Simpatiku bagi musibah Gunung Merapi

Aku tertegun saat sebuah stasiun tivi nasional menayangkan kondisi terakhir desa Kinarejo Cangkringan yang terkenal itu karena merupakan desa Mbah Marijan. Konon desa itulah yang paling dekat ke puncak Merapi. Saat gunung Merapi memuntahkan debu dan gasnya untuk pertama kalinya, berita duka melingkupi seluruh negeri. Menurut Global Jakarta, paling tidak 25 orang tewas termasuk Mbah Marijan akibat awan panas yang sering di sebut Wedus Gembel itu.

Sejak hari rabu, 27 Oktober 2010, Gunung yang menjulang itu tampak semakin angkuh saja karena tak henti-hentinya memuntahkan debu vulkanik yang berbahaya bagi kesehatan mahluk hidup. Kalo ini dia seperti mau bilang ke dunia bahwa dialah yang memegang kendali saat ini. Manusia hanya bisa menerima apa yang dia berikan, dan melarikan diri darinya bila ingin tetap hidup.

Desa-desa yang sebelumnya hijau mejadi desa-desa di gurun pasir yang kotor bermandi debu tebal. Semua kelihatan berwarna abu-abu. Demikian juga hutan berubah warna menjadi abu-abu. Hilang sudah warna hijau yang menggambarkan kehidupan. Tidak ada yang bisa bertahan bila awan panas yang bersuhu 8000C itu melintas di atasnya. Sekitar 5 – 8 km diameter kaki gunung merapi menjadi daerah rawan. Demikian dahsyat peristiwa alam itu.

Sangat sedih melihat kondisi alam yang hancur dan penderitaan warga yang berada di sekitar gunung tersebut. Mereka harus meninggalkan rumah dan berkumpul di tempat-tempat pengungsian yang selalu minim fasilitas. Pemerintah selalu tidak siap menghadapi kondisi bencana seperti ini. Pemerintah ini selalu masih belajar dan belajar, tapi hanya belajar tanpa implementasi yang baik dan benar di lapangan.
Kata orang bijak, dibalik awan gelap akan terbit mentari yang cerah. Semburan debu vulkanik itu adalah sumber unsur hara yang akan memberikan kesuburan bagi tanah pertanian. Aku yakin alam dapat mengganti semua kerugian yang telah terjadi. Semoga saja manusia yang dikaruniai akal sehat, bisa mengantisipasi keadaan sedini mungkin dan juga bersahabat dengan alam.

Be goo to the universe!

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
This entry was posted in Alam / Lingkungan Hidup. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s