Hari Kenaikan Tuhan Yesus dan HKBP Filadelfia

Ditengah sedang asyik menulis artikel tentang IDAHO, tiba-tiba aku tidak bisa menahan diri untuk menuliskan tweet tentang kesedihan hatiku melihat jemaat HKBP Filadelfia kembali dizolimi saat mereka sedang melaksanakan ibadah Kenaikan Yesus Kristus.  Ratusan orang yang menamakan ormas keagamaan melempari mereka dengan batu, kodok dan menyiram mereka dengan air comberan.

Sesak rasanya dadaku membaca berita itu.  Tanganku seperti di gerakkan menuliskan serangkaian tweet ini:

–          Kala aparat keamanan resmi berada di ketek sekelompok orang picik.  Habis sudah Bhinneka Tunggal Ika. #negaragagal

–          Kaum minoritas negeri ini sebenarnya sudah minta perlindungan Negara, tetapi Negara tidak pernah ada. #negaragagal

–          Tapi saat kaum minoritas minta perlindungan ke luar, PBB misalnya, Negara menuduk minoritas lebay. #negaragagal

–          Kaum minoritas sebenarnya sudah kesal tingkat dewa pada Negara ini, tapi kami bisa apa??? #negaragagal

–          Tahukan kalau HKBP itu Batak?  Orang Batak itu salah 1 suku yang gahar di negeri ini.  tapi bila konteksnya iman, kami tidak akan melawan. #negaragagal

–          Bisakah anda bayangkan kalo Batak bersatu dan melawanekstrimis itu?  Perang!!!  Tapi itu tidak akan pernah terjadi, Jendral! #negaragagal

–          Kami tidak akan menari di gendang yang kalian tabuh!  Music kalian tidak menarik di telinga kami.  Sumbang!! #negaragagal

–          Silakan tabuh terus gendering perangmu hingga tanganmu capek!  Kami tidak akan menari. #negaragagal

–          Jaga staminamu!  Jangan sampai tanganmu kelelahan melemparkan batu dan air comberan pada kami. #negaragagal

–          Dan kami tetap akan memberkatimu!  Semoga hatimu dipenuhi kasih! #negaragagal

–          Jangan harap kutuk keluar dari mulut kami.  Tidak.  Kami tidak diajarkan mengutuki.  Mulut kami untuk memberkati.  #negaragagal

–          Dan bila polisi dan pemerintah resmi tidak mampu melindungi kami, maka Tuhan yang akan turun tangan dengan cara-Nya sendiri. #negaragagal

Ada sebuah akun yang mengataiku “goblok” karena tweet itu.  Tapi aku tidak akan membalasnya dengan kata-kata yang sama.  Aku hanya memberkatinya.

Kemudian setelah ini aku meletakkan hp dan ingin melanjutkan tulisan tentang IDAHO, tapi tanpa kusadari aku menangis dan menangis hingga sesunggukan dan membayangkan bagaimana jemaat HKBP Filadelfia menekan ego dan amarah mereka hingga ke titik terendah saat dilempari batu dan air comberan campur air kencing seperti itu.  Ada ibu-ibu yang basah kuyup karena air siraman tersebut, dan banyak yang terkena batu yang dilemparkan massa marah yang berjumlah ratusan orang.  Aku menangis membayangkan mereka.

HKBP Filadelfia Bekasi tidak sendiri.  Banyak gereja yang menghadapi hal-hal serupa, salah satunya GKI Yasmin Bogor.  Mereka diusir dari tanah dan gedung gereja mereka sendiri.  berbulan-bulan mereka beribadah di terotoar di depan gerejanya karena gedung gerejanya di segel wali kota Bogor.  Itupun tidak cukup, dari terotoar itupun mereka di usir.  Hingga saat ini telah beberapa bulan mereka beribadah setiap hari minggu di depan istana Negara.

Apa yang dilakukan negara?  Tidak ada.

HKBP itu adalah gereja suku Batak.  Jemaatnya orang batak Toba yang terkenal keras dan temperamental.  Lucu juga bila melihat hal ini.  Orang Batak yang emosian itu diam saja walau dilempari batu!!!  Tidak masuk akal bukan?  Tapi iman itu memang tidak masuk akal.  Iman itu sesuatu yang tidak bisa dipahami secara logika.

Aku langsung teringat bagaimana ibu-ibu Batak yang sering disebut “inang-inang” di Medan mengejar-ngejar kelompok garis keras dan membakar mobil ketuanya karena kelompok itu mengganggu tempat usaha mereka.  Kelompok garis keras itu lari pontang panting melawan inang-inang!!!  Itu baru perempuannya.  Kalau mau merasakan watak keras lelakinya, pergilah ke terminal dan pancinglah amarah mereka.  Kau akan segera merasakan bogem mentahnya.  Demikianlah watak asli orang Batak.  Keras.  Tapi bila dalam konteks keimanan, hilang sudah ego dan amarah.  Kasih Tuhan langsung meneduhkan hati mereka hingga tidak akan mau mengangkat tangan untuk membalas kesewenang-wenangan yang diterima.

Saudaraku jemaat HKBP Filadelfia, aku bisa merasakan apa yang kalian rasakan.  Tidak enak rasanya harga diri kita diinjak-injak orang yang secara fisik dapat kita lawan.  Aku bisa rasakan karena aku juga Batak yang tidak mau direndahkan orang.  Disinilah perjuangan kita.  Kita tahu mereka telah dikuasi oleh si jahat.  Kuasa gelap yang menguasi hati mereka.  Iblis itu bisa memakai baju apa saja yang bersedia jadi kendaraannya.  Musuh kita adalah kuasa gelap, dan harus kita lawan dengan kuasa terang yang telah diberikan Tuhan pada kita.  Kuasa yang Dia berikan itu lebih besar dari kuasa iblis.  Jadi bersabarlah!  Dia akan membelamu.  Doaku besertamu.

Aku teringat bagaimana Yesus dihinakan dan di ludahi juga dicambuk hingga tidak menyerupai manusia lagi.  Walaupun dia punya kuasa, bahkan orang matipun bisa Dia hidupkan kembali, tapi dia tetap setia memberi kita contoh bagaimana harus bersikap melawan kuasa gelap yang ada di hati manusia yang dipakai iblis sebagai alatnya.

Kini aku paham, kenapa Tuhan Yesus tidak melawan saat disiksa sebelum penyaliban dan setia hingga meninggal dikayu salib.  Bukan karena dia tidak mampu melepaskan diri.  Tapi Dia memberikan diri-Nya sebagai CONTOH bagi murid-murid yang mengikut Dia.  Yesus sudah mengatakan bahwa mengikuti-Nya tidak gampang.  Menjadi Kristen itu berat, karena HARUS menekan ego.  Tapi sebagai gantinya Tuhan Yesus menganugrahkan sukacita dan damai sejahtra dihati setiap orang yang mengikuti-Nya. 

Tuhan Yesus tahu kalau ketidakadilan akan selalu mengikuti pengikut-Nya, maka Dia perlu memakai dirinya sebagai contoh bagaimana caranya melawan kejahatan dengan kebaikan.  Tuhan Yesus sendiri memberi dirinya sebagai contoh dari firman yang Dia ucapkan, “bila pipi kirimu ditampar, berikan juga pipi kananmu”.  Juga menjadi contoh dari firman-Nya untuk “membalas melempar kapas pada orang yang melemparimu batu”.  Dia sendiri yang pergi pada dunia kematian dan menaklukkan maut yang sangat ditakuti manusia dan hidup kembali, seperti janji-Nya.

Tuhanku tidak OMDO.  Dia adalah Firman itu.  Dan dia menjalani Firman itu.  Dia telah menakar dan merasakan kesulitan tersulit yang bisa dirasakan pengikutnya.  Dia tidak menawarkan sesuatu yang tidak pernah dia rasakan.

Kamu dikhianati orang yang kamu kasihi?  Dia pernah ada disana, dikhianati oleh murid yang Dia kasihi?

Fisikmu lelah karena mengikuti-Nya?  Coba bayangkan bagaimana rasanya memikul salib yang berat menuju bukit Golgota kala tubuhmu baru saja dicambuk ratusan kali!

Kamu dilempari batu?  Dia lebih lagi, pernah dicambuk ratusan kali hingga daging di punggungnya tercerabut.

Kamu ditolak orang-orang disekitarmu? Gerejamu tidak bisa dibangun?  Kamu diusir sana sini? Dia sering kali mengalaminya.

Kamu tidak punya rumah bagus?  Hei, Yesus tidak punya bantal untuk meletakkan kepalanya.  Tapi Dia bisa mengangkatmu bila engkau tenggelam, karena Dia bisa menaklukkan ombak badai dan berjalan di atas air yang menenggelamkanmu.  Dia juga bisa memenuhi perahumu dengan ikan walau engkau menjala ditempat yang tidak ada ikannya.

Tuhanku Yesus adalah Tuhan yang bisa kukenal secara pribadi dan Dia mengajarku secara pribadi.  Jarak kami hanya sebatas doa.  Aku bangga punya Allah seperti Tuhan Yesus.  Dia adalah kekuatanku.  Dalam Tuhan Yesus aku sanggup menanggung segala perkara karena Tuhan telah memberi contoh yang nyata lewat hidup-Nya.

Dia bukan Tuhan yang hanya berfirman, tapi dia menjalani firman yang Dia ucapkan.  Dia lah teladan yang paling sempurna yang bisa ditemukan umat manusia dimuka bumi ini, sejak jaman dahulu, kini dan hingga Tuhan datang lagi.

Dan kenaikan Tuhan Yesus telah menjadi jaminan nyata bagi kita umat yang mengikuti-Nya bahwa dia pergi ke tempat yang Dia janijkan, di mana tempat itu penuh suka cita dan damai sejahtera, dan Dia telah mempersiapkan tempat bagi kita masing-masing.  Tempat bersama Tuhan di mana tidak akan ada lagi kesakitan dan linangan air mata.

Selamat memperingati hari Kenaikan Tuhan Yesus ke surga, saudara-saudaraku!  Bersabar dan bertahanlah.  Pertolongan Tuhan akan datang tepat waktu seperti yang Dia janjikan.  Aku mengasihimu!  Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Dan kepada kalian yang melakukan tindakan kekerasan pada kami, kami tetap mengasihi kalian.  Tuhan Yesus telah memberi contoh pada kami.  Dia mendoakan orang-orang yang menyiksa dan menyalibkan-Nya, kata-Nya; “Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang telah mereka perbuat.”  Dengan doa yang sama kami juga akan mendoakan kalian “Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang telah mereka perbuat.”

Jakarta, 17 May 2012

Mery DT

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Agama and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s