<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Apaja means whatever</title>
	<atom:link href="http://apaja.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://apaja.wordpress.com</link>
	<description>Whatever swaying in my mind</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Jan 2012 10:29:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='apaja.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Apaja means whatever</title>
		<link>http://apaja.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://apaja.wordpress.com/osd.xml" title="Apaja means whatever" />
	<atom:link rel='hub' href='http://apaja.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Zona Nyaman, Kreatifitas dan Kebahagiaan</title>
		<link>http://apaja.wordpress.com/2012/01/23/zona-nyaman-kreatifitas-dan-kebahagiaan/</link>
		<comments>http://apaja.wordpress.com/2012/01/23/zona-nyaman-kreatifitas-dan-kebahagiaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 10:29:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mery DT</dc:creator>
				<category><![CDATA[celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Heterosexual]]></category>
		<category><![CDATA[Homosexual]]></category>
		<category><![CDATA[Comfort Zone]]></category>
		<category><![CDATA[Kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatifitas]]></category>
		<category><![CDATA[Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[Zona Aman]]></category>
		<category><![CDATA[Zona Nyaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apaja.wordpress.com/?p=355</guid>
		<description><![CDATA[Setiap kita memiliki ruang yang disebut comport zone atau zona nyaman.  Ruang ini kita sendiri yang tahu ukuran dan dimensinya.  Ruang ini tidak ada fisiknya, tapi terasa nyata.  Zona nyaman ini ada dalam banyak hal.  Misalnya pekerjaan, keyakinan, pertemanan, keluarga &#8230; <a href="http://apaja.wordpress.com/2012/01/23/zona-nyaman-kreatifitas-dan-kebahagiaan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apaja.wordpress.com&amp;blog=1697218&amp;post=355&amp;subd=apaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://apaja.files.wordpress.com/2012/01/ruang-keluarga-nyaman.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-356" title="Ruang-Keluarga-Nyaman" src="http://apaja.files.wordpress.com/2012/01/ruang-keluarga-nyaman.jpg?w=640" alt=""   /></a>Setiap kita memiliki ruang yang disebut comport zone atau zona nyaman.  Ruang ini kita sendiri yang tahu ukuran dan dimensinya.  Ruang ini tidak ada fisiknya, tapi terasa nyata.  Zona nyaman ini ada dalam banyak hal.  Misalnya pekerjaan, keyakinan, pertemanan, keluarga juga pasangan hidup.  Biasanya semua ini saling terkait, sehingga bila keluar dari satu zona nyaman akan mempengaruhi zona nyaman lainnya.</p>
<p>Misalnya di tempat kerja yang sudah terbangun suasana pertemanan yang sangat baik sering menahan kita untuk keluar dari pekerjaan tersebut walaupun terasa sudah kurang baik bagi perkembangan karir.  Keluar dari satu pekerjaan dapat memperngaruhi keuangan keluarga, misalnya bila memutuskan menjadi enteprenuer.  Sangat tidak nyaman berubah dari kondisi dengan kepastian adanya gaji bulanan berubah pada keadaan penghasilannya tidak menentu.</p>
<p>Motivator hebat selalu berkata, keluarlah dari zona nyamanmu.  Kata “keluar” itu saja sudah kata kerja yang membutuhkan usaha, kemudian dari zona nyaman pula.  Artinya kita berusaha menjauhi sesuatu yang nyaman, mendekati yang tidak nyaman.  Keluar dari zona nyaman itu tidak pernah enak.  Selalu ada yang dikorbankan.  Ada rasa sakit, kesepian, ketakutan dan lain-lain yang mendampingi saat kita memutuskan untuk keluar dari rasa nyaman tersebut.</p>
<p>Padahal sesungguhnya tetap berada dalam zona nyaman ataupun keluar dari zona, sama-sama memberi rasa sakit.  Bedanya adalah zona nyaman sakitnya belakangan, sedangkan zona tidak nyaman sakitnya duluan dan tidak ada jaminan kapan penderitaan itu berakhir.  Ini yang selalu menghalangi orang keluar dari zona nyaman tersebut.  Kata orang bijak, zona nyaman akan membunuh kita secara perlahan.  Karena zona nyaman itu seperti narkoba yang menawarkan kenyamanan semu, dan akhirnya mematikan paling tidak jiwa atau kreatifitas.</p>
<p>Aku teringat seorang musisi senior merasa lumpuh saat hidupnya tidak ada gejolak.  Dia tidak bisa menciptakan lagu dalam kondisi hatinya terlalu nyaman.  Setelah beberapa tahun tidak bisa berkarya, dia memutuskan untuk membuat ulah dengan berselingkuh dengan wanita lain.  Setelah itu terjadi keributan dengan istrinya, dan dia merasakan lagi rasa sakit saat bertengkat dengan istrinya.  Dengan rasa sakit itu, dia bisa menciptakan lagu-lagu bagus.  Tentu ini bukan contoh yang baik untuk keluar dari zoba nyaman.  Tapi demikianlah zona nyaman itu dapat membunuh kreatifitas.  Seharusnya memang seorang seniman bisa berkarya dalam saat senang maupun susah, tapi tidak semua orang seperti itu bukan?  Namanya juga seniman, suka nyentrik.</p>
<p>Keluar dari zona nyaman menuntut keseriusan, kalau tidak maka kegagalan yang menanti di depan.  Kegagalan ini akan membawa depresi berkepanjangan dan dapat berujung pada kegilaan.</p>
<p>Aku tidak akan membahas tentang keluar dari zona nyaman pekerjaan, karena sudah biasa dan banyak dilakukan para motivator handal.  Yang jarang dikatakan orang adalah keluar dari zona nyaman berkeyakinan.  Aku mengenal beberapa orang yang sebenarnya merasa tidak lagi yakin dengan keyakinannya, tapi tetap memeluk keyakinan itu karena sangat riskan baginya untuk keluar.  Dia akan mempertaruhkan keluarga dan tradisi yang tidak akan bisa dinikmati lagi dihari-hari kemudian.  Baginya itu pengorbanan yang terlalu besar dan tidak sepadan, sehingga dia memutuskan tetap berada dalam zona nyaman tersebut.</p>
<p>Zona nyaman berkeluarga juga sensitive dibicarakan karena ada keyakinan yang tidak merestui perceraian.  Tapi bagiku, bila sudah sampai pada tahap hubungan yang tidak sehat terhadap setiap jiwa yang terkait dalam perkawinan tersebut, ayah-ibu dan anak-anak, maka jalan perpisahan yang dewasa layak ditempuh.  Berpisah untuk saling lebih menghormati.  Bukan perpisahan seperti anak-anak yang mementingkan ego dimana mantan pasangan tidak boleh mengunjungi anak misalnya.  Itu perpisahan yang tidak sehat sama sekali.</p>
<p>Sekiranya masing-masing bisa memegang komitmen pernikahan dalam kadar yang sama tinggi, maka perpisahan itu tidak akan terjadi.  Yang sering terjadi adalah, ada pihak yang mengabaikan komitmennya sehingga menyakiti pasangannya.  Tentu manusia tidak luput dari salah, selama pernikahan masih dapat diperbaiki, maka lebih baik diperbaiki.  Tempuhlah konseling bila masalah sudah tidak mampu diselesaikan berdua.</p>
<p>Dari status berpasangan kemudian menjadi sendiri lagi terkadang tidak nyaman terutama penyebutan statusnya pada budaya kita.  Status janda atau duda itu sering tidak disambut positif oleh yang mendengar.  Selalu ada konotasi negative dibaliknya.  Itulah yang menyebabkan orang tidak ingin menyandang status ini dan tetap bertahan pada posisi yang sangat sulit sekalipun.  Tapi ada juga sih yang tidak perduli dengan status itu sehingga dengan mudah kawin-cerai walaupun sesungguhnya pernikahannya masih dapat diselamatkan.  Hal itu kembali lagi pada tujuan hidup seseorang.  Terlalu beagam untuk dilakukan penyeragaman.</p>
<p>Aku sebenarnya termasuk orang yang menentang perceraian.  Janganlah bercerai bila masih ada cara untuk memperbaikinnya.  Kesampingkan ego dan pandanglah pada anak.  Bila tidak punya anak, mungkin perceraian akan lebih gampang.  Ingat, anak tidak pernah minta dilahirkan loh, jadi bertanggung-jawablah terhadap anak yang telah engkau buat.  Anak berhak memiliki kasih sayang kedua orang tuanya sama besar dan hidup dalam lingkungan keluarga yang sehat.  Anda membuat anak pasti karena ego.  Manusia butuh objek untuk dicintai, maka dibuatlah anak bagaimana pun caranya.  Bila tidak bisa dengan alami, maka tehnik bayi tabung dan inseminasi pun ditempuh.</p>
<p>Tapi aku tidak habis pikir kalau ada orang tua yang marah-marah pada anaknya dengan mengatakan, “Kamu anak kurang ajar, tidak tahu berterima kasih.  Sembilan bulan aku mengandungmu, tapi kamu menentangku.  Durhaka!!”</p>
<p>Coba deh, para orang tua, rasional dikitlah!  Emang anak itu dulu minta dilahirkan ya? Bukannya itu ego dan nafsu anda supaya dia lahir?  Kalo sekiranya anda didik dia dengan baik, anak tidak akan kurang ajar kok.  Anda kali yang kurang ajar!  Kalaupun anak itu sudah anda didik dengan baik dan dia tetap kurang ajar, anda tetap tidak berhak mengungkit-ungkit kesusahan anda selama sembilan bulan mengandungnya.  Anda yang butuh punya anak.  Bukan anak itu yang butuh orang tua.  Jangan kebalik-balik deh logikanya.</p>
<p>Aku juga pernah dengar orang berkata bahwa anak itu adalah asset untuk masa depan.  Siapa lagi yang akan menjaga kita kalau bukan anak?  Walau aku merasa tidak nyaman mendengarnya, ada benarnya juga sih.  Memang anak yang akan menjaga orang tuanya.  Jadi kalau menganggap anak itu asset berharga, perlakukanlah anak sebagai harta yang berharga.  Jangan sia-siakan!</p>
<p>Kembali ke zona nyaman tadi, ada satu kenyataan yang aku masih bingung menentukan pihak yang didukung.  Karena akhir-akhir ini aku banyak mengamati kaum LGBT, jadi aku tahu sedikit banyak tentang kelompok ini.  Ada semacam kondisi yang tidak mereka inginkan yang harus mereka jalani.  Misalnya menikah dengan lawan jenis, padahal sebenarnya mereka gay.  Banyak perempuan gay yang menikah dan punya anak tapi tetap memimpikan malah banyak yang memiliki pasangan wanita.  Demikian juga suami yang ternyata punya punya pasangan sejenis diluar pernikahannya.</p>
<p>Ini jelas perselingkuhan.  Walau bukan suci-suci amat, aku tidak suka perselingkuhan pada pernikahan.  Dengan menikah, tentu sudah berkomitmen untuk menjaga pernikahan tersebut dari tidakan mencederai perasaan pasangan, seperti perselingkuhan.  Tapi gay yang menikah dengan lawan jenisnya seringkali bukan karena mau mereka, tapi tuntutan keadaan atau keluarga.  Dengan menikahi lawan jenis sebenarnya mereka sudah menderita lahir batin.  Jadi kala mereka menemukan pasangan yang dicintai dalam perjalanan perkawinan mereka, aku pun seperti memakluminya.  Dan aku mendapati diriku seperti mengkhianati nilai yang aku junjung dengan memberi restu pada tindakan perselingkuhan tersebut.</p>
<p>Aku menjadi labil menghadapi hal tersebut.  Disatu sisi aku tidak suka pada perselingkuhan, tapi saat mengetahui wanita atau pria gay yang berselingkuh dengan sesama jenisnya, aku seperti berlaku lunak dan mengerti.  Semacam ada zona abu-abu dalam sikapku, tidak hitam-putih seperti biasanya.</p>
<p>Aku hanya membayangkan, bahwa manusia itu sejatinya mencari kebahagiaan dan ketenangan jiwa.  Pria gay tentu hanya akan bisa merasakan hal itu bila hidup bersama pria yang dia cintai, demikian juga wanita gay.  Trus kalau kita menyalahkan mereka kenapa menikah kalau tahu tidak akan bahagia?  Kita harus menilik jauh ke dalam, karena masalahnya tak sederhana yang dihadapi kaum heterosexual.</p>
<p>Kau homosexual harus berjuang menghadapi diri sendiri, orang tua, lingkungan, relasi, agama dan adat istiadat, bila memutuskan menikahi orang yang dia cintai.  Kaum heterosexual tidak akan menghadapi masalah serumit ini.  Kaum heterosexual paling-paling hanya menghadapi perbedaan agama, suku atau status sosial.  Perbedaan itu masih lebih gampang diselesaikan.  Dan masyarakat masih banyak yang akan mengulurkan bantuan atau empati bila menjadi masalah besar.</p>
<p>Apa yang akan dihadapi oleh kaum homosexual yang berani menikahi sesama jenisnya?  Hujatan dari segala sudud dan penjuru mata angin.  Mungkin juga akan diusir dari tempat tinggal mereka.  Kondisi ini mungkin yang membuat aku menemaklumi bila ada gay yang berselingkuh dalam perkawinan dengan lawan jenisnya, karena mengikuti norma umum dalam masyarakat.  Banyak gay yang tetap menjalin hubungan dengan sesame jenisnya walaupun mereka telah menikah dengan lawan jenis.</p>
<p>Sekiranya mereka (para gay menikah) berani keluar dari zona nyamannya dan hidup bersama orang yang dia cintai hingga akhir hayatnya, tentu mereka bisa lebih bahagia dan menikmati hidup.  Walaupun awalnya akan banyak tanyangan tentunya.  Tapi ini adalah hal lain, yang berbenturan dengan banyak hal dan aspek.</p>
<p>Kembali pada zona nyaman tadi, memang sangat gampang mengatakan atau menuliskan keluarlah dari zona nyamanmu.  Sebaik apa pun diucapkan atau dituliskan tidak aka nada gunanya tanpa dilakukan.  Tulisan ini adalah pisau bermata dua bagiku.  Sebelum dia menusuk orang lain, dia telah menusukku.  Semoga aku bertahan melewati proses zona tidak nyaman ini yang tidak tahu sampai kapan berakhirnya.  Amin!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jakarta, 23 January 2012</p>
<p>Mery DT</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apaja.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apaja.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apaja.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apaja.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apaja.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apaja.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apaja.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apaja.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apaja.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apaja.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apaja.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apaja.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apaja.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apaja.wordpress.com/355/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apaja.wordpress.com&amp;blog=1697218&amp;post=355&amp;subd=apaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apaja.wordpress.com/2012/01/23/zona-nyaman-kreatifitas-dan-kebahagiaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87cb02ee1436c719d1a4ae3cec783017?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">apaja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://apaja.files.wordpress.com/2012/01/ruang-keluarga-nyaman.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ruang-Keluarga-Nyaman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajarlah arti kata secukupnya dari binatang</title>
		<link>http://apaja.wordpress.com/2012/01/19/belajarlah-arti-kata-secukupnya-dari-binatang/</link>
		<comments>http://apaja.wordpress.com/2012/01/19/belajarlah-arti-kata-secukupnya-dari-binatang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 11:50:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mery DT</dc:creator>
				<category><![CDATA[celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Binatang]]></category>
		<category><![CDATA[Lapar]]></category>
		<category><![CDATA[membunuh]]></category>
		<category><![CDATA[rakus]]></category>
		<category><![CDATA[secukupnya]]></category>
		<category><![CDATA[Serakah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apaja.wordpress.com/?p=348</guid>
		<description><![CDATA[Di antara banyak rasa yang dimiliki manusia, seperti rasa gembira, marah, sedih, kecewa, terpukul, kenyang, lapar, haus dan lain sebagainya, menurutku lapar adalah rasa yang paling hebat sekaligus mengerikan. Karena lapar ilmu maka kita belajar dan menjadi pintar.  Tapi kalau &#8230; <a href="http://apaja.wordpress.com/2012/01/19/belajarlah-arti-kata-secukupnya-dari-binatang/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apaja.wordpress.com&amp;blog=1697218&amp;post=348&amp;subd=apaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di antara banyak rasa yang dimiliki manusia, seperti rasa gembira, marah, sedih, kecewa, terpukul, kenyang, lapar, haus dan lain sebagainya, menurutku lapar adalah rasa yang paling hebat sekaligus mengerikan.</p>
<p>Karena lapar ilmu maka kita belajar dan menjadi pintar.  Tapi kalau “kepintaran” bisa mengakali saudara sendiri yang kurang pintar.  Karena lapar maka kita akan menjadi kreatif.  Sangkin kreatifnya kitapun menciptakan banyak benda dan peralatan yang tidak semua dipergunakan secara positif.  Untuk memenuhi kebutuhan akan makanan, manusia purba menciptakan kampak dari batu, kemudian mencoba besi, setelah itu membuat pisau, pedang dan sejenisnya.  Tapi setelah itu fungsi pisau/pedang tidak hanya untuk mencari makanan lagi, tapi lebih pada pertahanan diri atau malah menyerang orang yang lebih lemah.  Dari pedang dan tombak berlanjut pada senjata api, kendaraan tempur, kemudian granat, bom atom dan nuklir.</p>
<p>Coba dipikir.  Berapa persen kira-kira kebaikan adanya senjata api, granat, bom atom / nuklir itu bagi alam?  Aku tidak ingin menanya kebaikan bagi manusia, karena manusia itu tamak dan egois.  Manusia selalu alpha terhadap mahluk lain di muka bumi ini karena merasa mahluk yang paling pintar dan berkuasa.</p>
<p>Kembali ke rasa lapar tadi, hewan pun punya rasa lapar tapi mereka membunuh sesuai rantai makanan.  Binatang di rantai tertinggi umpamanya tidak pernah membunuh untuk maksud serakah.  Mereka membunuh “<strong>secukupnya</strong>”, sekedar menghilangkan rasa lapar.  Kalau sekiranya kijang yang dibunuh singa tidak habis dia makan, maka akan dihabiskan oleh binatang lain atau burung pemakan bangkai misalnya.  Jadi alam telah mengatur sedemikian rupa supaya tidak ada yang mubijir.  Alam mengaturnya seimbang dan terpelihara.  Betapa hebatnya system alam semesta ini.</p>
<p>Tapi system itu telah dihancurkan oleh mahluk yang menyebut dirinya mempunyai drajat yang paling tinggi dari semua mahluk, yakni Manusia.  Seperti binatang, Manusia pun membunuh karena lapar, membunuh binatang dan tumbuh-tumbuhan.  Tapi, eits, manusia membunuh tidak hanya karena lapar, tapi juga SERAKAH.  Rasa lapar dan sifat serakah adalah kombinasi yang sangat mematikan.  Karena kombinasi itu pula maka manusia juga saling membunuh.  Binatang sebuas apa pun hanya membunuh untuk menghilangkan rasa laparnya saja, tapi manusia membunuh karena rakus.  Bila dihitung pasti manusia membunuh lebih banyak dari semua binatang.</p>
<p>Coba lihat di Jepang, berapa ratus ton makanan yang mereka buang percuma tiap harinya karena sudah kadaluarsa?  Makanan segar di toko makanan dan restoran Jepang hanya tahan dalam 8 jam, dan bila lebih dari itu belum dikonsumsi, maka harus dibuang percuma.  Sayang sekali bukan??  Lihat juga di Negara-negara maju di Amerika dan Eropah.  Berapa banyak makanan yang mereka buang sia-sia setiap harinya?  Tak usah jauh-jauh, lihat pada diri kita masing-masing, berapa banyak makanan yang membusuk di kulkas dan lauk pauk yang terbuang percuma tiap hari?</p>
<p>Konon katanya manusia itu adalah gambaran dari Tuhan.  Tapi itu kata manusia loh ya!  Pernah tahu tidak apa kata binatang tentang ras mereka?  Manusia memandang rendah ras binatang bukan otomatis binatang memandang tinggi ras manusia.  Mana tahu dalam bahasa mereka, mereka merasa lebih tinggi derajatnya dari manusia.  Aku memang tidak pernah bicara dengan binatang, jadi tidak tahu apa yang ada dalam hati dan pikiran mereka.  Tapi kadang aku melihat anjing lebih mulia dari manusia.</p>
<p>Serakah adalah keinginan untuk mendapatkan lebih banyak dari yang di butuhkan. Kenyangnya satu porsi tapi ngambilnya dua atau tiga porsi.  Makanya manusia banyak yang obesitas.  Jarang binatang liar yang obesitas.  Misalnya babi hutan, harimau, srigala, dan lain-lain.  Kuda Nil, ikan paus, beruang atau binatang gemuk lainnya memang ditempa alam harus gemuk untuk menghadapi iklim yang sangat dingin umpamanya.  Tapi binatang liar yang biasanya tidak gemuk menjadi obesitas kalau sudah ada campur tangan manusia, misalnya babi, ayam, sapi yang di ternakkan dengan tujuan untuk dikonsumsi manusia.</p>
<p>Rasa lapar manusia itu tidak hanya menyangkut benda yang dapat di makan langsung, tapi semua benda yang dapat memuaskan rasa laparnya.  Misalnya menggunduli hutan, menggali lapisan tanah untuk mengambil mineral, dan mengotori udara dengan semua pabrik dan kendaraan manusia.  Rasa lapar manusia menyebabkan ketidakseimbangan alam.</p>
<p>Rasa lapar pengertiannya sangat luas, tidak hanya menyangkut makanan.  Lapar akan ilmu pengetahuan maka sekolah setinggi-tingginya.  Lapar akan pengakuan eksistensi maka tampil atau menonjolkan diri di mana-mana.  Lapar akan kasih sayang maka mencari perhatian dari siapa saja.  Lapar akan materi maka bekerja keras tiada henti, atau malah merampok hak milik orang lain.  Lapar akan agama bisa menjadi fanatik dan mengkafirkan malah membunuh orang lain yang tidak sealiran.  Lapar akan kekuasaan maka mejajah kemana-mana atau menghalalkan segala cara supaya bisa sampai pada kursi yang diinginkan.  Ini yang kita lihat di dunia politik.</p>
<p>Pemenuhan rasa lapar yang berlebihan dalam hal apa pun saya sebut OBESITAS.</p>
<p>Obesitas kekuasaan akan berujung tirani dan otoriter.  Obesitas kasih sayang bisa menjadi poligami atau poliandri. *Ya saya tahu ini sensitive dan banyak yang tersinggung.  Please jangan over sensitive.  Dari dulu sudah banyak suku yang memberlakukan berpoligami dan mungkin poliandri.  Saya tidak mengaitkan ini dengan agama apapun.*  Obesitas materi bisa berujung serakah yang merampas hak orang lain.  Obesitas perhatian bisa menjadi over acting.</p>
<p>Demikianlah saya mengamati keserakahan manusia yang berujung pada obesitas.  Obesitas itu tidak sehat.  Coba tanya dokter.  Nasehat dokter untuk mengurangi obesitas adalah diet ketat dan mengkonsumsi makanan secukupnya.  Jadi manusia harus belajar makna kata SECUKUPNYA.  Mari muliakan nilai <strong><em>secukupnya</em></strong>  pada kamus kebutuhan kita masing-masing.  Disamping nilai itu, <strong><em>ramah pada lingkungan dan alam sekitar</em></strong> adalah nilai manusia yang berharkat tinggi.</p>
<p>Baiklah sahabat, mari kita belajar arti kata secukupnya, dan jangan malu, belajarlah arti kata secukupnya dari binatang!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jakarta, January 19, 2012</p>
<p>Mery DT</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apaja.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apaja.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apaja.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apaja.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apaja.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apaja.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apaja.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apaja.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apaja.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apaja.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apaja.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apaja.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apaja.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apaja.wordpress.com/348/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apaja.wordpress.com&amp;blog=1697218&amp;post=348&amp;subd=apaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apaja.wordpress.com/2012/01/19/belajarlah-arti-kata-secukupnya-dari-binatang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87cb02ee1436c719d1a4ae3cec783017?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">apaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gay Hanyalah Bagian Dari Diriku</title>
		<link>http://apaja.wordpress.com/2012/01/09/gay-hanyalah-bagian-dari-diriku/</link>
		<comments>http://apaja.wordpress.com/2012/01/09/gay-hanyalah-bagian-dari-diriku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 18:32:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mery DT</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gay]]></category>
		<category><![CDATA[Lesbian]]></category>
		<category><![CDATA[Anthology Gay]]></category>
		<category><![CDATA[coming out]]></category>
		<category><![CDATA[Ellen De Generes]]></category>
		<category><![CDATA[Homoseks]]></category>
		<category><![CDATA[Orientasi Seksual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apaja.wordpress.com/?p=344</guid>
		<description><![CDATA[Note:  Aku (Mery DT) sedang menulis buku “Anthology Kisah Gay”.  Nara sumbernya adalah para gay yang tidak ingin disebutkan identitasnya.  Ini adalah cerita dari nara sumber yang pertama.  Dia ingin sekali berbagi dan memberi dukungan bagi gay muda yang sedang &#8230; <a href="http://apaja.wordpress.com/2012/01/09/gay-hanyalah-bagian-dari-diriku/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apaja.wordpress.com&amp;blog=1697218&amp;post=344&amp;subd=apaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://apaja.files.wordpress.com/2012/01/lesbian_couple_from_back_holding_hands.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-345" title="Lesbian_Couple_from_back_holding_hands" src="http://apaja.files.wordpress.com/2012/01/lesbian_couple_from_back_holding_hands.jpg?w=640" alt=""   /></a></strong></p>
<p><strong>Note:</strong>  Aku (Mery DT) sedang menulis buku <strong>“Anthology Kisah Gay”</strong>.  Nara sumbernya adalah para gay yang tidak ingin disebutkan identitasnya.  Ini adalah cerita dari nara sumber yang pertama.  Dia ingin sekali berbagi dan memberi dukungan bagi gay muda yang sedang kebingungan dalam menjalani hidup.  Silakan disimak, semoga dapat menginspirasi kita untuk lebih ramah pada teman atau keluarga yang kebetulan gay.</p>
<p>=======================================</p>
<p style="text-align:left;" align="center">Sebutlah namaku Lia, dan inilah kisahku.</p>
<ol>
<li><strong>I.              </strong><strong>Rekonsiliasi </strong></li>
</ol>
<p>Aku kembali menapakkan kaki di tanah air, setelah meninggalkannya selama dua tahun lebih.  Ada gelembung rindu yang terlepas saat aku berjalan menyusuri lorong-lorong bandara Sukarno Hatta.  Hilang sudah kelelahan yang sebelumnya tergambar jelas di wajahku karena penerbangan yang panjang selama 20an jam.  Wajah tambah ceria, begitu keluar dari ruang kedatangan dan menemukan wajah pahlawanku diantara para penjemput yang bergerombol.  Ibuku pahlawanku.  Aku senang bisa berkumpul lagi dengan keluarga.</p>
<p>Aku melihat jalanan Jakarta yang semakin padat dari mobil yang membawaku pulang.  Jakarta berubah menjadi tambah padat, terlihat dari jalanannya yang semakin padat.  Dua tahun saja kutinggalkan, kota terpadat di Indonesia ini sudah berubah.  Seperti aku, dua tahun di negeri orang telah merubah beberapa hal dalam pola pikirku.  Aku dapat merasakan bahwa aku yang pergi dulu bukan lagi aku yang pulang kini.  Dan aku bangga bahwa perubahan yang kualami adalah perubahan pada kebaikan.</p>
<p>Saat meninggalkan kota ini aku adalah remaja dengan segala gejolak dan emosi, kini aku adalah wanita dewasa yang sangat tahu apa yang kuinginkan dan bagaimana aku akan mengejar impianku, walau aku masih 19 tahun.</p>
<p>Setelah beberapa hari di Jakarta, aku memutuskan untuk kembali ke Malang, kota kelahiranku, sebelum aku memasuki dunia kerja yang akan menyita waktu.  Aku harus pulang untuk menyelesaikan satu masalah yang selama ini tak kuperdulikan tapi teramat penting demi ketenangan jiwaku dan mungkin juga ketenangan jiwanya, lelaki yang telah menyebabkan aku ada di dunia ini.</p>
<p>Ya, aku harus pulang menemui ayahku.  Aku harus mengahiri episode kelabu ini dengan manis dengan bertatap muka secara langsung dan melepaskan pengampunan padanya.  Aku mengemasi pakaian secukupnya kemudian berangkat seorang diri ke Malang.</p>
<p>Dalam perjalanan, aku mencoba membangkitkan kenangan manis tentang ayah.  Tidak banyak &#8211; jika tidak ingin mengatakan tidak ada &#8211; yang bisa kuingat.  Bagaimana bisa mengingat kenangan saat berusia 3 tahun?</p>
<p>Ibu adalah gadis Jawa yang cantik, putri seorang Ahli Hukum yang punya reputasi bagus di Malang.  Pada usianya yang cukup matang pada jamannya, sekitar 27 tahun, dia bertemu dengan seorang pria ganteng, anak seorang mantan pejabat penting yang kaya raya, ketika itu juga sudah cukup umur, sekitar 30an tahun.  Setelah berpacaran beberapa bulan, mereka memutuskan menikah.  Setahun kemudian lahirlah aku.</p>
<p>Ternyata bahtera rumah tangga orang tuaku tidak kuat diterpa gelombang besar, yang kemudian hancur berantakan menghantam karang.  Karena perbedaan latar belakang keluarga dan nilai-nilai yang dijunjung, banyak konflik yang terjadi yang tidak mampu mereka atasi.  Saat aku masih berusia 3 tahun, mereka resmi berpisah.  Kemudian kakek, bapak dari Ibu, memboyong semua keluarganya pindah ke Jakarta, termasuk ibu dan aku.  Kami tinggal di rumah kakek, di daerah Jakarta Selatan.</p>
<p>Bagiku, Ibu adalah orang yang paling aku kagumi di muka bumi ini.  Dia memutuskan tidak menikah lagi demi memberi kehidupan yang terbaik bagiku.  Ibu tidak mau bergantung hidup pada kakek yang aku yakin masih mampu membiayai kami berdua.  Ibu adalah wanita pejuang yang mau bekerja keras seorang diri untuk membiayai aku dan dirinya.  Aku melihat kerja keras beliau dan merasakan kasihnya yang selalu ingin memberikan yang terbaik bagiku, terutama bidang pendidikan.  Aku tahu dia punya ambisi tersendiri bagi pendidikanku walau tak dia ucapkan, tapi di atas itu dia lebih mendukung apapun yang kuinginkan.  Itulah Ibuku.</p>
<p>Aku beruntung punya kakek yang berpikiran moderat.  Dia seorang muslim yang telah melampaui doktrin dan lebih mementingkan nilai spiritual.  Kakek penggemar filsafat sehingga melihat segala sesuatu dengan pandangan seorang philosopher.  Bagi dia warna kehidupan ini tidak hanya hitam dan putih saja.  Dia memiliki warna semeriah pelangi dengan spectrum yang luas.  Cara pandangnya terhadap hidup dan kehidupan banyak mempengaruhi tindakan-tindakan yang kuambil dalam menjalani hidup.  Betul ayahku tidak mendampingi dalam masa pertumbuhan, tapi kakek adalah pigur ayah yang sempurna bagiku.  Jadi, tidak benar bila dibilang aku kehilangan pigur ayah.</p>
<p>Memang, ada satu masa dimana aku sangat membenci ayah dan semua yang berhubungan dengan dia.  Aku kecewa karena dia jarang sekali mengunjungiku dan tidak pernah menafkahi aku dan ibu.  Aku kecewa karena aku tahu dia bukan orang berkekuarangan yang tidak mampu membeli tiket ke Jakarta.  Juga ada rasa kecewa karena dia menikah lagi.  Masa-masa itu sangat membebani hidupku.</p>
<p>Tapi kini aku melihat dengan mata yang lebih jelas dan paham bahwa dulu aku kecewa karena dia tidak mendampingi dalam masa pertumbuhanku, sedangkan semua teman memilihi ayah yang dapat mereka andalkan.  Kini terpikir, tidak ada jaminan sekiranya dia ada disisiku mendampingi sepanjang hidupku maka aku menjadi manusia yang lebih baik.  Bisa saja sebaliknya bukan?</p>
<p>Dalam masa pencarian jati diri dan mempertanyakan segala hal, aku banyak berkontempelasi dan mencoba memahami yang telah terjadi dalam garis hidupku.  Dari masa perenungan yang tidak singkat itu – saat remaja hingga aku tinggal di Kanada &#8211; aku memahami suatu hal yang sangan fundamental dan memerdekakanku bahwa memelihara rasa benci dalam hati hanya akan membunuhku dari dalam secara perlahan-lahan.  Seperti kanker yang perlahan-lahan mematikanku.  Atau seperti memelihara racun mematikan dalam tubuh.</p>
<p>Kesimpulan dari perenungan itu adalah aku ingin men-detoks racun yang ada dalam tubuhku dengan cara memaafkan Ayah.  Kini aku memandang Ayah dengan persepsi yang berbeda sama sekali.  Dan aku butuh mengunjunginya sebagai konfirmasi pada diriku bahwa aku sudah benar-benar berdamai dengan masa lalu, terutama Ayah.</p>
<p>Malah kini aku berpikir, sekiranya dulu perkawinan orang tuaku baik-baik saja – bukan berarti aku mensyukuri perceraian mereka &#8211; aku pasti akan tumbuh dan besar di Malang dan mungkin menjadi anak manja yang arogan, karena aku cucu mantan pejabat tinggi yang disegani dan kaya raya.  Mungkin aku tidak akan pernah mengalami pertualangan dua tahun di Vancouver, Kanada.  Mungkin aku akan bersekolah disekolah terbaik tapi dengan nilai yang pas-pasan, karena semua kebutuhan tercukupi dan tidak ada motivasi untuk segera bekerja sekarang ini.  Dan juga mungkin aku tidak akan semandiri sekarang.  Mungkin aku terjebak pada obat-obatan dan kehidupan yang tidak sehat.  Mungkin dan sejuta kemungkinan lainnya.</p>
<p>Dan inilah aku sekarang.  Aku bangga dengan segala pencapaian yang telah kuraih walau usiaku masih tergolong muda.  Dan yang terpenting adalah aku mampu menerima diriku apa adanya dan aku bahagia dengan segala yang kumiliki.</p>
<p>Saat memasuki rumah Ayah, jelas jantungku berdegup lebih kencang dari biasanya walaupun aku sudah mempersiapkan diri serileks mungkin.  Ini adalah pertemuan rekonsiliasi.  Aku ingin keluar dari rumah ini sebagai pemenang yang mampu memaafkan dan berdamai dengan Ayah.  Aku tidak ingin tersandera masa lalu.  Hanya itu satu-satunya cara untuk menenangkan jiwa sehingga aku dapat menggapai masa depanku dengan langkah yang lebih ringan.</p>
<p>Begitu kakiku menapak pada ruangan dalam rumah besar itu, mataku langsung menangkap sosok Ayah yang sedang duduk di sofa.  Aku memejamkan mata sesaat sambil menarik nafas untuk menenangkan gemuruh yang tiba-tiba bergejolak dalam dadaku.  Kakiku seperti terpaku pada lantai.  Aku kembali membuka mata dan menatapnya.  Aku sedih.  Sangat-sangat sedih.  Hilang sudah gambaran ayah yang tinggi besar, tegap dan ganteng.  Yang duduk disana itu adalah lelaki tua ringkih, super kurus dengan muka yang tirus dan… buta!!!  Saat itu juga aku dapat merasakan hatiku telah melepaskan pengampunan yang sangat tulus.  Dia tidak perlu meminta, aku sudah mengampuninya.</p>
<p>Aku bisa merasakan dengan nyata bilik gelap dalam hatiku yang dulu terisi dendam, amarah, kekecewaan dan kebencian itu tiba-tiba kosong plong.  Aku bisa merasakan senyata tanganku menjabat tangannya, hatiku telah menjadi ringan dan lebih bersih karena bilik kosong itu kini diisi oleh kasih sayang yang hangat.</p>
<p>Aku memeluk ayah dan dia memelukku.  Kami menangis bersama.  Tangisan yang melegakan.  Bagiku ini adalah tangisan yang telah mengangkat semua bebanku.  Aku yakin, Ayah juga merasakan hal yang sama.  Kini aku bisa melihat dan merasakan bahwa selama ini dia juga sangat menderita dengan semua yang telah dia alami dan lalui.  Aku melihat ada senyum suka cita di wajahnya yang kurus.  Aku menghembuskan nafas kelegaan dengan wajah kemenangan.  Pertemuan ini singkat tapi sangat penting tonggak hidupku dan perjalananku ke depan.  Kini aku bisa berjalan tegak tanpa beban kebencian dan kekecewaan menggayuti bahuku.  Aku akan berlari kencang mengapai cita-citaku.</p>
<p>Satu hal yang tidak pernah terbayang adalah, aku bisa menerima keberadaan ibu tiriku dengan ringan dan juga menyayangi adik tiriku.  Aku merasa dia adalah bagian dari diriku.  Tapi aku tidak ingin mendramatisir keadaan.  Pertemuan ini tidak otomatis bisa menjalin kembali hubungan ayah dan anak yang normal.  Tidak.  Pertemuan ini hanya sebagai rekonsiliasi, untuk saling memaafkan dan berkomitmen tetap menjalin tali silaturahmi.</p>
<p>Bagiku, Ayah dalam tataran konsep tetap kakekku.  Sementara Ayah yang ini hanyalah ayah biologis.  Aku menerima kondisi seperti itu dalam hati yang damai.  Bohong kalau aku mengatakan hubungan kami langsung pulih seperti normalnya ayah dan anak.  Itu terlalu mengada-ada.  Terlalu panjang episode hidupku tanpa kehadirannya.  Aku juga tidak mau menuntut dia membayar tahun panjang keabsenannya.  Aku cukup puas dengan hidupku dan tidak ingin menuntut apa-apa.  Kalaupun aku bisa meminta, itu kutujukan pada Tuhan, semoga Dia memberi kesehatan dan umur panjang pada Ayah.</p>
<p>Aku kembali ke Jakarta dengan hati yang baru yang lebih muda dan segar.  Rasanya aku siap menantang dunia.  Apa pun yang ada di depan siap kuhadapi, termasuk penolakan masyarakat akan cara aku menjalani hidup.</p>
<p>Ya, aku adalah perempuan yang menyukai perempuan dan aku bahagia.</p>
<p>Aku jadi teringat jalan panjang yang kulewati hingga sampai titik sekarang aku berdiri.  Jalan panjang penuh liku dan kebingungan akan orientasi seksualku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center">###@@###</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><strong>II.            </strong><strong>Penerimaan Diri</strong></li>
</ol>
<p>Cara pandang dan philosofi kakek tentang hidup menurun ke anak-anaknya termasuk pada Ibu.  Mereka penganut Islam yang super duper liberal.  Jangan salah, Ibuku mengenakan jilbab loh.  Sejak kecil mereka &#8211; Ibu dan Kakek &#8211; lebih menanamkan nilai kemandirian dari pada penegasan batasan gender.  Aku tidak pernah mendengar mereka mengatakan ‘anak perempuan tidak boleh begini atau begitu’, atau ‘anak perempuan harus memakai ini dan itu’.  Jadi aku terbiasa memakai atau melakukan apa yang aku sukai.   Aku menjalani semuanya tanpa merasa harus berlaku seperti gadis cilik umumnya yang berbaju, bersepatu bahkan berpita rambut berwarna pink.  Tidak musti aku memakai pakaian perempuan dan teman bermainku pun tidak dibatasi oleh gender.  Aku bebas bermain dengan anak laki maupun perempuan.  Dan aku menikmati masa kanak-kanak yang demikian.</p>
<p>Memang ada kalanya aku marah dengan keadaan karena tidak sama seperti teman-teman lain yang memiliki ayah.  Rasa marah dan kecewa itu aku pendam sendiri.  Tidak sampai hati aku memperlihatkannya pada Ibu yang sudah berjuang sedemikian keras untuk memberikan yang terbaik bagiku.  Bagiku, ibu adalah pahlawanku.  Kalau hanya satu permintaanku yang bisa dikabukan, maka aku meminta untuk kebahagiaan Ibu.</p>
<p>Menurutku tidak ada yang salah dengan didikan Ibu dan Kakek.  Aku merasa didikan yang mereka berikan telah berhasil memberikan fondasi yang kuat bagiku.  Mereka telah memberikan kehidupan terbaik yang bisa diberikan orang tua pada anaknya.  Jadi jika sekiranya ada yang berkata aku menjadi gay karena didikan yang salah dari orang tua, dan perceraian orang tua, aku akan membantah keras pernyataan itu.</p>
<p>Menurutku, orientasi seksual hanyalah bagian dari diriku.  Aku tetap aku.  Aku gay tidak akan merubah apa-apa.  Aku tetap perempauan yang ingin bahagian dan sukses seperti pada umumnya manusia.  Aku tidak memilih gay sebagai orientasi seksualku, tapi juga aku tidak menolaknya.  Aku menerima keadaanku dengan santai dan mensyukurinya.  Adakah yang lebih baik daripada mampu menerima diri sendiri apa adanya?  Tentu ada proses yang panjang dan sakit hingga aku bisa sampai pada tahap sekarang ini.</p>
<p>Aku jadi ingat saat aku duduk kelas 5 SD.  Aku suka sekali menepuk pantat temen cewek.  Membayangkan yang kulakukan dulu, lucu sekali rasanya sekarang.  Saat itu aku tidak sadar dan tidak tahu kenapa.  Rasanya aku tidak bisa menahan tanganku untuk tidak memukul pantat teman perempuan yang aku suka.</p>
<p>Kemudian ketika di SMP kelas 1, aku suka pada salah satu teman cowok.  Dia ganteng dan manis sekali hingga kecewek-cewekan.  Aneh juga aku bisa menyukainya.  Dia memang tidak tahu aku ada rasa padanya dan kami tetap berteman seperti biasanya.  Ketika itu yang aku rasakan adalah, aku selalu ingin melindungi kalau ada yang mengganggunya.  Sekarang aku bingung, kenapa dulu aku bisa menyukainya.  Apakah karena dia cowok?  Berarti aku punya kemungkinan straight.  Atau karena dia cowok kemayu sehingga di mataku sebenarnya dia cewe.  Ah, ribet juga analisanya.  Penasaran juga, di mana dia sekarang ya?  Semoga dia mengalami hidup yang luar biasa.</p>
<p>Kemudian saat aku kelas 3 SMP aku menyukai seorang teman wanita.  Rasa suka itu membawa aku pada pertanyaan yang lebih serius tentang orientasi seksualku.  Apa yang salah?  Mengapa aku bisa menyukai wanita?  Ini adalah periode <strong>“questioning”</strong> atau mempertanyakan orientasi seksualku.</p>
<p>Seperti umumnya anak-anak gay, jelas aku pun tidak merasa nyaman pada masa-masa itu.  Aku ingat, saat itu aku gemuk, pendek dan hitam.  Keadaan fisikku membuat rasa percaya diriku sangat rendah.  Ditambah lagi dengan perbedaan kebutuhanku dengan teman-teman sejenisku.  Mereka mulai bisik-bisik tentang teman cowok, aku malah lebih memperhatikan mereka yang berbisik-bisik tentang anak cowok dari pada gerombolan anak cowok itu!  Lama-kelamaan aku depresi melihat perbedaanku dengan teman-teman cewek.  Depresi itu berkelanjutan semakin dalam hingga aku merasa asing dengan diri sendiri.  Aku mencoba menyangkal perasaanku.  Aku tidak bisa menerimanya.</p>
<p>Tapi aku ingat saat masih kecil, aku suka sekali membaca komik Sailer Moon.  Pada komik itu ada karakter yang menceritakan percintaan antara dua wanita.  Kini aku sadar, betapa hebatnya komik itu sudah berani menampilkan tokoh lesbian, padahal komik itu di baca oleh anak-anak secara luas di manca negara.  Aku masih ingat dengan jelas, percintaan karakter di komik itu, mereka berpelukan dan ada gambar berciuman.  Ada cincin sebagai tanda pengikat cinta mereka.  Aku melihat mereka pasangan yang sangat indah.  Saat itu terbersit keinginan bahwa suatu saat nanti aku ingin seperti mereka.</p>
<p>Penegasan bahwa aku suka pada anak cewek kudapatkan setahun kemudian.  Ketika itu aku masuk di SMA bertaraf Internasional.  Hari itu adalah hari pertama masuk sekolah.  Pada saat istirahat aku melihat seorang murid cewek melintas sekitar 5 meter di depanku.  Aku memandangnya tanpa berkedip, mungkin mulutku sedikit terbuka.  Aku tidak sadar diri untuk bebrapa saat.  Seperti istilah Oprah Winfrey, saat itu adalah ‘<strong>Aha moment’</strong> ku.  Penegasan bahwa aku memang bener-bener menyukai wanita.  Tidak salah lagi, aku gay.  Akhirnya aku tahu bahwa murid cewek anak kelas dua dari warga Negara Filipina.  Positif, aku menyukai cewek, kakak kelasku.</p>
<p>Aku selalu merasa tidak suka dengan sekolah di Indonesia.  Tepatnya aku tidak menyukai kurikulum dan system pendidikannya.  Aku tidak mengerti mengapa UAN harus sama untuk semua anak.  Apa dasar yang mereka pakai sehingga menganggap otak dan bakat semua siswa sama?  System pendidikan itu seperti mengatakan kalau kamu tidak pintar matematika, maka kamu anak itu bodoh.  Padahal seorang anak tidak bodoh karena dia tidak pintar dalam satu bidang.  Mungkin saja dia jenius dibidang lain, music atau bahasa misalnya.  Bodoh sekali orang yang membuat system pendidikan seperti ini.  Yang menjadi korban adalah anak-anak.  Mereka berusaha memperbaiki kelemahan dalam diri mereka, bukan mengejar apa yang sudah kuat dalam dirinya.  Demikianlah kira-kira system pendidikan di Negara kita tercinta ini.</p>
<p>Aku sangat lemah di matematika.  Aku tidak pandai berhitung.  Tapi aku tidak mau menyebut diriku bodoh, karena aku pintar di bidang lain, misalnya bahasa.  Di sekolahku ada 2 sistem kelulusan siswa, yaitu ikut <strong>UAN</strong> (Ujian Akhir Nasional) dan <strong>O Level Test.  </strong>UAN diikuti setelah kelas tiga sedangkan O Level Test dapat diikuti kapan saja dan bila lulus punya kesempatan melanjutkan kuliah di luar negeri.  Aku yakin tidak akan tahan melewati 3 tahun di sekolah ini, sehingga aku langsung mengikuti O Level Test.</p>
<p>Alhamdulillah, aku lulus.  Aku mengirimkan lamaran ke sebuah collage di Vancouver Canada dan diterima.  Tanpa pikir panjang, aku langsung berangkat.  Jadi aku hanya melewati SMA sekitar 4 bulan.  Itulah sebabnya aku sudah kuliah di saat usiaku masih 16 tahun.</p>
<p>Aku ingat saat itu, rasanya keadaan berjalan cepat dan aku membuat lompatan yang besar.  Lompatan yang mengubah hidupku.  Di saat aku masih mempertanyakan tentang orientasi seksualku, aku juga harus merantau ke negera orang, jauh dari ibu dan keluargaku.  Aku memilih kota Vancouver yang lebih bersahabat dengan gay sehingga aku merasa lebih diterima dan bisa berkonsentrasi sekolah.  Vancouver adalah kota yang telah berkontribusi banyak membantuku menetapkan pondasi saat pencarian jati diri dalam masa-masa penuh pertanyaan itu.</p>
<p>Keadaan di Vancouver menuntutku harus bersikap dewasa.  Aku kuliah dan nyambi kerja sebagai pelayan restoran.  Dalam situasi itu aku mulai ‘coming out’ (pernyataan) pada diriku sendiri.  Bagi semua gay, proses coming out adalah pergumulan batin yang terberat.  Dalam hal ini caming out itu sendiri ada beberapa macam atau tingkatan, yaitu coming out pada diri sendiri, kemudian coming out pada sahabat dan orang tua, selanjutnya adalah coming out pada relasi, rekan kerja atau masyarakat terdekat.</p>
<p>Menurutku, coming out yang sangat kritikal adalah coming out pada diri sendiri.  Ini sangat penting karena bermakna mampu menerima diri sendiri dan berdamai dengan hati nurani.  Berdamai itu tidak hanya pada orientasi seksual (itu hanya sebagian), tapi juga berdamai terhadap keyakinan, penampilan, kondisi fisik, selera berbusana, gaya berbicara dan lain sebagainya.</p>
<p>Aku banyak berinteraksi dengan teman-teman gay dan sering berdiskusi dengan mereka.  Satu hal yang menjadi momok terbesar seorang gay hingga membenci dirinya sendiri adalah doktrin agama yang mengatakan homoseks adalah dosa terbesar yang akan berujung pada neraka.  Aku tidak ingin berpolemik atas benar tidaknya doktrin ini, karena sangat tergantung pada individu masing-masing dan latar belakangnya.  Banyak gay remaja yang menghadapi pertarungan batinnya, tentang dosa tidaknya menjadi gay.  Aku sangat prihatin melihat banyak teman yang depresi berat karena tidak mampu mengatasi masalah ini.  Mereka berada dalam dua ekstrim yang bertolak belakang.  Di satu ujung mereka tidak mungkin bisa mencintai lawan jenisnya, tapi di ujung lain doktrin dosa dan neraka menghantui mereka.</p>
<p>Kini aku merasa beruntung dengan philosofi hidup yang ditanamkan kakek dan ibu sejak kecil sehingg aku tidak merasa terbebani oleh doktrin dosa dan neraka itu.  Aku bisa melompati halangan itu dengan mulus.  Aku percaya, Tuhan yang menciptakan aku tidak membenci orientasi seksualku karena Dia yang memperkenankan hal ini terjadi padaku.</p>
<p>Penerimaan diri dalam semua aspeknya dan merasa nyaman dengan fisik sendiri itu mutlak dilakukan.  Saran saya pada gay remaja atau malah yang sudah dewasa, Anda tidak perlu coming out pada orang lain bila proses coming out pada diri sendiri belum selesai.  Jangan buru-buru karena Anda hanya akan memperparah keadaan.  Sebab kehidupan di luar sana jarang bersahabat dengan gay.</p>
<p>Kapankah kita tahu bahwa coming out pada diri sendiri itu sudah selesai?  Saat kita sudah bisa menerima dengan sadar dan merasa nyaman pada diri sendiri sebagai gay.  Pada saat itulah kita sudah selesai dengan diri sendiri dan siap melanjutkan tahap selanjutnya yaitu coming out pada teman atau keluarga.  Bila kita sudah selesai dengan diri sendiri, kita sudah siap dan tidak akan kecewa menerima reaksi yang paling menyakitkan sekalipun.  Kita sudah siap mental dan siap jawaban bila ditanya.  Bila di dalam diri kita sudah selesai, maka tidak akan ada serangan dari luar yang bisa menyakiti kita.  Penolakan dan penghinaan dari orang lain bukan lagi momok yang dapat menghancurkan rasa percaya diri kita.</p>
<p>Aku sudah mengatakan kalau Ibu adalah pahlawanku bukan?  Ibu bagiku adalah segala-galanya.  Hingga aku tinggal di Kanada, aku belum punya keberanian untuk coming out pada beliau.  Tapi aku berjanji dalam hati akan mengatakannya secara langsung saat kami bertatap muka.  Suatu hari &#8211; seperti biasanya &#8211; Ibu menelpon.  Setelah membicarakan hal-hal rutin dan lain sebagainya, tiba-tiba beliau bertanya apakah aku lesbian.  Aku sempat terdiam.  Bukan karena mau menghindar.  Tapi karena rasanya lebih nyaman sekiranya bisa mengatakannya saat saling berhadap-hadapan sehingga aku bisa dapat melihat reaksinya.  Tapi rupanya coming outku pada Ibu tidak sesuai rencanaku.  Aku harus menjawabnya sekarang.  Kemudian aku menjawab “Iya”.  Aku tidak paham kenapa tiba-tiba aku menangis setelah mengiayakannya, dan Ibu juga ikut menangis.  Kami menangis cukup lama.  Tapi tidak ada sepatah katapun dari Ibu yang menentangku.  Dia menerimaku apa adanya.  Aku putri tunggalnya yang menyatakan diri sebagai lesbian.  Betapa besar ukuran hati Ibuku dan betapa lapang dadanya menerima keadaanku.</p>
<p>Aku menangis karena rasa bersalah.  Bukan rasa bersalah karena menjadi lesbian, tapi karena seharusnya aku yang mengatakan hal tersebut lebih dahulu sebelum dia tanya.  Aku menangis juga karena ada kelegaan dalam hatiku seiring kata ‘iya’ keluar dari mulutku.  Kata ‘iya’ tersebut laksana beban berat yang kemudian terlepas.  Walaupun aku tahu Ibu berpikiran sangat moderat, tapi aku sempat juga ragu.  Bagaimana tidak?   Aku anak beliau satu-satunya.  Aku yakin dia berharapkan suatu saat aku berkeluarga dan mempunyai anak seperti orang-orang pada umumnya.  Aku merasa keberadaanku sebagai lesbian telah menutup semua kemungkinan itu.  Terutama di Indonesia.  Pengakuan perkawinan sesama jenis masih jauh panggang dari api.</p>
<p>Setelah telpon Ibu, aku merasa lega.  Tapi kepikiran juga kenapa sampai beliau menanyakan itu saat menelpon?  Saat itu aku memang tidak bertanya kenapa beliau bertanya seperti itu.  Tapi setelah kupikir-pikir aku teringat paman, adik ibu, yang menetap di San Fransisco.  Pasti Paman yang mengatakannya.  Mereka memang kakak beradik yang sangat terbuka.</p>
<p>Suatu saat ketika sudah di Kanada, aku berkesempatan mengunjungi Paman di San Fransisco.  Seperti sudah kuceritakan di awal, keluarga ibuku sangat terbuka.  Saat berbincang santai dengan Paman – dia tahu aku sangat mengidolakan Ellen De Generes – dia bertanya apakah aku lesbian.  Dengan santai aku pun menjawab, ‘iya’.  Tidak ada rona keterkejutan di wajahnya.  Paman hanya mengangguk dan tersenyum.  Aku mengartikan pertanyaannya itu sebagai konfirmasi saja karena sebenarnya dia sudah melihat “itu” ada pada diriku.  Itu adalah coming out pertamaku pada orang lain.</p>
<p>Setelah itu dengan ringan Paman menunjukkan situs-situs lesbian yang bisa kuakses untuk mendapatkan informasi tentang komunitas lesbian yang ada di sana.  Hanya seperti itu coming outku pada Paman.  Sangat simpel.  Mungkin bagi Paman pertanyaan itu senilai, “Kamu suka model baju apa?”  Kemudian aku jawab, “Sporty”, Lalu dia menunjukkan contoh-contoh baju sporty yang mungkin cocok dengan seleraku.  Tidak ada drama seperti pada umumnya yang dialami rekan-rekan gay.  Dan aku merasa sangat-sangat beruntung mendapat Paman seperti beliau.  Ya, keluargaku memang luar biasa.</p>
<p>Apakah anda mengenal Ellen De Generes?  Ya, dia adalah artis multitalenta Amerika Serikat.  Pelawak, bintang serial tivi, dan pembawa acara terkenal.  Dialah tokoh Lesbian yang aku idolakan.  Dia mengalami masa sulit pada saat coming out pada media, tapi dia dapat bangkit lagi malah lebih sukses dari sebelumnya.  Mengapa aku mengidolakannya?  Apakah karena dia salah satu wanita terkaya di Amerika.  Bukan.  Tapi karena dia seorang lesbian dan “ke-lesbian-annya” tidak menjadikan dia aneh.  Dia seperti perempuan lain pada umumnya.</p>
<p>Menurutku, seperti itulah seharusnya gay.  Menjadi gay tidak membuat engkau aneh.  Kalau memang engkau hendak menjadi eksentrik, eksentriklah karena pekerjaanmu, atau hobbymu, tapi bukan karena orientasi seksualmu.  Gay berasal dari masayarakat dan hidup di tengah masyarakat.  Tidak aneh.</p>
<p>Aku senang saat akhirnya Ellen resmi menikahi pacaranya, artis cantik dan juga terkenal, Portia De Rossi, yang sekarang berubah nama menjadi Portia De Generes.  Mereka kini menjadi pasangan Lesbian yang paling terkenal dan banyak dikagumi, tidak hanya dari kalangan gay juga masyarakat secara umum.  Bagiku mereka adalah simbol yang baik sebagai kampanye kehidupan gay yang sehat bagi masyarakat umum.  Jelas suatu saat aku pun ingin punya pasangan dan hidup bahagia seperti mereka.</p>
<p align="center">###@@###</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li><strong>III.           </strong><strong>Romantika</strong></li>
</ol>
<p>Berbicara tentang pasangan hidup, aku bukanlah orang yang gampang jatuh cinta, tapi aku memang gampang jatuh hati.  Tahukan bedanya?  Karena terlahir sebagai anak tunggal yang dididik mandiri, aku tumbuh menjadi anak yang kuat.  Karena anak tunggal, ada kekosangan dalam hati yang ingin selalu kupenuhi dengan berteman dengan banyak orang.  Orang yang mengenalku pasti mengatakan aku orang yang suka bergaul.  Dan itulah aku.  Aku gampang menjalin komunikasi dengan semua lapisan.  Aku selalu mencari orang untuk kuajak berbicara.  Bila duduk sendirian di café, aku akan mengajak ngobrol pelayan-pelayan di café itu.</p>
<p>Ada sisi dalam diriku untuk selalu ingin mengulurkan tangan pada yang membutuhkan.  Aku pikir itu muncul karena rasa sepi yang sejak kecil yang aku rasakan.  Itulah makna dari pernyataan gampang jatuh hati.  Sementara untuk urusan jatuh cinta saat pandangan pertama baru dua kali kurasakan.  Pertama pada gadis Filipina kakak kelasku saat SMA.  Dan yang kedua adalah gadis bule yang ku kenal ketika di Vancouver.</p>
<p>Aku bukan orang yang pemalu, malah selalu membuka diri.  Saat di Kanada, aku join di situs pertemanan (dating) lesbian.  Tujuan utamaku adalah mencari teman.  Kalau nantinya bisa menjadi pacar itu bonus.  Aku bukan tipe yang agresif yang selalu memulai hubungan.  Biasanya aku hanya menanggapi pesan di kotak suratku, tanpa berniat memulai mencari.  Dari pesan itu dilanjut dengan janji bertemu.  Aku ingat suatu kali aku mendapat surat dari seorang gadis yang ingin berkenalan.  Aku melihat profilenya dan aku langsung suka.  Dia memang 2 tahun lebih tua dariku, tapi kami sama-sama mahasiswa.  Aku merasa kami mempunyai banyak kesamaan.  Kita sebut saja namanya Lauren.</p>
<p>Kencan pertama, kami bertemu di coffee shop jam 5 sore.  Lauren cantik sekali dengan rambut yang dikuncir kecil-kecil.  Hingga saat ini aku masih bisa menggambarkan dengan jelas penampilannya sore itu.  Aku langsung jatuh cinta padanya saat pandangan pertama.  Rasanya aku seperti menemukan belahan jiwa.  Kami langsung klik.  Obrolan mengalir lancar dengan segala macam topik.  Kami punya banyak sekali kesamaan pandangan dan nilai yang kami junjung. Tanpa terasa waktu telah pukul 1 tengah malam.  Aku mengantarkannya ke stasiun kereta, memeluknya dan melambaikan tangan saat keretanya bergerak meninggalkanku sendirian di stasiun.  Aku tetap berdiri hingga kereta itu hilang dari pandangan.  Betapa romantisnya.</p>
<p>Kencan kami berjalan lancar.  Aku sempat main ke apartemennya dan bertemu dengan kakak perempuannya.  Mereka tinggal berdua di apartemen itu.  Aku sangat menikmati hubungan kami karena aku jatuh cinta padanya.  Saat itu Lauren adalah hidupku.  Dan akupun bisa rasakan kalau dia juga punya rasa yang sama seperti yang aku rasakan.</p>
<p>Oh iya, sebelum Lauren, aku pernah kencan dengan cewek bule lainnya.  Tapi tidak ada ‘chemistry’ sama sekali.  Kami berpisah setelah tiga atau empat kali kencan yang tak bermakna.  Aku ke timur dia ke barat.  Tidak ada koneksi sama sekali.  Tidak ada rasa kehilangan saat berpisah.</p>
<p>Suatu hari, entah setan apa yang tiba-tiba merasuki Lauren, dia menelponku dan mengatakan tidak siap dengan hubungan kami.  Dia cuma mengatakan ada sesuatu yang belum selesai dengan pacar yang sebelumnya.  Duniaku tiba-tiba berhenti berputar.  Masa hubungan kami yang baru berjalan 3 bulan ini harus berakhir?  Kami sama sekali tidak pernah berselisih paham.  Semua baik-baik saja kok!  Aku tidak bisa terima.  Di sinilah drama di mulai.  Patah hati pertama yang aku rasakan.  Aku sempat depresi.  Syukurnya aku mampu segera keluar dari kondisi itu.  Aku kembali ke fokus awal, yakni kuliah, dan bekerja sebagai pelayan restoran dalam waktu senggang.</p>
<p>Setelah kembali ke Jakarta aku sempat dua kali pacaran.  Yang pertama tidak berjalan baik karena dia ketahuan berselingkuh di belakangku.  Kami putus.  Tidak ada deperesi atau patah hati, karena aku memang tidak jatuh cinta padanya.  Hanya jatuh hati karena kegigihannya mengejarku.</p>
<p>Kemudian aku ketemu seorang gadis disebuah acara.  Dia mengaku straight.  Sebutlah namanya Indah.  Ketika itu aku berumur 19 tahun dan dia 31 tahun.  Aku terus terang padanya bahwa aku lesbian.  Aku memang sudah coming out ke semua orang termasuk bossku di tempat kerja.  Tidak ada masalah yang kuhadapai sejauh ini.  Akupun sama sekali tidak ada niat merayunya karena aku tidak jatuh cinta padanya.  Umur kami juga berbeda 12 tahun.  Aku hanya ingin berteman saja.  Tapi lucunya, malah dia yang selalu ingin bertemu denganku.  Dia pula yang lebih dulu mengutarakan jatuh cinta padaku.  Bahkan saat pertama kali bertemu dia sudah merasakan itu.</p>
<p>Jujur saja aku tidak jatuh cinta padanya.  Aku hanya menyukainya sebagai teman baik atau sahabat.  Tapi karena aku melihat keseriusannya, aku mau mencobanya.  Dan cinta itu akhirnya tumbuh tanpa kusadari.  Aku mengatakan jatuh cinta padanya saat kami merayakan ulang tahun pertama hubungan kami.</p>
<p>Karena satu dan lain hal, akhirnya kami mengakhiri hubungan kami setelah berjalan dua tahun.  Walaupun kami putus, tapi kami masih tetap bersahabat.  Kami masih bertemu untuk makan malam bareng atau sekedar ngopi.</p>
<p>Kemudian visa bekerja yang kuajukan ke Kedutaan Kanada disetujui.  Desember ini aku akan berangkat untuk tinggal dan bekerja di sana.  Aku merasa sangat diberkati.  Aku sudah membayangkan akan tinggal di sebuah perkampungan lesbian di Vancouver.  Aku sangat semangat untuk memulai kehidupanku di sana.  Aku berharap suatu saat bertemu dengan wanita yang kucintai, dan aku juga berdoa semoga Indah bertemu dengan pasangan hidup yang dia cintai dan mencintai dia, entah itu lelaki atau perempuan.</p>
<p>Sebagai penutup, aku punya kerinduan untuk memberi bantuan atau advokasi bagi remaja gay yang kebingungan akan orientasi seksualnya dan juga yang menjadi korban penyiksaan keluarga atau masyarakat.  Semoga suatu saat aku bisa membantu remaja gay Indonesia walaupun aku sudah menetap di Kanada.  Bagaimana caranya, belum terpikir.  Tapi aku yakin suatu saat kelak pasti ada jalan.  Sekiranya Tuhan tidak merestui, aku percaya semesta akan memberkati.</p>
<p align="center">###@@##</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Keterangan tambahan dari Penulis:</p>
<p>Wawancara ini dilakukan di Citos pada pertengahan November 2011 dari jam 4 &#8211; 8 PM.  Setelah itu Lia ada janji makan malam dengan Indah di café berbeda.  Saat ini sang Lia sudah berada di Kanada.  Semoga dia berhasil dalam cita-cita dan cintanya.  Good luck, buddy!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penulis,</p>
<p>Mery DT</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apaja.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apaja.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apaja.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apaja.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apaja.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apaja.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apaja.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apaja.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apaja.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apaja.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apaja.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apaja.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apaja.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apaja.wordpress.com/344/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apaja.wordpress.com&amp;blog=1697218&amp;post=344&amp;subd=apaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apaja.wordpress.com/2012/01/09/gay-hanyalah-bagian-dari-diriku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87cb02ee1436c719d1a4ae3cec783017?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">apaja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://apaja.files.wordpress.com/2012/01/lesbian_couple_from_back_holding_hands.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lesbian_Couple_from_back_holding_hands</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Goodbye 2011 and Welcome 2012.</title>
		<link>http://apaja.wordpress.com/2011/12/31/goodbye-2011-and-welcome-2012/</link>
		<comments>http://apaja.wordpress.com/2011/12/31/goodbye-2011-and-welcome-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 14:45:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mery DT</dc:creator>
				<category><![CDATA[celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[journal]]></category>
		<category><![CDATA[Goodbye 2011]]></category>
		<category><![CDATA[Novel]]></category>
		<category><![CDATA[Resolusion]]></category>
		<category><![CDATA[Screenplay]]></category>
		<category><![CDATA[welcome 2012]]></category>
		<category><![CDATA[When Trees Fall]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apaja.wordpress.com/?p=316</guid>
		<description><![CDATA[ Ok, this is the time to write something as the last footprint in this year.  I look back all year and I feel sad and my heart beating being grievous.   All year long I thought my day was dark.  I &#8230; <a href="http://apaja.wordpress.com/2011/12/31/goodbye-2011-and-welcome-2012/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apaja.wordpress.com&amp;blog=1697218&amp;post=316&amp;subd=apaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://apaja.files.wordpress.com/2011/12/new-year-01.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-317" title="new year 01" src="http://apaja.files.wordpress.com/2011/12/new-year-01.jpg?w=640" alt=""   /></a> Ok, this is the time to write something as the last footprint in this year.  I look back all year and I feel sad and my heart beating being grievous.   All year long I thought my day was dark.  I was dead inside.  I have no success work.  I have no book to release.  Yes, this year is not the best year, even not a good year to me, too much anger and tears.  Months, I feel paralyzed.  I did nothing.  I couldn’t… just I couldn’t.  I want to write something but I couldn’t… I got paralyzed.   Those months was scary me.</p>
<p>My biggest disappointment in 2011 is failed to produce When Trees Fall movie.   As a producer and Public Relation for this movie, I have put a lot of effort and thoughts to make it happen, but it flopped.  The Investor told us that he will release all of budget on January 2011, and it’s just BULLSHIT.  Nothing happened at that month, also at following months.  He’s gone, vanished.   This is a precious lesson.  Don’t make a deal with someone who said Lucifer is a good angel.  Pffftt….  You just can’t grasp his promises.  I knew it in first time, but I was still clinging for hope that he gave.</p>
<p>This failure was affect to all of my works.  I got stress and frustration even &#8211; maybe people near me didn’t realize it.  I was covering it with my normal behavior, but I know I was easily to get angry.  I hope I can relinquish all this stress only in this year.  I really wanna entering 2012 with new spirit, new life and new dream.</p>
<p>Two months ago, I had made a deal with two friends to establish our own publisher to publish my book and others who meet with our conditions.   Yes, we established a publisher company.  I have a huge hope for this company.   May God bless our company.  So, in the beginning of 2012 we will publish my second novel, Anya &#8211; Dunia Paralel.</p>
<p>Also in this year I wrote several screenplays for movie and TV serial, but STILL piled in my storage.  May be someday I have a chance to offer it to movie and TV serial producer.</p>
<p>I always thought that I need at least a year to write 1 book / novel.  What a surprise, I wrote a novel in 3 weeks.  This is A RECORD.  And I really startled with this work.  It was happen this month.  Make me happy, tho…</p>
<p>To end this year I got like good news which is some producer want to talk to me to discuss about the movie.  I hope 2012 is the YEAR to shooting When Trees Fall.  Yes, I have schedule to meet them in January.   Can’t wait.</p>
<p>And now I brave to face 2012 with dignity.  I don’t want to make a list of resolution.  I just want to live a life on my own track.  And of course wrote more books and screenplay in English.  This is my goal.</p>
<p>The last is I hope someday I may have a hut in the middle of paddy rice field at Ubud Bali.  YESSSS I want it deadly.</p>
<p>Goodbye 2011, even gloomy I still have good memories with you.  And Welcome 2012! I wish you good to me.</p>
<p>Jakarta, Dec 31, 2011; 21:44</p>
<p>Mery DT.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apaja.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apaja.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apaja.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apaja.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apaja.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apaja.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apaja.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apaja.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apaja.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apaja.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apaja.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apaja.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apaja.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apaja.wordpress.com/316/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apaja.wordpress.com&amp;blog=1697218&amp;post=316&amp;subd=apaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apaja.wordpress.com/2011/12/31/goodbye-2011-and-welcome-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87cb02ee1436c719d1a4ae3cec783017?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">apaja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://apaja.files.wordpress.com/2011/12/new-year-01.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">new year 01</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Being a Christian</title>
		<link>http://apaja.wordpress.com/2011/12/31/being-a-christian/</link>
		<comments>http://apaja.wordpress.com/2011/12/31/being-a-christian/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 05:52:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mery DT</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poem]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Being a Christian]]></category>
		<category><![CDATA[forgiven]]></category>
		<category><![CDATA[Maya Angelou]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apaja.wordpress.com/?p=311</guid>
		<description><![CDATA[by Maya Angelou When I say&#8230;&#8221;I am a Christian&#8221;, I&#8217;m not shouting I&#8217;m clean livin&#8217;. I&#8217;m whispering I was lost, now I&#8217;m found and forgiven. When I say&#8230;&#8221;I am a Christian&#8221; I don&#8217;t speak of this with pride. I&#8217;m confessing &#8230; <a href="http://apaja.wordpress.com/2011/12/31/being-a-christian/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apaja.wordpress.com&amp;blog=1697218&amp;post=311&amp;subd=apaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://apaja.files.wordpress.com/2011/12/cross.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-312" title="cross" src="http://apaja.files.wordpress.com/2011/12/cross.jpg?w=640" alt=""   /></a>by Maya Angelou</strong></p>
<p>When I say&#8230;&#8221;I am a Christian&#8221;, I&#8217;m not shouting I&#8217;m clean livin&#8217;.<br />
I&#8217;m whispering I was lost, now I&#8217;m found and forgiven.</p>
<p>When I say&#8230;&#8221;I am a Christian&#8221; I don&#8217;t speak of this with pride.<br />
I&#8217;m confessing that I stumble and need CHRIST to be my guide.</p>
<p>When I say&#8230; &#8220;I am a Christian&#8221; I&#8217;m not trying to be strong.<br />
I&#8217;m professing that I&#8217;m weak and need HIS strength to carry on.</p>
<p>When I say&#8230; &#8220;I am a Christian&#8221; I&#8217;m not bragging of success.<br />
I&#8217;m admitting I have failed and need God to clean my mess.</p>
<p>When I say&#8230; &#8220;I am a Christian&#8221; I&#8217;m not claiming to be perfect,<br />
My flaws are far too visible but, God believes I am worth it.</p>
<p>When I say&#8230; &#8220;I am a Christian&#8221; I still feel the sting of pain,<br />
I have my share of heartaches so I call upon His name.</p>
<p>When I say&#8230; &#8220;I am a Christian&#8221; I&#8217;m not holier than thou,<br />
I&#8217;m just a simple sinner who received God&#8217;s good grace,<br />
somehow.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apaja.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apaja.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apaja.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apaja.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apaja.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apaja.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apaja.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apaja.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apaja.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apaja.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apaja.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apaja.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apaja.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apaja.wordpress.com/311/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apaja.wordpress.com&amp;blog=1697218&amp;post=311&amp;subd=apaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apaja.wordpress.com/2011/12/31/being-a-christian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87cb02ee1436c719d1a4ae3cec783017?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">apaja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://apaja.files.wordpress.com/2011/12/cross.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cross</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gubuk di tengah sawah di Ubud</title>
		<link>http://apaja.wordpress.com/2011/12/27/gubuk-di-tengah-sawah-di-ubud/</link>
		<comments>http://apaja.wordpress.com/2011/12/27/gubuk-di-tengah-sawah-di-ubud/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 19:14:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mery DT</dc:creator>
				<category><![CDATA[celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[negriku]]></category>
		<category><![CDATA[Gubuk]]></category>
		<category><![CDATA[Sawah]]></category>
		<category><![CDATA[Ubud bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apaja.wordpress.com/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa bulan terakhir ini, aku menghayalkan, kemudian memikirkan dan akhirnya sangat menginginkan untuk tinggal di sebuah gubuk sederhana di tengah sawah di daerah Ubud. Ya, aku tahu, sepertinya mengkhianati kecintaanku pada pantai.  Aku tetap cinta pantai, makanya aku pilih Ubud.  &#8230; <a href="http://apaja.wordpress.com/2011/12/27/gubuk-di-tengah-sawah-di-ubud/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apaja.wordpress.com&amp;blog=1697218&amp;post=286&amp;subd=apaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://apaja.files.wordpress.com/2011/12/tambahan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-287" title="Tambahan" src="http://apaja.files.wordpress.com/2011/12/tambahan.jpg?w=640" alt=""   /></a>Beberapa bulan terakhir ini, aku menghayalkan, kemudian memikirkan dan akhirnya sangat menginginkan untuk tinggal di sebuah gubuk sederhana di tengah sawah di daerah Ubud.</p>
<p>Ya, aku tahu, sepertinya mengkhianati kecintaanku pada pantai.  Aku tetap cinta pantai, makanya aku pilih Ubud.  Sekiranya aku kangen pantai, aku tinggal lari ke Kuta.  Duduk-duduk di pantai Kuta pasti sangat menyenangkan.</p>
<p>Aku membayangkan, alangkah damainya tinggal di tengah sawah.  Hanya ada suara jangkrik dan kodok di malam hari, dan pemandangan hijau membentang di kala matahari masih bersinar.  Apa lagi yang kubutuhkan coba?</p>
<p>Aku membayangkan mungkin aku akan bisa menulis banyak hal di sana.  Kalau kehabisan bahan tulisan, aku bisa berkeliling mengitari desa-desa atau menghabiskan malam di club2 bersama para bule-bule ganteng itu sebagai selingan.  Namanya juga selingan.</p>
<p>Kemudian sore hari, mungkin teman-teman – yang hanya satu dua &#8211; datang berkunjung untuk ngopi-ngopi atau ngebeer di teras gubuk.  Bila teman-teman dari Jakarta atau dari kota lain yang ingin singgah dan bermalam di gubukku, aku sangat welcome.  Pasti menyenangkan sekali.</p>
<p>Oh iya, aku tak butuh memiliki kenderaan bermotor, sepeda saja cukup.  Bebas polusi, sehat dan hemat.  Penulis kan bukan orang kaya.  Aku kan writer wannabe yang kere.  Hayalan itu semakin terasa nyata di benakku kini.  Semoga suatu hari menjelma menjadi kenyataan.  Help me, God!</p>
<p>*Note; foto ini bukan di Ubud, dan gada gubuknya.  Aku gak punya photonya! *sedih*</p>
<p>Jakarta, 28 December 2011</p>
<p>Mery DT</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apaja.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apaja.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apaja.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apaja.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apaja.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apaja.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apaja.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apaja.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apaja.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apaja.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apaja.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apaja.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apaja.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apaja.wordpress.com/286/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apaja.wordpress.com&amp;blog=1697218&amp;post=286&amp;subd=apaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apaja.wordpress.com/2011/12/27/gubuk-di-tengah-sawah-di-ubud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87cb02ee1436c719d1a4ae3cec783017?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">apaja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://apaja.files.wordpress.com/2011/12/tambahan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tambahan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kandang Domba Di Hati</title>
		<link>http://apaja.wordpress.com/2011/12/23/kandang-domba-di-hati/</link>
		<comments>http://apaja.wordpress.com/2011/12/23/kandang-domba-di-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 16:43:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mery DT</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Christmas]]></category>
		<category><![CDATA[Jesus]]></category>
		<category><![CDATA[Poem]]></category>
		<category><![CDATA[Bethlehem]]></category>
		<category><![CDATA[Kandang domba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apaja.wordpress.com/?p=276</guid>
		<description><![CDATA[Di malam yang syahdu ini, saya mau beri tahu Suatu kisah yang sesungguhnya bukan baru Tak bosan di ulang sebelum tahun baru Banyak yang sudah tahu, banyak pula yang tak mau tahu Kisah ini berlangsung pada abad pertama Mengambil tempat &#8230; <a href="http://apaja.wordpress.com/2011/12/23/kandang-domba-di-hati/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apaja.wordpress.com&amp;blog=1697218&amp;post=276&amp;subd=apaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;" align="center"><a href="http://apaja.files.wordpress.com/2011/12/baby-jesus-born.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-277" title="Baby Jesus Born" src="http://apaja.files.wordpress.com/2011/12/baby-jesus-born.jpg?w=640" alt=""   /></a></p>
<p>Di malam yang syahdu ini, saya mau beri tahu</p>
<p>Suatu kisah yang sesungguhnya bukan baru</p>
<p>Tak bosan di ulang sebelum tahun baru</p>
<p>Banyak yang sudah tahu, banyak pula yang tak mau tahu</p>
<p>Kisah ini berlangsung pada abad pertama</p>
<p>Mengambil tempat nun jauh di Tanah Judea</p>
<p>Kala itu kehidupan masih sangat sederhana</p>
<p>Belum ada telpon, belum ada mobil, apa lagi pesawat udara</p>
<p>Suatu hari Kaisar Agustus bertitah:</p>
<p>“Masing-masing orang harus di sensus di kotanya sendiri!”</p>
<p>Hanya sebaris perintah Sang kaisar</p>
<p>Tapi menjadi perjalanan jauh yang sangat melelahkan</p>
<p>bagi sepasang anak manusia</p>
<p>Sahabat,</p>
<p>Seberapa jauhkan engkau sanggup menapak kaki sehari semala</p>
<p>Berapa harikah yang engkau butuhkan untuk menempuh jarak sekitar 80 km?</p>
<p>Apalagi ditemani seorang perempuan yang cuma bisa duduk terhuyung-huyung</p>
<p>di atas punggung seekor keledai karena sedang mengandung</p>
<p>tinggal tunggu hari untuk bersalin.</p>
<p>Malam itu cuaca sangat dingin, aat kaki mereka menapaki kota Betlehem</p>
<p>Sang suami sudah berusaha kesana kemari mencari kamar penginapan</p>
<p>Sungguh bingung dan panik pasangan itu ketika tak ada satu pintu pun sudi terbuka</p>
<p>Karena tampilan mereka yang lusuh menyiratkan kemiskinan</p>
<p>Sementara Sang Bayi sulung sudah tak betah tinggal lebih lama dirahim sang Bunda</p>
<p>Ooo&#8230; alangkah kumuhnya kandang itu!</p>
<p>Alangkah gatalnya jerami itu!</p>
<p>Bagaimana mungkin seorang Raja lahir di tempat sehina itu?</p>
<p>Sahabat, siapakah yang tahu pikiran TUHAN?</p>
<p>Celakalah engkau manusia, yang seumur hidup mendewakan harta!</p>
<p>Binasalah engkau golongan terhormat yang mengunci pintu bagi kedatangan Juru Slamat!</p>
<p>Karna suka cita sorgawi tidak dikabarkan bagimu!</p>
<p>Berbahagialah engkau hai para gembala,</p>
<p>Bersukacitalah engkau, hai keledai, kambing, domba, sapi dan sebagainya</p>
<p>Sebab Raja Damai itu lahir dengan cara yang paling hina agar semua orang layak datang pada-Nya!</p>
<p>Saudaraku, … adakah yang bisa membaca pikiran TUHAN?</p>
<p>Berbanggakah engkau jadi pendudukkotaBetlehem yang makmur?</p>
<p>Aku berkata kepadamu : “Bertobatlah, dan buka pintu hatimu!”</p>
<p>Bukankah lebih baik jadi seekor keledai dungu,</p>
<p>Tapi setia mengantar Bunda ketempat persalinan</p>
<p>Bukankah lebih terhormat, jadi domba, kambing atau sapi, yang menyaksikan proses kelahiran Bayi Kudus?</p>
<p>Bukankah lebih berbahagia jadi gembala, yang diundang resmi lewat malaikat Tuhan menjadi saksi kedatangan Juru Slamat?</p>
<p>Sahabat, sekarang saatnya, bukalah hatimu!</p>
<p>Buatlah kandang domba di dalamnya</p>
<p>Agar bayi kudus itu sudi lahir disana!</p>
<p>Selamat hari natal, Maranata… Amin!</p>
<p>By Mery DT</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apaja.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apaja.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apaja.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apaja.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apaja.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apaja.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apaja.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apaja.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apaja.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apaja.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apaja.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apaja.wordpress.com/276/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apaja.wordpress.com/276/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apaja.wordpress.com/276/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apaja.wordpress.com&amp;blog=1697218&amp;post=276&amp;subd=apaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apaja.wordpress.com/2011/12/23/kandang-domba-di-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87cb02ee1436c719d1a4ae3cec783017?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">apaja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://apaja.files.wordpress.com/2011/12/baby-jesus-born.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Baby Jesus Born</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Jalan, Om!  Tenang kini jiwamu bersama Sang Khalik!</title>
		<link>http://apaja.wordpress.com/2011/12/20/selamat-jalan-om-tenang-kini-jiwamu-bersama-sang-khalik/</link>
		<comments>http://apaja.wordpress.com/2011/12/20/selamat-jalan-om-tenang-kini-jiwamu-bersama-sang-khalik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 07:09:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mery DT</dc:creator>
				<category><![CDATA[condolence]]></category>
		<category><![CDATA[Friendship]]></category>
		<category><![CDATA[Denial]]></category>
		<category><![CDATA[Elishabeth Kubler-Ross]]></category>
		<category><![CDATA[Grief]]></category>
		<category><![CDATA[Stroke]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apaja.wordpress.com/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini saat mengerjakan kerjaan, seperti biasa aku sambi dengan bbm-an dengan teman atau bercanda di group BBM.  Ternyata ada 2 berita duka pagi ini, keduanya dari teman kuliah.  Satu adalah mertua Sandy dan satunya lagi adalah bokap sahabatku, Yulia &#8230; <a href="http://apaja.wordpress.com/2011/12/20/selamat-jalan-om-tenang-kini-jiwamu-bersama-sang-khalik/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apaja.wordpress.com&amp;blog=1697218&amp;post=269&amp;subd=apaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://apaja.files.wordpress.com/2011/12/dove-1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-270" title="Dove 1" src="http://apaja.files.wordpress.com/2011/12/dove-1.jpg?w=640" alt=""   /></a>Pagi ini saat mengerjakan kerjaan, seperti biasa aku sambi dengan bbm-an dengan teman atau bercanda di group BBM.  Ternyata ada 2 berita duka pagi ini, keduanya dari teman kuliah.  Satu adalah mertua Sandy dan satunya lagi adalah bokap sahabatku, Yulia Lindholm.</p>
<p>Jelas ada rasa syok karena aku kenal banget Om (bokapnya Yaya / Yulia).  Pertama kali menetap di Jakarta, aku tinggal di rumah Yaya di Kelapa Gading, sehingga aku kenal semua saudara2nya dan orang tuanya.  Dan aku merasa dekat dengan Om.  Dia orangnya ramah dan sangat kebapakan, seperti bapakku rasanya.</p>
<p>Ketika itu, di suatu hari Minggu,  aku pernah menemaninya ke kebun di Pandegelang, kami bertiga dengan sopir.  Kini jelas teringat dalam benakku, saat kami bertiga makan di rumah kosong di tengah kebun itu.  kami membawa bekal makanan yang banyak dari Jakarta.  Mulai dari Jakarta, saat di kebun dan saat pulang, kami saling bercerita hangat.  Om bercerita tentang pekerjaannya sebagai apoteker dan pengalaman-pengalamannya yang lain.  Dan dia juga banyak bercerita tentang rasa bangganya pada putrinya yang bernama “Yulia/ Yaya”.</p>
<p><strong>“Yaya, gw lupa apakah gw pernah menceritakan ini ke elu.  Pada kesempatan ini gw mau mengatakan bahwa Om sangat bangga sama elu.  Jadikan ini pengingat akan dia.”  </strong></p>
<p>Tadi sempat chatting dengan Yaya yang 10 tahun terakhir ini menetap di Swedia.  Tentu dia sangat sedih karena tidak bisa pulang. (dia baru pulang lebaran yang lewat, Agustus 2011).  Semua anak pasti sedih dengan kepergian orang tua yang dikasihi, terutama bagi anak-anak yang tinggal jauh dan tidak memungkinkan pulang.</p>
<p>Aku jadi ingat dengan kepergian bokap 1o tahun yang lalu, 21 Januari 2001.  Tanggal yang cantik bukan?  Ketika itu aku gak ngerti dengan perasaanku.  Bokap meninggal di depan mataku karena setahun terakhir dia bersamaku.  Dia sakit stoke (seperti bokap Yaya).  Aku melihat penderitaannya setiap hari.  Aku yang mengantar dia bolak balik ke rumah sakit, bersama nyokab dan saudara2 lain tentunya.</p>
<p>Saat itu aku sangat berharap Tuhan memberikan muzijat sehingga bokap bisa sembuh seperti sedia kala.  Tetapi aku sadar, keinginanku bukan kehendak Tuhan.  Akupun merubah pokok doaku setiap hari, “Bila Tuhan berkenan berikan kesembuhan total buat bapakku, tapi bila Tuhan menginginkannya pulang ke rumah Bapa di sorga, kami merelakannya.” Dan tiga hari sebelum kepergiannya aku diberi semacam pengetahuan.  Dan tanpa sadar aku bilang ke adikku “Bapak akan pergi tidak lebih dari 3 hari ini.” Dan ternyata benar, dua hari kemudian, di hari Minggu jam 10 pagi, dia pergi.  Saat aku ingin memberinya minum, dia sudah tidak ada.</p>
<p>Aneh juga ketika itu, aku sama sekali tidak menangis.  Aku cekatan menelpon semua sodara, om dan tante, juga teman gereja.  Pun besoknya aku tidak menangis. Pun saat kami bawa pulang ke Balige untuk dikubur disana.  Aku mulai menangis sesunggukan saat pulang ke Jakarta.  Aku menangis melihat tempat tidurnya dan obat-obatan yang tersisa.  Dan sampai sekarang aku masih menangis kalau mengingat masa-masa itu.</p>
<p>Menurut <strong>Dr. Elisabeth Kulber-Ross</strong>, ketika kita sedang menderita karena kehilangan orang yang kita kasihi, (Juga kehilangan pekerjaan dan kehilangan2 lainnya) kita semua akan melewati 5 tingkatan berduka, The Five Stages of Grief – Grief Cycle, yaitu: Denial, Anger, Bargaining, Depression, Acceptance.  Urutannya memang tidak selalu persis seperti itu.  Anger dan bargeningku sudah berjalan saat melihat dia masih sakit.  Aku denial saat dia sudah kulihat pergi, dan kemudian aku depressi setelah pulang menguburkannya.  Dan kurasa aku setelah itu aku bisa menerima semuanya dengan baik kini.</p>
<p>Menurutku, penghiburan apa pun yang kita ucapkan pada orang yang dalam masa denial pasti akan sulit diterima.  Ketika ada kebaktian malam penghiburan –saat itu aku lagi depressi- semua mengucapkan kata2 bernada sama, tapi saat itu yang ingin kuucapkan adalah “Shut your mouth up!”  Artinya, tak perlulah semua mengucapkan “begini begono” pada orang yang sedang berduka, apa lagi kalau terlihat dia mengucapkan itu karena tugasnya sebagai paman, tante dll.  Tidak terdengar tulus.</p>
<p>Yang sangat dibutuhkan orang yang sedang berduka adalah seseorang disampingnya dan <strong>“shoulder to cry on</strong>”.  Kita tidak perlu mengumbar kata-kata penghiburan, seperti  “Tuhan bla-bla… dan bla…” itu tidak akan masuk.  Hanya akan menjadi kontra produktif.  Cukup kita ada, hadir disampingnya.  Itu saja.  Merasa tidak sendiri saat berduka itu sangat berarti.  Saat seperti itu kita akan mengerti arti, <strong>teman untuk tertawa itu banyak, tapi teman menangis bersama itu yang akan diingat selamanya.</strong></p>
<p>Anyway, siapa yang dapat menghindari ajal?  Tiada yang pasti di bumi ini kecuali kematian.  Hanya saja dia selalu datang seperti pencuri, dia mengambil di saat yang tidak kita sangka.  Bila tidak sebentar lagi, esok lusa, ajal itu pasti akan datang.  Siap-siap sajalah!  Aku sering bilang pada ibuku, sekiranya aku mati duluan…  dan Ibuku tidak suka kalau aku ngomong seperti itu.  Aku sudah belajar, kematian itu sebenarnya tidak mengerikan.  Hanya pergantian wadah kita sebagai pengembara.  Saat ini kita mengembara dengan fisik yang bisa disentuh, nanti kita akan mengembara dengan ROH.</p>
<p>Selamat jalan Om… Engkau sudah menyelesaikan tugasmu di dunia yang fana ini.  Hilang sudah segala rasa sakit yang engkau rasakan.  Tenang kini jiwamu bersama Sang Khalik!  Kamilah yang seharusnya ditangisi karena masih berjalan terlunta-lunta sebagai pengembara di dunia yang penuh rasa sakit ini.  Sampai bertemu kembali, Om!</p>
<p>Jakarta, 20 December 2011</p>
<p>Mery DT.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apaja.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apaja.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apaja.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apaja.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apaja.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apaja.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apaja.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apaja.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apaja.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apaja.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apaja.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apaja.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apaja.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apaja.wordpress.com/269/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apaja.wordpress.com&amp;blog=1697218&amp;post=269&amp;subd=apaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apaja.wordpress.com/2011/12/20/selamat-jalan-om-tenang-kini-jiwamu-bersama-sang-khalik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87cb02ee1436c719d1a4ae3cec783017?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">apaja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://apaja.files.wordpress.com/2011/12/dove-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Dove 1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dawn Porter, one in a million.</title>
		<link>http://apaja.wordpress.com/2011/12/14/dawn-porter-one-in-a-million/</link>
		<comments>http://apaja.wordpress.com/2011/12/14/dawn-porter-one-in-a-million/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Dec 2011 10:31:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mery DT</dc:creator>
				<category><![CDATA[celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[Dawn Gets Her Man]]></category>
		<category><![CDATA[Gets a baby]]></category>
		<category><![CDATA[Lesbian]]></category>
		<category><![CDATA[naked]]></category>
		<category><![CDATA[super slim me]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apaja.wordpress.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Adalah seorang gadis bernama Dawn Porter.  Dia berprofesi sebagai penulis dan jurnalis di London yang kini berusia 32 tahun (23 Januari 1979) lahir di Scotland, Inggris.  Dan telah memenangkan beberapa penghargaan.  Dia adalah salah satu jurnalis wanita yang aku suka, &#8230; <a href="http://apaja.wordpress.com/2011/12/14/dawn-porter-one-in-a-million/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apaja.wordpress.com&amp;blog=1697218&amp;post=254&amp;subd=apaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://apaja.files.wordpress.com/2011/12/dawn-porter-07.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-255" title="Dawn Porter 07" src="http://apaja.files.wordpress.com/2011/12/dawn-porter-07.jpg?w=640" alt=""   /></a>Adalah seorang gadis bernama <strong>Dawn Porter</strong>.  Dia berprofesi sebagai penulis dan jurnalis di London yang kini berusia 32 tahun (23 Januari 1979) lahir di Scotland, Inggris.  Dan telah memenangkan beberapa penghargaan.  Dia adalah salah satu jurnalis wanita yang aku suka, karena nyeleneh dan beda dengan orang pada umumnya.  Dia berani melakukan hal-hal yang biasanya tidak ingin dilakukan orang lain, mungkin karena pencitraan ataupun resiko-resiko lainnya.</p>
<p>Dia cerdik saat menyajikan laporan dan jujur perasaannya saat melakukan sesuatu.  Dan dia jujur.  Itu yang terpenting bagi seorang jurnalis dan penulis.  Wataknya yang selalu ingin tahu dan kelucuan-kelucuan yang terjadi dalam proses mencari informasi itu sungguh menyegarkan.  Aku sampai ketagihan menonton film dokumenternya.  Dan juga membaca reportnya.</p>
<p>Berikut program TV yang sudah tayang (Aku sudah nonton di you tube).  Keren pokonya..!!!</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Super Slim Me</strong></p>
<p>Ini adalah debut TV Program Dawn.  Judul film documenter ini dibuat mirip dengan “Super Size Me” yg dibuat Konsumen McDonalds di USA.   Dokumenter tentang bagaimana dia membuat dirinya kelaparan selama 2 bulan (termasuk periode Natal) untuk mendapat bentuk tubuh seperti model Hollywood zero size.  Dia melakukan diet ketat.  Hasilnya sungguh mencengangkan.   Disamping menjadi kurus, dia juga menjadi depresi dan sakit.  Akhirnya dia berkata “Bodo, lebih baik aku senang-senang dari pada menjadi kurus.</p>
<p><strong>Dawn Gets Her Man</strong></p>
<p>Dalam episode ini, dia mencari pria yang tepat untuk di nikahi.  Sangkin ingin mendapatkan yang terbaik, dia menganalisa semua sisi, dari rasio/zodiak, bau badan, cara menari, dan lain sebagainya.  Dia membuat kontes dimana setiap peserta akan melalui banyak test.  Dan diakhir acara dia mendapatkan pemenang dengan nilai tertinggi dari semua test.  Apakah dia akhirnya dating dengan pria itu? NO.  Ternyata semua test dan teori itu tidak cukup.</p>
<p>Banyak kejadian yang lucu di acara ini, dan yang paling bikin aku geleng-geleng kepala adalah saat dia membuat parfume dari keringatnya dan menyuruh orang-orang yg lewat di dalam mall untuk menciumnya.  Dari yang mau muntah sampai yang suka sama parfum itu, komentarnya lucu-lucu.  Konon katanya kalau kita menyukai keringat atau bau badan seseorang berarti dia org yang potensial menjadi pasangan.</p>
<p><strong>Dawn Goes Lesbian</strong></p>
<p>Dalam episode ini dia menginvestigasi dunia lesbian.  Dia tinggal serumah dengan 3 orang gadis lesbian selama sebulan.  Dia pergi ke lesbian Bar bersama mereka dan mencoba masuk dalam dunia itu.  Tapi dia kecewa karena tidak dapat chemistry dengan gadis-gadis di sana.  Disaat bersama gadis-gadis itu, yang dia bicarakan dan yang ada di pikirannya hanya pria.  Dia penasaran apakah bisa jadi lesbian atau tidak.</p>
<p>Aku akan cerita sedikit agak panjang di episode ini ya, karena cukup menarik.</p>
<p>Dawn mengunjungi beberapa ahli seperti Stevi Jackson yang mengatakan sexuality is fluid dan kebanyakan wanita bisa menjadi gay.  Juga mengunjungi sepasang pakar seksualitas, Dr. John Dean dan istrinya Jane.  Mereka memiliki alat untuk membaca reaksi fisik terhadap seksualitas.  Sebuah alat yang disambung kabel dimasukkan ke vagina dan ujung kabel yang lain plug in ke komputer.  Here we go… J</p>
<p>Video pertama adalah dokunter alam Tibet yang tenang.  Kemudian diganti dengan heterosexual porn, Dawn merasa horny saat melihat tontonan itu, juga sangat terlihat dari wajah dan gerakan tubuhnya.  Kemudian diganti girl on girl porn, Dawn sama sekali tidak merasa horny.</p>
<p>Tiba saatnya melihat hasil di layar monitor.  Jreng… jreeeeeeng…</p>
<p>Ternyata yang dilakukan tubuh tidak sama seperti yang dirasakan.  Saat menonton dokumenter Tibet amplitudo grafik di layar monitor nyaris rata.  Tapi amplitudo saat menonton lesbian porn lebih tinggi dari pada saat menonton heterosex porn.  Dan kata Dr. John Dean, study mengatakan bahwa kebanyakan wanita bisa physically arouse tanpa mentally arouse.</p>
<p>Tapi tetap saja Dawn tidak bisa mendapatkan chemistry dengan gadis yang dia temui di bar atau di lesbian dating website.  But… surprisingly dia akhirnya punya kedekatan emosi dengan Catharine, salah satu gadis di rumah tempat dia menginap selama melakukan investigasi.  Kedekatan itu karena keseharian dan curhat-curhatan setiap hari.  Akhir acara dia bisa ciuman lama dengan Catharine dan dia menikmatinya.</p>
<p>Dan kesimupulan Dawn adalah: “I had amazing month.  I had learned that sexuality can be fluid.  And if I live in a desert island who just women on it, I have no doubt that I can be a lesbian.  And after back to heterosexual world, I back huck with a man.”</p>
<p><strong>Dawn Gets a Baby</strong></p>
<p>Pada episode ini tentu Dawn hanya melakukan observasi pada wanita-wanita yang akan melahirkan.  Dia tidak sampai ikut hamil.  Ini adalah episode yang paling mengerikan yang pernah kulihat.  Soalnya ada video kelahiran bayi di bak air secara live.  Ngeri banget.  Tapi sekali lagi aku acungin jempol buat investigasi yang dilakukan Dawan.  Luar biasa.!!!</p>
<p><strong>Dawn Gets Naked</strong></p>
<p>Menurutku ,ini merupakan investigasi dan eksprimen terhebat yang dia lakukan.  Dia menantang dirinya untuk berani  tampil bugil di ruang publik.  Melalui banyak reset dan wawancara, akhirnya dia mengajak wanita-wanita dari segala usia untuk berani menampilkan diri apa adanya di depan publik.  Acara ini untuk menyindir wanita-wanita yang begitu kecanduan untuk mempercantik bentuk tubuh di klinik-klinik kecantikan.</p>
<p>Sejumlah wanita dari berbagai usia, hingga 60an tahun, bersama-sama bugil diatas bus yang terbuka dan melaju di tengah kota London yang sibuk di siang hari.  Bus itu melewati perkantoran dan pusat bisnis yang padat.  Mereka membawa spanduk yang bertuliskan “<strong>Don’t touch me up” “100% Natural</strong>” dan “<strong>love your body</strong>”  Semua orang yang melihat tersenyum dan melambai seperti mengatakan setuju dengan kampanye yang mereka suarakan.</p>
<p>Body Dawn sama sekali bukan body model yang indah, tapi dia berani berbugil ria, demikian juga wanita-wanita lainnya.  Pasti butuh keberanian luar biasa untuk melakukan itu.  Aku sama sekali tidak melihatnya sebagai pornografi, tapi perayaan dan penerimaan wanita terhadap bentuk tubuh mereka apa adanya tanpa takut di kritik orang lain.  Fantastic, awesome and  Brilliant.</p>
<p>Syukur sekali di sana tidak ada kelompok moralis itu ya! J</p>
<p>Demikian sekilas tentang jurnalis idolaku Dawn Porter.  Masih ada beberapa serial dokumenter yang dilakukan Dawn, tapi yang paling menarik menurutku adalah yang 5 di atas.  Kalau tidak salah tanggal 15 Des besok dia akan turun ke jalan dengan 10 wanita cantik untuk membantu kegiatan amal operasi kanker payudara.  Penasaran akan aksinya besok.  Semoga ada liputannya di tv lokal.</p>
<p>Jakarta, 14 December 2011</p>
<p>Mery DT</p>
<p>Source:</p>
<p>-         <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dawn_Porter">http://en.wikipedia.org/wiki/Dawn_Porter</a></p>
<p>-         <a href="http://www.dawnporter.net/index.html">http://www.dawnporter.net/index.html</a></p>
<p>-         <a href="http://dawnporter.wordpress.com/">http://dawnporter.wordpress.com/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apaja.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apaja.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apaja.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apaja.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apaja.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apaja.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apaja.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apaja.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apaja.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apaja.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apaja.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apaja.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apaja.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apaja.wordpress.com/254/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apaja.wordpress.com&amp;blog=1697218&amp;post=254&amp;subd=apaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apaja.wordpress.com/2011/12/14/dawn-porter-one-in-a-million/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87cb02ee1436c719d1a4ae3cec783017?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">apaja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://apaja.files.wordpress.com/2011/12/dawn-porter-07.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Dawn Porter 07</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dengan Mengenal HIV/AIDS Kita Dapat Menghindarinya.</title>
		<link>http://apaja.wordpress.com/2011/12/06/dengan-mengenal-hivaids-kita-dapat-menghindarinya/</link>
		<comments>http://apaja.wordpress.com/2011/12/06/dengan-mengenal-hivaids-kita-dapat-menghindarinya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 20:12:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mery DT</dc:creator>
				<category><![CDATA[HIV/AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[Hari AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[Heteroseks]]></category>
		<category><![CDATA[Homoseks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://apaja.wordpress.com/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[Walau telah lewat seminggu Hari AIDS Sedunia, yakni tanggal 1 Desember, saya ingin menuliskan sedikit tentang penyakit yang mematikan dan belum ada obatnya ini. Penyakit ini terkenal sebagai salah satu penyakit kelamin, padahal penularannya tidak hanya lewat hubungan sex saja. &#8230; <a href="http://apaja.wordpress.com/2011/12/06/dengan-mengenal-hivaids-kita-dapat-menghindarinya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apaja.wordpress.com&amp;blog=1697218&amp;post=242&amp;subd=apaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://apaja.files.wordpress.com/2011/12/347px-world_aids_day_ribbon.png"><img class="alignleft size-full wp-image-248" title="347px-World_Aids_Day_Ribbon" src="http://apaja.files.wordpress.com/2011/12/347px-world_aids_day_ribbon.png?w=640" alt=""   /></a>Walau telah lewat seminggu Hari AIDS Sedunia, yakni tanggal 1 Desember, saya ingin menuliskan sedikit tentang penyakit yang mematikan dan belum ada obatnya ini. Penyakit ini terkenal sebagai salah satu penyakit kelamin, padahal penularannya tidak hanya lewat hubungan sex saja. Penyakit ini pertama kali ditemukan tahun 1981 di Amerika Serikat. Sejak itu, penyakit ini bagai sel kanker yang menyebar cepat ke seluruh penjuru dunia.</p>
<p><strong>Apa dan bagaimana penyakit ini sehingga demikian menyeramkan?</strong></p>
<p>AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kondisi medikal dimana system imun dalam tubuh tidak mampu lagi melawan infeksi. Ketidak-mampuan ini disebabkan oleh system imun yang telah diserang oleh virus ganas yang dikenal dengan nama HIV (Human Immunodeficiency Virus)</p>
<p>HIV butuh inang yang hidup untuk tumbuh dan memperbanyak diri. Biasanya system imun manusia mampu menemukan dan membunuh virus-virus yang masuk ke dalam tubuh secara cepat, tapi HIV menyerang system imun itu sendiri hingga lemah dan tak mampu melawan.</p>
<p>Apabila telah terinfeksi HIV, satu-satunya usaha yang dapat dilakukan adalah mengkonsumsi obat-obatan antiretroviral agar HIV-nya tetap dilevel yang rendah, dengan demikian system imun dapat sembuh kembali dan mampu bekerja efektif seperti sedia kala. Orang dengan HIV harus setiap hari mengkonsumsi obat antriretrival, hingga seumur hidupnya.</p>
<p>Jadi penyebab AIDS adalah HIV. Orang dengan HIV belum tentu penderita AIDS tapi penderita AIDS pasti mengandung HIV dalam tubuhnya.</p>
<p><strong>Bagaimanakan Penularan HIV?</strong></p>
<p>Penularan HIV/AIDS dapat dibagi dalam 2 jenis, yaitu :</p>
<p>a. Secara Kontak Seksual</p>
<p>1. Ano-Genital : Ini adalah tingkat resiko tertinggi bagi penularan HIV, umumnya perilaku seksual ini dilakukan oleh kaum homosexual dan sedikit heterosexual.</p>
<p>2. Ora-Genital : Tingkat resiko kedua, dengan melakukan oral sex karena menelan semen/sperma dari mitra seksual pengidap HIV.</p>
<p>3. Genito-Genital / Heteroseksual : Tingkat resiko ke tiga, penularan secara heteroseks, suami istri atau pasangan kekasih, atau dengan PSK.</p>
<p>b. Secara Non seksual</p>
<p>1. Transmisi Parental Penggunaan jarum dan alat tusuk lain (alat tindik, tatto) yang telah terkontaminasi, terutama pada jarum suntik pengguna narkotik yang digunakan secara bersama-sama. Penularan parental lainnya, melalui transfusi darah yang terinfeksi HIV.</p>
<p>2. Transmisi Transplasental Transmisi ini adalah penularan dari ibu yang mengandung HIV positif ke anak, mempunyai resiko sebesar 50%.</p>
<p>Disamping cara penularan yang telah disebutkan di atas ada transmisi yang belum terbukti, antara lain:</p>
<p>1. ASI</p>
<p>2. Saliva/Air liur</p>
<p>3. Air mata</p>
<p>4. Hubungan sosial dengan orang serumah</p>
<p>5. Gigitan serangga</p>
<p>Walaupun cara-cara transmisi di atas belum terbukti, akan tetapi karena prevalensi HIV telah demikian tinginya di Amerika Serikat, maka tetap dianjurkan :</p>
<p>1. Ibu yang mengidap supaya tidak menyusui bayinya.</p>
<p>2. Mengurangi kontaminasi saliva pada alat seduditasi pada saat berciuman dan pada anak-anak yang mengidap HIV .</p>
<p>3. Bagi dokter ahli mata dianjurkan untuk lebih berhati-hati berhubungan dengan air mata pengidap HIV.</p>
<p>Perlu diketahui AIDS tidak menular karena :</p>
<p>1. Hidup serumah dengan penderita AIDS</p>
<p>2. Bersentuhan dengan penderita.</p>
<p>3. Berjabat tangan.</p>
<p>4. Penderita AIDS bersin atau balik di dekat kita.</p>
<p>5. Bersentuhan dengan pakaian atau barang lain dari bekas penderita.</p>
<p>6. Berciuman pipi dengan penderita.</p>
<p>7. Melalui alat makan dan minum.</p>
<p>8. Gigitan nyamuk dan serangga lainnya.</p>
<p>9. Bersama-sama berenang di kolam.</p>
<p><strong>Masa Inkubasi dan Gejala Klinis</strong></p>
<p>Masa Inkubasi penyakit ini bervariasi. Ada ahli yang mengatakan bila melalui transfusi darah masa inkubasi kira-kira 4,5 tahun, sedangkan pada penderita homoseksual 2 -5 tahun, pada anak- anak rata – rata 21 bulan dan pada orang dewasa 60 bulan.</p>
<p>Menurut study yang dilakukan Cohart di San Fransisco, dari 6700 laki -laki hokoseksual / biseksual, 36% dari infekssi HIV setelah 88 bulan menjaddi penderita AIDS, sedangkan 20% sama sekali tidak ada timbul gejala AIDS.</p>
<p><strong>Bagaimanakah gejala HIV?</strong></p>
<p>Sering kali orang yang terinfeksi HIV tidak mengalami gejala sama sekali. Perlu diingat bahwa orang yang terinfeksi HIV dapat menularkan virus segera setelah dia terinfeksi, walaupun dia merasa sehat. Sangat tidak mungkin mengatakan seseorang terinfeksi HIV hanya dengan melihat penampilannya. Satu-satunya cara mengetahui dalam tubuh ada HIV atau tidak dengan melakukan test.</p>
<p>Gejala penderita AIDS dapat timbul dari ringan sampai berat, bahan di Amerika Serikat ditemukan ratusan ribu orang yang dalam darahnya mengandung virus HIV tanpa gejala klinis.</p>
<p>Ada terdapat 5 stadium penyakit AIDS, yaitu</p>
<p>1. Gejala awal stadium infeksi seperti : demam, kelemahan, nyeri sendi, menyerupai influenza, nyeri tenggorok, monokleosis, pembesaran kelenjaran getah bening, dll.</p>
<p>2. Stadium tanpa gejala; Stadium dimana penderita nampak sehat, namun dapat merupakan sumber penularan infeksi HIV.</p>
<p>3. Gejala stadium ARC, yakni: • Demam lebih dari 38°C secara berkala atau terus • Menurunnya berat badan lebih dari 10% dalam waktu 3 bulan • Pembesaran kelenjar getah bening • Diare mencret terus menerus dalam waktu yang lama tanpa sebab yang jelas • Kelemahan tubuh yang menurunkan aktifitas fisik • Keringat malam</p>
<p>4. Gejala AIDS, yakni: • Gejala klinis utama yaitu terdapatnya kanker kulit yang disebut Sarkoma Kaposi (kanker pembuluh darah kapiler) juga adanya kanker kelenjar getah bening. • Terdapat infeksi penyakit penyerta misalnya pneomonia, pneumocystis,TBC, serta penyakit infeksi lainnya seperti teksoplasmosis.</p>
<p>5. Gejala gangguan susunan saraf, yakni: • Lupa ingatan • Kesadaran menurun • Perubahan Kepribadian Gejala–gejala peradangan otak atau selaput otak.</p>
<p>Umumnya penderita AIDS sangat kurus, sangat lemah dan menderita infeksi. Penderita AIDS selalu meninggal pada waktu singkat (rata-rata 1-2 tahun) akan tetapi beberapa penderita dapat hidup sampai 3 atau 4 tahun.</p>
<p>Ada tiga sebab mengapa wanita lebih rentan terhadap AIDS dibanding dengan pria, yaitu :</p>
<p>1. Secara biologis, struktur genital wanita mempunyai permukaan berlendir yang lebih luas dan lebih mudah terluka sehingga virus AIDS dari sperma lebih gampang menulari.</p>
<p>2. Secara epidemiologi Wanita umumnya mempunyai suami yang berumur lebih tua, lazimnya mempunyai &#8220;jam terbang&#8221; dan mitra seks yang lebih banyak. Wanita lebih sering membutuhkan transfusi darah dari pria.</p>
<p>3. Secara Sosial, wanita lebih sering disubordinasikan sehingga mempersulit tindakan preventif terhadap transmisi HIV lewat hubungan seks.</p>
<p><strong>Estimasi Pengidap HIV/AIDS seluruh dunia</strong></p>
<p>Statistik terakhir yang dipublikasikan oleh UNAIDS tentang orang yang terinfesksi HIV/AIDS diseluruh dunia pada November 2010 adalah sebagai berikut:</p>
<p><a href="http://apaja.files.wordpress.com/2011/12/aids-global.png"><img class="alignleft size-full wp-image-243" title="AIDS global" src="http://apaja.files.wordpress.com/2011/12/aids-global.png?w=640" alt=""   /></a></p>
<p><a href="http://apaja.files.wordpress.com/2011/12/grafik-aids1.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-245" title="Grafik AIDS" src="http://apaja.files.wordpress.com/2011/12/grafik-aids1.png?w=300&#038;h=176" alt="" width="300" height="176" /></a></p>
<p>Secara Regional data dari UNAIDS adalah sebagai berikut:</p>
<p><a href="http://apaja.files.wordpress.com/2011/12/aids-by-region1.png"><img class="alignleft size-full wp-image-247" title="AIDS by region" src="http://apaja.files.wordpress.com/2011/12/aids-by-region1.png?w=640&#038;h=305" alt="" width="640" height="305" /></a></p>
<p>Source: http://www.avert.org/worldstats.htm 1.</p>
<p>Jakarta, Dec 7, 2011; 3.10 AM</p>
<p>Mery DT</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/apaja.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/apaja.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/apaja.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/apaja.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/apaja.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/apaja.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/apaja.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/apaja.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/apaja.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/apaja.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/apaja.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/apaja.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/apaja.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/apaja.wordpress.com/242/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=apaja.wordpress.com&amp;blog=1697218&amp;post=242&amp;subd=apaja&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://apaja.wordpress.com/2011/12/06/dengan-mengenal-hivaids-kita-dapat-menghindarinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87cb02ee1436c719d1a4ae3cec783017?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">apaja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://apaja.files.wordpress.com/2011/12/347px-world_aids_day_ribbon.png" medium="image">
			<media:title type="html">347px-World_Aids_Day_Ribbon</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://apaja.files.wordpress.com/2011/12/aids-global.png" medium="image">
			<media:title type="html">AIDS global</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://apaja.files.wordpress.com/2011/12/grafik-aids1.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Grafik AIDS</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://apaja.files.wordpress.com/2011/12/aids-by-region1.png" medium="image">
			<media:title type="html">AIDS by region</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
