Satu Senja di Stasiun Kereta Bogor

 Mau cerita pengalaman lucu lagi ah.

Beberapa tahun lalu di suatu Sabtu yang cerah, aku dan 4 orang teman sekantor pergi berpiknik ria ke Kebun Raya Bogor.  Demi efisiensi dan kenyamanan kami memutuskan menggunakan kereta api AC.  Demikianlah kami menjelajahi Kebun Raya dari jam 11 hingga sore sekitar jam 4.  Banyak canda dan tawa, dan tentu saja kamera penuh dengan aksi berphoto narsis.

Setelah sore kami pulang.  Saat di dalam Stasiun Kereta Bogor, aku pengen sekali mengisengi temen-temen.  Apa ya yang harus kulakukan???   Ahaaa… aku ada ide…!

Kemudian kuajak seorang temen mendatangi ruang informasi stasiun.  Itu tuh, ruang kaca tempat bapak-bapak yang selalu mengumumkan kedatangan dan keberangkatan kereta.  Ada dua orang bapak saat itu yang sedang bertugas.

“Ada apa, neng?” demikian bapak itu menyapa kami saat kami menebar senyum semanis kembang Raflesia Arnoldy.

“Minta tolong dong, Pak?” kataku memulai misi.

“Minta tolong apa?” kata bapak yang satunya.

“Begini, kami berdua terpisah dengan teman yang lain.  Kami musti buru-buru balik ke Jakarta.  HP kami habis batre, tidak bisa menghubungi mereka.  Tolong dong Pak umumkan nama mereka! kasi tahu kami menunggu di sini.” Aku menghiba seperti emak kehilangan anak.

“Lho, kok bisa sih HPnya sama-sama habis batre?” si Bapak tidak percaya.

“Bener, Pak, HP saya juga habis batre.” Kata temen menguatkan pernyataanku tanpa menunjukkan HP-nya sebagai bukti habis batre.

Kedua Bapak itu tidak percaya dan berkata, “Tidak bisa ngumumin yang seperti itu di sini, Neng!  Ini hanya untuk pemberitahuan kereta.”

Aku dan temen tetap bersikeras membujuk supaya mereka mengumumkan nama temen-teman itu, sambil memasang wajah semiris mungkin.  Temen-temen kami yang duduk tidak jauh dari box pengumuman itu tampak bingung melihat kami ada di ruang pengumuman itu.  Mereka melambai-lambaikan tangan menyuruh kami bergabung dengan mereka.  Tapi kami pura-pura tidak melihat mereka.

Karena kegigihan kami dengan rayuan maut berbisa, si bapak tadi akhirnya mengumumkan nama ke tiga teman itu secara nyaring.  Luar biasa rasanya.  PUAS!  Puas banget mendengar nama teman-teman itu berkumandang di sore yang ramai di stasiun Bogor.  Aku masih bisa membayangkan wajah mereka bertiga saat terheran-heran namanya di sebut 2x lewat pengeras suara.  Kemudian kami tertawa tiada henti saat kami berlima bergabung.

Mungkin bapak yang mengumumkan tadi melihat kami tertawa dan merasa dikerjain.  Maafkan aku atas keisengan ini, pak!  Kami butuh hiburan di tengah keramaian penumpang kereta yang ingin pulang ke Jakarta ini.  Peace, Pak!

Miss you all, guys!

Jakarta, 10 Mei 2012

Mery DT

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Celoteh, Friendship and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s