka Anda tidak berdiri dalam terang.” Jadi lagu ini adalah tentang membasuh kaki (simbol merendahkan diri yang diajarkan Yesus-penulis) , penggambaran perbuatan baik maupun buruk, memahami dan memaafkan iblis dari masa lalu kita untuk dapat pindah ke dalam kemuliaan masa depan.  Jadi klip dan lagu itu hanyalah metafora yang memang sangat menantang dan agresif.

Bila kita menonton video klip Judas maka kita akan memahami maksud Gaga.  Dalam klip itu ada yg berperan jadi Yesus, Judas, dan Gaga sendiri berperan sebagai pelacur.  Pada liriknya dia mengatakan mengakui Yesus sebagai panutan Kebaikannya, tapi dalam keseharinya sifat Judas selalu melekat padanya.  Siapakah Judas itu?  Judas adalah salah satu dari 12 murid Yesus yang kemudian mengkhianati-Nya demi materi.

Bukankah kita juga senantiasa berlaku seperti Judas dalam hidup kita?  Dan kitalah sipelacur yang senantiasa menghambakan diri pada materi, kenikmatan dunia dan dosa.  Di akhir video, si pelacur bersimpuh di kaki Yesus yang memberkatinya, Judas mencium Yesus yang dikenal sebagai “ciuman maut” lambang pengkhianatan di mana Judas menyerahkan Yesus untuk disalibkan.  Sepeninggal Yesus, massa dengan wajah garang melempari si pelacur dengan menggunakan batu hingga mati.

Apa yang salah dengan video ini?  Apa yang salah dengan lagu ini?  Menurutku tidak ada.  Gaga hanya memotret kehidupan manusia dengan cara yang agresif, yang bagiku sangat menarik.  Dari pertama kali aku melihat klip ini aku langsung kasi 2 jempal padanya.  Dia sangat brillian mengungkapkan sisi terang dan gelap manusia.  Diakhir klip itu memang dia buat ceritanya lain dari pristiwa pelemparan batu, mungkin karena dia ingin mengatakan bahwa setiap pelacur akan mati dihakimi massa karena Yesus sudah tidak ada.

Mari kita renungkan!  Sering begitukan?  Kita merasa lebih suci dan benar dari pelacur?  Padahal kita juga yang menikmati tubuh mereka.  Ya, aku manusia berdosa, aku setuju seperti apa yang dikatakan dan digambarkan Gaga dalam klip itu.  Aku berkeyakinan teguh bahwa Jesus adalah penyelamatku, tapi pada keseharianku sifat Judas yang tamak dan culas tetap melekat pada diriku.  Dan aku tetap punya keyakinan bahwa Yesus telah menanam terang dalam diriku dan itu yang akan membawaku kelak pada khadirat Tuhan yang suci.  Begitulah aku menangkap lirik dan videonya.

Oke, setelah uraian panjang lebar ini, aku ingin membuat kesimpulan atas Gagaphobia yang dialami oleh para pemuka agama dan kaum agamais di negara-negara religius.  Aku yakin mereka tidak pernah mendengar dengan seksama dan memperhatikan makna dari video tersebut.  Mereka hanya melihat penampilan Gaga yang aneh dan terkadang berbusana minim dan langsung mencapnya sebagai jelmaan setan atau Lucifer.

Sepertinya ada ketakutan berlebihan disini.  Penguasa zona nyaman (agama) yang menjadi mayoritas merasa terganggu dengan adanya pendatang baru yang terlihat lebih bersinar membius anak-anak muda.  Penguasa zona nyaman ini ketakutan bila pengikutnya akan berpindah kepada pendatang baru yang masih bau kencur itu.  Insecure, perasaan terancam, itulah perasaan yang dirasakan pada para penghuni zona nyaman ini.  Merasa wilayah otoritasnya mulai ada yang mengokupasi.

Menurutku, perasaan insecure yang ditunjukkan pemimpin (Negara dan agama) menumbuhkan rasa tidak percaya kita pada mereka.  Bagaimana kita bisa mengikuti pemimpin yang tidak punya rasa percaya diri?  Mending cari tokoh yang bisa memberi penguatan dan motivasi yang dapat meningkatkan rasa percaya diri.  Itulah yang di tawarkan Gaga dengan penuh kharisma.  Tindakan keras dari pemuka agama tidak akan mengurangi kharisma Lady Gaga, malah semakin membuatnya besar dan perkasa.  Perhatikan saja!  Pada jamannya, The Beatles juga di hujat.  Semakin dihujat dia semakin besar.

Oke satu hal lagi, Lady Gaga tidak hanya bernyanyi dan mengumpulkan duit untuk dirinya sendiri, tapi dia juga punya yayasan yang memberi sumbangan pada korban bencana alam seperti di Tahiti dan Jepang saat Tsunami.  Seorang diri dia bisa memberikan sumbangan sedemikian besar.  Perbuatan baik Lady Gaga ini tentu menambah rasa simpati banyak orang.

Dan apa yang telah dilakukan pemimpin agama kita?  Anda bisa lihat sendiri, ada yang mencabuli muridnya atau umatnya.  Menyelewengkan sumbangan umat.  Menumpuk harta untuk keluarganya sendiri.  Minta dielu-elukan seperti artis.  Berbicara manis tapi kelakuan nihil.  Dan yang paling membuat umat neeg adalah pemimpin agama yang berteriak-teriak mengobarkan kebencian.  Memang ada umat suka yang seperti itu, tapi banyak juga yang tidak suka.  Dan jangan heran bila mereka menjadi muak dan mencari idola baru yang lebih manis.  Jangan salahkan Lady Gaga bila mereka (umat) mengidolakan wanita ini.  Uji kelakuanmu apakah sudah memberikan rasa aman dan nyaman pada umat?  Apakah engkau sudah menjadi contoh yang benar dan adil?  Apakah engkau memberikan penguatan pada umat yang merasa beda?  Bukankah hanya iming-iming sorga dan ancaman neraka yang selalu keluar dari mulutmu?  Umat sudah muak terhadap isu sorga dan neraka.  Saat ini mereka hanya ingin hidup, diterima apa adanya, dan dihargai.

Dari diri orang yang kita anggap iblis bisa keluar perbuatan malaikat, sebaliknya dari orang tampak seperti malaikat bisa melakukan perbuatan iblis.  Lihat, hati-hati terhadap serigala berbulu domba, karena dia akan mencabik-cabikmu.  Lebih aman bersama serigala berhati domba.

Bila aku bisa memberi saran buat para penentang Lady Gaga, hentikan!  Sikap kalian tidak akan membuat fansnya semakin sedikit tapi semakin banyak.  Berikan mereka ruang berkreasi dan tegur mereka dengan lembut bila menyimpang dari norma-norma.  Jangan menegurnya dengan kekerasan.  Sifat manusia tidak ingin dilarang.  Semua orang punya sensor moral dalam dirinya masing-masing.  Jangan merasa mereka anak-anak balita yang harus selalu disuapi.  Dengan ucapan lemah lembut, kita tidak akan kehilangan mereka karena anak-anak merasa kita punya rasa percaya diri.

Seperti lawan yang berbiji kecil tapi berbacot cempreng demikianlah kalian dimata Lady Gaga.  Kalian tidak dianggap karena perang yang kalian kibarkan hanya mainan baginya.  Dan dia bermain lebih enjoy lagi karena kalian kebakaran jenggot semua.  Kembalilah ke fungsi masing-masing!  Jangan saling berebut lahan.  Biarkan yang seniman jadi seniman, yang pengkhotbah jadi pengkhotbah saja.  Jangan jadi polisi.

Sebenarnya tadi aku ingin menulis artikel ini pendek saja, tapi ternyata menjadi sangat panjang.  Baiklah kuakhiri tulisan ini seperti perkataan Yesus yang sangat terkenal saat massa dan pemimpin agama Yahudi membawa perempuan (yang diperankan Lady Gaga dalam klip Judas) yang tertangkap basah melacur, kehadapan Yesus.  Menurut hukum Yahudi, orang berzinah hukumannya adalah dilempari batu hingga mati.  Mereka hendak menguji Yesus yang selalu mengajarkan Kasih dan menentang pembunuhan.  Yesus berdiri di dekat perempuan itu dan di kelilingi oleh massa yang beringas.  Kemudian Yesus menatap mereka semua dan berkata, “Siapa diantara kalian yang tidak pernah melakukan dosa, biarlah dia yang terlebih dahulu melempar perempuan ini!”  Kemudian Yesus jongkok, seperti menulis di tanah dengan jarinya.

Setelah beberapa lama Yesus berdiri dan bertanya pada perempuan yang masih gemetaran di sampingnya, “Dimanakah mereka?”  karena hanya mereka berdua di tempat itu.  Satu persatu masa beringsut meninggalkan Yesus dan perempuan itu.  Tidak ada yang berani melemparinya karena tidak ada manusia yang tidak berdosa.  Perempuan itu bersimpuh di depan kaki Yesus dan katanya, “Ampuni aku Tuhan!”  Yesus menjawab, “Aku mengampunimu dan pergilah!  Jangan berbuat dosa lagi.”

Sekiranya Yesus saat ini berdiri di samping Lady Gaga, Dia juga akan berkata “Siapakah diantara kalian yang tidak berdosa silakan melemparinya terlebih dahulu.”

Selamat akhir pekan!

Jakarta, May 19, 2012

Mery DT

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Agama and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s