Selamat datang kembali di Indonesia, Miss. Irshad Manji!

 Baru saja temen cc-kan sebuah link yang mengatakan sebuah Laskar menolak diskusi dengan Irshad Manji di Surakarta (Solo) sehingga acara Miss Manji di sana terancam BATAL. Sedih banget rasanya. Kenapa mereka begitu membenci perbedaan atau perubahan? Haruskah selalu dengan menghalang-halangi orang berbicara? Sampai kapan mereka bisa melawan ide? Sekiranya Irshad Manji dibunuhpun idenya akan tetap hidup bahkan lebih besar lagi dari yang bisa mereka bayangkan.

Tapi dari tweetnya tadi dia bilang bahwa dia akan tetap ke Solo. U go gal! Aku adalah pengagum pemikiran dan keberaniannya. Dia sudah pergi kebanyak negara dan tempat yang selalu menolaknya, tapi dia tetap datang. Dari tubuhnya yang mungil dia memberikan sesuatu yang besar.  Hingga hari ini aku sudah banyak membaca atikel dan menonton videonya yang melakukan kuliah umum, wawancara di televisi atau debat dengan banyak tokoh. Aku rasa, dia akan membawa sebuah gerakan besar nantinya.

Aku jadi terinagat saat pertama kali – suatu malam di September 2008 – mengenal nama Irshad Manji. Berikut re-post tulisan lamaku di www.nutsme.mutiply.com

Beriman Tanpa Rasa Takut – Tantangan Umat Islam Saat Ini.

Aku selalu termotivasi untuk membaca buku & artikel tentang agama, politik dan kebudayaan yang ada di dunia.  Walaupun aku Kristen, aku selalu ingin tahu tentang Yudaisme maupun Islam.  Aku ingin tahu, kenapa tiga agama besar ini, yang katanya berasal dari satu orang dan mempunyai kota suci yang sama, tapi selalu diliputi konflik berkepanjangan. Aku melihat terlalu besar ego masing-masing – menyatakan dirinya lebih benar dari yang lain -, sehingga agama yang semestinya membawa kedamaian malah sebaliknya membawa kehancuran lewat perang.

Aku telah banyak membaca issue-issue tentang agama. Ada mantan pendeta keluar dari Kristen dan menjelek-jelekkan Kristen. Itu wajar saja. Dia kecewa atau tidak percaya lagi makanya dia keluar bukan? Juga ada tokoh yang membelot dari Islam dan mengungkapkan hal-hal negative tentang Islam.  Aku anggap itu hanya ekspresi kekecewaan dari keyakinannya yang lama.  Memang demikianlah adanya di setiap umat beragama dunia.  Ada mantan Buddha yang mengatakan keburukan agama Buddha setelah ke luar dari Buddha. Demikian juga Hindu dan agama-agama lainnya.

Tiga hari lalu, pas berselancar, aku sampai pada satu website http://www.irshadmanji.com . Setelah membaca kontennya sekilas, aku melihat ada bukunya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.  Wow.. hebat juga, Indonesia demikian istimewa di matanya, kataku dalam hati.  Rupanya dia sudah pernah ke Indonesia.  Kemudian aku men-download buku tersebut.  Lumayan bisa jadi bahan bacaan selama liburan (ketika itu libur lebaran). Ternyata dalam waktu 2 hari aku selesai membacanya, walaupun 2 malam ini aku baru tidur setelah jam 3 pagi. Jarang aku secepat itu menyelesaikan buku dengan 204 halaman folio.

Buku Faith Without Fear: A Challenge to Islam Today yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “Beriman Tanpa Rasa Takut: Tantangan Umat Islam Saat Ini” karangan seorang feminis muslimah yang berasal dari Kanada, Irshad Manji terasa sangat lain.  Dia demikian lantang membicarakan kegalauan hatinya, mempertanyakan agamanya, mengkritisi para pemimpin agama dunia khususnya Islam, termasuk mengkritisi pemimpin dunia sekuler, Eropah dan Amerika. Dan hebatnya, dia tetap pada keyakinannya dan bangga menjadi seorang muslimah.

Walaupun aku sudah banyak tahu tentang apa yang dia tuliskan, tapi aku mengakui dia adalah orang yang paling berani – yang pernah kuketahui – menyuarakan suara hati dan pemikirannya, tanpa menyembunyikan identitasnya. Dan dia tidak pernah takut, padahal setiap hari dia berhadapan dengan banyak pihak yang menginginkan kematiannya. Benar-benar wanita yang luar biasa.

Aku rasa cuplikan kata pengantar oleh Prof. Khaleel Mohammed seorang Imam dan Profesor San Diego State University sudah sangat mewakili isi buku ini, katanya :

SEBUAH FAKTA yang sederhana: Saya sepatutnya membenci Irshad Manji. Jika kaum muslim mendengar kata-katanya, mereka akan berhenti mendengar orang-orang seperti saya, seorang imam yang melewatkan waktu bertahun-tahun di universitas Islam. Dia mengancam otoritas lelaki saya dan berkata banyak hal tentang Islam yang saya harap tidak benar. Dia bermulut besar dan menjalin fakta di atas fakta untuk membenarkan analisisnya. Dia tidak takut mati; dia hanya takut jika pikiran seseorang mati. Dia seorang lesbian, dan pendidikan madrasah saya telah merasuk ke dalam diri saya, hampir tertanam ke dalam DNA saya, di mana Allah membenci kaum gay dan lesbian. Saya SEHARUSNYA membenci perempuan ini.

Tetapi kemudian saya melihat ke dalam hati saya dan menggunakan nalar saya, dan saya sampai pada sebuah kesimpulan yang tidak mengenakkan: Irshad berkata benar. Dan Tuhan saya memerintah saya untuk menegakkan kebenaran—yang berarti bahwa saya harus berdampingan dengannya.

Aku tidak bahas isi bukunya.  Bila anda open minded dan menginginkan suatu karya yang akan membuat mata anda terbelalak dan jantung anda berdebar kencang, maka buku ini jangan di lewatkan. Kunjungi saja web sitenya, dan download secara gratis.

Mari ber IJTIHAD kata Manji… mareeee…

 

Jakarta, 3 Mei 2012

Mery DT

Re-post

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Agama and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s