Apakah moral manusia jaman sekarang lebih buruk dari jaman sebelumnya?

Aku suka galau kalau ada orang yang mendiskreditkan satu generasi atau satu zaman, atau suatu bangsa. Misalnya, kalau ada yang khotbah di gereja mengatakan bahwa Israel jaman Perjanjian Lama (Pra Jesus) adalah bangsa yang tegar tengkuk, pembangkang pada Firman Tuhan dan lain-lain. Atau juga misalnya, khotbah para ulama yang mengatakan zaman Jahiliayah (Pra Muhammad) kondisi sosial masyarakat sangat buruk, mereka hidup saling bantai, saling serang dan lain sebagainya. Bagiku, itu hanya opini yang mendiskreditkan suatu jaman dengan jaman lainnya.

Pernah dengar jugakan kalau ada yang mendiskreditkan bahwa jaman sekarang lebih buruk dari jaman dahulu? Misalnya, orang tua yang berkata: “anak-anak sekarang tidak hormat pada orang tua atau guru.” Atau “Manusia sekarang sudah tidak tahu malu ciuman di tempat umum.” atau “Kelakuan manusia (gay, perselingkuhan) lebih buruk saat sekarang.”

Jaman manakah sebenarnya yang paling baik? Dahulu atau sekarang?
Betulkah jaman dahulu lebih buruk dari jaman sekarang? Ataukah sebaliknya jaman sekarang lebih buruk dari jaman dahulu? Tentu maksudku adalah buruk dari segi moral. Dan biasanya yang mengukur baik atau buruknya moral adalah Agama dan standar etika yang diterima masyarakat setempat.

Aku gak percaya bangsa Yahudi jaman dahulu itu tegar tengkuk atau pembangkang semua. Pasti ada diantara mereka yang baik dan tulus. Aku gak percaya bangsa Yahudi sekarang lebih baik dari bangsa Yahudi sebelum masehi. Sama saja. Dulu ada yang baik, sekarang pun ada yang baik. Dulu ada yang buruk, sekarang pun ada yang buruk. Ukuran kebaikan atau kebenaran itu hanya masalah persepsi, bukan statistik.

Aku gak percaya pada jaman jahiliah itu semua orang jahil dan bodoh, pasti ada yang baik dan pintar. Aku meragukan bangsa Arab jaman sekarang lebih baik dari Arab saat jaman jahiliaah. Kita bisa lihat bagaimana mereka memperlakukan TKW kita kan? Sering ada “Kaya jaman jahiliah saja adat mereka!” ketika kita melihat pemerkosaan dan penganiayaan TKW di Arab. Jadi, sebenarnya tidak ada yang berubah. Kepintaran dan kepatuhan manusia itu sangat berhubungan dengan konsisi jaman dan lingkungan dia hidup.

Nilai kebenaran yang diakui suatu bangsa bisa saja berubah, misalnya tanah Jawa jaman Majapahit beragama Hindu. Saat itu kebenaran dan norma adat yang dipakai pasti berdasarkan ajaran Hindu. Tapi setelah pulau Jawa berubah memeluk agama Islam, maka norma adat hindu bergeser menjadi norma dan etika berdasarkan Islam. Demikian juga di benua Eropah atau Amerika, dimana nilai kebenaran yang dipakai sekarang banyak diinspirasi dari Kristen, karena Kristen/Katholik pernah lama memerintah di daratan Eropah.

Atau ada juga yang mengatakan bangsa A lebih pintar dari bangsa B. Menurutku, kepintaran itu selaras dengan kearifan atau nilai-nilai yang dipakai bangsa tersebut. Aku tidak berani bilang suku Batak atau Jawa lebih pintar dari suku Orang Rimba di pedalaman Jambi, atau orang Papua misalnya. TIDAK..!! Mereka punya kearifan lokal sendiri, sesuai ukuran mereka. Dan aku yakin mereka pun merasa lebih pintar dari kita, terutama kalau tanding bertahan hidup dalam hutan. Jadi, jangan pakai standar kita untuk mengukur orang lain.

Coba perhatikan, apakah ada kejahatan yang baru di dunia ini? TIDAK. Semua hanya pengulangan dengan versi yang lebih kreatif. Misalnya, pembunuhan, sudah ada dari jaman manusia purba. Kalau dulu manusia membunuh pakai batu atau tongkat, sekarang bisa pakai teknologi tinggi seperti bom atau nuklir. Menurut anda apakah perjinahan lebih buruk dahulu atau sekarang? Apakah kejahatan sexual dahulu lebih buruk dari sekarang? Menurutku sama saja. Semua hanya pengulangan kelakuan sepanjang jaman.

Apakah perjinahan atau kaum gay lebih banyak sekarang dari pada dulu? Gak juga. Usia perjinahan sama dengan usia manusia ada dimuka bumi. Demikian juga kaum gay, penipuan, pencuri, pembela kebenaran, pemimpin yang adil, pemimpin yang lalim, pendusta, orang jujur, pembangkang, penurut, tukang gosip, perusak rumah tangga orang lain, perselingkuhan, orang suci dan orang bijak yang mendedikasikan hidupnya bagi Tuhan atau kekuatan gaib yang dia yakininya sudah ada sejak dahulu kala.

Ukuran baik buruknya suatu bangsa sangat tergantung pada nilai-nilai kebaikan yang mereka yakini pada zaman dan lingkungan dimana dia hidup. Ada budaya/agama yang menganggap semua tubuh adalah aurat yang harus di tutupi. Tapi ada juga bangsa yang menganggap asal beberapa jengkal bagian tengah tubuh yang ditutupi, ya tidak masalah. Yang setuju pendapat pertama pasti tidak setuju dengan pendapat ke dua. Demikian juga sebaliknya, yang setuju pendapat kedua akan merasa aneh pendapat pertama. Berhakkah kita menghakimi apa yang diyakini orang lain? TIDAK.

Jadi, bila berbicara mengenai moral, etika dan agama, rasanya tidak ada perubahan, apakah tambah baik atau tambah buruk. Satu-satunya ukurang yang bisa dibilang jaman sekarang lebih baik dari jaman dahulu adalah dibidang tehnologi atau ilmu pengetahuan.
Karena tehnologi atau ilmu pengetahuan itu berkembang. Tidak mungkin tiba-tiba diciptakan robot yang canggih seperti sekarang ini tanpa ada penemuan perhitungan atau rumus matematika sederhana dijaman dahulu. Rekayasa gen atau cangkok hati / jantung dapat dilakukan sekarang pasti melalui riset yang panjang dari jaman dahulu kala. Semua tehnologi bermula dari 1 langkah pertama.

Penerimaan kemajuan tehnologi oleh manusia sejalan dengan kondisi manusia saat tersebut. Bagi kita yaang hidup di jaman sekarang, perjalanan ke luar negeri menggunakan kapal api adalah kuno. Padahal jamannya, kapal api adalah transportasi yang paling canggih. Dan aku yakin, suatu saat nanti pesawat udara kita sekarang akan menjadi usang dan dianggap kuno oleh generasi mendatang.

Sehebat-hebatnya manusia menggunakan moral atau etika, hukum seleksi alam tetap akan berlaku menggilas manusia. Manusia yang bisa beradaptasi dengan perubahan jaman akan tetap bertahan hidup. Tapi bagi yang menolak perubahan itu akan tergilas dan terseleksi oleh alam itu sendiri. Saya tidak mengatakan apakah kemampuan beradaptasi atau yang tergilas jaman adalah manusia bermoral baik atau buruk. Kembali seperti saya bilang diawal bahwa ukuran kebaikan itu sangat tergantung pada kondisi jaman dan bangsa yang meyakininya.

Bagiku, orang yang suka mengatakan suatu jaman lebih baik dari jaman lain dari sisi moral / etika hanyalah orang yang suka mencari kambing hitam dalam persoalan yang tengah di hadapi. Dunia ini adalah KESEIMBANGAN. Dimana ada kejahatan pasti ada kebaikan. Dalam hati setiap manusia pun ada sisi malaikat dan iblis, tergantung yang mana yang diberi makan lebih banyak.

Sekian.

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
Gallery | This entry was posted in Agama, Celoteh, Negeriku & Politik, Sexual Orientation and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s