Beriring waktu
Perlahan rasa itu tumbuh
Tidak terlalu cepat awalnya
Tapi terakhir berkembang sedemikian pesat
Bunga bersemi semarak dengan wewangian yang lembut
Sepertinya siraman air dan pupuknya sangat sempurna
Terasa dia begitu baik dan perhatian
Dia jauh disana… tapi sepertinya mengerti
Dia jauh diujung sana.. tapi selalu ada
Suaranya sering terdengar walau cuman sekedar “how r u?”
Awalnya hanya lucu-lucuan
Tapi terakhir jadi keinginan…
Tanpa sadar dalam hati terbentuk impian
Minggu sore suaranya terdengar lagi
Tiba-tiba semua hancur…….. praaaannnnkkk…
Batin luluh lantak…
Tanpa sadar jadi uring-uringan
Komunikasi tidak ditutup indah
Firasatku berkata… ini sudah berakhir
Damn… kok terasa menyiksa …
Semalaman batin lelah mengolah situasi
God, aku ingin hari-hariku kembali normal
Seperti sebelum mengenalnya
Please pulihkan segera…
Jakarta, 29 Oktober 2007
Mery DT
knapa di paya lintah bakat ini idak keluar dulu
ingat dulu ada pernah PR kita buat puisi
Aku erban puisi enggo SMP nari, tapi mela-mela denga… hahahaha…