Tuhannya Orang Kristen Pake Kancut

Di jaman yang semakin canggih ini ternyata pembicaraan tentang Agama atau keimanan yang terkesan kolot tidak memudar, malah menjadi semakin membara. Saya tidak bisa bilang ini petanda baik atau buruk, karena tidak ada yang baru di dunia ini, hanya pengulangan saja. Dari jaman purba sudah ada kepercayaan terhadap Tuhan, ada kelompok fanatik dan ada kelompok tidak percaya.

Sejak dulu saya sering dengar olok-olokan yang nyeleneh dan kadang menyakitkan tentang Kekristenan dari yang bercanda sampai yang serius seperti ini:
– Enak ya jadi Yesus, bisa nyempil terus di buah dada. Maksudnya jadi leontin kalung.
– Tuhan lu pake kancut (Yesus hanya memakai kain ketika di salib)
– Tuhan kok mati di salib?
– Injil sekarang sudah dipalsukan.
– Yesus itu manusia biasa, kok bisa jadi Tuhan sih?
– Dan lain sebagainya.

Dulu, waktu masih tahu sedikit, amarah saya mudah kepancing. Tapi tidak sampai mukul apalagi ngorok oranglah. Cukup kesel sekesal-kesalnya dalam hati. Tapi sekarang setelah banyak baca buku/website apa saja, dan agama apa saja, saya jadi santai. Oh, ternyata mereka berkata seperti itu karena tidak tahu! Oh, sebenarnya ada niat mereka ingin tahu. Saran saya buat teman-teman yang ingin tahu, baca saja Alkitab, itu sumber utamanya. Bahasa apa saja ada kok, termasuk bahasa daerah. Kalau mau bahasa aslinya juga ada yang berbahasa Ibrani.

Membaca Alkitab tidak akan membuat anda otomatis menjadi Kristen. Atau masuklah ke website2 resmi tentang Kekristenan. Kalau mau membaca yang anti Kekristenan juga banyak. Silakan saja baca dua-duanya sebagai perbandingan. Orang bijak adalah orang yang berani membaca sumber yang bertentangan dan berani menghadapinya.

FYI, untuk di babtis jadi Kristen tidak mungkin belajar dalam sehari. Tanyalah pada orang yang di baptis jadi Kristen berapa lama mereka harus belajar. Setiap Gereja ada aturan lamanya belajar dasar-dasar Kekristenan, berbulan-bulan. Pada akhir pelajaran akan ditanya “Apakah Anda sudah yakin menjadi pengikut Kristus?” Kalau tidak yakin, walau sudah belajar bertahun-tahunpun tidak akan di baptis. Jadi kalo ada yang bilang di kasi indomie trus di baptis, saya hanya tertawa saja.

Mereka memang suka bercanda.

Baiklah, saya akan mencoba menjelaskan beberapa hal tentang Kekristenan. Bila memungkinkan, saya akan tuliskan tentang Kekristenan dalam beberapa topik, tapi kita lihat saja nanti. Saya hanya akan membahas tentang Kristen tanpa menyangkutkannya dengan Agama lain. (Walaupun sedikit banyak saya tahu tentang kitab-kitab yang lain).

Tuhan Itu Maha Kuasa

Saya dan semua orang Kristen mengakui Tuhan itu Maha KUASA. DIAlah Tuhan yang mencipta langit, bumi dan segala isinya. Karena dia MAHA KUASA maka saya juga percaya DIA dapat menjadi apa pun yang DIA inginkan. DIA bisa mentransformasi KUASANYA itu dalam bentuk roh, itu yang disebut dengan Roh Kudus. DIA juga bisa mentransformasi KUASANYA dalam bentuk manusia supaya dikenali dan menyatu dalam kehidupan manusia, itu yang dikenal dengan nama YESUS.

Kemudian ada yang bilang, “Mana mungkin Tuhan bisa jadi manusia?” Yach, itu menurut pikiran manusia yang terbatas. Kita sepakatkan kalau pikiran kita terbatas dan tidak dapat menyelami pikiran Tuhan? Jadi mengapa kita harus membatasi Karya dan Kuasanya? Kalau dia mau merubah diri jadi monyet, kucing atau tikus sekali pun, kenapa kita yang sewot? Kenapa kita yang mahluk ciptaan membatasi cara kerja dan kuasa Tuhan? Meng”Iman”i Tuhan 100% itu memang sulit, karena ego selalu menahan kita. Ada yang percaya dan ada yang tidak. Ya tidak masalah! Iman tidak bisa dipaksa bukan? Tapi jangan pula menghujat orang yang percaya Yesus itu Tuhan. Cukup adilkan?

Dalam Kristen, keluarga adalah gambaran hubungan Tuhan dengan manusia. Bapak adalah kepala rumah tangga. Begitu dekatnya hubungan Tuhan dan umatnya, seperti Bapak dan anak, maka orang Kristen memanggil BAPAK atau BAPA kepada Tuhan. Sedekat apakah anda dengan bapak anda? Sebegitu dekannyalah anda bisa berkomunikasi dengan Tuhan. Makanya dalam doa orang Kristen, kami menyebut Tuhan dengan Bapak. Tuhan itu hanya sejauh doa. Itu juga kenapa Kristen menyebut dirinya anak Tuhan.

Dengan penjelasan di atas, BAPA adalah Tuhan sebagai Pencipta dan pengausa langit dan bumi. YESUS adalah Tuhan yang bermanifestasi dalam tubuh manusia. Dan ROH KUDUS adalah Tuhan yang bermanisfestasi dalam bentuk roh. Ketiganya disebut TRINITAS. Tiga tapi satu. Ketiganya mempunyai fungsi yang berbeda supaya manusia bisa lebih memahami-Nya.

Jadi dalam Trinitas tidak ada sebutan ibu, ya! *wink-wink* Maria memang yang melahirkan Yesus, tapi dia tidak masuk dalam Trinitas. Dan satu lagi, Yesus itu sudah dipercaya oleh Kristen mula-mula sebagai Tuhan yang menjelma dalam tubuh manusia. Itu tertulis dalam Alkitab. Jadi kalau ada yang bilang ketuhanan Yesus diakui pada Konsili Nicea, saya hanya tertawa saja.

Dengan konsep MAHA KUASA ini, saya hormat pada agama lain yang mempercayai banyak Dewa dan orang yang percaya bahwa SAPI itu binatang suci. Karena kalau memang TUHAN meletakkan pengertian tentang diri-Nya bagi mereka dalam rupa sapi, kenapa saya harus bilang mereka salah atau berdosa? Itukan keyakinan mereka! Apa hak saya menghakimi mereka? Demikian juga saya menghormati Kepercayaan Animism yang menyembah batu besar atau pohon besar seperti Orang Rimba di Jambi. Mereka berhak berkepercayaan sendiri! Dan mereka tidak lebih rendah dari agama apa pun di muka bumi ini.

Dengan pemahaman ini, saya rasa tidak ada agama/kepercayaan lebih tinggi dari agama yang lain. Asal kita menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya karena memeluk suatu agama maka agama/kepercayaan itu cocok untuk kita. Tapi kalau kita tidak menjadi lebih baik, mungkin agama itu tidak pas buat kita. Kalau ada yang jadi lebih jahat karena menjadi Kristen, sebaiknya keluar saja. Ngapainkan? Beragama kok malah jadi jahat. Cari agama lain, atau mungkin lebih cocok kalau tidak beragama sama sekali? Siapa tahu tidak beragama malah lebih baik. Mari kita berpikir secara dewasa. Saya tidak mengajak Anda untuk murtad atau menjadi Atheis, saya hanya ingin kita menjadi pribadi yang lebih baik terhadap sesama dan isi bumi.

Apakah ukurannya agama/kepercayaan baik atau tidak bagi kita? HATI NURANI. Tidak usah minta penilaian dari orang, cukup tanya ke dalam diri kita, “Apakah aku sudah menjadi manusia yang lebih baik bagi sesama dan alam sekitar?” Kita manusia dibekali akal dan nurani, maka pergunakanlah! Sekali lagi Ini menurut saya, boleh setuju boleh tidak.

Yesus sebagai Anak Allah

Komen yang sering sekali saya dengar seperti ini: “Tuhan kok beranak?” atau “Tuhan kok lahir dari tempat najis?” Wait, wait, wait…!! Tempat najis? Mungkin kita beda pengertian. Tapi kalo menurut saya, kalo kita tidak bisa menghargai organ tubuh kita atau organ tubuh emak kita sama pentingnya dengan organ yang lain, maka ada sesuatu yang salah pada kita. Apakah tangan lebih tinggi nilainya dari kaki? Apakah mata lebih bergengsi dari lubang dubur? Kalo saja anda tidak punya alat kemaluan atau lobang dubur, apakah anda bisa hidup lama? Orang buta bisa hidup puluhan tahun, tapi tidak orang yang tidak bisa mengeluarkan air kencing ataupun feces. Pesan saya, nyaman dan harmatilah semua organ tubuhmu! Semua sudah punya fungsinya masing-masing.

Saya mau menjelaskan sedikit pengertian Anak Allah dalam kristen. Sedikit diluar konteks Kekristenan memang, karena tidak diajarkan di Gereja atau sekolah Kristen. Tak apalah. Ini saya ceritakan supaya semua bisa menjadi masuk akal. Semoga.

Sebutan Yesus sebagai Anak Allah tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat pada zaman dia hidup, yaitu sekitar 2000 tahun yang lalu. Bangsa Israel yang hidup di Palestina ketika itu di jajah oleh Bangsa Romawi. Jerusalem sudah menjadi kota peradaban. Banyak sekolah dan rumah ibadat / Sinagoge di sana. Dan banyak suku bangsa datang, termasuk orang Yunani yang percaya pada dewa-dewi seperti Zeus, Jupiter, Hera, dll.

Orang Yahudi sudah dari jaman Adam percaya pada Tuhan yang Maha Esa. Sementara bangsa-bangsa lain sekitarnya percaya pada dewa-dewi. Mereka percaya kalau dewa itu punya anak dan bisa jadi manusia dan turun ke bumi. Seperti Dewa Ares yang sering membujuk manusia untuk berperang. Ingat film Herculeskan? Begitulah pola pikir masyarakat zaman itu, sehingga Tuhan memperkenalkan Diri-Nya dalam konsep yang dimengerti masyarakat zaman itu pada bangsa lain selain Yahudi. Maka lahirlah Yesus sebagai Anak Allah yang lahir dari seorang perawan yang bernama Maria. Tuhan yang memiliki darah dan daging yang bisa merasakan sedih dan senang seperti manusia. Tuhan yang hidup diantara mereka, yang bisa mereka ajak bicara dan mengajari mereka. Dan Yesus melakukan banyak sekali mujizat-mujizat, hingga menghidupkan kembali orang mati.

Kalau ada yang bilang Yesus itu hanya untuk orang Yahudi saja, jelas tidak. Malah orang Yahudi tidak mengakui Yesus sebagai Mesias yang di janjikan. Tapi orang Kristen yakin dan percaya bahwa Yesuslah Mesias yang di janjikan.

Konsep pemikiran bahwa Tuhan bisa lahir jadi manusia sangat bisa diterima masyarakat ketika itu. Mereka menjadi lebih mudah mengenal dan menerima Tuhan yang dapat mereka lihat dan sentuh, juga hidup diantara mereka. Tuhan lahir dalam tubuh manusia adalah kreatifitas Tuhan supaya manusia bisa memahaminya.

Konsep Anak Tuhan ini memang jadi absurd di abad sekarang ini. Tidak semua orang bisa memahaminya. Jelaslah, karena kita hidup di abad 21, sementara Yesus lahir di awal abad 1. Manusia sekarang saja beda pemikirannya dengan manusia jaman RA Kartini umpamanya, yang mau saja dikawinkan dengan duda tua yang bergundik. Bagaimana kita bisa mengharapkan semua manusia sekarang memahami cara berpikir masyarakat 21 abad yang lalu?!

Kemudian muncul pertanyaan, “Kalau begitu Yesus itu hanya cocok di zaman dulu saja dong? Sekarang dia sudah kadaluarsa.” Boleh saja berpendapat begitu. Tidak masalah. Tapi orang Kristen percaya bahwa Yesus itu adalah Fiman Tuhan yang hidup. Yesus itu adalah INJIL yang artinya Berita Baik bagi semua orang. Kalau dulu dia Berita baik, maka kini dan nantipun Dia tetap Berita Baik. Makanya kalau ada orang bilang Injil sudah di palsukan, maka orang Kristen yang ngerti akan tertawa. Bagaimana memalsukan Yesus atau berita baik?

Saya juga sering dengar orang berkata, “Aku percaya semua ajaran Yesus tapi menganggapnya hanya sebagai Guru atau nabi saja, bukan Tuhan. Dia hanya manusia biasa.” Itu terserah Anda mempercayainya sebagai apa; guru, nabi, tukang kayu, orang gila, ya terserah. Sesuai pemahaman Anda saja, karena Iman tidak bisa dipaksakan. Jadilah sesuai imanmu!

Demikian sedikit penjelasan saya tentang Ke-MAHA-KUASAan Tuhan, semoga teman-teman yang membaca bisa mengerti. Kalaupun tidak mengeti atau tidak setuju ya enggak apa-apa juga. Yang penting kita saling menghormati satu sama lain sebagai manusia yang setara. Merdeka!!

Jakarta, 17 Agustus 2011
Mery DT.

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Agama, Celoteh and tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Tuhannya Orang Kristen Pake Kancut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s