Dengan Mengenal HIV/AIDS Kita Dapat Menghindarinya.

Walau telah lewat seminggu Hari AIDS Sedunia, yakni tanggal 1 Desember, saya ingin menuliskan sedikit tentang penyakit yang mematikan dan belum ada obatnya ini. Penyakit ini terkenal sebagai salah satu penyakit kelamin, padahal penularannya tidak hanya lewat hubungan sex saja. Penyakit ini pertama kali ditemukan tahun 1981 di Amerika Serikat. Sejak itu, penyakit ini bagai sel kanker yang menyebar cepat ke seluruh penjuru dunia.

Apa dan bagaimana penyakit ini sehingga demikian menyeramkan?

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kondisi medikal dimana system imun dalam tubuh tidak mampu lagi melawan infeksi. Ketidak-mampuan ini disebabkan oleh system imun yang telah diserang oleh virus ganas yang dikenal dengan nama HIV (Human Immunodeficiency Virus)

HIV butuh inang yang hidup untuk tumbuh dan memperbanyak diri. Biasanya system imun manusia mampu menemukan dan membunuh virus-virus yang masuk ke dalam tubuh secara cepat, tapi HIV menyerang system imun itu sendiri hingga lemah dan tak mampu melawan.

Apabila telah terinfeksi HIV, satu-satunya usaha yang dapat dilakukan adalah mengkonsumsi obat-obatan antiretroviral agar HIV-nya tetap dilevel yang rendah, dengan demikian system imun dapat sembuh kembali dan mampu bekerja efektif seperti sedia kala. Orang dengan HIV harus setiap hari mengkonsumsi obat antriretrival, hingga seumur hidupnya.

Jadi penyebab AIDS adalah HIV. Orang dengan HIV belum tentu penderita AIDS tapi penderita AIDS pasti mengandung HIV dalam tubuhnya.

Bagaimanakan Penularan HIV?

Penularan HIV/AIDS dapat dibagi dalam 2 jenis, yaitu :

a. Secara Kontak Seksual

1. Ano-Genital : Ini adalah tingkat resiko tertinggi bagi penularan HIV, umumnya perilaku seksual ini dilakukan oleh kaum homosexual dan sedikit heterosexual.

2. Ora-Genital : Tingkat resiko kedua, dengan melakukan oral sex karena menelan semen/sperma dari mitra seksual pengidap HIV.

3. Genito-Genital / Heteroseksual : Tingkat resiko ke tiga, penularan secara heteroseks, suami istri atau pasangan kekasih, atau dengan PSK.

b. Secara Non seksual

1. Transmisi Parental Penggunaan jarum dan alat tusuk lain (alat tindik, tatto) yang telah terkontaminasi, terutama pada jarum suntik pengguna narkotik yang digunakan secara bersama-sama. Penularan parental lainnya, melalui transfusi darah yang terinfeksi HIV.

2. Transmisi Transplasental Transmisi ini adalah penularan dari ibu yang mengandung HIV positif ke anak, mempunyai resiko sebesar 50%.

Disamping cara penularan yang telah disebutkan di atas ada transmisi yang belum terbukti, antara lain:

1. ASI

2. Saliva/Air liur

3. Air mata

4. Hubungan sosial dengan orang serumah

5. Gigitan serangga

Walaupun cara-cara transmisi di atas belum terbukti, akan tetapi karena prevalensi HIV telah demikian tinginya di Amerika Serikat, maka tetap dianjurkan :

1. Ibu yang mengidap supaya tidak menyusui bayinya.

2. Mengurangi kontaminasi saliva pada alat seduditasi pada saat berciuman dan pada anak-anak yang mengidap HIV .

3. Bagi dokter ahli mata dianjurkan untuk lebih berhati-hati berhubungan dengan air mata pengidap HIV.

Perlu diketahui AIDS tidak menular karena :

1. Hidup serumah dengan penderita AIDS

2. Bersentuhan dengan penderita.

3. Berjabat tangan.

4. Penderita AIDS bersin atau balik di dekat kita.

5. Bersentuhan dengan pakaian atau barang lain dari bekas penderita.

6. Berciuman pipi dengan penderita.

7. Melalui alat makan dan minum.

8. Gigitan nyamuk dan serangga lainnya.

9. Bersama-sama berenang di kolam.

Masa Inkubasi dan Gejala Klinis

Masa Inkubasi penyakit ini bervariasi. Ada ahli yang mengatakan bila melalui transfusi darah masa inkubasi kira-kira 4,5 tahun, sedangkan pada penderita homoseksual 2 -5 tahun, pada anak- anak rata – rata 21 bulan dan pada orang dewasa 60 bulan.

Menurut study yang dilakukan Cohart di San Fransisco, dari 6700 laki -laki hokoseksual / biseksual, 36% dari infekssi HIV setelah 88 bulan menjaddi penderita AIDS, sedangkan 20% sama sekali tidak ada timbul gejala AIDS.

Bagaimanakah gejala HIV?

Sering kali orang yang terinfeksi HIV tidak mengalami gejala sama sekali. Perlu diingat bahwa orang yang terinfeksi HIV dapat menularkan virus segera setelah dia terinfeksi, walaupun dia merasa sehat. Sangat tidak mungkin mengatakan seseorang terinfeksi HIV hanya dengan melihat penampilannya. Satu-satunya cara mengetahui dalam tubuh ada HIV atau tidak dengan melakukan test.

Gejala penderita AIDS dapat timbul dari ringan sampai berat, bahan di Amerika Serikat ditemukan ratusan ribu orang yang dalam darahnya mengandung virus HIV tanpa gejala klinis.

Ada terdapat 5 stadium penyakit AIDS, yaitu

1. Gejala awal stadium infeksi seperti : demam, kelemahan, nyeri sendi, menyerupai influenza, nyeri tenggorok, monokleosis, pembesaran kelenjaran getah bening, dll.

2. Stadium tanpa gejala; Stadium dimana penderita nampak sehat, namun dapat merupakan sumber penularan infeksi HIV.

3. Gejala stadium ARC, yakni: • Demam lebih dari 38°C secara berkala atau terus • Menurunnya berat badan lebih dari 10% dalam waktu 3 bulan • Pembesaran kelenjar getah bening • Diare mencret terus menerus dalam waktu yang lama tanpa sebab yang jelas • Kelemahan tubuh yang menurunkan aktifitas fisik • Keringat malam

4. Gejala AIDS, yakni: • Gejala klinis utama yaitu terdapatnya kanker kulit yang disebut Sarkoma Kaposi (kanker pembuluh darah kapiler) juga adanya kanker kelenjar getah bening. • Terdapat infeksi penyakit penyerta misalnya pneomonia, pneumocystis,TBC, serta penyakit infeksi lainnya seperti teksoplasmosis.

5. Gejala gangguan susunan saraf, yakni: • Lupa ingatan • Kesadaran menurun • Perubahan Kepribadian Gejala–gejala peradangan otak atau selaput otak.

Umumnya penderita AIDS sangat kurus, sangat lemah dan menderita infeksi. Penderita AIDS selalu meninggal pada waktu singkat (rata-rata 1-2 tahun) akan tetapi beberapa penderita dapat hidup sampai 3 atau 4 tahun.

Ada tiga sebab mengapa wanita lebih rentan terhadap AIDS dibanding dengan pria, yaitu :

1. Secara biologis, struktur genital wanita mempunyai permukaan berlendir yang lebih luas dan lebih mudah terluka sehingga virus AIDS dari sperma lebih gampang menulari.

2. Secara epidemiologi Wanita umumnya mempunyai suami yang berumur lebih tua, lazimnya mempunyai “jam terbang” dan mitra seks yang lebih banyak. Wanita lebih sering membutuhkan transfusi darah dari pria.

3. Secara Sosial, wanita lebih sering disubordinasikan sehingga mempersulit tindakan preventif terhadap transmisi HIV lewat hubungan seks.

Estimasi Pengidap HIV/AIDS seluruh dunia

Statistik terakhir yang dipublikasikan oleh UNAIDS tentang orang yang terinfesksi HIV/AIDS diseluruh dunia pada November 2010 adalah sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Secara Regional data dari UNAIDS adalah sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

 

Source: http://www.avert.org/worldstats.htm 1.

Jakarta, Dec 7, 2011; 3.10 AM

Mery DT

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in LGBT and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s