Ada apa dengan negriku ini?

Untuk kesekian kalinya sebuah ormas dengan merk “agama” merengsek kegiatan agama lain.  Beberapa orang menjadi korban pentungan mereka.  Lucunya, padahal sudah ratusan polisi berjaga-jaga sejak pagi… kok bisa-bisanya masih tembus ya?  Apa polisinya gak sepenuh hati mau melindungi orang yg beribadah pada Tuhannya?

Kalau dipelajari tentang dinamika keberagamaan di negri ini, walau diakui kebebasan beragama dalam undang-undang, tapi tidak seperti itu kenyataannya.  Hanya 1 agama yg memiliki hak istimewa untuk melakukan apa saja, termasuk jadi POLISI bagi agama lain.  Bahkan POLRI pun seperti membiarkan apa saja yang mereka lakukan. 

Gak tau lagi bilang apa.  Ada apa dengan negeri ini?  Katanya Negara yang berdasarkan ke-Tuhan-an.  Tapi yang dibenarkan hanya Tuhan satu golongan saja.  Pembangunan gereja, vihara dan kuil Hindu sangat sulit mendapatkan izin.  Tapi untuk mendirikan mall atau night club malah lebih gampang.  Ada apa bangsaku…???

Ada yang berkomentar, itu terjadi karena pembalasan atas perlakuan amerika atau Israel yang mengganggu umat Islam di Afganistan, Irak dan Palestina.  Aacchhh… kok larinya ke sana ya???  Kapan kita dewasa melihat permasalahan kalau selalu mencari pembalasan dengan cara yang tidak tepat.  Kalo marah sama Amerika atau Israel kenapa tidak protes langsung setiap hari kepada ke-2 negara itu?  Kok bangsa sendiri yang di gebukin… ckckckck…. So childish…!

Tapi bukan hanya Kristen, Hindu & Buddha saja kok yang di serang, bahkan sesama label agamanya saja di gebukin kok.  Kalau dibawa ke dialog pasti pasti banyak pembenaran yang akan dijadikan alasan aksi mereka.  Tapi menurutku hanya rasa ketakutan dan gak percaya dirilah mengapa orang-orang berbuat serendah itu.  Silalan lanjutkan aksimu!  Suatu saat engkau akan masuk ke dalam lubang yang kau gali sendiri.  Tuhan memberkatimu, saudaraku…!

Advertisements

About Mery DT

So much things swaying in my mind, but sometimes I just can’t expel it. I am a super random person. I write novel, short story and screenplay for movie. Thanks have read my pieces.
This entry was posted in Agama. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s