Beberapa pertanyaan yang menjengkelkan gay / lesbian.

 Dalam hubungan antar manusia, sesuatu yang umum sering kali dipakai menjadi standar bagi semua hal.  Misalnya, bila menikah, lelaki sebaiknya lebih tua dari wanita.  Lelaki adalah pencari nafkah utama, wanita hanya penyokong.  Lelaki bekerja di luar rumah, wanita yang di rumah mengurus anak.  Demikian kira-kira pembagian tugasnya.

Bila kita kembali ke beberapa puluh tahun ke belakang, memang seperti itulah format hubungan lelaki dan perempuan dalam tatanan berumah tangga.  Saat ini kondisi sudah sedikit berubah.  Sudah banyak meninggalkan formasi keluarga tradisional.  Paling tidak di kota-kota besar sudah menjadi pemandangan umum banyak wanita bekerja di kantor.  Apakah fungsinya sebagai penyokong ekonomi keluarga atau aktualisaasi diri, tetap sudah terjadi pergeseran konsep dan budaya.

Karena aku lagi lucu-lucunya mengamati segala tetek bengek yang berhubungan dengan kehidupan homosexual (gay/lesbian), terkadang terasa janggal juga mendengar komentar teman-teman atau orang lain mengenai homosexual, jadi mungkin dengan tulisan ini aku bisa sedikit meluruskan persepsi yang beredar di masyarakat.

Saya tergelitik menulis topik ini karena demikian seringnya mendengar teman-teman saat ngobrol atau komentar di twitter atau malah komentar kaum homosexual sendiri yang bingung dengan konsep dalam hubungan gay atau lesbian.  Ah, aku kok terdengar sok jago ya?!  Maafkan aku, temans.  Dulu akupun berpendapat sama, hanya sekarang telah mendapat pencerahan setelah mempelajarinya.  Baiklah aku bagikan di sini, semoga bisa menambah wawasan.

Setiap melihat pasangan lesbian atau gay, kita selalu tergelitik untuk menentukan yang mana dari mereka yang mejadi cowoknya dan yang mana menjadi ceweknya.  Seperti yang telah saya katakan di awal, kita cenderung memotretnya seperti konsep hubungan tradisional.

Suatu kali isu homosexual merebak di twitter.  Semua orang berpendapat.  Ada yang mendukung ada yang menghujat.  Seorang yang pendidikan agama tinggi pun berkomentar seperti ini: “Homosexual itu bisa diterima karena disaat mereka berpasangan ada yang berperan lelaki dan ada yang berperan wanita.”

Whaaaaaattt???

Aku mengerti.  Aku mengapresiasi pendapatnya yang berusaha mendukung homosexual ditengah gempuran homophobia.  Dia membuat argumen yang mengacu pada konsep hubungan tradisional agar dapat diterima budaya tradisionil dan dapat pula diterima pada ranah agama.  Tapi pendapat ini sangat salah!  (Tambahan: Beberapa bulan kemudian aku paham mengapa dia berpendapat seperti itu.  Karena biasanya di komunitas Arab menganggap dalam berhubungan badan, “yang memasuki” adalah lelaki dan “yang dimasuki” adalah wanita.  Pengertian yang aneh memang.  Bisa di cek di artikel ini. )

Hubungan homosexual adalah hubungan yang berbeda dengan hubungan tradisional.  Gay adalah hubungan lelaki dengan lelaki dan lesbian adalah hubungan wanita dengan wanita.  Jadi tidak ada wanita pada pasangan gay sebaliknya tidak ada lelaki dalam pasangan lesbian.

Bila lesbian berlagak menjadi lelaki, bukankah lebih baik dengan lelaki tulen?  Demikian juga bila gay berlagak wanita, bukankah lebih baik dengan wanita tulen?  Memang banyak lesbian berpakaian tomboy (butch) dan ada pria kemayu.  Tapi setombay apa pun dia, dia tetap wanita yang memiliki sifat kewanitaan.  Demikian juga, sekemayu apapun dia, dia akan tetap punya sisi maskulin.  Tapi sebagai tambahan, banyak juga lesbian yang tampilannya sangat feminin (femme) juga banyak gay yang sangat macho.

Aku jadi teringat sebuah dokumenter yang dibuat oleh Nicky, lesbian cantik berumur 23 tahun.  Silakan di cek di you tube judulnya “Things to never ask a lesbian”.  Kira-kira demikian beberapa pertanyaan dan pernyataan yang membuatnya kesal.  Terjemahannya ku buat dengan komunikasi non formal supaya lebih santai, karena seperti itulah gayanya di video tersebut.

  1. Tanya: Jadi bila sedang berkencan lu akan jadi cowoknya atau ceweknya?  Jawab: Terakhir kali gw cek, tidak ada cowok dalam hubungan lesbian.  Lesbian artinya cewek dengan cewek!
  2. Tanya:  Bagaimanakah caranya lesbian berhubungan intim?  Menggunakan “toys” atau natural?  Jawab:  Apa aja yang kami mau.  (maksudnya sama saja dengan heterosex, kadang natural kadang memakai alat tambahan – penulis)
  3. Tanya:  Si anu juga lesbian loh, lu kenal gak?  Jawab: Pertama, tidak semua gay kenal gay.  Ya ampun, pertanyaan bodoh.  Gw gak punya phonebook gay sehingga tahu siapa saja yang gay!!  Pertanyaan ini sama saja seperti kalo gw nanya, hey si itu straight loh, lu kenal dia gak?
  4. Tanya: Kamu tidak pernah tidur dengan cowok?  Bagaimana kamu bisa tahu kalau kamu lesbian sejati?  Jawab: Ini adalah pertanyaan cowok yang paling menyebalkan yang sering kudengar.  Jawabanku selalu seperti ini, “Tidak, aku tidak pernah tidur dengan cowok.  Oke, sekarang bagaimana kamu tahu kamu straight?  Biasanya jawaban ini langsung membuat mereka diam.
  5. Tanya: Jadi lu lesbian?  Apakah lu tertarik gw? (penanyanya perempuan yang ke-PD-an)  Jawab: Jadi begini ya, jueeeeeng!  Hanya karena gw lesbian bukan berarti gw ingin tidur dengan semua cewek yang gw lihat.  Gw cenderung melihat orangnya dulu, bukan secara sexual.  Kecantikan tidak jadi ukuran.  Gw sangat sulit suka sama orang karena gw sangat-sangat-sangat pemilih.
  6. Tanya:  Apakah lu gay tulen atau bisexual?  Jawab: Hay bitches, gw gay tulen!  Orang-orang selalu nanya apa gw bisexual, tidak.  Gw lesbian tulen dan tidak ada kemungkinan dengan lelaki. Sorry…
  7. Tanya: Lu lesbian, artinya lu suka vagina dong?  Jawab: Yaaaaa…!!!   Dan gw milih vagina siapa dulu kaleee..!!!
  8. Pernyataan:  Gw gak menyetujui hal-hal yang berhubungan dengan homosexual, tapi gw sayang lu kok!  Jawab: Pertama.  Gw ngak perduli lu setuju ato tidak.  Dan jangan katakan “gw sayang lu kok!”  itu sangat menjengkelkan gw.
  9. Tanya:  Lu Lesbian???  Tapi lu kan cantik banget!!  Jawab: Ok, terima kasih atas pujiannya, tapi tidak ada hubungan kecantikan dengan menjadi lesbian.
  10. Pernyataan: Ok, kamu belum pernah dengan cowok yang tepat.  Kamu seharusnya kasi kesempatan padaku, kita pasti akan cepat jadi pasangan yang manis.  (cowok yg ke-PD-an)  Jawab: Pernyataan seperti ini biasanya langsung bikin gw jengkel.  Sangat mengganggu dan merendahkan.

Walaupun yang membuat video tersebut adalah lesbian, aku pikir ini berlaku juga pada gay (pria homosexual).  Demikian beberapa informasi yang mungkin bisa menambah wawasan dalam pengenalan dunia homosexual, sehingga bila berhadapan dengan teman yang gay atau lesbian kita tidak membuat mereka tersinggung dan akhirnya membenci kita karena kenaifan kita.

Jakarta, 14 Mei 2012

Mery DT

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Sexual Orientation and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s