Homoseksual Bukan Gangguan Kejiwaan, Tapi Homofobia

 Hari ini adalah hari melawan homofobia Internasional.  Apakah yang di maksud dengan homofobia? Homofobia adalah berbagai sikap negatif terhadap homoseksualitas atau orang yang diidentifikasi sebagai gay atau lesbian.  Variabel sifat negative itu mengacu pada antipati, penghinaan, prasangka, kebencian, dan ketakutan irasional.

Tiga hari lalu di timeline (TL) twitter, aku sempat baca sebuah tweet dari sebuah akun perempuan yang bunyinya seperti ini: Cowok ganteng itu ada 2 kemungkinannya: bajingan or homo!!!… beruntunglah kalian wahai pria-pria jelek!

Aku sempat me retweet tweet tersebut dengan berkomentar HAH!!  Aku tidak tahu apakah dia paham maksudku.  Sesungguhnya aku kesel kenapa dia menulis tweet seperti itu.  Padahal kulihat dari biodata dan fotonya, dia sudah dewasa, seorang ibu.  Bila dia tidak paham apa yang dia tuliskan berarti dia memang harus belajar, tapi bila dia sadar dan paham maka dia sudah masuk kategori homofobia.

Akun twitter ini telah mengkategorikan lelaki homosexual sekelas dengan bajingan dan bukan bukan leleki yang beruntung.  Karena lelaki yang beruntung itu adalah lelaki jelek karena mereka tidak bajingan atau tidak homoseksual.

Homofobia tidak terbatas pada perorangan, tapi bisa juga dilakukan oleh sekelompok orang atau organisasi massa bahkan negara.  Pernah dengar sebuah negara yang menggantung mati sepasang remaja karena ketahuan gay?  Kalau kuamati, di negara kita ini juga banyak homofobia, perorangan, organisasi massa hingga pejabat.  Masih ingatkan apa yang terjadi dengan Irshad Manji?

Istilah homophobia pertama kali dipergunakan oleh Kenneth Smith pada tahun 1971 untuk menggambarkan keengganan psikologis seseorang atau kelompok terhadap kelompok homoseksual.

Apa kira-kira yang membuat seseorang menjadi homofobia?  Menurutku karena banyak faktor, misalnya karena Agama yang dianut memposisikan homosexual sebagai penyimpangan sexual dan dosa terhadap Tuhan.  Orang yang sangat berpegang teguh pada agama tanpa mempertimbangkan pendapat ahli akan sulit menerima bahwa homosexual itu adalah normal.

Negara yang menyerap dogma agama sebagai jiwa undang-undang resmi negara akan sangat diskriminatif terhadap gay.  Di negara kita saja ada beberapa Perda (Peraturan Daerah) misalnya di yang menyamakan homosexual dengan pelacur.  Juga UU No. 44 tahun 2008 tentang Pornografi yang menyebutkan homosexual adalah persenggamaan yang menyimpang.  Berarti tidak normal.  Menurutku ini contoh Perda dan UU yang masuk kategori homophobia.

WHO, Badan Kesehatan Dunia pada 17 Mei 1990 secara resmi telah menyatakan bahwa homoseksual bukan penyakit/gangguan kejiwaan.  Sebelumnya terlah diperjelas oleh Asosiasi Psikiater Amerika Serikat pada tahun 1972 yang menyatakan bahwa: homoseksualitas harus dikeluarkan dari kategori gangguan/ kerusakan mental.  Departemen Kesehatan RI sudah meratifikasi ketetapan WHO ini dan mencantumkannya dalam buku Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia edisi II tahun 1983 (PPDGJ II) dan PPDGJ III (1993).  Jadi jelas UU dan perda di atas tidak sejiwa dengan WHO dan pedoman kesehatan Depkes RI.

Disamping agama, keenganan seseorang untuk belajar dengan pemikiran yang terbuka (open minded) juga membuatnya jadi homophobia.  Saya juga beberapa tahun lalu menganggap bahwa kaum homosexual adalah pendosa besar dan neraka yang akan menjadi tempat mereka.  FYI, saya Kristen dari lahir, anak dari seorang Penatua gereja.  Saya termasuk orang yang religius dari kecil dan sudah membaca Alkitab dari Kejadian hingga Wahyu, yang artinya qatam membaca dan memaknainya.  Tapi akhirnya saya mempelajari banyak jurnal ilmiah dan memahami bahwa homosexual itu tidak ada bedanya dengan heterosexual dan mereka tidak layak dihujat sebagai pendosa dan penghuni neraka.  Sekarang saya malah mendedikasikan sebagian waktu saya untuk menulis tentang homosexual untuk di bagikan bagi pembaca yang kebetulan mengunjungi blog saya.  Dan dengan pemahaman baru ini saya tetap orang yang percaya Tuhan dan sangat spiritual.

Para ilmuwan sudah membuktikan bahwa homosexual itu bukan penyakit apa lagi sakit kejiwaan.  Homosexual adalah manusia normal, senormal heterosexual.  Sebelumnya saya telah menulis mengapa seseorang bisa menjadi gay, artikel tersebut itu dapat di baca di sini.

Bagi teman-teman yang masih sangat meyakini bahwa prilaku homosexual adalah penyimpangan sexual yang mengundang azab Allah, saya mau kasi tahu sesuatu: hewan atau binatang juga banyak yang homosexual loh!  Bila itu tidak natural apakah namanya?  Sebab manusia melakukan hubungan seksual disamping untuk tujuan melanjutkan keturunan, juga sebagai kesenangan.  Tapi binatang hanya melakukannya karena naluri atau insting, tidak ada kesenangan disana.  Kenapa mereka bisa menyukai sesama jenisnya bila itu hanya naluri?  Aku juga pernah menuliskan artikel ini, silakan baca di sini dan di sini.

Kembali pada topik awal yakni homofobia.  Mengapa banyak gay/lesbian yang tidak mau membuka diri mengenai orientasi sexualnya?  Ini berhubungan erat dengan homofobia.  Malah di US, negara yang sudah maju itu, tetap mengatakan bila memang demi keamanan diri, tidak perlu “coming out” (menyatakan diri adalah homosexual ke public).  Karena coming out itu mengundang homofobia.  Seorang gay/lesbian harus memperhitungkan dukungan yang akan dia peroleh dan dari siapa saja bila ingin coming out.  Bila dirasa orang terdekat (keluarga) tampak menentang keras terhadap homosexual, sebaiknya coming out ditunda hingga sudah bisa bekerja dan mampu memenuhi kebutuhan sendiri.

Demikian kerasnya masyarakat umum terhadap kaum gay/lesbian sehingga ada hari yang diperingati sebagai hari Internasional melawan homofobia (International Day Against Homophobia, IDAHO).  IDAHO dicetuskan pada tanggal 17 May 2002 oleh berbagai organisasi advokasi homosexual dari seluruh dunia.  Sudah sepuluh tahun IDAHO berjalan, semoga homophobia semakin berkurang di dunia ini.

Homosexual bukan penyakit, tapi homofobia itu adalah termasuk ganguan kejiwaan.  Sama dengan fobia-fobia lainnya, homofobia juga dapat diobati.  Oleh sebab itu bagi teman-teman yang merasa punya pandangan negative terhadap homosexual segeralah kunjungi psikiater atau minimal belajarlah.  Banyak informasi di website yang bisa di baca.

Ok teman-teman, alangkah indahnya bila masing-masing kita memandang orang lain sejajar dan layak diperlakukan sama, terlepas apapun orientasi seksualnya.  Selamat hari IDAHO saudara-saudariku!  Mari kita ciptakan dunia yang lebih damai dan beradap!

Jakarta, May 18, 2012

Mery DT

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Sexual Orientation and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Homoseksual Bukan Gangguan Kejiwaan, Tapi Homofobia

  1. elfenni says:

    Good, untuk memberikan pencerahan kepada orang yang blm mengerti, walaupun pada dasarnya setiap org mempunyai hal yang plg principal dalam hidupnya yg punya garis batas, tp perlu agar tdk menjadi manusia yg homophobia, tp bisa memahami, sehingga dunia menjadi rukun dan damai. GBU

    Like

    • Mery DT says:

      Thanx. Setiap orang punya nilai yang di pegang asal jangan menghakimi orang lain karena itu hak Tuhan. Inti dari semuanya adalah kasih. kasihi saja semua orang apa pun dia, urusan Tuhan murka biarlah Tuhan langsung yang melaksanakannya. Thanx again sudah baca.
      Salam.

      Like

  2. vin says:

    you’re such a wonderful young lady.

    Like

  3. Dwi says:

    Maap sy kurang setuju dengan pendapat Mbak. Sebetulnya sy tergoda tuk mengabaikan tetapi krn ini mengaku Kristen dan sangat spiritual dan tulisan ini termuat di media sosial, sy merasa harus menyampaikan suara yg berbeda sperti Mbak jg yg Mbak lakukan sambil berharap orang yg membaca tidak salah duga soal Alkitab.
    1. Jelas sekali waktu Tuhan mengatakan pernikahan di Alkitab itu adalah pernikahan antara laki-laki dan perempuan. Kata Mbak sudah qatam dg Alkitab, mohon info apakah ada di Alkitab Tuhan mengatakan soal pernikahan sebagai pernikahan sesama jenis ?
    2. Waktu Tuhan menciptakan manusia jg Adam dan Hawa bukan lain dari itu. Apakah di Alkitab Mbak ada menyebutkan lain ?

    3. Hewan sama manusia beda jauuuuuh Mbak, tolong jangan dibandingkan.
    Coba baca Alkitab Mbak lagi, disitu disebut bahwa manusia diciptakan serupa dengan gambar Tuhan Pencipta, hewan tidak. Karena Mbak bilang percaya Tuhan dan sangat spritiul maka saya berani mengatakan bhw Tuhan Yesus disalib tuk tebus dosa manusia bukan hewan. Hewan terdiri dari 2 bagian : tubuh dan jiwa. Kalo Manusia terdiri dari 3 bagian : tubuh, jiwa dan roh
    Jadi memang BEDA manusia dan hewan itu.

    4. Mbak mengatakan bahwa hubungan sexual selain untuk melanjutkan keturunan jg untuk kesenangan, maap saya yakin itu pendapat Mbak pribadi, karena Tuhan sendiri tidak mengatakan demikian di Alkitab. Baca kejadian 1-2.

    5. Soal Homoseksual sy yakin mbak sudah baca apa Alkitab di : Kej 18-19 alasan Sodom dan Gomora dihancurkan.
    Apakah Mbak juga sudah baca tulisan berikut di Alkitab ?
    1 Korintus 6:9-10
    “Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci (=man prostitutes/Greek=Malakoi), orang pemburit (=homosexual offenders/Greek=arsenokoitai=one who lies with a male as with a female, sodomite, homosexual), pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”
    Roma 1: 27
    “Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.”
    Imamat 18:22
    “Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian.”
    Imamat 20:13
    “Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.”
    Ulangan 23:17
    “Di antara anak-anak perempuan Israel janganlah ada pelacur bakti, dan di antara anak-anak lelaki Israel janganlah ada semburit bakti.”

    Jelas sekali disini Alkitab memandang heterosexual dan homosexual sebagai sesuatu yang beda. Alkitab menganggap homosexual sebagai suatu dosa yang ada hukumannya sama seperti dosa-dosa lain seperti : pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu (1Korintus 6:9-10)

    So sebagai orang kristen kita tidak boleh melihat homosexual sebagai sesuatu yang wajar dan normal tetapi harus melihatnya sebagai salah satu dari dosa yang harus diselesaikan. Karena jelas di 1 Korintus 6:10 mengatakan orang-orang yang melakukan dosa-dosa tadi (termasuk homosexual) “tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah”.

    Bila Mbak melihatnya sebagai sesuatu yang normal, itu sudah pasti pendapat Mbak pribadi yang walaupun Mbak seorang ” …Kristen dari lahir, anak dari seorang Penatua gereja. Saya termasuk orang yang religius dari kecil dan sudah membaca Alkitab dari Kejadian hingga Wahyu, yang artinya qatam membaca dan memaknainya. anak Penatua Gereja..” pendapat Mbak tersebut harus saya katakan TIDAK SESUAI DENGAN ALKITAB karena pendapat Alkitab mengenai homosexual sudah jelas tersebut dlm ayat2 diatas. Tetapi kalau Mbak bertahan dengan pendapat itu, sepenuhnya itu hak Mbak yang kelak harus Mbak pertanggungjawabkan pada Tuhan yang Mbak sembah.

    6. Saya setuju bahwa kita tidak boleh menghakimi para homosexual, sama seperti kita juga tidak boleh menghakimi para pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu. Tapiiiii…kita wajib memberitahu mereka bahwa perbuatannya itu salah.
    Seorang pencuri, pembunuh sudah tau kalo perbuatannya salah, bila dilakukan mereka akan berurusan dengan hukum. Mengapa Mbak membuat homosexual abu-abu ? padahal menurut iman Mbak sebagai orang Kristen, homosexual itu setara dengan perbuatan pencuri dan pembunuh : dosa juga.
    Simpati pada mereka mestinya bukan dengan menganggap homosexual sesuatu yang wajar dan tidak perlu berubah tapi bila sesuai dengan Alkitab yang Mbak baca ; simpati pada mereka harusnya dengan menolong para homosexual untuk menyadari itu sebagai dosa dan perlu bertobat supaya mereka masuk dalam kerajaan Allah (1 Kor 6: 10)

    Rasul Paulus menulis kepada mereka yang dulunya pernah terlibat dalam homoseksualitas dan dosa-dosa lainnya seperti tertulis di 1 Korintus 6 : 11,20
    “Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.
    Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”

    Saya tidak menghakimi ataupun mengkritik pandangan Mbak. Saya juga tidak peduli bila Mbak tetap bertahan pada pendapat Mbak mengenai homosexual, itu merupakan pendapat Mbak sendiri.

    Tapi saya merasa perlu untuk mengatakan pendapat Mbak soal homosexual berbeda dengan pendapat di Alkitab yang Mbak baca, sekalipun Mbak mengaku latar belakang Mbak seperti di atas, apakah Mbak berani mengakuinya ?
    Dan semoga pembaca tulisan Mbak tidak salah menyimpulkan pendapat Alkitab soal homosexual dengan pendapat Mbak tadi.

    God Bless Us

    Dwi

    Like

    • Mery DT says:

      Dear Mbak Dwi,
      Terima kasih sudah mau menulis komen panjang lebar ya. Saya menghargainya.
      Semua yang anda tuliskan itu benar. Sangat dogmatis, sesuai dengan yg tertulis dalam Alkitab.

      Dari penjelasan anda yang panjang itu, saya menyimpulkan bahwa anda cuman menganggap heteroseksual yang normal menurut Tuhan, yang berarti selain heteroseksual adalah tidak normal atau cacat. Jadi, apakah Tuhan menciptakan orang yang cacat kemudian membencinya? Kok bisa Tuhan menciptakan ciptaan yg cacad? Padahal Tuhankan Maha Kuasa? Dengan sekali tiupan saja, pasti yg cacat itu bisa utuh kembali. Harusnya begitu ya? Tapi Tuhan tidak melakukannya? Malah menghukum ciptaan-Nya yg cacat itu. Tega banget!

      Eh, jangan bilang saya meragukan keMaha Kuasaan Tuhan ya. Saya cuman mau bilang bahwa cara pandang kita terhadap Tuhan itu sangat berbeda. Aku melihat Tuhan itu dari sisi bahwa Dia menyayangi semua ciptaannya dan ciptaannya itu tidak ada yang cacad. Ini bukan dogma, ini pemahaman spritual.

      Pernahkah anda tahu bagaimana cara Tuhan menurunkan firman-Nya? Saat Dia bicara dengan Musa, dia mendengar suara Tuhan itu seperti suara angin yang gemuruh. Jelaskah dia menyebutkan kata per kata? Atau Musa hanya mengiterpretasikannya? Musa menterjemahkannya sesuai dengan hikmat yang ada padanya pada zaman itu.
      Dengan cara itu juga Tuhan berbicara dengan nabi-nabi atau rasul setelahnya. Bagaimana bila mereka salah menterjemahkan firman yg hanya bak tiupan angin itu?

      Tuhan tidak pernah salah, tapi manusia iya. Alkitab itu adalah kumpulan tulisan yang sudah berumur ratusan atau ribuan tahun yang dituliskan di loh batu atau kulit kayu dan lain sebagainya. Apakah anda pikir tulisan di loh batu atau kayu itu sama persis kata2nya seperti yg ada di Alkitab sekarang? Apakah tidak ada penambahan kalimat supaya memperjelas maksud tulisan tersebut? Jadi siapa yang menambahinya? Tuhankah atau manusiakah? Apakah manusia itu tidak akan salah? Walaupun mereka yang melakukan kanonisasi tersebut (kurang lebih 300 pendeta) mereka tetap manusia.

      Kemudian, apakah Tuhan hanya berbicara pada nabi dalam Alkitab atau hingga Yesus saja dan dia berhenti berbicara sekarang? Apakah kita sudah mengunci Tuhan di dalam sebah buku dari Kejadian sampai Wahyu saja? Aku meyakini Tuhan masih berbicara sampai sekarang ke dalam hati anak-anak-Nya yang mau belajar. Dia berbicara langsung ke anda dan saya. Dia menamkan kebijaksanaan dalam hati anak-anaknya yang mau belajar. Belajar tidak hanya mempelajari Alkitab secara leterlex. Tapi renungkan. Apa arti dibelakang ayat2 itu. Mengapa jaman itu ada firman seperti itu. Bagaimana kondisi sosial budaya saat itu? Dan lain sebagainya.

      Karena aku belajar tentang sains yang berhubungan dengan orientasi seksual, makanya aku menyoroti tentang itu. Puluhan artikel yg kutulis tentang Orientasi Seksual di blog ini, salah satunya rangkuman twit dari seorang Neurosurgeon yang juga melakukan riset mengenai genetika, Dr. Ryu Hasan, bisa baca di sini => https://apaja.wordpress.com/2014/05/10/jenis-kelamin-gender-dan-orientasi-seksual/

      Dari kelompok Kristen, saya bukan seorang diri yang menganggap homoseksual bukan mahluk yang dibenci Tuhan. Anda bisa baca tulisan-tulisan Pendeta John Pavlovitz di sini => https://wordpress.com/read/blog/feed/34348126

      Inti yang mau saya katakan adalah, Tuhan itu masih berfirman dalam hati setiap anak-anak-Nya. Apa yang Tuhan bicarakan pada saya tentu beda dengan yg Dia bicarakan dengan Anda. Anda tidak salah meyakini seperti keyakinan anda, karena itu yg ditanamkan Tuhan dalam hati anda. Dan Tuhan itu menanamkan benih yang berbeda-beda pada hati anak-anaknya, sesuai kapasitasnya masing-masing.

      Demikian. Syaloom.

      Like

  4. Bukan Siapa Siapa says:

    si mba nya lesbi ya?

    Like

  5. Pingback: Tuhan yang Sama, Kita yang Berbeda. | Apaja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s