Mari Mengenal Seksualitas Lebih Intim.

Beberapa bulan terakhir ini saya lagi tertarik mempelajari secara sains dunia seksual yang terbagi dalam 2 kelompok besar; heteroseks dan homoseks secara sains. Karena heteroseks bukan barang langka, maka pembahasannya nantinya akan lebih banyak membahas homoseks yang masih banyak disalah artikan oleh masyarakat awam. Seperti biasa, kalo sedang tertarik suatu topik, saya akan mempelajarinya dari A sampai Z. Oh iya, sebelumnya saya juga suka sama topik Iluminati, tapi belum pernah saya share. Mungkin suatu hari nanti.

Hmm… seksologi huuhh…???!! Sesuatu yang tabu dibicarakan bagi sebagian orang, tapi penasaran untuk mengetahuinya. Oh iya, saya akan menggunakan istilah-istilah yang mungkin vulgar bagi kebanyakan orang, tapi istilahnya sesuai sains kok.

Saya tertarik sharing topik ini setelah banyak membaca artikel-artikel menarik tentang seksualitas, film documenter dan film-film gay dari manca Negara, baik gay pria maupun gay wanita. Topik seksologi ini akan saya posting dalam beberapa seri, semoga ada manfaat bagi pembaca. Silakan disebarkan kalau menurut Anda layak disebarkan, asalkan sumbernya (web site ini) tetap di cantumkan. FYI, saya tidak mempunyai latar belakang pendidikan seksologi, jadi pembahasan saya dari pandangan orang awam.

Novel pertama saya yang bertema gay – Love You Till The End – juga salah satu yang mendorong saya lebih mendalami topik ini. Saat menulis novel itu saya sama sekali tidak mengetahui dunia gay. Pembelajaran ini menjadi menarik karena banyak kejutan fakta tentang dunia itu.

Semoga serial tulisan saya nantinya dapat menjadi sedikit bantuan dari banyak masalah bagi remaja yang mempertanyakan orientasi seksualnya dan orang tua yang bingung menghadapi anaknya yang gay. Dan juga ajakan pada masyarakat supaya lebih ramah terhadap kaum gay dengan tidak memberi stigma “penyakit” atau “pendosa” dan lain sebagainya. Mari memperlakukan manusia sama tinggi dan sederajat tanpa memandang orientasi seksual seseorang.

Kaum gay itu ada disekeliling kita, bahkan mungkin ada dalam keluarga kita. Dia adalah adik, kakak, ponakan, om, tante, sepupu, atau mungkin ayah atau ibu kita. Dari pada memepersalahkan dan mengejek mereka dengan kata-kata kasar yang dapat menjadi luka batin bagi mereka, lebih baik kita mengedukasi diri tentang mereka.

Saya tahu, sebagai masyarakat yang religious sejak kanak-kanak kita telah diajarkan bahwa pasangan sejenis itu adalah dosa. Well, saya tidak ingin memasukkan unsur agama disini. Mari untuk sejenak waktu kita lepaskan pikiran kita dari doktrin agama dan melihat fakta sains dan sisi kemanusiaannya. Paling tidak Anda lebih memahami apa dan bagaimana kaum gay tersebut. Saya yakin, setelah memahami mereka kita akan lebih enteng menjalani hidup, karena hidup tanpa prejudis itu lebih sehat. Saya hanya ingin berbagi. Itu tujuan penulisan ini.

*silakan ikuti tulisan selanjutnya*

Jakarta, November 2, 2011
Mery DT

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Sexual Orientation and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s